NovelToon NovelToon
Single Daddy

Single Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintamanis
Popularitas:327.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kolom Pena

Menjadi Single Daddy tak pernah terbayangkan oleh Adrian Malvero. Karena memang dia belum pernah menikah, ataupun memiliki anak.

Hanya saja, dia terpaksa menerima gelar itu untuk menggantikan orang tua bayi mungil yang baru saja berumur satu tahun. Bayi itu adalah anak kakanya, yang meninggal bersama istrinya saat mengalami kecelakaan tunggal.

Dari kecelakaan itu, hanya anak mereka yang selamat, dan keluarga dari istri kakaknya juga menolak kehadiran bayi tak berdosa itu. Apakah Adrian mampu merawat seorang bayi, atau malah menyerah dan mencarikan orang tua adopsi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SD - 32. Mencoba Bertahan

Arman masuk kedalam rumah dengan jantung yang masih terus berdegup sangat kencang. Arman sangat takut terjadi sesuatu pada istrinya, dan Arman gak mau itu terjadi.

Walaupun sikap Sasmi yang terlampau melewati batas, tapi dirinya gak bisa bisa memungkiri jika Arman sangat mencintai Istrinya itu.

Terkadang ada rasa ingin menyerah pada pernikahan, yang menurut Arman sudah tak sehat ini. Tapi, Arman terlanjur berjanji pada kedua orang tua Sasmi, jika dirinya gak akan pernah meninggalkan Sasmi bagaimanapun keadaannya.

Prang ... prang ... prang ....

Seketika langkah Arman langsung terhenti, saat mendengar benda pecah. Arman langsung membelokkan dirinya ke dapur, karena suara tersebut dari arah dapur.

"Pergi, kalian! Jangan halangi aku, cepat pergi!" teriak Sasmi saat Jupe mencegah Sasmi melakukan hal yang lebih membahayakan.

"Tapi, Bu—"

"Ju, kamu boleh pergi. Tinggalkan kami berdua, karena saya ingin bicara empat mata dengan istri saya," ucap Arman membuat Jupe terdiam.

"Baik, Tuan."

Tanpa tunggu lama, Jupe langsung meninggalkan Arman dan juga Sasmi. Arman yang melihat istrinya begitu kacau langsung mendekati dirinya, bahkan Arman langsung memeluk istrinya dengan erat.

Namun saat Arman memeluk erat, Sasmi berubah memberontak hingga dia berteriak sekencangnya. Arman tak perduli dengan kelakuan Sasmi, yang dia tau hanya memeluk erat istrinya.

"Kamu kapan sih bisa berubah, Ma? Kita sudah menikah bertahun-tahun, tapi kamu tetap gak bisa mengontrol emosi. Apa aku kurang bahagiakan kamu, atau apa?" tanya Arman sangat lembut.

"Kenapa? Kamu gak suka, jika gak suka lebih baik tinggalkan aku. Lagian untuk apa kamu mempertahankan orang gila seperti aku, sudah aku bilang lepaskan aku dari dulu, kenapa kamu masih seperti batu mempertahankan hubungan yang tiada artinya!" balas Sasmi tak kalah sinis.

Memang Sasmi selama ini mengalami gangguan ledakan amarah, dalam dunia psikologi lebih dikenal dengan nama Intermittent Explosive Disorder (IED). Kondisi ini ditandai dengan episode ledakan amarah dan kekerasan berulang yang membabi buta, tidak terencana, dan tidak beralasan setiap kali terpicu oleh provokasi (yang biasanya sangat remeh). Individu yang memiliki IED menggambarkan ledakan kemarahannya sebagai rasa kehilangan kontrol atas emosi dan tubuh mereka, dan terasuki oleh kemarahan.

Ledakan amarah yang dilampiaskan dapat amat sangat agresif ke titik kemurkaan — merusak barang/properti di sekitar, menjerit tak berkesudahan, semburan caci maki dan umpatan, hingga mengancam /atau secara fisik menyerang orang lain atau binatang.

Arman pikir, berjalannya waktu Sasmi akan sembuh dan menjadi normal lagi. Tapi, makin kesini, Sasmi makin tak bisa di kendalikan.

"Karena aku sangat mencintaimu, Ma. Apakah pembuktian ku selama ini kurang, atau apa?" jawab Arman sangat kecewa.

"Aku gak percaya! Jika kamu benar mencintaiku, maka kamu gak akan nekad mendonorkan sumsum mu untuk Abiyan!" Lagi-lagi emosi Sasmi mulai naik, bahkan Sasmi sampai mendorong tubuh Arman.

"Abiyan cucu kita, Ma. Dia sedang sakit, apakah aku salah jika ingin menolong dia? Apa aku salah?" tanya Arman sangat frustasi.

"Salah! Sudah ku bilang berapa kali, aku gak mau punya cucu dari orang gak jelas! Adrian itu anak pungut, dan asal-usulnya juga gak jelas!" Lagi-lagi itu yang keluar dari mulut Sasmi, hingga membuat Arman geram dan melayangkan satu tamparan.

Plakkkk!

terdiam. Seketika Sasmi dan Arman langsung terdiam, bahkan mereka bergelut dengan hati mereka masing-masing.

Apa yang aku lakukan? Gak pernah sekalipun aku menampar Sasmi, tapi hari ini aku telah menampar dia. Selama menikah, bahkan sudah berjalan 30 tahun ini baru kali ini aku mengangkat tanganku pada Sasmi. Pasti dia sangat terluka, dan merasa kecewa padaku. gumam Arman.

Apakah ini mimpi? Kenapa dia sekarang berubah, tidak pernah sedikitpun Arman main tangan selama pernikahan kami. Tapi, ini apa? Dia berani menamparku? gumam Sasmi. Setelah itu Sasmi menatap tajam Arman, bahkan tatapan itu sangat membunuh.

"K—kau, menamparku Arman! Berani kamu denganku sekarang, berani kamu!" teriak Sasmi sangat murka.

"Iya, aku menamparmu! Apakah kamu sadar, kamu sudah keterlaluan Sasmi! Aku muak dengan sikapmu yang seperti ini, tapi kamu sendiri di ajak berobat gak mau! Mau kamu apa, sekarang!" Arman berkata tak kalah keras.

Arman terlalu capek menghadapi Sasmi. Otaknya berasa mendidih jika Sasmi mulai berulah, tapi tak bisa di pungkiri dia sangat mencintai istrinya.

"Aku mau, kamu pergi dari sini! Pergi! Aku mau kita bercerai, dan kamu angkat kaki dari rumahku!" balas Sasmi sangat keras hingga terdengar oleh seluruh pegawainya.

Arman mengusap wajahnya sangat kasar. Arman benar-benar bingung harus berkata seperti apa lagi, dia benar-benar di buat stress dengan kelakuan Sasmi.

"Baik, jika itu maumu! Aku akan kabulkan permintaanmu, kita akan bercerai Sasmi. Semoga dengan perginya aku, pikiranmu terbuka. Ingat, Sasmi. Penyesalan itu datangnya di akhir, kamu selalu meragukan cintaku selama ini. Kamu selalu menuduh aku yang tidak-tidak, padahal aku sangat mencintaimu sampai detik ini. Maaf jika selama aku menjadi suamimu, kamu gak pernah bahagia." Tanpa tunggu lama, Arman langsung meninggalkan Sasmi.

Sedangkan Sasmi langsung mengamuk kembali. Semua barang dia pecahkan, dan tak perduli jika barang-barang yang ada di rumah itu sangat mahal.

***

"Baru pulang kamu, Sekar?" Sekar pun langsung menoleh ke arah sumber suara. Sekar melihat ibunya berdiri di ambang pintu kamarnya, dengan tangan bersendekap dada.

"Ibu, aku kira siapa. Iya nie, Sekar mau ambil baju untuk stok di rumah sakit. Besok, Abiyan melakukan kemoterapi. Jadi Sekar pulang malam ini juga untuk mengambil baju, agar besok gak kemana-mana," balas Sekar dengan suara yang sangat bahagia.

"Kapan, Abiyan pulang? Kenapa dia di rumah sakit lama sekali, sampai-sampai kamu menelantarkan hubunganmu dengan Affan?"

Seketika Sekar langsung menghentikan kegiatannya. Mendengar nama Affan membuat moodnya hancur, bahkan gak ada semangat sama sekali.

"Abiyan sakitnya gak ringan, Bu. Jadi wajar dia ada di rumah sakit, lagian besok setelah kemoterapi Abiyan sudah boleh pulang kok," balas Sekar tanpa membalas pertanyaan ibunya tentang Affan.

"Baguslah, kalau gitu setelah Abiyan pulang kamu fokus ke Affan. Ibu gak mau kamu jadi wanita plin-plan, tadi ibunya Affan datang ke sini, dia marah-marah karena kamu lebih memilih Abiyan. Ingat Sekar, kalian sebentar lagi menikah, Ibu mohon kamu jauhi Abiyan."

Sekar pun langsung tercengang mendengar ucapan, ibunya. Sekar gak tau jika Affan tukang ngadu, dan yang parah ibunya lebih membela Affan.

"Bu, Sekar gak mau nikah dengan Affan. Dia sangat kasar, Bu. Lagian Adrian sudah melamar Sekar, dan kami akan menikah. Jadi, Ibu gak perlu khawatir denganku. Kami akan segera menikah, saat Abiyan selesai melakukan transplantasi sumsum tulang belakang," ucap Sekar yang membuat Mirna terkejut.

"Kamu gimana sih, Sekar! Kamu sendiri yang menerima lamaran Affan, kenapa kamu malah memutuskan pernikahan dengan seenaknya! Ibu gak mau tau, kamu harus menikah dengan Affan, karena Ibu gak mau keluarga Affan tersinggung!" balas Mirna sangat marah.

"Bu, kenapa sih Ibu gak pernah percaya dengan Sekar? Sekar sudah bilang sejujurnya kan, jika Affan itu kasar, dan Sekar gak mau punya suami seperti itu. Apalagi, dia sangat membenci Abiyan. Sekar, akan membatalkan segalanya. Ibu tinggal terima beres saja," ucap Sekar sekali lagi.

Setelah itu Sekar mempercepat berkemas, dan lebih memilih meninggalkan ibunya. Sekar membutuhkan bukti, agar ibunya percaya jika Affan bukanlah orang baik, melainkan orang yang sangat kasar dengan wanita.

.

.

.

Happy Reading.

Jangan Lupa Follow akun IG dan FB ku ya.

FB: Kolom Pena

IG: kolompena2

1
Wied Indah Widyastuti
Susi kmn
Queen Tdewa
dri kecil udah d ajarkan buat menghajar org rupanya
vi
Baru baca..... sepertinya menarik.... lanjut thor
Nurul Eny
iya ni Thor,padahal ceritanya seru lho
Katherina Ajawaila
thour ko blm ada kelanjutannya🙏
Katherina Ajawaila
udh nikah lah biar ada baby utk bantu obatin Abiyan thour plase
Katherina Ajawaila
mantap surantap, oi anjut thour
Katherina Ajawaila
bini edan
Katherina Ajawaila
semoga aja baik hasilnya
Katherina Ajawaila
ya udh bsk nikah nya, org gampang ngk usah pesta yg penting sah nya aja
Katherina Ajawaila
ko jadi tebolak y thour
Katherina Ajawaila
sasmi Edan, somnong arogan, kapok usir suami padahal dia msh butuh.
Katherina Ajawaila
seru jadi nya tapi bagus kebongkar bobronya Maria sm anaknya yg sok kegantengan. ribet to cowo
Katherina Ajawaila
liat bu mirna mau anaknya di bikin mesin cetak anak 🤭🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
next thour
Katherina Ajawaila
pusing liat bu mirna mmg nya blm tau kalau anak bu Maria udh ada istri, dasar
Katherina Ajawaila
seru biar Adriisn aja blng sm mm mertua kalau iiffan udh ada istri ngk mungkin mau anaknya di madu di bikin mesin cetak anak. emang enak
Katherina Ajawaila
udh punya aby aja thour, dr pd punya nenek tapi jahat. ngk berkah malah
Katherina Ajawaila
ya udah ka bisr tes utk transflasi sumsum tulang belakang biar cepat thour kasian anak kecil aby
Katherina Ajawaila
heran ada nenek yg nyagkal cucu padahal anaknya yg perempuan. tega banget y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!