----- Sekuel of Istri Cantikku Yang Angkuh -----
Queena Almeera Putri Diora atau dikenal dengan Queena Diora adalah gadis cantik Kaya Raya yang super Angkuh. Gadis yang dipenuhi cinta kedua orangtuanya. hidup mewah adalah kehidupannya.
Kehidupannya berubah saat kedua orangtua Queena berencana menjodohkan Queena dengan anak Sahabat Mereka.
Muhammad Alif Bin Abdul Malik adalah Pria tampan dari negeri Jiran Malaysia. Seorang CEO muda Real Estate yang sangat sukses ini adalah calon suami Queena.
Bagaimana kisah Cinta Mereka ?? jangan lupa terus ikuti kisah Cinta Queena dan Alif
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirumah Mama
"Tunggu, sebelum bercerita Kita pulang kerumah Mama ya. Aku mau makan siang dengan Mama Papa". Ujar Queena tersenyum.
"Baiklah, jom pergi".
Merekapun pergi menuju kediaman Eriska.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, sampailah Mereka dikediaman Eriska.
"Assalamualaikum". Queena mengucap Salam.
"Waalaikumsalam, Eriska Alif". Eriska begitu gembira melihat anak menantunya.
"Apa kabar Mah?". Queena dan Alif mencium tangan Eriska.
"Alhamdulilah baik. Tumben siang-siang kemari". Tanya Eriska.
"Lagi tidak sibuk saja Mah. Oh ya, Papa mana?". Tanya Eriska.
"Ada dikamar. Tunggu ya Mama panggil dulu". Eriska berjalan menemui Dito yang berada dikamar.
"Sayang, Ayo keluar. Ada Queena dan Alif". Ujar Eriska.
"Baiklah". Dito beranjak dari duduknya.
"Papa". Queena menghampiri Papanya lalu memeluknya.
Alamak, dah kahwin masih saja manja. Batin Alif.
"Apa kabar sayang?". Tanya Dito.
"Alhamdulilah baik, Papa sehat?". Tanya Queena.
"Alhamdulilah baik". Jawab Dito.
Queena melepas pelukannya saat Alif berdehem.
"Assalamualaikum, Pah. Apa kabar?". Alif mengucap Salam juga mencium tangan Dito.
"Waalaikumsalam. Alhamdulilah baik". Jawab Dito.
Merekapun berbincang bersama.
"Queena, Ayo Kita masak". Ajak Eriska.
"Ok Mah". Jawab Queena. "Tapi Aku ganti baju dulu. Masa masak pakai blazer begini".
"Yasudah cepat". Ujar Eriska.
Queenapun berlari menuju kamarnya.
"Hey be careful". Ujar Alif.
"Ok". Jawab Queena.
"Anak itu, masih saja seperti itu". Ujar Dito.
"Bagaimana hubunganmu dengan Queena?". Tanya Dito.
"Alhamdulilah baik, Pah". Jawab Alif.
"Sabar ya Alif. Maafkan Kami jugs menjodohkanmu dengannya. Dia masih harus terapi untuk menghilangkan trauma masalalu nya". Ujar Dito.
"Tak apa Papa. Saya bersyukur masih bisa menikah. Papa juga tahu Saya tu phobia terhadap wanita. Alhamdulilah Saya tak phobia pada Queena". Ujar Alif.
Kalau difikir-fikir, aneh juga pasangan ini. Yang satu Gynophobia, yang satu trauma pada laki-laki. Heheheheh tapi, namanya juga jodoh sudah Ada yang menentukan. Phobia seberat apapun bisa hilang.
Sudahlah yang pentingkan seru ya ceritanya.
Ok ok back to story...
Setelah mengganti pakaiannya dengan casual, Queena menghampiri Mamanya.
"Mau masak apa Mah?". Tanya Queena.
"Kita masak gurame goreng, ayam rica-rica, sop ayam, sambal dan lalapan". Ujar Eriska.
"Astaga berminyak semua. Tidak sehat untuk Abang". Ujar Queena.
"Jangan bilang Kamu kasih Dia makanan anehmu itu?". Tanya Eriska.
"Makanan aneh apa sih Mah? Itu sehat". Ujar Queen.
"Astaga, pantas saja Alif terlihat sedikit kurus. Kamu ini jahat sekali sama Suami dikasih makanan rebus dan tidak enak itu". Kesal Eriska memukul lengan Queena..
"Sakit Mama". Queena mengusap lengannya.
"Awas ya Kamu masih kasih makanan aneh itu pada Suamimu. Mau bilang apa pada Mamanya kalau Alif kurus begitu". Ujar Eriska.
"Aku gak mau ya punya Suami gendut". Kesal Queena.
"Sayang, masih bisa olahraga. Kasih makan yang benar awas ya Kamu". Ancam Eriska.
"Iya". Jawab Queena pasrah.
Para pelayan menyiapkan segalanya. Eriska dan Queena hanya tinggal memasaknya.
Satu jam berlalu, masakan Mareka siap.
"Panggil Papamu juga Suamimu". Ujar Eriska.
"Okey". Queena menghampiri Papa juga Suaminya.
"Papa, Abang, ayo kita makan siang dulu". Ujar Queena.
"Uhuk... Uhuk..." Alif terbatuk melihat penampilan Queena. "Ganti celanamu". Ujar Alif dengan tatapan marah.
"Kenapa?". Tanya Queena.
"Queena. Kamu itu kebiasaan. Ganti celanamu". Kesal Dito.
Queena menggunakan kaos longgar dan celana super pendek membuat Alif dan Dito marah.
"Kalian sama saja". Kesal Queena pergi menuju kamarnya untuk mengganti celananya.
Alif dan Dito berjalan menuju ruang makan.
"Loh Queena Mana?". Tanya Eriska.
"Ganti celananya. Kamu ini anaknya bukan diajarkan menutup aurat". Ujar Dito pada Eriska.
"Ah mana Aku fokus melihat apa yang digunakan Queena. Sudah cepat duduk". Ujar Eriska.
Queenapun datang sudah mengganti celannya dengan celana panjang. Ia duduk disamping Alif.
"Alhamdulilah makanan sedap". Bisik Alif tersenyum bahagia melihat semua makanan yang menggugah selera.
Queena hanya menghela nafasnya. Ternyata benar, Alif merasa tersiksa dengan makanan yang Ia berikan.
Merekapun makan siang dengan tenang.
"Bagaimana? Enak?". Tanya Eriska pada Alif.
"Sedap". Jawab Alif dengan wajah cerianya.
"Dito, anakmu itu menyiksa suaminya. Dia kasih makanan anehnya lagi". Ujar Eriska pada Dito.
"Apa? Astaga Queena". Dito menggelengkan kepalanya.
"Menyebalkan kalian semua". Kesal Queena yang memakan makanannya.
"Maaf ya Alif. Queena itu memang sedikit aneh soal makanan sehatnya itu". Ujar Eriska tidak enak pada Alif.
"Tak apa Mah". Ujar Alif tersenyum.
"Kemeja pink itu pasti kerjaan Queena juga?". Tanya Eriska.
"Kenapa? Lucu Mama". Ujar Queena.
"Untung Suamimu Ganteng. Coba kalau biasa saja. Bisa jadi bahan candaan orang-orang". Ujar Eriska.
"Karena Dia Ganteng makanya Queena kasih kemeja itu. Kan Abang jadi makin Ganteng". Ujar Queena.
"Terserah Kamu deh Queena". Ujar Eriska yang sudah malas berdebate dengan Queen.
Bagaimana tidak merasa malas berdebate? Sejak remaja Queena selalu menang dalam debate bahasa. Queena bahkan pernah menjuarai debate berbahasa Perancis, Spanyol juga Inggris.
Ternyata bukan Saya saja yang kalah debate dengan Queena. Batin Alif tertawa.
Selesai makan, Queena mengajak Alif menuju kamarnya. Ia malas mendengar ocehan Mamanya.
"Terbebas dari ocehan Mama". Ujar Queena membaringkan tubuhnya.
"You Tak baik lah macam tu". Ujar Alif.
"Kemarilah. Katanya mau cerita masalah Gynophobia mu". Ujar Queena mengajak Alif duduk diatas tempat tidur.
"Ok, tapi kasih hadiah dulu". Ujar Alif tersenyum.
"Huft".
Cup! Queena mencium pipi Alif.
Alifpun duduk disamping Queena.
"Actually I get Gynophobia sejak kecil. Mak dan Abah tu selalu pergi kemana-mana. Karena Saya tak selalu bisa ikut, Mak beri Saya pengasuh. Pengasuh tu cantiklah. Ternyata, pengasuh tu pura-pura jadi pengasuh untuk dekat dengan Abah. Ia Tak suka dengan Saya. Setiap Abah dan Mak pergi, Dia selalu jahat Kat Saya. Selalu siksa Saya, pukul Saya. Karena tu Saya takut lihat perempuan cantik. Saya selalu fikir Mereka macam pengasuh Saya. Sampai Mak Abah bawa Saya ke Psikolog. Lima tahun untuk bisa mengotrol rasa takut Saya. Setelah tu Saya tak takut lihat perempuan cantik hanya Saya merasa Tak nyaman Dan Tak suka". Ujar Alif.
"Berarti Aku tidak cantik dong? Buktinya Kamu mau dekat denganku". Ujar Queena protest.
"You cantiklah. Saya juga tak sangka kenapa bisa dekat dengan You. Jika Saya fikir Saya sembuh itupun salah. Buktinya Saya masih tak nyaman jika melihat Gadis cantik. Mungkin cantik you berbeda". Ujar Alif meraih dagu Queena lalu mengecup bibirnya. "Cantik you special lah macam Cherry". Bisik Alif. "Dan Saya nak makan cherry manis ini". Alif mengecup leher Queena.
"Ahhhh Alif geli". Queena mencoba mendorong Alif.
"Come on lah Queena. Saya dah puasa lama nih". Bisik Alif pada Queena.
"Jangan sekarang, Kita sedang dirumah Mama Papa. Lagipula masih siang". Ujar Queena malu.
"Saya tak nak Ada penolakan". Ujar Alif terus menggoda Queena dengan menciumi leher serta pundaknya.
"Alif". Queena pun mulai merasakan panas disekujur tubuhnya.
Alif terus bermain dengan tubuh Queena. Queena sudah tidak bisa menolak lagi.
Alif mencoba memulai pennyatuannya. Queena benar-benar kelabakan dibuatnya. Ia merasakan sakit juga nikmat yang menjalar ketubuhnya.
Cukup lama Mereka melakukannya sampai pelepasan itu selesai. Alif memeluk Queena dengan erat dengan nafas yang tersenggal.
"I love you Queena. Tetaplah bersama Saya". Bisik Alif.
Queena mengangguk dan hanya tersenyum mendengar pernyataan cinta Alif.