NovelToon NovelToon
Mafia Girls

Mafia Girls

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Mafia
Popularitas:208.6k
Nilai: 5
Nama Author: Alletta prin

Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.


Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.

Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.

Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.

Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.

Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.

Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.

SELAMAT MEMBACA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MG EP 32

Tringg... Tringg.

Bunyi bell istirahat berbunyi. murid-murid berbondong-bondong untuk berjalan kekantin. Aza mendekat kearah Gavin.

"Vin" Panggil Aza yang direspon deheman.

"Kamu kenapa?" Tanya Aza, ia tengah berusaha menahan sesak saat Gavin kembali memperlakukannya seperti dulu.

"Nggak papa" Ucap Gavin berlalu pergi, sontak membuat para temannya menatap cengo.

"Pstt... Gavin kenapa?" Bisik Azka dijawab gelengan kepala oleh Kennath. Aza menghembuskan nafas gusar.

"Kantin yuk" Ajak Sofa menepuk bahu Aza, Aza menganggukkan kepalanya.

"Alletta nggak berangkat?" Tanya Malvin membuat langkah mereka terhenti.

"Nggak, dia pergi ke Amerika" Jawab Aza, Malvin menganggukkan kepalanya. mereka melangkahkan kakinya ke kantin. ketika sampai dikantin mata mereka membulat sempurna saat melihat Gavin tengah duduk bersama Monika.

Aza menghampiri keduanya dengan amarah yang siap ia keluarkan. sedangkan Arsha menyenggol lengan Kennath.

"Si Gavin gila?" Tanya Arsha disambut anggukkan oleh Kennath.

Brakk

Aza menggebrak meja dengan keras membuat meja itu terbelah. seketika kantin yang tadinya ramai menjadi hening. mereka memusatkan perhatiannya kearah Aza yang tengah menahan amarahnya.

"Maksudnya apa?" Tanya Aza dingin. mereka menganga melihat sisi Aza yang tak pernah ia tunjukkan.

"Maksud, apa?" Tanya balik Gavin.

"Ya ini, kamu kenapa sih Vin. dari pagi kamu aneh banget, kamu lagi ada masalah?" Tanya Aza lembut. Gavin tersenyum sinis.

"Masalahnya ada di lo" Tunjuk Gavin kepada Aza. Aza hanya diam saat Gavin memanggil dirinya dengan 'lo'.

Jangan pernah jatuh cinta sama orang yang belum selesai dengan masa lalunya.

Ucappan Alletta tiba-tiba melintas dipikirannya. Aza menahan air matanya, apa Gavin hanya mempermainkannya.

"Lo cuman mainin gue?" Tanya Aza menahan tangisnya, Gavin tersenyum lalu mengangguk.

"Kenapa Vin? gue tulus sama lo, tapi kenapa lo mainin perasaan gue?" Tanya Aza meneteskan air matanya. sungguh dunia yang berwarna dihidupnya hancur karna Gavin hanya mempermainkannya.

"KENAPA LO BILANG!! SEMUA YANG LO LAKUIN HANYA OMONG KOSONG" Bentak Gavin, Aza memejamkan matanya. ia memiliki trauma karna pernah diperlakukan dengan buruk oleh appanya.

"LO" Aza berbicara dengan nada tinggi "LAKI-LAKI PALING BAJING*N YANG PERNAH GUE TEMUIN" Sambung Aza meninggalkan kantin. semua masih terpaku saat Aza berbicara dengan nada tinggi. Gavin juga tak kalah terkejut saat melihat reaksi Aza.

Sofa mendekat dan,

Plak

Sofa menampar Gavin dengan keras. ia murka saat melihat Aza yang menangis karna Gavin.

"Kalo lo sampe dekettin Aza lagi, gue bakalan hancurrin hidup lo" Ancam Sofa meninggalkan kantin. Eline dan Stepanie menatap tajam Gavin dan pergi mengikuti Sofa.

Aza berlari menuju rooftop. hatinya sangat sakit saat mengetahui Gavin hanya mempermainkannya. Aza langsung terduduk lemas saat sampai di rooftop. ia menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.

Sofa sampai dan langsung memeluk tubuh Aza. dirinya juga ikut meneteskan air matanya. Eline dan Stepanie juga langsung memeluk Aza saat sudah sampai di rooftop.

"Kenapa dia mainin gue" Ucap Aza sembari menangis tersedu-sedu. ketiganya mengeratkan pelukannya saat mendengar ucappan Aza.

"Padahal gue udah sayang banget sama dia, tapi dia hanya mainin gue" Lirih Aza tertawa miris. Arsha dan Azka menitikkan air matanya melihat Aza menangis.

Malvin dan Kennath hanya diam. mereka juga tak menyangka jika selama ini Gavin hanya mempermainkan Aza.

"Lo yang tenang, ada kita yang bakal sayang sama lo" Ucap Sofa bergetar diangguki Eline dan Stepanie.

Aza melepaskan pelukannya. ia bangkit dan berjalan turun saat bell sudah berbunyi. Aza turun tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sofa, Eline dan Stepanie turun menyusul Aza.

"Gue nggak nyangka" Ucap Arsha menyandarkan tubuhnya didinding.

"Gue juga, kok Gavin tega banget nyakittin Aza yang tulus sama dia" Ucap Azka mengusap kasar air matanya. keempatnya turun menuju kelas.

🍀🍀🍀🍀

Aza sedari tadi tak mendengarkan penjelasan bu Tata. ia hanya melamun, pikirannya melayang mengingat kejadian dikantin. bu Tata mengalihkan pandangannya kearah Aza.

"AZA" Teriak bu Tata membuat Aza tersadar.

"Kamu maju kedepan kerjain soal dipapan tulis" Ucap bu Tata, Aza maju dan mengambil spidol. tangannya mulai menulis jawabban soal dipapan tulis. saat tengah menulis ponsel Aza yang ada disakunya berdering. ia mengambil dan mengangkat telfonnya saat melihat nama Devan dilayar ponsel.

Aza : Halo bang.

Aza menelfon sembari menulis jawabbannya.

Devan : L-lo dimana Za?.

Aza : Sekolah bang.

Devan : Lo pulangnya, bang Gibran bakal ke kelas lo.

Aza mengernyitkan alisnya heran.

Aza : Kenapa bang?.

Devan : Eomma.

Tangan Aza berhenti menulis, perasaannya jadi tak enak.

Aza : Eomma kenapa?.

Devan : Eomma udah nggak ada Za hikss, eomma udah meninggal.

Degg

Spidol yang dipegang oleh Aza jatuh. Aza mematung saat mendengar ucappan Devan.

Axa : JANGAN BERCANDA.

Para murid terjengkit kaget saat Aza berbicara dengan nada tinggi, bu Tata juga tak kalah terkejut.

Devam : Gue nggak bercanda Za.

Badan Aza luruh kelantai. Sofa refleks berdiri dan berjalan mendekati Aza. air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya runtuh juga. Aza mematikan sambungannya.

Aza menangis sesegukkan membuat bu Tata mendekat.

"Lo kenapa Za?" Tanya Sofa khawatir. Aza tak menjawab, ia masih menangis.

"Kamu kenapa Za?" Tanya bu Tata yang juga khawatir. Gibran membuka pintu kelas Aza, ia sudah melihat Aza yang menangis sesegukan.

"Dek" Panggil Gibran membuat para murid menatap dirinya. Aza langsung menatap Gibran, ia bangkit dan memegang lengan Gibran.

"Bang bohong kan?" Tanya Aza menatap Gibran. Gibran menggelengkan kepalanya.

"BANG BILANG SAMA AZA BERITA ITU BOHONG KAN" Sentak Aza, para murid hanya menonton, mereka juga terkejut saat tau Gibran adalah abang Aza.

"Berita itu nggak bohong Za, eomma udah nggak ada" Ucap Gibran memegang bahu Aza.

"Nggak, Aza bakal pastiin kalo itu bohong" Ucap Aza pergi dari kelas. Gibran langsunh menyusul Aza. Sofa menutup mulutnya saat membaca pesan dari Devan. tanpa ia sadari air matanya menetes. Kennath yang melihat itu mendekat.

"Kamu nggak papa Sof?" Tanya Kennath membuat Sofa menatapnya. Sofa langsung memeluk erat tubuh Kennath dan terisak.

Kennath mengusap punggung Sofa yang bergetar.

"Ini ada apa, kenapa dengan Aza dan Sofa juga kenapa menangis?" Tanya bu Tata bingung, Sofa melepaskan pelukannya dan menatap bu Tata.

"Ibu Aza meninggal bu hikss" Jawab Sofa mengusap air matanya. sontak bu Tata dan para murid mengerutkan dahinya.

"Bukannya ibu Aza memang sudah tidak ada" Ucap bu Tata yang semakin bingung.

"Nggak bu, Alletta anak angkat orang tua Aza. orang tua Alletta memang sudah tidak ada tapi Aza masih memiliki orang tua" Jelas Sofa panjang lebar. bu Tata dan para murid kompak menutup mulutnya.

"Dan sekarang ibu Aza meninggal" Sambung Sofa meneteskan air matanya. Kennath langsung memeluk Sofa. dirinya juga kaget saat mengetahui Alletta anak angkat.

"Kamu tau rumahnya Aza? kalau tau kita kesana pak Gibran juga memulangkan lebih awal semua kelas" Ucap bu Tata diangguki Sofa.

"Saya tau bu, tapi saya mau kerumah sakit dulu nanti saya kirim alamatnya ke ibu, ibu tinggal menyusul saja" Ucap Sofa mengetikkan alamat mansion Aza, bu Tata mengangguk.

"Aku anterrin" Pinta Kennath diangguki Sofa. Eline, Stepanie, Azka, Arsha, Malvin dan Gavin mendekat.

"Kita ikut"

"Nggak usah Line, kalian ikut bu Tata aja"

Sofa berlalu pergi setelah mengatakan itu. Eline hanya mengangguk. mereka mengambil tas masing-masing dan pergi menuju parkiran.

🍀🍀🍀🍀

Dirumah Sakit.

Aza berlari disepanjang koridor rumah sakit. ia bahkan tak memperdulikan orang-orang yang ia tabrak. langkah kakinya terhenti di kamar mayat. dengan tangan bergetar ia membuka pintu itu.

Air mata Aza mengalir dengan deras saat melihat Awan yang terbaring kaku.

"Eomma"

Aza mendekat kearah Awan. ia langsung memeluk tubuh Awan yang dingin.

"Kenapa eomma disini, tubuh eomma juga dingin. apa eomma kedinginan" Ucap Aza menatap wajah Awan. Gibran dan Devan hanya diam melihat Aza yang tengah mengajak bicara Awan.

"Kenapa eomma pergi ninggalin Aza hikss, katanya mau liat Aza sembuh. tapi kenapa eomma pergi" Lirih Aza memegang dadanya yang sesak. Devan memeluk Aza yang rapuh.

"Ikhlasin eomma pergi" Ucap Devan parau, ia sudah menangis terlalu lama. Aza tak menjawab, ia hanya menangis.

"Eomma harus kita bawa Za" Ucap Gibran saat para mafioso yang ia panggil untuk membawa Awan kemansion. Aza mengangguk, ia berdiri dibantu oleh Devan. Huningkai dan Yeonjun mendorong brangkar Awan keluar dari ruangan itu. Aza, Gibran dan Devan mengikuti dari belakang. Aza sedari tadi hanya diam dengan matanya yang masih mengeluarkan air mata.

.

.

.

.

Hayy!

Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘

Stay Healthy.

Happy Reading.

1
Iin Wahyuni
br baca tahun ini tp yah kisahnya ngegantung jd bikin penasaran,nggk d lanjutin lagi yah thor💪
Siti Aniah
wah pisau lipat sangat cantik
Siti Aniah
bianca tak tahu diri dah ditolong dan ditampung malah mao bunuh
Siti Aniah
apakah bianca orang yg akan merusak keharmonisan keluarga alletha
Alinzah Syaputra
semangat teruss
Shelvia Amanda Dika
kecerobohan alletta padahal waktu nyerang marksa albert kn bisa dibawa juga tu albert dan bininya
Shelvia Amanda Dika
jgn2 Gema kembali utk menculik Sofa
ririn
semangt upnya thor
Erlina Gita
kenapa Miki dibenci Thor?
Mia Azzura Kusmiati04545
thor
Mia Azzura Kusmiati04545
lanjut yhor
Rizkia Azzahra
lanjut thor
Rizwan Wulan
Up thor
Mocca
hhmm
Mia Azzura Kusmiati04545
up thor
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
next Thor
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
mengandung banyak bawang merah 😭😭😭😭😭
😘😍 fans girl RAP LINE 😍😘
keren thor critanya aing suka, 👍👍👍
Ťitiñ
plis thor up😢
almira henna ART
kok lama banget si up nya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!