Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 6
Brug.
Hanya dua jam, Farel sudah kembali lagi berkumpul dengan teman-temannya. Sedangkan
Crystal, ia masih stay di dalam kamar, ia semakin malas untuk keluar dari kamar
akibat kelelahan setelah bekerja.
"Gimana?" tanya Kevin saat Farel datang dan mendudukkan dirinya di
sampingnya. Sebenarnya, tidak perlu Kevin bertanya sudah jelas terlihat raut
wajah Farel yang berseri, sudah bisa di pastikan bahwa semua lancar dan sukses.
"Menurut lo gimana?" kata Farel malah balik bertanya, dengan seringai licik
menghiasi wajahnya.
"Anjir, sukses ya pasti?!"
"Bego' pake tanya lagi!" saut Aldo yang sedari tadi diam akhirnya ikut berbicara.
"Tapi seriusan gue, enak banget! Astaga, di antara cewek-cewek gue selama ini dia
paling nikmat!" Farel sampai mengadahnya kepalanya menatap lampu kerlap
kerlip di dalam club itu, kembali membayangkan aksinya tadi bersama Crystal..
“Sialan lo!” sungut Kevin kesal dan melemparkan bantal sofa kearah farel.
“Monyet! Kan tadi elo yang nanya, kenapa malah ngatain gue sialan!”
“Ahh gue jadi pengen kan!”
“Noh, banyak yang siap!” tunjuk Farel ke arah beberapa wanita yang sedang berjojed ria dengan
pakaian kurang bahannya.
“Gue jadi pengen cobain yang tadi Rel, kemana dia?” tanya Kevin sambil menelisik
mencari keberadaan Crystal.
“Jangan macem-macem lo! Dia cumamilik gue sekarang! Gue gak akan biarin dia nyentuh
laki-laki lain selain gue, apalagi kampret kaya lo!” ancam Farel tiba-tiba.
“Woy ngaca woy. Lo juga kampret anying!”
“Gue mah masih dalam tahap pertama kampret nya, elo kan udah Hatam!”
“Njirr... dikata Alqur-an pake hatam segala!”
“Kalian berdua ini sesama kampret kenapa pada ribut sih astagfirullah,” ucap Aldo
menggelengkan kepalanya heran menghadapi kedua sahabatnya.
Memang, diantara ketiga laki-laki itu, Aldo’lah yang paling bener. Maksudnya bener
karena tidak pernah bermain perempuan. Tapi kalau minum, jangan di tanya,
diantara ketiganya dialah yang paling jago dan kuat.
***
Setelah
Farel meninggalkan kamarnya, Crystal pun segera beranjak dari tempat tidur dan
ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Awalnya, ia ingin melanjutkan tidur,
namun tiba-tiba Hpnya berdering dan seseorang akan segera datang. Maka dari itu
ia secepat kilat membersihkan tubuhnya.
“Shitttt!” umpatnya saat melihat sebuah tanda merah
menyala menghiasi leher jenjangnya. “Duh, gue tutup pake apaan ini!”
Crystal berjalan mondar-mandir mencari sesuatu untuk menutupi lehernya, namun tak juga
menemukan solusi. Ini bukan kamarnya, dan ia juga tak membawa make up atau kain
lain selain bajunya.
Tok...Tok...Tok...
Sebuah ketukan pintu seketika membuatnya langsung terlonjak kaget, jantungnya semakin
berdetak tak karuan. Apa yang harus ia katakan bila sampai Raka melihat buah
Cery itu tertanam cantik di ladang jenjangnya.
“Haisss. Dahlah pasrah gue!” sungutnya sedikit kesal lalu ia berjaan membuka pintu.
Ceklek!
“Sialan lo, gue cari-cari lo dari tadi gak ada! Noh si Raka udah kesetanan cari lo dari
tadi!” seru Shela tiba-tiba dan langsung nyelonong masuk kedalam kamar.
“Haduhh, lega gue. Untung lo yang dateng, gue pikir Raka yang kesini,” ucap Crystal lega dan langsung
menyambar pouch yang di tangan Shela. “Lo bener-bener penyelamat gue!”
“Udah hapal gue, pasti lo abis ‘itu’ makanya lo gak keluar-keluar pas di telfon Raka. Lagian lo nekad banget sih!”
“Bukan gue nekat, tapi gue iseng hihihi,” jawab Crystal cekikikan.
“Dasar lo!”
“Kalau lo tadi gak ninggalin gue, gue gak bakal di mangsa!”
“Bahasa lo sok-sok'an di mangsa, padahal lo keenakkan!”
“Lah guecuma berusaha menikmati,” jawab Crystal santai, membuat Sheyla hanya berdecak. “Dah ah yok, gue takut itu manusia robot satu nanti ngamuk lagi.”
Crystal dan Sheyla pun segera keluar meninggalkan kamar dan kembali ke kamar pribadinya
yang dimana sudah ada Raka yang sedang menunggunya.
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭