Ini novel pertamaku,kalau ada yang salah tolong di beri tahu ya..semoga kalian suka.
Jessica dan alice adalah sahabat baik sejak kecil,mereka selalu melakukan kegiatan yang sama setiap hari.
Tapi alice menyimpan perasaan pada kakaknya jessica,austin stave mereka saling menyukai hanya saja tidak bisa diungkap dengan kata.
Pada waktu yang sama kakak jessica yang lebih tua,jimmy stave juga menyukai alice,tapi alice tidak tahu kalau jimmy sangat menyukainya.
Suatu hari datang seorang wanita,dia ingin mengambil harta kekayaan milik keluarga staven dan juga dia ingin menghacurkan percintaan diantara mereka.
Mampukah alice mempertahankan cinta pujaan hatinya atau austin terlebih dahulu mengungkapkan cintanya pada wanita yang tidak tahu asal usulnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Arthur berjalan mendekati alice dengan pandangan tajamnya sedangkan alice tampak ketakutan,apa pria itu ingin memukulnya.
“Istriku nyalimu besar juga” ucap arthur kini dia sudah berdiri dihadapan alice.
Alice diam tidak menjawab jujur saja dia takut pada arthur saat ini,wajahnya sedang marah sangat menakutkan.
Pada saat itu, “Hahahahaha” pecah tawa arthur mulai terdengat di kamar itu.
“Wajahmu lucu saat ketakutan istriku” ucap arthur disela-sela tawanya.
“Kau!” wajah alice memerah menahan malu.
“Sudah jangan malu ayo pakai bajumu kita akan makan malan istriku” arthur mengusap wajah alice yang dingin.
“Berhenti memanggilku istrimu dan jangan menyentuh wajahku sesuka hatimu” ucap alice seraya menepis tangan arthur diwajahnya.
“Baiklah jangan marah,aku menunggu diluar” arthur mengedipkan matanya pada alice sedangkan alice memutar matanya malas.
Setelah mendapatkan pakaian yang diinginkannya,dia keluar dari kamar itu.dia tidak melihat arthur dimana.
Dia hanya melihat tiga orang pengawal berada didepan kamarnya,dengan perasaan khawati alice memberanikan diri untuk bertanya.
“Anu..apa yang kalian lakukan disini?”
“Tuan muda meminta kami menjemput nona,silakan ikuti kami” ucap pengawal itu dengan sopan.
Alice berjalan mengikuti tiga pengawal itu dan menuju sebuah mobil yang sudah berada didepan hotelnya.
“Istriku kau sangat cantik malam ini” ucap arthur yang keluar dari mobil itu.
“Ck,kau mau mengajak aku makan sajakan,jadi ayo” ucap alice dengan malas.
Arthur menghulurkan tanganya pada alice tapi alice menolak dan memilih masuk kedalam dengan sendiri.
Saat sudah sampai di restaurant yang akan mereka makan malam ini,arthur turun terlebih dahulu dan menghulurkan tangannya pada alice.
“Istriku tampa bantuanku kau tidak bisa keluar dari mobil ini loh” ucap arthur seraya tertawa.
“Ck hanya keluar mobil aja jangan bercanda” ucap alice kesal.
“Baiklah kalau kau memohon bantuanku kau harus memanggilku dengan sebutan suamiku loh” ucap arthur seraya tersenyum dengan licik.
“Mimpi saja kau! aku bisa keluar dengan sendiri” ucap alice percaya diri.
Arthur tersenyum dan menunggu diluar mobilnya saat alice ingin keluar dia tidak bisa keluar dari mobilnya kerana ditempat duduknya arthur sudah menaruh sesuatu.
Alice berusaha untuk berdiri tapi sayang sekuat apapun dia mencuba dia tidak bisa keluar dari mobil itu.
“Istriku ayo nanti makanannya keburu habis loh” ucap arthur seraya tertawa.
“Diam kau,pasti ini ulahmu bukan?”
“Istriku jangan menuduhku aku tidak berbuat apa-apa loh”arthur membuat muka marah.
“Si*lan pasti ulah pria ini” maki alice dalam hatinya.
Kerana berusaha sekuat tanaga tampa sengaja pakaian alice robek dibahagian bongkongnya,kerana mendengar robekan itu membuat wajah alice merah kerana malu.
“Istriku ada apa?” tanya arthur,dia mendengar suara robekan itu tapi dia akan berpura-pura tidak dengar.
“Tu-tidak apa,aku tidak lapar arthur,bisa kita pulang?” tanya alice dengan suara yang diperlahankan.
“Istriku apa kau tidak ingin makan?”
Alice mengelengkan kepalanya dan menarik baju arthur, “kita pulang ya” alice menatap wajah arthur dengan perasaan malu.
Arthur menjadi serba salah sepertinya dia terlalu berlebihan,kalah alice tidak makan dia bakal sakit.
“Istriku kalah kau tidak makan,kau bakal sakit loh” ucap arthur seraya mendekatinya yang masih berada didalam mobil.
“Aku tidak ingin makan,aku juga tidak lapar aku..”
“Kruu” itu suara perut alice meminta ingin diisi.
Wajah alice semakin merah kenapa harus berbunyi disaat seperti ini, “Istriku sayang sepertinya kau kelaparan tuh” ucap arthur seraya menahan tawa.
“Kalau kau tidak ingin membawaku pulang tidak apa-apa,kakak tampan bawa aku pulang ya” alice memohon pada pengawal yang berada disana.
Pengawal itu memandang arthur kemudian arthur memberi isyarat, “kau bawa dia pergi kau bakal mati”
Pengawal itu khawatir dengan berat hati dia menolak permintaan alice, “maafkan aku nona,aku tidak bisa membawa anda pulang” ucap pengawak itu dengan sesopan mungkin.
Alice memandang arthur dengan lama,kemudian dia meminta baju salah satu pengawal itu, “boleh aku pinjam jasmu?”
“Anuu.”
“Aku mohon” alice memasang wajah memelas.
Pengawal itu memberi jasnya pada alice,sedangkan arthur melotot pada pengawal itu.
“Arthur makasih kerana membawa akh kesini” alice melangkah pergi untuk mencari taxi.
“Istriku malam ini tiada taxi akan lewat loh”
“Tidak apa-apa aku bisa hidup tampa bantuan darimu!” ucap alice seraya melambaikan tangannya pada pengawal yang memberikan jas padanya.
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak 👋
Terus up dan tetap berkarya 👍🏻