NovelToon NovelToon
Penggalan Catatan

Penggalan Catatan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:72.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syamsuddahri Pulungan

Danu gemar berorganisasi, dari SMA hingga masa kuliah, Danu selalu asyik jika menyangkut Organisasi, saat SMA Danu memiliki hubungan khusus dengan Juli, karena kedekatan dan kisah indah masa lalu kedua orang tua mereka, Danu dan Juli tunangan saat mereka selesai SMA. Walau demikian, Danu dan Juli kuliah di PT berbeda, bahkan kost yang jauh jaraknya, Danu yang aktifis meneruskan kegemarannya berorganisasi di Kampus, Juli tak bisa melarang, keingintahuannya dengan kegiatan Danu membawa Juli menerima tawaran menjadi Wartawati Kampus.
Fokus Danu dalam kegiatan Organisasi sering membuatnya lupa, termasuk janji dengan Juli, fokus inilah yang kemudian membawa Danu menjadi begitu terpuruk, waktunya yang banyak tersita untuk organisasi membuat Danu harus menerima kenyataan pahit, kehilangan Juli. Bahkan untuk prosesi terakhir pun Danu melewatkannya.
Fahmi teman Danu sejak SMA memaksa Danu meninggalkan Medan menuju kampung halaman ibunya, Apakah Danu bisa menemukan kembali kembali kata Bahagia ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syamsuddahri Pulungan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Galau Tingkat Tinggi

Danu mengucek matanya perlahan bangkit dari tidurnya saat mendengar ada ketukan keras di pintu kamarnya. Danu berdiri dan membuka pintu, cucu perempuan Ibu Kost yang masih SD bernama Alya berdiri dengan senyuman didepannya. Danu kenal dengan gadis kecil ini karena tadi ia yang menemani neneknya saat berbincang dengan Danu.

“Kenapa Alya ?”.

“Kata Nenek Om turun dulu, nanti sama Ayah ke tempat Kepling”. Jelas Alya.

“Kepling ?, kenapa ?”.

Alya menggeleng dan langsung pergi, Danu dengan banyak pertanyaan beranjak juga menyusul Alya ke lantai bawah, begitu sampai di ruang tamu Danu sudah melihat Ibu Kost dan anak tertuanya Bisma, ayahnya Alya duduk di sofa, Danu membalas senyuman yang dilemparkan padanya dan ikutan duduk.

“Sudah kebiasaan disini, jika ada pendatang baru kita laporkan ke Kepala Lingkungan, nanti jika ada kenapa kenapa beliau bisa membantu”. Jelas Ibu Kost.

“Siap Bu, nggak masalah, itu malah bagus”. Jawab Danu.

“Abangmu yang temani, silahkan”. Lanjut Ibu Kost.

Tak menjawab lagi, Danu langsung berdiri dan mengikuti langkah Bisma keluar rumah, Danu ikut terus karena tampaknya mereka hanya jalan kaki saja, karena memang rumah Kepala Lingkungan tidak jauh dari Kost, Danu dan Bisma sudah mengucapkan salam di depan rumah Kepala Lingkungan tak lebih dari lima menit kemudian.

Danu menerima uluran tangan Kepling. “Danu. Danu Aris Setiawan lengkapnya”.

“Munawar Tanjung, silahkan duduk”.

Danu duduk disamping Bisma dan terus menebar senyum, Danu walau menyimpan banyak tanya tapi merasa tidak penting untuk bertanya, menurut Danu banyak baiknya juga berkenalan dengan Kepala Lingkungan, sebagai perwakilan pemerintah di daerah tinggalnya, menurut Danu Kepala Lingkungan punya hak tahu siapa saja yang menjadi warga baru yang tinggal di daerahnya.

“Maaf ya Dan. Kita biasa seperti itu, jika ada warga baru dikenalkan ke Kepling, sehingga kalau nanti ada apa apa, kita tidak saling tanya lagi”.

Danu anggukkan kepala. “Tak masalah Bang”.

“Darimana sebelumnya ?”.

“Kalau asal dari Labuhanbatu Bang, tapi sebenarnya saya lahir di sini, Ibu saya orang sini”. Jelas Danu.

Munawar agak sedikit mendelik. “Disini dimana ?”.

“Ibu aslinya dari Pulo Rembang Bang, tapi sekarang keluarga Ibu semuanya sudah di Pargodungan, nggak ada yang di Pulo Rembang lagi, bahkan saya juga nggak tahu di mana letak Pulo Rembang itu”. Jelas Danu sambil tertawa kecil.

“Kalau begitu, bisa bahasa sini ?”.

Danu kembali mengangguk. “Bisa Bang, karena tiap tahun kesini juga”.

Semuanya sama tertawa, Danu mendapatkan keramahan yang sama sekali ia tidak duga, sekarang mereka berdialog juga sudah dengan menggunakan Bahasa Pesisir Sibolga, Munawar malah mengaku heran, dengan dialek Danu yang benar benar kuat malah mengaku tak tahu Pulo Rembang, mendengar dialek Danu yang kental, sepertinya Danu sudah tahu persis seluk beluk Kota Sibolga yang sesungguhnya sangat kecil.

“Jadi, kemari kerja atau bagaimana ?”.

“Kuliah Bang”.

Munawar kembali mendelik. “Kuliah ?”.

Akhirnya Danu menceritakan yang menurutnya perlu diceritakan, Munawar dan Bisma angguk anggukkan kepala dan juga memberikan gambaran bagaimana proses yang sama juga ada di kota kecil mereka, namun tentunya riaknya tidak sebesar apa yang diceritakan Danu. Danu benar benar menceritakan semuanya, hanya satu yang sengaja ia lupakan dalam bincang bincang mereka, Juli.

Hampir pukul 22.00 WIB baru Danu dan Bisma beranjak dari rumah Kepling Munawar, Danu terus anggukkan kepala mengiyakan semua nasihat Munawar sebelum benar benar ucapkan salam dan meninggalkan rumah Sang Kepling. Sebenarnya Danu cukup senang dengan kunjungan ini, setidaknya ia punya kenalan baru, keluarga Munawar yang menurut Danu merupakan keluarga yang benar benar baik.

Danu membuka pintu kamarnya, masuk dan kembali duduk. Ingatan akan obrolan dengan Munawar sudah hilang begitu saja, tak lama Danu merebahkan tubuhnya, matanya lurus menuju langit langit kamar. Pikiran Danu menerawang sangat jauh entah kemana, setelah berjam jam lamanya Danu kembali duduk dan meraih tasnya, mengeluarkan map biru yang kemarin diserahkan Fahmi padanya, Danu membuka dan membaca dengan lengkap.

Tiba tiba Danu tepuk jidat, Danu tiba tiba merasa bodoh, apakah memang dia sudah begitu bodoh atau Fahmi yang membuatnya jadi benar benar bodoh. Danu merasa bodoh karena sama sekali tak membaca isi surat pindah yang diterimanya, kesedihan, kepiluan dan kelinglungannya membuat Danu seperti tak peduli apapun saat itu, dan keputusan pindah dan meninggalkan Medan pada dasarnya bukan hanya karena Fahmi dan tekanan yang dilahirkannya, tapi memang Danu juga merasa itu akan lebih baik.

Tapi malam ini Danu benar benar mengurut keningnya yang mulai terasa pusing, bagaimana ia tidak memastikan semuanya sebelum bergerak meninggalkan Medan, bagaimana mungkin ini akan menjadi cerita baik, bagaimana Danu yang anak tekhnik pindah ke Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi, kepala Danu benar benar berdenyut, entah siapa yang disalahkan dalam hal ini, Danu benar benar merasa bodoh, tapi akhirnya memilih menyalahkan diri sendiri, bagaimana beranjak begitu saja tanpa memastikan semuanya, ini benar benar tidak benar.

Danu ingin menghubungi Fahmi, tapi niatnya harus pupus, HP miliknya kini tak miliknya lagi, kemarin saat benar benar memutuskan meninggalkan Medan, kurang yakin dengan simpanannya yang menurutnya kurang maksimal, Danu menjual semua barangnya yang bisa dijual untuk menambah kekuatan modal, semuanya bertemu pembeli, termasuk HP yang menemaninya selama ini, HP ikut ganti tuan karena Danu merasa itu juga berhubungan erat dengan Juli, yang memaksanya membeli alat komunikasi itu juga Juli dan paling sering menghubungi juga Juli, ini mebuat Danu berangkat meninggalkan Medan hanya badan dan beberapa helai pakaian.

Danu benar benar linglung, pikirannya sebenar benarnya kusut, keriting kuadrad. Danu kembali merebahkan badannya, pikiran Danu yang terus melayang membuatnya mengambil kesimpulan baru, besok pagi fokus pada cari kerja dulu, itu mungkin lebih baik, karena memang sudah kadung disini, sudah bayar uang kost selama tiga bulan, sayang juga kalau di tinggalkan, cari dulu kehidupan baru, soal kuliah yang sudah kadung amburadul ini dipending dulu, dan Danupun akhirnya kembali terlelap.

Danu tersentak mendengar orang yang bentak bentak diluar, Danu berdiri dan membuka pintu kamarnya untuk mengintip apa yang sedang terjadi. Danu geleng kepala menemukan teman kostnya di balkom membentak bentak HP yang ada di tangannya, ternyata bukan hanya Danu, penghuni kamar yang lain juga merasakan hal yang sama, karena memang kamar mereka tidak kedap suara, rumah kost yang berlantai dua ini seratus persen terbuat dari kayu, bahkan orang yang sedang berjalan saja kedengaran jelas dari dalam kamar yang tertutup.

Danu kembali menutup pintu kamar dan rebahan, tapi matanya tak mau lagi tertutup, setelah suara bentakan bentakan itu menghilang, yang jelas tertangkap Danu adalah suara mengaji, jelas itu dari masjid yang tak jauh dari sini, dan sekaligus sebagai penanda bahwa waktu shubuh tidak lama lagi, Danu memilih kembali berdiri dan beranjak keluar kamar, menuju masjid.

“Baru masuk ya“.

Danu menghentikan langkahnya saat ingin menuruni tangga, Danu menoleh dan membalas senyuman yang ditujukan padanya. “Danu”.

“Burhan”.

Kembali Danu melangkahkan kakinya. “Mau kemana Bang ?”.

“Masjid. Kamu ?”.

“Mau ke masjid juga Bang”.

Burhan anggukkan kepala. “Ayo sama”.

Danu melangkah bersamaan dengan Burhan, baru ingin melangkah keluar kost langkah keduanya tertahan panggilan meminta ditunggu, keduanya kembali melangkah setelah orang yang meminta tunggu itu sejajar dengan mereka. Danu cukup sering melirik orang yang ketiga ini, karena jelas sekali Danu masih mengingat orang ini yang bentak bentak HP di tangannya dan berhasil membuat penghuni yang lain termasuk Danu terbangun dari mimpi indahnya masing masing.

“Rahman”.

“Danu”.

Danu tampak nyengir kuda, melihat senyumnya yang lebar dan ceritanya yang lumayan panjang lebar saat mereka berjalan menuju masjid yang jaraknya cukup jauh juga, Danu merasa tak yakin ini orang yang sama yang mengganggu penghuni kost dengan keributan yang dibuatnya, Danu akhirnya merasa lucu saja, tadi menjadi manusia pengganggu, saat ini menjadi sumber lucu, cerita ringan dan konyolnya membuat mereka bertiga melangkah renyah tanpa lelah sampai ke masjid tujuan.

1
Sri Astuti
syukurlah.. semua bahagia.. tks sdh berikan kisah yg indah dan bnyk nasehat bagus ...
Sri Astuti
bravo Dewi kuadrad
Sri Astuti
salah kira
Sri Astuti
sangat menyentuh
Sri Astuti
sejujurnya saya lbh suka kisah" macam ni.. lbh merakyat dan real.. ga terlzlu halu.. lanjutkan.. jgn mudah terbawa arus.. semua punya fans nya masing"
Sri Astuti
alhamdulillah
Sri Astuti
kpn Danu bawa Dewi pulkam ya?
Niswa mandailing
yah tamat...
Andropist
cayo
Andropist
semangat
Andropist
up
Andropist
semangat om
Andropist
lanjut
Andropist
cayo Om
Andropist
semangat om
Andropist
cayo om
abjdefghij
terimakasih banyak kk
•~🐊🔫✓
Permisi Thor, Mampir yuk ke karya aku
"Salahkah Cinta?" atau tinggal klik profil aku aja ya
Fira Ummu Arfi
💯👍👍👍
Fira Ummu Arfi
💯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!