NovelToon NovelToon
Aku Yang Jatuh Cinta

Aku Yang Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:204
Nilai: 5
Nama Author: citaaaa

Seorang gadis cantik bernama Arun yang memiliki kisah hidup rumit dan penuh lika-liku. Seorang anak tunggal yang dibesarkan oleh sang nenek yang sangat menyayanginya melebihi kasih sayang orang tuanya sendiri. Arun berpikir kehidupan pernikahan menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki cerita hidupnya. Bio, laki-laki yang lebih tua empat tahun dari dirinya menjadi suami Arun atas dasar sebuah perjodohan. Mungkin harusnya Arun sadar diri sejak awal, mereka bukan ditakdirkan tapi dipaksakan meski mereka merasa tidak ada perasaan keterpaksaan dalam mmenjalaninya. Akankah ada keajaiban dari sebuah rasa yang terasa dipaksakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon citaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DELAPAN

Arun berangkat kuliah sekitar pukul sembilan pagi. Selama di kampus tidak banyak yang Arun lakukan, hanya sekedar menghadiri kelas dan beristirahat.

"Akhir-akhir ini monoton banget hidup gue!" Keluh Arun sambil menerawang jauh kedepan.

"Nih"

Akbar muncul dihadapan Arun sambil menyodorkan sebungkus roti rasa nanas. Rasa kesukaan Arun.

Arun menatap Akbar, "Gue udah kenyang" balas Arun.

"Kamu gak pernah bisa nolak nanas kan?" ujar Akbar.

Arun mengambil roti tersebut dari tangan Akbar, lalu membukanya.

"Kamu yakin, gak mau balik ke cafe?" tanya Akbar.

"Kenapa? Lo disuruh bujuk gue? Suruh bos lo itu" tanya Arun dengan nada ketus.

Akbar menggeleng, "Enggak, aku nanya aja"

Duar!

Ke ge'eran!

"Oh" balas Arun singkat.

"Beneran?" tanya Akbar meyakinkan.

"Lo kayaknya pengen banget gue balik lagi kesana"

"Bukan maksud aku mau maksa kamu Run, aku cuma mau meyakinkan aja" jelas Akbar.

"Meyakinkan? Kenapa?" tanya Arun dengan ekspresi bingung.

Akbar menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal, "Bella, mau coba masukin lamaran disana. Gati in kamu".

Arun terkejut.

Ke ge'eran lagi!

"Ohhh, yaudah. Suruh aja daftar itu maksudnya ngelamar, semoga beruntung" ucap Arun sedikit menahan emosinya.

"Tapi bentar deh, dia mau kerja? Yakin?" Tanya Arun.

"Dia mau belajar katanya"

"Belajar sambil pacaran!" Gumam Arun.

"Kenapa Run?" tanya Akbar.

"Eh, enggak. Iya coba aja Bella daftar. Pasti keterima kok" ucap Arun dengan senyuman.

"Tapi aku ..."

Arun langsung bangkit dari duduknya, "Bar, gue duluan ya. Thanks rotinya, lain kali gue ganti" ucap Arun lalu berlari kecil meninggalkan Akbar.

"Mabur bae terus!" ucap Akbar kesal.

Sedangkan di lain tempat, dua orang laki-laki duduk sambil membicarakan hal yang serius. Menurut Ilham, tidak dengan Bio. Dia menganggap ini bukan lah hal yang harus dipermasalahkan.

"Lo sama aja bang, sama papah!" ucap Bio.

"Berarti gue bener dong" balas Ilham.

"Iya! Bener-bener ribet tau gak!. Kenapa harus sampe segininya sih, biarin lah kalo si siapa itu ..."

"Arun" sambung Ilham.

"Hmm, si Arun itu mau keluar dari cafe. Memang nya dia pemegang saham disini? Bukan kan?"

Ilham memperhatikan Bio sambil mengambil beberapa kentang goreng yang ada di depannya.

"Cafe kita gak akan rugi bang!" jelas Bio.

"Yakin lo?" tanya Ilham.

"Ya, yakin lahh!!" balas Bio mantap.

"Berarti lo yakin in juga bokap" ucap Ilham sambil menepuk bahu sang adik.

Bio mengerutkan keningnya sambil melihat ke arah Ilham, "Itu dia bang, gue mau nanya gimaaa .."

"Gue duluan, ada rapat, musyawarah dan mufakat" potong Ilham sambil cengengesan lalu meninggalkan Bio.

"Emang dasar kembaran pak Broto lo!" teriak Bio.

Setelah itu Bio langsung melihat sekelilingnya, "Untung gue yang punya cafe" gumam Bio sambil melangkah pergi kembali ke ruangan kerjanya.

Nyaman itu saat kita cerita sama teman terbaik kita. Teman yang mau denger semua keluh kesah kita tanpa dia menyela atau membandingkan dengan apa yang dia alami.

Tia. Sahabat tempat curhat Arun, apapun yang dia alami hari yang buruk sekalipun Tia selalu ada untuk Arun.

Seperti saat ini, Arun datang ke rumah Tia.

"Kenapa lo? Tumben" tanya Tia pada Arun yang sedang tidur tengkurap diatas kasur miliknya.

Arun hanya menggelengkan kepalanya.

BRUUKK

"Awhhhss, sakitt njir" protes Arun saat sebuah bantal sofa mengenai kepalanya.

"Lagian lo di tanya juga bukannya jawab malah kayak anak orgen, geleng-geleng!" balas Tia.

Arun bangun dan langsung duduk menghadap Tia yang sedang sibuk dengan beberapa bungkus cemilannya.

Tia hanya mengangkat alisnya seolah bertanya, "Puterin lagu Tulus, Ti" ujar Arun lalu merebahkan tubuhnya kembali.

"HEH?? GALAU LO?" tanya Tia kaget sampai bepindah duduk disebelah Arun.

"Gak lahh! Gue cuma lagi bosen aja. Kayak rutinitas kehidupan gue itu gitu-gitu aja" jelas Arun.

Padahal belum genap seminggu Arun berhenti dari kerja part time nya di cafe. Tapi kebosanan ini mampu membuat Arun seperti hilang arah. Seperti sekarang hal yang ajaib sampai Arun bertamu ke rumah Tia.

Arun adalah tipe orang yang jarang main ke rumah teman. Bukan karena mager tapi memang waktu Arun gak banyak, kalau sampai harus ke rumah teman nya tersebut.

Sebagai teman yang pengertian Tia selalu datang ke cafe tempat Arun bekerja. Itu dulu, sekarang???.

"Lo tinggal masuk lagi aja kali ke cafe, kan bos lo juga udah minta buat lo balik lagi kan?" Ucap Tia.

"Iya"

"Kan! Yaudah lo iyain aja. Makanya hidup itu pikir panjang jangan gedein gengsi!" ucap Tia.

"Tapi waktu itu, gue tolak dia mentah-mentah, Ti"

"Minta maaf lah. Beres"

"Telat" balas Arun sambil menghembuskan napasnya.

"Gak lah! kalo lo minta maaf diawal berarti lo maling yang ketangkap basah. Bilang aja sama bos lo itu, lo juga butuh waktu gitu"

"Tetep percuma, gak akan bisa"

Tia mencubit lengan Arun karena kesal, "Ti! Lo gue laporin KPAI ya?!" ujar Arunsambil memegangi lengannya.

"Gue tuh greget banget sama lo, tau gak! Belum juga dicoba udah telat lah, gak bisalah" ucap Tia menirukan gaya bicara Arun.

"Bella ..."

"APA? Udah gak usah ngurusin lampir satu itu dulu, masalah lo aja belum kelar!" ucap Tia.

"Bella yang gantiin gue di cafe"

"HAH?!! Kok bisa? Pasti bokapnya yang turun tangan. Iyuhhh!"

"Akbar" balas Arun lalu turun dari kasur.

"Serius lo, Run?"

"Hemm, malah Akbar yang pasti in langsung ke gue. Kalo gue gak akan balik lagi ke cafe" jelas Arun.

Tia hanya terdiam sambil memasang muka cengo nya.

"Udah lah gue balik dulu" ujar Arun sambil melangkah pergi membawa totebag hitam miliknya.

"GUE IKUTT!!" teriak Tia sambil berlari menyusul Arun.

Jakarta-Bandung

Lumayan lah yaa.

"Lo kapan balik, bi?" ujar seseorang dari telpon yang Bio genggam saat ini.

"Kalo gue udah sukses" balas Bio

"Lahh, kurang sukses apa coba lo ini? Anak jakarta bagian mana coba yang gak kenal sama lo?"

"Apaan sih Key, kayak gue artis papan atas aja" jawab Bio dengan senyum terukir di bibirnya.

"Eh gimana? Oke-oke. Bi?" Panggil Keisya.

"Hmmm"

"Udah dulu ya gue ada pasien nih, lain kali kita ngobrol lagi. Okee" ucap Keisya.

"Siap bu dokter, semangat yaa" balas Bio.

Sambungan telpon mereka terputus.

Bio masih memandang layar handphone nya sambil tersenyum, setelah itu langsung kembali memasukannya kedalam saku celana.

Tbc.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!