NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Aku terbangun saat waktu subuh, karena mendengar suara adzan dari masjid yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah, sehingga suara adzannya terdengar jelas di telinga.

Aku membuka selimutku dan bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengambil wudhu. Karena hari ini hari sabtu dan sekolah libur jadi aku memilih melaksanakan shalat subuhnya di masjid. Aku berjalan kaki sendirian ke masjid dengan mukena yang ku pakai menutupi kepalaku dan sajadah serta bawahan mukena aku lipat ditangan. Pas nyampe masjid aku masih ada kesempatan untuk shalat qobliyah subuh yang dua rakaat. Aku mengikuti dzikir bersama setelah shalat subuh.

Aku pulang ke rumah sudah pukul 05.30 pagi. Aku bergegas ganti baju dan mengeluarkan sepedaku untuk pergi ke rumah nenek dan membantunya berjualan di hari weekend.

Aku mengayuhkan sepedaku melewati orang-orang yang sedang lari pagi. Pas nyampe di rumah nenek aku langsung menemaninya jualan, karena jualannya sudah siap. Hanya tinggal memotong daun bawang dan kubis untuk campuran sotonya.

"Nak, sarapan dulu mumpung belum ramai." ucap nenek.

"Tidak ahh nek, nanti saja belum lapar." kataku.

"Ini agar-agar makan saja." katanya.

"Iya nanti juga kalau aku mau, aku makan nek." kataku.

Nenek tidak menjawabnya, nenek meletakan kembali agar-agar tersebut.

pukul 07.00 WIB jualan nenek sudah mulai ramai. Aku hanya membantunya menghitung belanjaan pembeli dan memberikan kembalian. Nenek yang meracik sarapan untuk para pembeli.

Pukul 08.00 WIB jualan nenek sudah mulai sepi. Aku memutuskan untuk pulang.

"Nek, aku pulang dulu iya." kataku.

"Kamu mau sarapan disini atau dibawa pulang?" tanyanya.

"Dibawa pulang saja nek." kataku.

Aku meraciknya sendiri sedangkan nenek meracik sarapan untuk ayah dan ibu. Bayaran aku membantunya diganti dengan sarapan gratis. Kadang juga nenek ngasih uang tetapi aku selalu menolaknya dengan bilang "Bayarannya diganti sama sarapan gratis saja."

Padahal memang kalau makan bubur itu enaknya yang masih panas. Cuma, karena berhubung aku pulang ke rumahnya menggunakan sepeda jadi lebih baik makan di rumah saja dari pada harus makan dua kali karena bersepeda jadi lapar.

"Iya sudah nek, aku pamit. Assalamualaikum." kataku mencium tangannya.

"Waalaikumsalam. Hati-hati sepedaannya." katanya.

"Iya nek." kataku tersenyum.

Aku mengayuhkan sepedaku untuk pulang. Jalanan sudah tidak ramai orang lari pagi lagi karena matahari sudah muncul.

"Nak, pulangnya siang amat." kata ayah ketika aku memasuki rumah.

"Iya orang jualannya baru sepi yah." kataku.

"Hmmm.... sudah habis semua?" tanyanya.

"Belum sedikit lagi." kataku ngasih soto ayam ke ayah.

Ayah lebih suka soto dibandingkan dengan bubur. Karena menurut ayah soto lebih kenyang dibandingkan bubur.

Ibu keluar dari dapur dan berkata "Eh kamu sudah pulang Nin?"

"Iya bu, ini sarapan buat ibu." kataku ngasih bubur ayam.

Aku mengambil remote televisi untuk mengganti tayangan kartun.

Kita bertiga sarapan bersama di ruang televisi. Aku dan ibu lebih suka makan di lantai dibandingkan di atas sofa, sedangkan ayah makan di atas sofa.

Selesai sarapan aku merapihkan semuanya dan mencuci piring kotor. Aku kembali ke ruang televisi melanjutkan nonton kartunnya dengan membawa handpone di tangan.

Ada pesan dari Daffa.

"Pagi." isi pesannya dengan emoticon kiss di akhir kata itu.

"Apaan sih pakai emotion kiss segala." batinku.

"Pagi." balasku akhirnya.

"Lagi ngapain Nin?" tanyanya.

"Nonton kartun." balasku.

"Sudah sarapan?" tanyanya.

"Sudah." balasku yang enggan untuk bertanya balik.

"Hmmm..." balasnya sudah tidak ada topik pembicaraan lagi.

Aku tidak membalasnya lagi. Sebenarnya aku juga malas chattan sama Dafa yang cuma nanya lagi ngapain dan sudah makan belum. Aku membuka sosial media dan ada pesan dari Bayu Dicka.

"Cantik." pesannya.

Aku enggan untuk membukanya. Aku lebih memilih scroll feed sosial media tersebut. Aku merasa bosan, bingung mau ngapain karena tidak ada kegiatan.

Pukul 10.00 WIB ibu mengajakku ke pasar.

"Nin, anterin ibu ke pasar yuk." ucap ibu yang sudah siap.

"Iya sudah tunggu sebentar aku siap-siap dulu." ucapku masuk ke kamar.

Ibu menungguku di ruang televisi.

Aku keluar dengan menggunakan jumpsuit warna navy dan handbag kecil dan mengajak ibu "Ayo bu."

Ibu yang mengendarai motor, karena aku belum bisa mengendarai sendiri waktu itu.

"Mau nyari apa sih bu?" tanyaku dalam perjalanan.

"Mau ke Abc market beli barang bulanan sudah pada habis." katanya.

"Hmmm..." kataku.

Kita sudah sampai di mini market tersebut. Aku mengambil troli belanjaan dan mengikuti ibu dibelakang. Selesai memilih barang aku menuju ke kasir dan mengantri untuk membayar.

"Nak, kamu mau beli makan apa?" tanyanya ketika kita keluar dari mini market itu.

"Mie ayam bakso yang ada di bawah jembatan saja bu." kataku.

"Sudah ibu duga." katanya.

Iya aku dan ibu memang suka sekali sama bakso, apalagi ini perpaduan mie ayam dan bakso. Ahh mantap.

Kita sudah sampai di bakso langganan kita yang ada di bawah jembatan.

"Mas mie ayam baksonya dua mas." kata ibu ke pelayannya.

"Mau makan disini atau bungkus?" tanyanya.

"Makan disini mas." kata ibu.

"Mau minum apa?" tanyanya.

"Es teh botol dua." kata ibu.

"Baik bu, nanti saya hantar ke meja." katanya.

Ibu menghampiriku yang sudah duduk di meja makan.

"Ayah mau tidak iya Nin." kata ibu.

"Beli sajalah bu, takut ayah juga sudah lapar." kataku.

"Mas bakso komplitnya satu bungkus iya." teriak ibu memesan.

Iya ayah tidak terlalu suka sama mie, jadi ibu memesan bakso komplit untuk ayah.

"Oke bu." katanya.

"Terimakasih." kataku ketika datang minuman yang kita pesan tadi.

Ibu-ibu itu hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.

"Ini pesananya." katanya menghidangkan mie ayam baksonya.

"Terimakasih." kata ibu.

"Iya, selamat menikmati." katanya berlalu pergi.

Aku dan ibu sama-sama suka pedas jadi kita berdua meletakan sambal dan saosnya banyak. Kita menikmatinya.

"Berapa mas?" tanya ibu menghampiri pelayannya.

"Semuanya 50 ribu bu, dan ini bakso komplitnya." katanya menyerahkan bakso pesanan ibu.

"Ini mas terimakasih." kata ibu mengambil bakso untuk ayah dan berlalu pergi menuju motor diikuti aku di belakangnya.

Ibu melajukan motornya untuk pulang karena hari sudah mulai terik.

Ayah lagi duduk di sofa dan nonton acara berita. Aku turun dari motor dan menenteng belanjaan sedangkan ibu menenteng bakso untuk ayah.

"Ini yah ada bakso, nanti ibu ambilkan mangkuk dulu." kata ibu pergi ke dapur untuk mengambil mangkuk.

"Beli apa saja Nin sampai banyak begitu." kata ayah yang melihatku lagi mengemas barang belanjaan.

"Tahu tuh ibu yang promo-promo diambilin semua." kataku.

"Iya mumpung lagi promo, sayang kalau tidak dibeli." kata ibu membawa mangkuk di tangannya.

Ibu menuangkan baksonya untuk ayah dan merebahkan diri di sofa. Aku yang sudah berkemas belanjaan itu pergi masuk ke kamar untuk istirahat.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!