NovelToon NovelToon
Guna - Guna

Guna - Guna

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Indigo / Kutukan / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

# YANG GA SABAR SAMA JALAN CERITANYA PASTI NYERAH DI TENGAH JALAN... #

( Bikin bingung kalo bacanya dari tengah. Saran penulis ikuti dari awal yaa. mksh...🙏😊)

Berawal dari misteri tentang kehamilan seorang gadis yatim piatu bernama Gendis akibat perbuatan seorang pria yang membuatnya terpuruk.

Dan pengalaman aneh yang dialami oleh sang adik yang bernama Patih, karena menolak cinta seorang wanita, membuatnya harus berjuang untuk bisa lepas dari pengaruh ilmu hitam.

Juga kehadiran anak indigo yang akan membantu mengungkap kisah mistis yang mewarnai perjalanan hidup para tokohnya, membuat kisah ini makin menarik.

Mau tahu...?

Simak kisahnya yuk...

( Mohon bijak dlm berkomentar. Kalo ga suka diskeep aja. Gampang kan ...? )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 ( Kembali )

Mita masuk dengan paksa tanpa dapat dicegah oleh security rumah makan. Penampilan Mita tampak berbeda dari biasanya. Kali ini dia tampak seperti orang yang mabuk usai minum miras. Pakaian dan rambut kusut, wajah juga sembab karena banyak menangis, juga aroma yang menguar dari tubuhnya membuat orang refleks menutup hidung.

Sungguh memprihatinkan.

" Maaf Pak, Bu Mita memaksa masuk, Saya ga...," ucapan security itu terputus.

" Gapapa Pak, silakan kembali ke depan, biar ini Saya yang urus...," kata Harun datar.

" Uda, kenapa sih Aku ga boleh nemuin Uda lagi, Uda marah sama Aku, salahku tuh apa...?" tanya Mita manja.

Patih menatap wanita simpanan Bosnya itu dengan heran. Sebab penampilan Mita jauh berbeda dengan seminggu lalu saat terakhir kali bertemu.

Wajah Mita yang semula cantik, mulus dan kulit berkilau bak mutiara sekarang berubah. Tubuhnya yang aduhai dan wangi juga seperti tak terawat. Aneh, semua berbanding terbalik 180°.

Kulit wajahnya kini nampak kusam, mengelupas dan berjerawat. Tubuhnya pun terlihat loyo, kurus dan mengeluarkan bau tak sedap. Sehingga siapa pun pasti akan menyingkir jika berdekatan dengannya.

" Ngapain Kamu kesini, Saya udah bilang, jangan cari Saya lagi, kenapa batu banget sih...!" sentak Harun sambil menepis tangan Mita yang coba menyentuhnya.

" Tapi kenapa Uda, kasih alasan biar Aku ga terus nyariin Uda. Apa Aku ga menarik lagi...?" rengek Mita lagi.

" Kau sudah tau jawabannya. Pergi Kau dari sini, mulai sekarang, Aku talak Kau...!" kata Harun lagi sambil melangkah pergi.

" Jangan kaya gini dong Uda. Aku ga mau. Uda kan udah banyak ambil keuntungan dari hubungan Kita. Aku minta harta gono gini, paling tidak separuh penghasilan rumah makan ini buat Aku...!" teriak Mita kalap.

Plakk !!

Mita terhuyung ke belakang sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Harun. Di depannya Harun berkacak pinggang sambil melontarkan kata-kata makian.

" Dasar perempuan iblis. Kau pikir hanya Aku yang ambil keuntungan ?. Selama hubungan Kita, Aku sudah menghabiskan banyak uang hanya untuk perempuan ja**ng macam Kau. Belum lagi Aku korbankan kebahagiaan Istri dan Anakku cuma karena Kau. Aku dibutakan oleh cinta palsu yang Kau berikan, hingga Aku menelantarkan keluargaku sendiri. Dan sekarang Kau minta harta?.

Cih, jangan lupa. Kau cuma Istri siri. Jadi Kau tak punya hak apapun atas hartaku, karena ini semua milikkku, Istriku dan Anakku...!" kata Harun semakin tak terkendali.

Mita menangis sejadi-jadinya. Dia tak sanggup menangung malu dan sakit hati secara bersamaan.

Tak ada yang membantunya atau sekedar melerai pertengkarannya dengan Harun. Semua membisu dan diam di tempat masing-masing karena takut jadi sasaran amukan Harun.

Lalu security datang dan membawa Mita keluar dari rumah makan itu. Securuty juga memanggil Taxi dan minta supir untuk membawa Mita pergi setelah memberi uang ongkos seratus ribu rupiah.

Harun lalu melangkah masuk ke dalam ruangannya. Ia merenungi kejadian beberapa hari ini yang seolah membuka matanya....

Harun seolah baru terbangun dari tidur panjangnya selama ini dan terjaga di suatu tempat yang asing.

\=\=\=\=\=

Malam itu Harun pulang ke rumah istri pertamanya. Disanalah istana cinta Harun yang sesungguhnya.

Ada istri dan empat orang anak yang menjelang usia dewasa yang setia menunggu kepulangannya setiap hari.

Memasuki rumah Harun, nampak suasana terasa sangat nyaman.Harun menatap sekeliling rumahnya yang lama tak disambanginya. Rumah tampak bersih, rapi dan terawat, berbeda dengan rumah yang ditempatinya bersama Mita. Lampu menyala redup di ruang keluarga, membuat suasana sangat tentram.

Harun tahu semua orang sudah lelap dalam tidurnya termasuk anak-anak Harun.

Harun memasuki kamar tidurnya yang tak terkunci. Saat membuka pintu, terlihatlah istri Harun yang tengah bersimpuh memohon kepada Allah agar menyadarkan suaminya. Dalam balutan mukena panjang warna hijau tosca yang menutupi tubuhnya, Nurmala tengah berdoa.

" Ya Allah, Engkaulah sang pembolak balik hati. Tolong luruskan kembali hati suamiku yang tersesat, sadarkan dia agar kembali menyayangi Kami, Anak dan Istrinya. Ya Allah lindungilah suamiku dan bimbinglah dia ke jalanmu, kabulkan lah doaku ya Allah, aamiin...,"

Nurmala mengusap wajah sambil mengaminkan doanya.

Harun tersentuh mendengar doa tulus istrinya. Sejenak terpekur, lalu Harun menghambur memeluk istrinya yang sudah bersimbah air mata.

Istri Harun terkejut sekaligus senang. Suami yang ditunggu kehadirannya akhirnya pulang kembali ke pelukannya.

" Maafin Aku Mala, maafin Aku Sayang, maaf...," kata Harun sambil menangis dalam pelukan Nurmala sang istri.

" Alhamdulillah Abang pulang. Mala udah maafin Abang, dari dulu Mala selalu maafin Abang...," kata Nurmala sambil memeluk suaminya penuh rindu.

" Abang jahat sama Mala, pukul Abang Mala, pukul, biar Mala puas, maaf...," kata Harun lagi sambil menciumi wajah sang istri.

" Udah Abang, Mala tau Abang sedang tersesat aja sebentar. Tapi Abang udah pulang, jangan tinggalin Mala lagi ya Bang...," pinta Nurmala.

Mereka berdua saling berpelukan sambil menangis. Suara tangisan mereka membangunkan keempat anak mereka.

Keempat anak Harun dan Nurmala tampak berdiri di ambang pintu kamar yang terbuka sambil memandangi kedua orangtuanya.

Harun menoleh saat merasa ada langkah kaki mendekat kearahnya.

Harun menatap keempat anaknya dengan perasaan menyesal. Ia lalu berdiri dan memanggil keempat anaknya untuk mendekat.

" Mari masuk sini Nak. Peluk Ayah. Ayah minta maaf ya...," kata Harun sambil merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

Sontak keempat anak Harun menghambur kedalam pelukan Harun dengan perasaan haru dan rindu yang dalam.

" Maafin Ayah ya Anak-anak. Ayah menyesal udah bikin Kalian malu dan kehilangan kasih sayang Ayah...," kata Harun sambil menitikkan air mata.

" Ayah jangan pergi lagi ya, Adek kangen sama Ayah. Bunda tiap hari nangis nungguin Ayah...," rengek si bungsu.

" Iya Nak, Ayah janji ga akan pergi lagi. Tolong bantu Ayah, ingetin Ayah kalo Ayah salah...," kata Harun lagi.

" Kita harus saling mengingatkan ya Anak-anak. Ayah cuma tersesat sebentar, sekarang Ayah ada sama Kita, Ayo Kita kuatkan keluarga Kita. Biar ga ada 'badai' yang bisa ganggu keutuhan keluarga Kita...," kata Nurmala bijak sambil ikut merangkul keempat anaknya.

Semua mengangguk setuju. Lalu mereka menuju ruang makan untuk membuat makanan yang biasa menjadi hidangan pengganjal lapar di waktu dini hari itu. Sedangkan Harun membersihkan diri dan mengganti pakaian lalu menyusul keluarganya ke ruang makan.

Ruang makan yang berdekatan dengan dapur itu ramai dengan celoteh anak-anak Harun dan istrinya yang saling bersahutan. Harun duduk menunggu sambil memperhatikan tingkah keluarganya, Harun tersenyum haru mendengar celotehan anak-anaknya yang beranjak dewasa itu. Anak-anak yang diberi nama Sidiq, Nadia, Habsy dan Tara itu tampak bahagia mengetahui ayah mereka kembali.

" Kamu disana dong, Aku aja yang bikin martabaknya...," kata Nadia.

" Aku juga udah diajarin Bunda bikin adonannya...," kata Habsy.

" Buruan sih, lama banget, keburu Subuh malah ga jadi makan nih...," omel Sidiq.

" Aku bagian ngasih topping ya...," pinta Tara si bungsu.

" Jangan ribut mulu, tuh ayah udah nungguin di meja...," kata Nurmala menengahi.

Semua menoleh kearah ruang makan dimana Harun sedang duduk sambil tersenyum memandangi mereka.

Semua pun bergegas melanjutkan kegiatan mereka sambil kasak kusuk tak jelas.

Harun merasa sudah lama tak merasakan suasana seperti ini karena selama ini Harun sibuk dengan pekerjaannya. Dan sejak ia mengenal Mita, ia bahkan melupakan keluarganya itu sama sekali. Harun seolah tak punya rasa sayang pada keluarganya lagi, bahkan memilih menikahi Mita dan tinggal bersamanya. Hanya sesekali ia menemui istri pertama dan anak-anaknya. Itupun hanya untuk sekedar memberikan uang sebagai nafkah lahir Harun untuk keluarganya, lalu pergi.

Harun tersentak saat Nurmala menyentuh tangannya lembut.

" Dimakan Ayah, ini buatan Anak-anak lho, Bunda cuma liatin aja tadi...," kata Nurmala sambil tersenyum manis.

Deg deg deg...

Harun merasa jantungnya berdetak lebih cepat saat melihat senyum Nurmala. Ia merasa Nurmala terlihat lebih cantik setelah sekian lama tak bicara sedekat ini.

" Ehm, Ayah. Ntar aja ngeliatin Bundanya, Kita makan dulu ya...," protes si sulung yang diikuti tawa ibu dan adik-adiknya.

" Oo, i... iya, nih Ayah makan. Waahh, enak banget. Udah pinter bikinnya. Ayah mau dong dibikinin kaya gini tiap hari...," kata Harun gugup.

Lagi-lagi semua tertawa melihat Harun yang salah tingkah. Harun hanya tersenyum malu sambil menggenggam tangan Nurmala.

Tingkah Harun seperti remaja yang baru saja mengenal cinta. Malu-malu dan imut. Nurmala tersenyum sambil menghapus jejak air mata di sudut matanya diam-diam. Dia melayani makan sang suami dengan perasaan tak menentu. Rasanya sudah lama sekali Nurmala tak melakukan tugas kecilnya itu.

Anak-anak Harun yang mengerti perasaan bahagia kedua orangtuanya itu malah asyik menggoda hingga membuat keduanya salah tingkah.

" Cieee, cieee, Ayah kangen nih ya sama Bunda, dari tadi ngeliatinnya kok gitu sih...," goda si bungsu Tara.

Tawa pun meledak lagi di dinihari itu. Harun malah menarik tangan Nurmala dan memeluk tubuhnya erat di depan anak-anak mereka. Sontak saja hal itu membuat Nurmala malu dan berontak berusaha melepaskan diri.

" Ayah, apaan sih. Malu, diketawain sama Anak-anak tuh...," kata Nurmala.

" Tanggung Bun, udah diledekin terus daritadi. Sekalian aja. Lagian mereka kan udah besar, ngapain malu...?" kata Harun mempererat pelukannya.

" Ayah...!" jerit Nurmala.

Teriakan Nurmala tambah membuat suasana di ruang makan itu heboh.

" Cium, cium, cium...," sorak keempat anak Harun seolah memberi suport pada Harun.

Harun pun mendekatkan wajahnya dan hampir mencium Nurmala di depan anak-anak mereka. Tapi tiba-tiba....

" Aww, sakit Bun. Kok dicubit sihh...," pekik Harun sambil memegangi pinggangnya yang panas akibat cubitan istrinya.

" Rasain...," kata Nurmala pelan.

Keempat anak Harun dan Nurmala tertawa geli melihat tingkah lucu Harun yang kesakitan.

bersambung

1
Arfan Abdillah
Erik dan Farah lalu lahir lah Faiq 🥰
any Sulistiani: Betul Kak 👍😊
total 1 replies
Sabarina Sitepu
menunjukkkan setiap manusia pasti pernah salah dan berbuat dosa, selanjutnya apakah kita mau dan mampu manfaatin kesempatan ke2 utk bertobat
any Sulistiani: betul. lanjut lagi ya bund, mksh 🙏😊
total 1 replies
pioo
finally tamat juga dehhhh, next ke karya lainnn🥰
pioo
bilqis bilqis bikin repot aja lo
pioo
kenapa kaga naik mobil woi
pioo
emang cewe itu dimana mana sama ya
pioo
hadehhhh
pioo
plislaah tur dikeluargamy bukan cm sekali kejadian kekgini, tp udh nyerah aja anying
pioo
wkwkwk polos x jasmine
pioo
ohiya baru ingat ya fatur sm bilqis kan sepupu jauh, soalnya patih sm gendis kan ga sedarah
pioo
itulaaah guys iblis itu menyesatkannnn
pioo
irfan sm emi ngapainnn berdua thor wkwk
pioo
jgn bilang nanti lo pake pelet lg ya naomi
pioo
cinta ga harus memiliki kan tuurrrr?
pioo
hadehhh
pioo
inez naik kuda apa ga apa apa toh? ntar sobek jahitanya wkwk
pioo
kaya si inez ga nih, diem2 disukai mahluk tak kasar mata
pioo
ratusan? wow
pioo
kayaknya satu rumah sakit ini anehh
any Sulistiani: lanjut lg ya kak ... 🙏😊
total 1 replies
pioo
yakali manggilnya muhammad wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!