NovelToon NovelToon
My Husband, My Partner

My Husband, My Partner

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:151k
Nilai: 5
Nama Author: Janesalen

Berawal dari tegukan wine, hingga menjadi belahan jiwa, begitulah kisah James Davies dan Evelyn Lawrence yang sama-sama mengepalai perusahaan dan menggeluti dunia perbisnisan.

Meskipun berawal tanpa cinta, mereka sepakat akan terus menjaga baby mereka. Karena kebersamaan itulah, berbagai misteri terungkap dan cinta tumbuh bersemi dan mekar walaupun dimusim panas yang tandus dan musim hujan yang dingin.

Yuk simak kisahnya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janesalen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gosong

Jimmy tengah memarkir mobilnya di sebuah caffe yang diberitahu oleh orang pengirim pesan kepadanya tadi

“Van, maaf agak lama” Jimmy menarik kursi dan duduk di hadapan Evan, orang yang mengirim pesan singkat tadi adalah Evan kakak iparnya sendiri,

“Duduk dulu Jim” Evan mempersilahkan Jimmy duduk di hadapannya,

“Ada hal penting apa sehingga kau mengajakku bertemu seperti ini?”

“Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan” Ucapnya serius, ia mengerti kebingungan Jimmy yang meminta bertemu dengannya tanpa sepengetahuan Eve seperti ini.

“Tentang apa?” Jimmy berusaha fokus memandang wajah serius Evan

“Kau tak bertanya kenapa diawal kalian menikah mama dan aku tak pernah menjenguk kalian?”

“Kenapa?” Jimmy tidak tahu, ia merasa penasaran, karena memang betul semenjak mereka menikah mertua dan kakak iparnya ini tak pernah datang ke rumahnya untuk menjenguk Eve, tak seperti Ibunya Sara yang diam-diam muncul.

“Setelah kalian menikah, mama mengalami sakit gagal ginjal yang ia derita sudah lama. Aku sengaja tak memberi tahu mu dan Eve karena Eve mengalami gangguan kepanikan dan vertigo yang bisa menyerang saat dia benar-benar tertekan dan panik”

“Lagipula kalian baru menikah, jadi aku tak mau merusak kebahagiaan kalian” Jelasnya menambahi alasan dia tak memberitahu Eve dan Jimmy,

“Tapi mama terlihat baik-baik saja saat kalian terakhir berkunjung”

“Saat itu, aku sudah lelah mencari donor ginjal untuk mama karena tak menemukan siapapun, namun, tiba-tiba ada satu orang menawarkan diri untuk mendonorkan ginjalnya untuk mama. Hanya dokter yang menangani mama yang tahu siapa pendonor ginjal itu. Aku sangat senang, dengan memberi beberapa imbalan sebagai ucapan syukurku”

“Dan ternyata pendonor itu adalah Jesi istriku sendiri, alasan ia mendonorkan ginjalnya karena butuh uang dan dia tidak tahu yang butuh ginjal adalah mertuanya sendiri”

Mengetahui fakta bahwa itu adalah mertuanya, Jesi meminta imbalan lebih, Jesi juga sedang mengandung anak Evan, ia akan menggugurkan kandungannya jika Evan tak memberinya 50% harta kekayaan Lawrence yang masih dia pegang.

Evan sudah empat tahun menikah dengan Jesi, itu sebabnya ia sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Tapi setelah anak dihadirkan di kandungan istrinya justru menjadi ancaman untuknya. Baginya tidak apa. Harta tak seberapa yang penting janin dalam perut Jesi selamat dan bisa lahir ke dunia,

“Jangan kau beritahu Eve, Eve bisa sakit mendengar berita konyol ini. Aku memberitahumu supaya kau bisa terus menjaga Eve terhadap penyakitnya, dan aku bisa meminta bantuanmu jika suatu hari nanti aku memerlukannya” Ujarnya dengan raut muka serius, seperti tak ada pilihan lain selain menerima keadaannya, ia tidak ingin ibunya dan Eve tahu masalahnya ini yang hanya akan menambah beban pikiran mereka.

"Jesi memang benar-benar tidak tahu diri, apa dia tidak ingin memiliki anak darimu?” Geram Jimmy mendengar penuturan Evan, kakak iparnya itu terlihat frustasi tapi ia juga terlihat tak punya pilihan lain. Ia sangat mencintai Jesi.

“Aku mencintainya. tapi begitulah sifatnya, Baginya materi nomor satu barulah cinta kemudian”

“Kau mencintai orang yang salah” Jimmy menggelengkan kepala mendengar sikap rakus Jesi.

“Dia mengandung anakku, aku hanya ingin anak itu baik-baik saja”

“Kalau begini caranya kau akan bangkrut Van, setelah itu tak ada alasan lagi ia bertahan denganmu” Jimmy terdengar memberikan nasehat dan mengungkapkan kekhawatirannya, hal yang mungkin saja terjadi dikemudian hari.

“Tidak apa-apa, asal anak itu baik-baik saja”

“Argghhhh” Jimmy menjadi frustasi mendengar penuturan Evan, ia tak bisa berkata-kata lagi,

Evan hanya ingin menyelamatkan anaknya dan itu tidak salah, meskipun ia terus diperas oleh Jesi.

Evan berjanji akan mengakhiri semuanya, setelah anak itu lahir.

......***......

Jimmy kembali ke kantornya, rencana yang ia susun tadi malam untuk bertemu Adrian hari ini batal.

Pikirannya trus memikirkan keadaan Evan yang terus di kuras istrinya, ia lembur dan bekerja bagai kuda demi istri brengs*knya itu, dan ini tidak diketahui oleh Ibunya dan Eve, yang notabenenya mereka mengalami penyakit masing-masing,

Eve yang sudah lama mengidap penyakit vertigo, akan kambuh apabila mengalami kepanikan dan kecemasan tinggi, ia akan muntah dan tak bisa berdiri, kepalanya terasa sangat pusing dan dunianya terasa berputar sepanjang waktu.

“Baiklah, aku bisa membantu Evan hingga anak itu lahir” Gumamnya kemudian, setelah menimbang segala kemungkinan yang terjadi terhadap kakak iparnya itu

Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Jimmy pulang lebih cepat. Ia ada janji bersama Axcel Ayahnya untuk bertemu malam ini.

“Eve…” Suara Jimmy bergema memanggil nama Eve ketika ia memasuki pintu utama mansion,

“Kau memanggil namaku seperti mengajak perang” Eve terlihat menuruni anak tangga dengan pelan.

“Sungguh kau bukan istri yang romantis” Jimmy memutar langkahnya menuju dapur, tadinya ia berharap Eve menyambut dan memeluknya.

“Aku romantis” Eve mengejarnya dan bergelayut dibahu berotot Jimmy, tangan Jimmy yang kokoh membuatnya tetap berjalan tegak tanpa merasa ada beban, ia terus berjalan menyeret tubuh Eve yang bergelantungan pada bahunya

“Romantis apaan begini, aku kayak menarik sapi” ledeknya melihat genggaman erat Eve.

“Padahal aku mau masak buat kamu, aku sudah mempelajari beberapa resep dari Bibi” Ucap Eve cemberut melepaskan genggamannya.

“Oya?” Jimmy meneguk air putih membasahi tenggorokannya yang kering,

“Hmm, aku akan membuatkanmu makanan spesial yang tak pernah kamu makan” Eve beralih mengambil peralatan masaknya dengan cekatan, wajah cemberut tadi berubah jadi wajah berseri-seri dengan semangat menggebu untuk mulai ritual masaknya,

“Kau yakin takkan membakar dapur ini?” Tanya Jimmy menggoda Eve, ia teringat terakhir Eve memasak telur gosong.

Eve melirik tajam, ia tak suka di ledek seperti itu.

“Lihat saja kau pasti ketagihan”

“Aku mandi dulu” Jimmy tersenyum, kemudian berlalu meninggalkan dapur menuju kamar,

...***...

Seraya menuju kamarnya, Jimmy menerima telepon dari Frans. Ia mengajak Jimmy clubbing bersama karena sudah lama tak bertemu.

“Jim, ayo datang”

“Aku pensiun dari club” Jawab Jimmy singkat

“Mana ada, kau harus datang. Ajak saja Eve”

“Jadi kau menginginkan aku atau Eve yang datang?” Tanya Jimmy curiga.

“Kamu lah”

“Aku akan kesana sehabis pulang dari rumah papa” tutup Jimmy.

Ia kemudian membersihkan diri di kamar mandi, lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian gaya kasual.

Ia tidak tahu apa yang akan di bicarakan ayahnya, biasanya jika sudah mengajak bertemu seperti ini pasti ada hal penting atau sesuatu hal besar telah terjadi.

Meskipun Jimmy lelaki mandiri, ia selalu di pantau oleh ayahnya yang terkenal keras dan tegas.

Ia kembali menuruni anak tangga dan melihat asap mengepul dari dapur, ia berlari panik karena ini pasti ulah Eve. Ia berlari menghampiri Eve yang terlihat mengibas-ngibaskan serbet di sekitar wajahnya sesekali terbatuk.

Jimmy memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas dalam-dalam. Ia memandangi masakan Eve sudah seperti tumpukan arang, hitam legam berkilauan.

“Hehehe” Eve terlihat menyegirkan gigi ratanya..

“Besok-besok kayaknya aku harus menyediakan damkar di rumah ini” gerutu Jimmy Ia mengecek microwave dan kompor yang digunakan Eve, lalu menarik tangan Eve menjauh dari dapur.

Ia mengelap wajah Eve yang belepotan keringat,

“Sorry, tadi kesalahan teknis dikit. Aku lupa mengangkat panggangannya” Eve masih terus menyengir menutupi rasa malunya.

"Jadi seperti itu cara memasak masakan yang akan membuatku ketagihan" Jimmy tertawa pelan melihat kekonyolan Eve memasak,

"Maaf.."

“Ku maafkan, asal kau jangan menyuruhku memakan masakanmu itu” Jimmy tersenyum menggelengkan kepala melihat piring berisi bongkahan benda hitam yang ternyata daging sapi potongan,

“Lain kali kamu harus lebih teliti kalau masak, sekarang mandi dan ganti bajumu. Kita akan ke rumah mama”

“Jangan ceritain ini ke mama ya” Rayu Eve merasa malu jika mertuanya tahu masalah ini. ia menangkup wajah Jimmy supaya segera mengiyakan ucapannya,

“Oke, tapi cium aku dulu” Jimmy memonyongkan mulutnya supaya Eve bisa menciumnya.

Ciuman sekilas mendarat di bibir Jimmy, Eve buru-buru meninggalkan Jimmy karena benar-benar merasa malu akan kebodohan tingkahnya sore ini.

Ketika menunggu Eve bersiap, Jimmy kembali menerima telepon dari ayahnya, membuat matanya membulat sempurna dan wajahnya seketika menegang,

...■■■■■...

...Ada apa Jim?🤔...

1
Ka'Unna
semangat kak🥰
Yu Sara
support novel ini jga ya
Ratna0789
mampir sini juga
Icha Tangahu
mampir
Mega Ackerman
Cerita yang keren, mantap thor semangat 👍
Gontenk
aku mampir kk.. bayi ceo tampan
NanLexa
aqu mampir ya thorrrr..... 😁😁😁
Salam dari Nan lexa........ 👍
Cahyaning Fitri
nyicil dulu , sekaligus sambil ketak-ketik .....✌️✌️
Elwi Chloe
Jimmy jangan curigaan dong, kepercayaan itu penting loh
Elwi Chloe
lanjut baca bacaa
Your name
Kok aku senangnya kalau momen Jimmy sama Ev bersikap tidak peduli gitu. Padahal sih aslinya peduli mereka.

Btw pikiran Jimmy mengarah ke Ev nih kayaknya, eh tahunya ketebak dalam diri Ev.
Yukity
Akhirnya...selesai juga..💗💗
Yukity
mampir di sini bawa boom like..👍🏼😍
Your name
Untungnya Jimmy sigap
Your name
Bahkan Jimmy tidak menyangka jika barusan Eve juga mengatakan hal yang hampir sama dengannya. Meski dalam hati.
Your name
Makin penasaran aja nih jadinya, pengen tau lebih detail lagi tentang Eve.
Your name
hmm, cemburu nih ye
Your name
Salah faham lagi dong
Your name
Skat matt
Ufuk Timur
oke tapi cium aku dulu😭😭apakabar para jomblowers disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!