NovelToon NovelToon
My Arrogant Prince

My Arrogant Prince

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Berondong
Popularitas:308.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wardah Rose

Tidur Pangeran Rayyan Muhannad Arnauth tak akan pernah nyenyak jika ia tak bisa mendapatkan seorang wanita yang menghantui mimpinya tiap malam. Bagaimanapun caranya ia harus bisa menjadikan wanita itu sebagai salah satu selirnya.

Selir? Bilqist sangat membenci status itu. Dia merasa tak jauh beda dengan wanita simpanan yang tak mempunyai status dan dihargai hanya bila tubuhnya mampu menjadi pemuas napsu sang pangeran.

Sampai tulang belulangnya mengering di gurun pasir pun Bilqist rela. Asalkan dia tidak akan pernah menjadi selir Rayyan Muhannad Arnauth.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Portofolio

Benci? Marah? Kecewa? Gwen dan Bilqist memperhatikan ekspresi wajah yang ditunjukkan perempuan itu. “Perkenalkan, ini adalah anak Thariq. Namanya Latifah,” kata Alfiah kepada para tamunya.

Alfiah memberitahukan kepada para tamunya kalau Latifah adalah gadis pintar, pandai memasak, “Dan suka menggelar acara amal,” sahut Saidah—istri Thariq. Alfiah mempersilakan Saidah untuk berbicara mengenai kelebihan anaknya.

“Woow luar biasa, anak Anda sangat luar biasa,” puji Gwen dengan disertai tepukan tangan. “Jarang sekali anak muda sekarang ini yang mempunyai banyak kelebihan, saya sangat salut dengan keluarga Anda.” Gwen terus-menerus memuji Saidah dan putrinya. Gwen pernah berpesan kepada Bilqist ketika dia beranjak dewasa, “Orang sombong kalau dipuji akan semakin besar kepala.”

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

“Puji aja terus, agar kepalanya semakin besar sampai-sampai dia tidak kuat untuk menopang kepalanya sendiri,” jawab Gwen.

Bilqist yang merasa jawaban Gwen sangat aneh hanya memasang tampang “Heee?”

Gwen tertawa melihat wajah putrinya. “Maksud Mom, biarkan dia merasa tinggi. Di atas langit masih ada langit lainnya. Jika ada orang yang lebih tinggi darinya, dia akan jatuh sakit sekali.”

Jadi Bilqist mengerti apa yang dilakukan ibunya saat ini, memuji Latifah setinggi-tingginya.

“Benar, Latifah ini sangat pintar. Kuliahnya di jurusan Sejarah, tahun depan dia sudah lulus.”

“Wah bagus sekali, lanjutkan kuliahnya biar pintar apalagi kalau lanjut sampai S3.”

Saidah berubah wajahnya mendengar kata-kata Gwen. “Ah kami berbeda pemikirannya dengan Anda. Kalau di negara kami, anak perempuan harus menjadi istri yang baik bagi suaminya, itu adalah prestasi tertinggi,” ujar Saidah.

“Loh tentu saja, saya juga berpikiran seperti itu,” jawab Gwen.

“Jadi Latifah setelah lulus kuliah akan menikah,” lanjut Saidah.

“Sudah ada calonnya, kah?” tanya Gwen dengan wajah selalu tersenyum. Saidah tak langsung menjawab, tapi matanya memandang putrinya, sedangkan putrinya memandang Rayyan. Dan Rayyan memandang siapa lagi kalau bukan kepada calon istrinya. Bilqist langsung menundukkan pandangan ketika mata mereka bertemu.

Bilqist dan Gwen tahu jawabannya meskipun Saidah tak menjawabnya. Jadi terjawab sudah perasaan apa yang diekspresikan Latifah saat tahu kabar Rayyan akan menikah lagi, tapi bukan dengannya. Jika Bilqist jadi menikah dengan Rayyan, maka jatah empat istri sudah terpenuhi.

Alih-alih dia mengalihkan pembicaraan kalau acara amal yang dilakukan Latifah ditayangkan di televisi.

“Apakah sudah tayang sekarang, Latifah?” tanya Saidah kepada putrinya.

Pertanyaan itu membuat Latifah mengalihkan pandangannya dari Rayyan. “Belum, Bu, kemungkinan besok. Tapi tadi asistenku sudah dapat duplikat video footage-nya,” jawabnya.

“Kalau begitu, bisa kita lihat sekarang?” tanya Saidah dengan riang.

Latifah memanggil asistennya lalu mereka membuka layar home teather. Layar itu kemudian menampilkan sosok Latifah.

Selama satu jam penuh, Bilqist dan keluarganya dipaksa untuk menonton acara pencitraan Putri Latifah. Karena video itu belum diedit, tentu saja mereka masih bisa melihat ada beberapa suara “sutradara” yang mengarahkan Latifah harus memasang senyum bagaimana, berkata seperti apa, bahkan anak-anak yang menjadi objek amal harus mengulang aktingnya berkali-kali karena Latifah tidak on point.

Setelah video itu selesai. Gwen dan Bilqist memberikan tepuk tangan. Saidah tampak puas dengan hal itu. Rasa bangga terlukis kental di wajahnya.

Setelah itu, Saidah menanyakan tentang keluarganya. Dia bahkan tidak mengenal Bilqist. “Kalian dari keluarga kerajaan mana?” Pertanyaan itu seolah-olah Saidah sedang mengolok keluarga Bilqist kalau mereka bukan siapa-siapa karena Saidah tak mengenal mereka.

Zach sepertinya akan menjawab, tapi Al menyentuh pundak ayahnya. “Biar aku aja, Dad.”

“Apa di sini boleh mengakses internet?” tanya Al kepada Rayyan.

“Tentu saja,” jawab Rayyan. Lalu Al meminta ijin untuk menyambung dan ia kemudian mengirimkan suatu tautan kepada email kerajaan.

Al berkata di hadapan semua orang, “Keluarga kami tidak terlalu suka dengan publikasi yang berlebihan. Tapi kadangkala publikasi diperlukan untuk keperluan profesionalisme. Karena itu kami membagikan tautan Microsoft Sway yang memuat portofolio kami hanya kepada orang-orang tertentu yang berkepentingan. Seperti misalnya calon mitra bisnis. Karena itu kalian tidak akan melihat hal-hal yang tidak penting di media massa tentang kami.”

Layar home teather itu kemudian memperlihatkan email dari Al yang berisi beberapa alamat Microsoft Sway.

Yang pertama dan paling atas ketika diklik, memperlihatkan portofolio silsilah keluarga Ilyas. Mereka disuguhkan video interaktif yang menampilkan suatu pohon. Pohon itu ibaratnya adalah diagram susunan keluarga Ilyas (dari jalur ayahnya Bilqist) dan Prasetyo (dari jalur ibunya Bilqist). Yang menyaksikan video itu akhirnya tahu kalau keluarga Bilqist adalah keturunan bangsawan meskipun Zach tak meresmikan gelarnya dari kerajaan Inggris. Video itu dilengkapi subtitle sehingga penerjemah bisa istirahat sebentar.

Video itu memperlihatkan profesi masing-masing keturunan Ilyas yang masih hidup. Zach, pemimpin perusahaan properti yang bergerak di wilayah Asia dan Amerika. Gwen sebagai dokter spesialis Jantung dan ketua yayasan yang memimpin beberapa rumah sakit yang dibangun keluarga Ilyas di wilayah Asia tenggara. Al kakak kembar Bilqist adalah pemimpin perusahaan komunikasi dan teknologi informatika. Bilqist seorang dokter spesialis bedah dan peneliti. Dania adik Bilqist adalah seorang arsitek, pasangan kembarnya—Chrystal—adalah Venture Capitalist. Dia yang menganalisa perusahaan apakah layak untuk dimerger ataupun dibeli.

Adik-adik angkat Zach juga tak kalah hebatnya. Ada yang chef, geologis, zoologis, dan dokter tentara.

Setelah video itu berakhir, belum ada respon dari keluarga Sultan. Mereka terdiam, terutama Saidah dan Latifah.

Kemudian link kedua, tentang Bilqist. Portofolio Bilqist dibuat sangat manis dengan hiasan warna warni es krim. Tulisan pada portofolio itu memperlihatkan biodata Bilqist. Kemudian videonya diputar. Pertama kali terlihat video dua bayi kembar. Salah satunya adalah Bilqist yang sedari kecil mempunyai mata yang sangat cantik.

Kemudian video Bilqist yang sudah agak besar sedang ditanyai. Si penanya adalah Zach. “Apa cita-cita kamu?”

“Jadi perenang terbaik,” jawab Bilqist yang waktu itu giginya tanggal satu di bagian atas depan.

Rayyan menahan tawanya.

“Kenapa ingin jadi Perenang?” tanya Zach.

“Karena Al ingin jadi Perenang dan aku ingin mengalahkannya.”

Video kemudian menampilkan pasangan kembar itu berlomba renang, dan Al menjadi juaranya.

“Aku kalah,” kata Bilqist, “tapi besok aku akan menang!” serunya sambil mengepalkan telapak tangan.

Selanjutnya penunjuk waktu memperlihatkan waktu setahun kemudian, Bilqist ditanya kembali apa cita-citanya. Dia menjawab ingin menjadi petenis. Lagi-lagi karena Al ingin menjadi petenis. Tapi seperti sebelumnya cita-cita itu kandas dan berganti karena Al berubah pikiran.

Bilqist tetap tak mau kalah dari Al, tapi kakak kembarnya itu selalu lebih jago darinya. Wajah sebal Bilqist yang cemberut sambil bersidekap membuat Rayyan kembali tertawa.

Bilqist berkali-kali berganti cita-cita menyesuaikan keinginan Al yang juga berganti-ganti.  Kemudian saat Bilqist berumur dua belas tahun, Zach kembali bertanya apa cita-citanya. “Aku ingin menjadi dokter,” jawab Bilqist.

“Kenapa? Apakah Al ingin jadi dokter?”

“No, Dad. Al terlalu lama duduk di depan komputer, dia sudah gak asyik lagi,” kata Bilqist dengan cemberut.

“Lalu kenapa ingin jadi dokter?” tanya Zach. “Apa karena Mom jadi dokter, kamu juga pengen seperti dia?”

Bilqist menggeleng, “Aku sudah membaca buku-buku Mom tapi biasa aja. Aku hanya ingin saja membacanya.”

“Berapa buku yang kamu baca?”

“Semuanya,” jawab Bilqist. “Aku lupa berapa jumlahnya.”

Lalu diperlihatkan ruangan perpustakaan, kamera kemudian menyorot satu lemari kaca besar berisi buku-buku berhalaman tebal. Semuanya buku kedokteran.

Wajah Bilqist tampak lagi di layar.

“Lalu kenapa?” tanya Zach lagi.

“Karena manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Kemarin Ustadz Abdurrahman menceritakan soal penciptaan manusia dan itu sangat keren, Dad.” Warna emas di iris Bilqist kerkilauan saat mengatakannya.

“Jadi sekarang cita-cita kamu jadi dokter?” Bilqist mengangguk dengan antusias. “Sampai kapan?”

“Maksudnya?” tanya Bilqist.

“Apa nanti kalau Al punya cita-cita baru dan ternyata asyik, kamu ganti lagi cita-citanya?”

“Gaak,” jawab Bilqist.

“Yakin?”

Bilqist menjawab. “Seratus persen yakin!”

Kemudian video itu menunjukkan keberhasilan Bilqist memasuki universitas kedokteran saat usianya masih enam belas tahun, dimana anak seusianya masih duduk di kelas sembilan.

Saat Bilqist sudah meraih gelar spesialis, dia direkrut untuk menjadi peneliti. Keberhasilan timnya dalam bidang kedokteran membuat namanya dikenal di sekitar Eropa. Mereka mempresentasikan hasil penelitian itu di beberapa negara. Ditampilkan Bilqist berbicara dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Perancis di depan forum kedokteran internasional.

Tidak itu saja, video itu menunjukkan kekayaan Bilqist dan beberapa properti yang tersebar di berbagai negara. Tak ketinggalan, tambang berlian di Somalia.

Mata Saidah sampai hampir lepas dari tempatnya ketika melihat hal itu.

Video Bilqist dan ibunya yang melakukan kegiatan amal di berbagai tempat dan berbagai belahan dunia, tak terbatas di Indonesia saja, membuat Latifah dan ibunya semakin merasa kecil.

Rayyan penasaran, bagaimana bisa orang sehebat Zach dan keluarganya sangat tertutup dari media?

Video itu ditutup dengan sosok Bilqist kembali di usianya yang masih kecil. Tulisan di video itu menunjukkan usianya tujuh tahun. “Bilqist, apa hobi kamu?”

“Menolong orang,” jawabnya sambil tersenyum.

1
Dewi Djordan
bakal di up g nih atau selesai sampai dsini ?( nanya dgn nada lembut)
Dewi Djordan
bggussssss
Mey Kusrini
hadeeeh
Mey Kusrini
saya suka Al bobol wifi
Mey Kusrini
salam saya pembaca baru pengen langsung skiming aza
Mey Kusrini
ga sabar mau melihat matanya😂
Mey Kusrini
Luar biasa
Erni Fitriana
keren👍🏾
buna
muhannad tuh apa😭
Eskael Evol
keren banget
Eskael Evol
keren thor syukron doa nya🙏
Nuning Setiyawati
ini gak ada ending nya ya thor
novi taurusita
selalu setia menanti kak
Dian Kartika Dewi
hai author. sehat2 ya . kapan lanjut cerita. udah lama nungguin lanjutannya. semoga segera update ya.
bank sha one
aku nunggu up nya othor tayangkuuuh
Babo Saram
ini tidak ada kelanjutan'a ya?
Dewi Djordan
cerita yang sangat menarik,alur y bagus,, tapi sayang up y lamaaa bangetttt,rasanya udah 1 tahun lebih nunggu
Fitri Octawaty
jangan lama lama lanjitin cerita,aku penasan ini🤔🤔🤔
Verdut Ndut
thor kpn up lg suwiii nya torrr 😩😩😩
novi taurusita
karyanya yang bagus sekali, suka dengan tokoh dan alurnya. tak bosan-bosannya untuk melihat up selanjutnya. semangat kakak semoga sehat selalu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!