Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32 : SANG PENGUASA
[0_______0]
Mahendra dan yang lain yang mendengar itu pun langsung melirik dengan secara bersamaan dan beberapa polisi itu pun tidak memiliki pilihan selain menurunkan senjata mereka
Pada saat yang sama sesosok pria pun perlahan lahan keluar dari kegelapan dan semua orang pun langsung terkejut saat melihat siapa yang datang
"opsir Dika..!!" ucap semua nya dengan tidak percaya
Dika Vale yang melihat keterkejutan semua anggota kepolisian itu pun hanya menatap dengan acuh Tak acuh dan setelah itu dia pun berjalan melihat seluruh uang yang telah dijanjikan
"Ambil air dan bangun kan Sandra..." ucap Dika Vale dengan tenang
saat mendengar itu dua pria bertopeng itu pun langsung bergegas mengambil air dan setelah itu langsung menyiram kan nya ke tubuh Oktavia
“em. dimana ini..?" Oktavia yang perlahan lahan bangun pun bertanya dengan nada lemah
"wakil inspektur Oktavia Wilton, lihat lah orang orang yang membawakan uang tebusan mu.." bisik Dika Vale dengan tenang suara yang bercanda
saat mendengar itu tiba tiba Oktavia langsung membuka mata nya, dia pun langsung berteriak kepada rekan polisi nya itu
“semua nya cepat lari, mereka akan membunuh kalian jika tidak pergi..!!" Oktavia pun langsung berbicara dengan histeris
Dor..!!
Namun pada saat yang sama sebuah suara senapan runduk pun langsung terdengar dan salah satu petugas kepolisian di tempat itu pun, tumbang begitu saja
saat melihat itu anggota kepolisian yang lain pun langsung pucat pasih dan menatap ke arah Dika Vale dengan tatapan waspada
"Apa yang kalian inginkan..?, kami sudah membawa uang nya dan tidak ada yang kurang sepeser pun.." ucap salah satu polisi itu
"Haha, kalian polisi sangat lah naif, tentu saja kami tidak akan melepas kan kalian begitu saja dan kami tidak ingin pihak kepolisian tahu bahwa itu adalah kami.." ucap Dika Vale dengan bahagia
Namun pada saat yang sama suara tembakan pun kembali terdengar dan kali ini satu anggota kepolisian lagi tumbang dan membuat semua orang langsung gemetaran
"Jangan tembak lagi, jika tidak maka kami akan melepaskan tembakan.." ucap salah satu polisi dengan nada ketakutan
saat mendengar itu Dika Vale pun langsung merentangkan tangan nya dan seketika pakaian yang menutupi tubuh nya pun langsung terlepas dan memperlihatkan tubuh nya yang penuh dengan Bom
"ayo tembak, aku tahu jika kalian harus mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan Wakil inspektur kalian kan, namun jika kalian menembakan kami percaya lah bahwa kita semua akan mati di tempat ini tanpa ada nya yang bisa selamat.." ucap Dika Vale dengan arogan
Sekali lagi para anggota kepolisian pun langsung putus asah
_______________________
"Yo bukankah ini Mahendra..?" Dika Vale yang melihat darius pun langsung tersenyum dengan ringan
“siapa sangka aku kembali bertemu dengan rekan lama ku.." ucap Dika Vale dengan arogan
Saat mendengar itu Mahendra pun menatap pria itu dengan tatapan dingin dan setelah itu membalikan wajah nya lagi
"ku kira siapa ternyata hanya segerombolan sampah yang tidak berguna.." ucap Mahendra yang kemudian mengarahkan pistolnya ke arah Dika Vale
"Wo, Wo, Wo, Mahendra kau masih sama seperti yang dulu, walaupun kau sempat hilang namun temperamen mu yang berapi api masih saja ada..." Dika pun mengangkat tangan nya dengan arogan
Mahendra yang melihat itu mengendus dengan dingin dan mengarahkan pistolnya ke tempat lain "Cih, kau pikir semut seperti kalian bisa membuat ku takut...?" tanya Mahendra dengan tenang
Dor..!!
Namun saat berikutnya suara tembakan terdengar dan tak lama kemudian di sebuah gedung seorang pria dengan senapan runduk di tangan nya pun langsung terjatuh begitu saja
“trik murahan dengan mengandalkan seorang yang tidak becus.." ucap Mahendra dengan jijik
Saat semua nya sedang terdiam tiba tiba suara benturan keras pun langsung terdengar dan kemudian keempat orang itu pun saling menatap
“pergi lihat apa yang sebenarnya terjadi" ucap Dika dengan cepat
saat mendengar itu ke tiga orang yang sebelum nya kini salah satu pria bertopeng itu pun langsung berlari dan melihat rekan mereka yang berada di atas gedung yang tidak jauh dari sisi mereka
“Dika rekan kita vinu telah meninggal dengan tembakan di antara Alis.." suara walkie talkie pun langsung terdengar
saat itu juga tiba tiba Dika Vale dan kedua rekannya yang masih tersisa pun langsung menatap ke arah Mahendra
"lepas kan dia dan serah kan diri kalian kepada pihak kepolisian.." ucap Mahendra dengan dingin
saat mendengar itu semua orang pun langsung menatap Mahendra dengan tatapan aneh
"Mahendra aku tidak menyangka kau masih begitu hebat.." Dika Vale yang terlepas dari keterkejutan nya pun menatap Candra dengan tenang
“siapapun kau aku sama sekali tidak peduli dan hanya ada dua pilihan untuk kalian, yang Pertama adalah kalian menyerah dan yang kedua kalian akan ku lumpuh kan dengan rasa sakit yang luar biasa.." ucap Mahendra dengan tenang tanpa emosi sama sekali
"Haha, Mahendra jangan berpikir yang tidak tidak, jika kau bergerak sedikit aku akan melepas kan tembakan ke arah Sandra.." ucap Dika vale dengan arogan
Para anggota polisi yang melihat itu pun langsung gemetaran dan melirik ke arah Dika Vale
"Dasar orang orang bodoh.." Mahendra dengan tenang langsung menggerakan jari jari nya
namun pada saat yang sama sebuah jarum pun langsung bergerak dengan kecepatan tinggi hingga pada satu gerakan ketiga jarum sudah menempel di kening ke tiga nya
"apa yang terjadi kenapa tubuh ku sama sekali tidak bisa digerakkan..?" tanya pria bertopeng yang panik
Saat pada yang sama ketiga nya pun langsung menatap ke arah sisi Mahendra dan kemudian kedua orang yang sebelum nya telah terjatuh pun perlahan lahan membuka kedua mata mereka
"Petugas Mahendra kau sangat hebat, kupikir tadi aku akan benar benar mati, namun siapa sangka aku tidak terkena peluru sama sekal,i tidak merasakan apa apa selain hanya rasa pegal yang luar biasa saat ditembak oleh peluru dari penembak jitu itu.." ucap salah satu petugas polisi itu dengan sedikit senyuman kaku di wajah nya
saat melihat dua orang yang sebelum nya telah di kira mati, bangun kembali langsung membelalakkan mata mereka dengan tidak percaya
"Jangan terkejut seperti itu, ini adalah rencana petugas Mahendra.." ucap salah satu dari petugas itu sambil tersenyum dengan tenang
“Bajingan apa yang kalian lakukan kepada ku..!!" Dika yang merasa sama sekali tidak bisa digerakkan pun langsung berteriak dengan keras
“selamatkan sandra dan jangan membuat keributan dan segera tinggalkan tempat ini.." ucap Mahendra dengan tenang dan ringan
saat mendengar itu semua petugas kepolisian pun langsung berjalan ke arah Oktavia yang terlihat sudah sangat menyedihkan
"hei apa yang kalian lakukan..!!" tiba tiba suara teriakan dari pintu masuk pun langsung terdengar
"Dito cepat tembak kami..!!" teriak Dika dengan keras
saat mendengar itu Dito yang menggunakan topeng kelinci pun langsung mengerti dan langsung menembak ke arah Dika
Mahendra yang melihat itu pun langsung berbalik dan setelah itu dia pun langsung melemparkan sebuah jarum
“Ha..?, apa yang terjadi kenapa aku sama sekali tidak mati..?" tanya Dika dengan panik
"Dito apa yang terjadi..?" tanya Dika dengan Marah
"kak Dika aku tidak bisa bergerak.." ucap Dito dengan tidak percaya