NovelToon NovelToon
Our Destiny : Your Eyes

Our Destiny : Your Eyes

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Tamat
Popularitas:176.4k
Nilai: 5
Nama Author: Theofanny

Apakah kau percaya pada cinta?

Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.

Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.

Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.

Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?

Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!

Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Vivian

Chapter 32

Hujan deras semalaman akhirnya telah berhenti dan matahari telah bersinar terang.

Vivian terbangun dari tidurnya yang dalam keadaan memeluk Alex semalaman.

Vivian yang menyadari itu langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Alex yang berada disampingnya tertidur.

Ia segera membuka pintu mobilnya dan mengecek bagaimana kondisi jalan yang diguyur hujan semalaman.

Ketika Vivian berada diluar, Vivian menarik nafas dalam-dalam dan memandang keatas langit pagi. Vivian teringat akan Morgan yang merupakan kekasihnya saat ini, Vivian merasa cukup bersalah setelah tidur dalam keadaan memeluk Alex.

Meskipun pelukan Vivian dilakukan tanpa sadar, Vivian tetap merasa bahwa itu salah.

Mengingat apa yang Morgan lakukan kemarin padanya hingga membuat perasaan Vivian sedikit terluka, apapun itu bukanlah alasan Vivian untuk berpikir bahwa Alex lebih baik dari Morgan.

Vivian mengarahkan pandangannya kedepan, Vivian melihat bahwa jalannya sudah lebih baik dan bisa dilalui oleh kendaraannya. Namun tetap saja kendaraannya mogok hingga tidak bisa dihidupkan karena mesinnya sempat terendam air.

Setelah melihat kondisi sekitar mobilnya, Vivian memandang kedepan dan melihat Erika membawa beberapa orang yang membawa peralatan untuk memperbaiki mobilnya.

“Vivian! Aku senang kau baik-baik saja.” Erika memeluk Vivian lalu segera membantu para montir untuk memperbaiki mobilnya.

Vivian melihat Alex terbangun dari tidurnya setelah mendengar perbincangan mereka.

Alex lalu keluar mobil dan membantu para montir itu memperbaiki kendaraannya.

Matahari makin terik dan menyinari kendaraan beserta para montir yang memperbaiki kendaraan mereka.

Vivian melihat Alex merasa kepanasan, Alex lalu membuka bajunya didepan dirinya dan Erika yang sedang menyaksikan mobilnya diperbaiki.

“Sial!” Pikir Vivian setelah melihat tubuh Alex yang sempurna terpampang didepannya disertai keringat yang menggoda.

“Hei Vivian! Lihat Alex, bukankah dia seksi?” Erika berbisik pada Vivian yang sedang memandang Alex.

Vivian hanya tersenyum dan berusaha mengalihkan pandangannya kearah sekitar.

Dua jam berselang setelah mobilnya diperbaiki, akhirnya mobil mereka bisa menyala dengan baik.

Vivian, Alex, Erika dan montir-montir itu segera pergi dari tempat itu menuju kamp utama untuk kembali melakukan riset pada Orangutan.

Setelah kejadian tadi malam, Vivian & Alex menjadi semakin akrab dari sebelumnya. Vivian bahkan lebih terbuka mengenai dirinya pada Alex, begitupun dengan Alex yang semakin merasa cocok pada Vivian.

Keesokan harinya, Vivian dan Alex akan segera berangkat ke kamp dua untuk melakukan riset pada Orangutan yang tinggal didekat perairan.

Ketika mereka berdua tiba di kamp kedua yang membutuhkan perjalanan tiga jam berjalan kaki menyusuri hutan, Alex bercerita pada Vivian mengenai kehidupan pribadi Alex,

“apa kau tahu kenapa aku kesini dan mau melakukan semua ini selama bertahun-tahun? Selain kecintaanku pada alam, aku juga melakukan ini untuk mengalihkan kesedihanku sebagai anak yatim piatu setelah kedua orangtuaku meninggal dunia semenjak aku masih berumur delapan tahun. Boneka-boneka primata dan Orangutan yang berada di kebun binatang menjadi temanku semenjak saat itu. Aku memilih tinggal di alam dan meneliti semuanya dengan tujuan menyelamatkan mereka, setelah Osken, salah satu Orangutan yang hampir setiap hari kukunjungi di kebun binatang mati akibat dehidrasi.”

Vivian yang sedang duduk disamping Alex mendengar semua yang Alex ceritakan padanya. Perasaan Vivian pada Alex tanpa sadar terus bertumbuh dan berkembang, Vivian semakin perduli pada Alex setelah mendengar, merasakan, melihat semua yang Alex lakukan dan ceritakan padanya.

“Vivian, apa kau percaya pada cinta?” Alex bertanya pada Vivian sambil menatap mata Vivian.

“Aku percaya. Namun sekarang aku sedang bingung pada perasaanku. Ada dua pria yang saat ini sungguh mengganggu perasaanku. Satu pria adalah pria yang memberikanku kehagatan semenjak aku masih kecil hingga saat ini, namun sikapnya belakangan selalu menyakiti perasaanku berkali-kali. Aku melihatnya berciuman dengan wanita lain didepan mataku, lalu yang terakhir aku mendengarnya sedang bersama seorang wanita. Pria yang satunya adalah pria yang kurasa memiliki visi dan tujuan yang sama denganku, kehangatan yang diberikannya membuatku merasa terobati dari luka yang kurasakan oleh pria yang sebelumnya. Kini, perasaanku terasa seperti terbagi menjadi dua, seperti terbelah,” jawab Vivian memandang mata Alex yang berbinar-binar disebelahnya setelah mendengar apa yang Vivian katakan.

Rupanya Alex adalah pria yang cukup peka pada apa yang terjadi disekelilingnya hingga Alex benar-benar menyadari maksud dari perkataan Vivian adalah dirinya.

Alex memandang keatas dan tersenyum.

“Baiklah! Ayo kita meneliti primata luar biasa ini!” Alex berdiri tersenyum lalu menjulurkan tangannya pada Vivian sehingga membuat Vivian kembali merasakan semangat.

“Dengan senang hati,” balas Vivian tersenyum memegang tangan Alex dan berdiri dari tempat itu.

“Morgan ….” Seberkas nama Morgan melintas dalam benak Vivian, namun segera teralihkan dengan pria yang memegang tangannya saat ini.

…..

Matahari mulai terbenam dengan lembut, Vivian menyaksikannya dengan duduk diatas rumah pohon di kamp dua yang menampilkan pemandangan hutan yang indah.

Setelah sebulan berada ditengah hutan pada ekspedisi kedua, Vivian akhirnya akan kembali ke kamp utama pada keesokan harinya.

Keseruan hari-hari Vivian bersama Alex saat melakukan penelitian membuat kesan yang indah pada memori Vivian.

Minggu depan Vivian akan kembali ke Paris untuk mulai menyusun hasil penelitiannya selama berada di Kalimantan. Dua bulan telah dilalui Vivian selama berada di Kalimantan yang dipenuhi dengan tantangan hingga keseruan tersendiri.

Seminggu berlalu dan hari ini Vivian akan segera berangkat ke Paris, Prancis.

Vivian membuka ponselnya semalam namun selama sebulan ini, ternyata Morgan sama sekali tidak memberikan kabarnya pada Vivian. Vivian bahkan tidak tahu dimana Morgan dan apa yang sedang dilakukan Morgan sekarang.

Semalam, Vivian sempat menghubungi Morgan, namun panggilan dari Vivian tidak dapat tersambung karena sepertinya Morgan sedang dalam panggilan lain.

Jadi untuk mengkhawatirkan Morgan, Vivian mengirimkan beberapa pesan suara, pesan teks, dan video wajah Vivian yang konyol pada Morgan hanya untuk menghibur Morgan, mungkin saja Morgan sedang sangat sibuk dan kelelahan namun setelah melihat wajah Vivian, Morgan akan kembali bersemangat.

Sesaat sebelum keberangkatan Vivian, Alex menyusul Vivian dari balik keramaian. Alex ternyata meminta alamat rumah Vivian serta kontak Vivian, siapa tahu Alex dapat membantunya apabila Vivian mengalami kesulitan dalam menyusun hasil penelitiannya.

Mereka berdua berpelukan lalu berpisah di bandara. Vivian cukup merasa bersedih ketika berpisah dengan Alex yang selama ini menjadi teman, sahabat, guru terbaiknya selama berada di hutan. Juga, perasaan Vivian pada Alex semakin berkembang dan berkembang, nampaknya Alex juga merasakan hal yang sama pada Vivian.

Mungkin maksud dari Alex meminta alamat Vivian adalah untuk mengunjunginya suatu saat nanti? Karena bagaimanapun, perasaan tidak dapat dibohongi. Alex saat ini benar-benar menyukai, tidak, Alex benar-benar mencintai Vivian dengan sepenuh hatinya, setelah semua yang mereka lakukan selama dua bulan bersama.

Alex berencana untuk mencari cara agar dirinya dan Vivian dapat bersama selamanya seperti saat berada di hutan sebelumnya.

“Alex atau Morgan ….”

1
Saputrii
kak bagus karya mu

yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
syafridawati
aku mampir salinh dukung ya makasih
Whiteyellow
likr you
SyaSyi
hai k aku mampir membawa like utk mu
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Ayuwidia
Tiga like

Semangat Up Kak 🌸🌸
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
Jeremy bisa aja nyuruh² william 🤭

Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?

Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Hayaku Gaya
Gwen! 😱😍Woahh.. Gwennya steph bukan nih.. haha
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
Hayaku Gaya
Nah bener yang ngelakuin William, ya ya alasan itu kalau aku pun mungkin akan melakukan hal yang sama..

wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
YonhiarCY (Hiatus)
biasanya cewe yang susah melupakan cinta nya, tapi kalo cowo yang susah melupakan cintanya itu adalah hal yang langka sih, kesetiaan itu diliat dari cowo nya dulu, cowonya cinta sih hubungan akan baik baik saja, sabar ya Jeremu huhu😢
YonhiarCY (Hiatus)
akhirnya Vivian punya debay😭 senneg deh huhu, sudah ya sedih sedih nya, saat nya pelangi bersemi setelah badai oke huhu😭
YonhiarCY (Hiatus)
dipukul begitu tuh sakit nya ga sebanding dengan sakit hati didalam hati Jeremy tuh, huhu terluka tanpa di sentuh, menyakitkan😭
YonhiarCY (Hiatus)
menyebalkannya Morgan tuh sampe kesini lho kak, nyebelin banget, greget bgt aku sama Morgan lah😒
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢

hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
ACILMEY
lanjut dek 👍👍
ACILMEY
aku like 👍
Jessica Jennie
Omo itu ada Gwen dari novel sebelah 😍
Elina Kauntu
Wah ternyata william pelakunya yaa 😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
Leni Latifah
2 like untuk karya bagusmu Pow 🥰
Machan
cepet sembuh morgan.
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.

kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
Rola
Like hadir kk, Semongko
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
~Lord Biawak~
lain dimulut lain dihati,dasar angela😑😑
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣

Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!