SEORANG CEO YANG JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, Gavin Orlando tidak sengaja melihat gadis cantik dan imut. ya itu Bierel Arinda gadis yang usianya saat ini 16 thn. Pertemuan yg ga disengaja oleh keduanya membua Gavin Orlando ga berkedip. ia terpesona melihat Bierel Arinda untuk pertama kalinya. Gavin ingin sekali memiliki arinda, dia mencari tahu latar belakang arinda. Gavin sangat terobsesi sama arinda. dia akan melukai siapa saja yang dekat dengan Arinda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiahcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
gavin membaringkan tubuhnya disamping arinda. ia merengkuh tubuh arinda ke dalam pelukannya.
gavin tersenyum karena ini pertama kalinya gavin tidur bersama arinda. hanya tidur ga ada kegiatan tanda kutip.
pagi menyapa di hari ini dengan cahayanya yang menyilaukan mata. gavin membuka matanya perlahan. ia tersenyum melihat arinda yang tertidur sangat nyenyak. ia membelai surai hitam rambut arinda yang menghalangi wajah cantik arinda..
gavin membelai pipi arinda dan mencubit pipi arinda pelan. ada yang mencubit pipinya arinda terkejut. ia mengedarkan pandangannya dan ia ga kenal dengan area sekelilingnya.
saat ia mulai menajamkan matanya dan ia pun memalingkan wajahnya dan berlari ke arah keluar kamar. wajah arindah memerah karena godaan dari gavin.
ka kenapa aku bisa tidur disini? tanya arinda bingung.
aku yang mengangkat kamu karena sudah aku bangunkan kamu tetap tidur" ucap gavin
"kenapa kaka sih?" ucap arinda
"aku ga apa-apa koq sayang"
"bener ka?"
"hm"
arinda mendorong tubuh gavin untuk menjauh. karena arinda mau membersihkan diri. arinda bangun dan turun berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit arinda membersihkan diri di ikuti gavin juga membersihkan diri. ia juga munuju ke ruang makan dan ia juga keluar dari kamar. ia juga mengedarkan pandangannya dan tersenyum melihat arinda cantik dengan pakaian yang dikenakan arinda. kaos biru yang pas di tubuh arinda dan celana jeans panjang.
gavin menggenggam tangan arinda menuruni anak tangga ke lantai 1. gavin dan arinda menuju ruang makan untuk sarapan. sampai di meja makan arinda dan gavin menarik kursi dan duduk. di meja makan sudah ada nasi goreng dan teh manis hangat. gavin dan arinda menyantap sarapannya sampai habis.
selesai makan gavin menarik kembali pergelangan arinda. arinda pun berdiri dan mengikuti langkah gavin. gavin membawa arinda ke halaman belakang villa. disana ada gazebo yang nyaman untuk mereka berdua.
gavin dan arinda duduk beralaskan karpet bulu halus. mereka memandang bunga-bunga yang tumbuh disana. artinda ingin ke taman bunga itu gavin pun mengizinkan.
arinda menghirup harum wangi dari berbagai jenis bunga. wangi yang menenangkan pikirannya dan membuat rileks tubuhnya. gavin yang mengikuti arinda dari belakang tersenyum karena melihat senyuman arinda.
arinda menoleh kesamping kanan ia mrlihat gavin sudah ada disampingnya. arinda pun memeluk gavin dan membenamkan kepalanya di dada gavin. gavin juga membalas pelukan arinda.
mereka berdua ga menyadari seseorang menatap mereka dengan senyuman.
"ekhem"
mendengar suara dati belakang arinda dan gavin melepas pelukannya. gavin dan arinda salah tingkah dan merasa canggung. tapi gavin langsung merubah raut wajahnya dingin.
"ada apa pak parman?"
"maaf den saya ingin menunjukkan hasil perkebunan ke aden"
"ok, tunggu saya di depan"
"baik den" ucap pak oarman seraya meninggalkan gavin dan arinda
"ada apa ka?" tanya arinda
"tunggu disini jangan keluar aku ada keperluan sebentar"
"ya ka"
gavin dan arinda kembali masuk ke dalam villa. arinda kembali ke kamar gavin dan gavin ke halsmsn depan villa.
10 menit pak parman menunggu tuannya datang. ga lama gavin pun keluar menemui pak parman. pak parman dan gavin berjalan menyusuri jalan setapak ke arah perkebunan.
sampai di area perkebunan gavin melihat para pemetik teh yang sedang bekerja. gavin ingin menanyakan tentang kesejahteraan pemetik teh dan bagaimana keadaan perkebunan teh keluarganya dengan pak mandor.
gavin masuk ke dalam rumah sederhana. disana sudah ada beberapa karyawan yang mengurusi perkebunan teh.
gavin mengambil berkas yang diberikan asisten mandor. betapa terkejutnya ia melihat penurunan pendapatan perkebunan teh.
gavin menggebrak meja dengan keras. semua yang ada disana ketakutan kecuali mandor perkebunan.
**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU
like
comment
vote
rate
happy reading**
Di episode pertama tanda tempat kasih huruf besar ya kak, begitupun nama tokoh, dan di awal paragraf. kata ia...., bisa di ganti Dia..., ini hanya saran ya kak, karena di awal-awal dulu saya nulis hal-hal kecil ini akan mempersulit kontrak, trimakasih.
ceritanya janan digantung thor😤
ditunggu next up'nya😍
👉Dewa Maha Kuasa👈