NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Hati

Reinkarnasi Hati

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Setelah bertahun-tahun menanti buah hati, badai besar menghancurkan rumah tangga Lani.
Ia diceraikan oleh suaminya, Alex, yang berselingkuh dengan sahabat karib Lani sendiri.
Di tengah usaha menyembuhkan luka hati dan bangkit dari keterpurukan, takdir mempertemukan Lani dengan Afrain—pria berjiwa bebas yang merupakan mantan suami dari kakak Alex.
Sama-sama membawa trauma masa lalu, pertemuan tak sengaja itu perlahan berubah menjadi ikatan emosional yang dalam.
Afrain menjadi tempat bersandar yang memahami kepedihan Lani, dan benih-benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka. Namun, hubungan baru ini berada di lingkaran keluarga yang rumit dan penuh kecanggungan.
Di hadapan restu yang dipertanyakan dan bayang-bayang masa lalu yang saling berkaitan, akankah Lani berhasil melepaskan diri dari jerat trauma dan menemukan kebahagiaan sejatinya bersama Afrain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Afrain tiba di depan mobil pribadinya dan napasnya seketika tertahan.

Pintu mobil masih terbuka sedikit, dan dokumen-dokumen keuangan yang seharusnya diambil Lani kini berserakan di atas lantai beton yang dingin.

Saat ia memeriksa sekitar dengan gerakan cepat, mata tajam Afrain menangkap sesuatu yang berkilau di bawah kolong mobil.

Jantungnya serasa berhenti berdetak saat melihat kalung berlian yang baru ia hadiahkan di Kyoto telah terputus dan terjatuh di sana.

Begitu ia mendekat, aroma sisa obat bius yang menyengat tertangkap indra penciumannya.

Kesadaran itu menghantamnya seperti pukulan gada; Lani diculik.

Afrain tidak membuang waktu satu detik pun. Ia merogoh ponselnya, menekan tombol panggil cepat ke ruang kendali CCTV perusahaan dengan suara yang menggelegar, penuh murka yang nyaris meledakkan emosinya.

"Kunci semua gerbang keluar sekarang! Jangan biarkan satu kendaraan pun lewat! Ada penyusup yang membawa lari istri saya!" perintah Afrain dengan nada otoriter yang membuat seluruh staf keamanan di ruang kendali gemetar ketakutan.

Namun, keberuntungan rupanya sedang tidak berpihak.

Melalui rekaman CCTV yang muncul di ponselnya, Afrain melihat dengan mata kepalanya sendiri—sebuah mobil sewaan berwarna gelap baru saja melewati palang pintu parkir, tepat beberapa detik sebelum sistem keamanan terkunci total.

Mobil itu melesat cepat ke jalan raya, menghilang di tengah padatnya lalu lintas Jakarta.

Afrain meremas ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya berkilat dengan bara dendam yang lebih dahsyat dari apa pun. Ia tahu siapa pelakunya.

"Alex, kamu benar-benar sudah memilih jalan menuju nerakamu sendiri," desis Afrain penuh ancaman.

Tanpa menunda lagi, ia segera berlari kembali ke mobilnya, menancap gas, dan mengejar arah mobil tersebut dengan kecepatan penuh, sementara jemarinya dengan cepat menghubungi tim intelijen pribadinya untuk melacak koordinat GPS terakhir mobil yang dilarikan penculik itu.

Lani mulai tersadar di dalam bagasi yang gelap dan pengap.

Kepalanya terasa sangat pusing akibat efek obat bius yang masih tersisa, dan dadanya sesak karena kekurangan oksigen.

Saat mencoba menggerakkan tubuhnya, kepanikan menjalar di seluruh nadinya ketika menyadari bahwa kedua tangan dan kakinya telah terikat kuat dengan tali tambang.

Air matanya langsung meleleh dalam kegelapan, meratapi nasibnya yang kembali diusik oleh bayang-bayang masa lalu.

Sementara itu di kursi depan mobil, Sisil tersenyum puas sembari memegang sebuah ponsel pintar yang baru dibelinya dengan identitas palsu.

Ia menoleh ke arah Alex yang fokus mengemudi, lalu mendesak adiknya untuk segera melancarkan aksi berikutnya.

"Jangan buang waktu, Lex! Kirim video ancaman pertamanya sekarang ke nomor bos sombong itu. Pakai nomor samaran yang sudah kubeli agar posisinya tidak bisa terlacak oleh tim IT Afrain!" perintah Sisil dengan mata yang berbinar penuh keserakahan.

Di tempat lain, ponsel Afrain yang berada di genggamannya bergetar hebat.

Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk, berisi sebuah video pendek.

Dengan rahang yang mengeras, Afrain membuka video tersebut.

Layar ponselnya seketika menampilkan pemandangan yang membuat darah sang CEO mendidih: Lani tampak terduduk lemas terikat dengan mulut yang dilakban hitam, matanya menyiratkan ketakutan yang mendalam.

Tak lama, wajah Alex yang tertutup topeng kain muncul di depan kamera.

Dengan suara yang disamarkan, Alex memberikan ancaman pertamanya. Ia meminta uang tebusan dalam jumlah fantastis—milyaran rupiah—dan menuntut agar Afrain datang sendirian ke lokasi yang akan ditentukan nanti malam tanpa melibatkan pihak kepolisian sedikit pun.

“Kalau kamu berani lapor polisi atau membawa satu orang saja, istrimu tidak akan pernah kembali dengan selamat!” ancam suara di video itu sebelum terputus.

Bukannya panik hingga kehilangan arah seperti yang diharapkan oleh Alex dan Sisil, ancaman keji itu justru membangkitkan sisi gelap Afrain yang paling dingin dan mematikan.

Aura di sekeliling pria itu mendadak berubah mencekam, memancarkan naluri membunuh yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

Afrain menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu segera menghubungi markas komandonya.

Ia memanggil seluruh tim keamanan elite pribadinya—sebuah tim khusus berlatar belakang militer yang selama ini hanya bergerak di bawah perintah langsung dirinya—dan mengerahkan teknologi pelacak satelit tercanggih yang dimiliki perusahaannya.

"Aku beri kalian waktu satu jam," ucap Afrain dengan nada suara yang sangat rendah namun sarat akan otoritas mutlak yang mengerikan.

"Lacak sinyal dari video ini, gunakan satelit untuk memetakan rute mobil sewaan itu. Temukan titik koordinat bajingan itu sekarang juga, hidup atau mati."

Di dalam kegelapan bagasi yang sempit dan pengap, Lani mengumpulkan sisa-sisa tenaganya.

Rasa takut yang menjalar di seluruh tubuhnya berubah menjadi dorongan kuat untuk bertahan hidup.

Ia mencoba menggeser tubuhnya yang kaku, meraba-raba dinding bagasi dengan ujung jemarinya yang terikat, berharap menemukan tuas darurat atau celah longgar untuk meloloskan diri.

Lani mencoba menendang pintu bagasi berulang kali dengan kedua kaki yang terikat tali tambang. Namun, ruang yang sangat terbatas membuat kekuatannya tidak maksimal. Usahanya sia-sia saja; pintu besi itu terlalu kokoh dan tidak bergeming sedikit pun, hanya menyisakan rasa nyeri di pergelangan kaki dan memar di tubuhnya.

Tak berselang lama, guncangan mobil melambat hingga akhirnya benar-benar berhenti.

Jantung Lani berdegup kencang saat mendengar suara rem tangan ditarik, disusul suara langkah kaki berat yang mendekat ke arah belakang mobil.

KLIK.

Pintu bagasi terbuka mendadak, membuat cahaya luar yang remang-remang menusuk indra penglihatan Lani.

Wajah Alex yang tertutup topeng langsung menyembul di depannya.

Tanpa belas kasihan, Alex merenggut tubuh Lani keluar dari bagasi dan langsung memanggul tubuh wanita itu di atas bahunya yang kekar.

"MMMMPPHH!! MMMPHH!!" Lani memberontak sekuat tenaga, memukulkan tubuhnya ke punggung Alex dan melayangkan jeritan yang tertahan di balik lakban erat yang menyiksa mulutnya.

"Diam!!" bentak Alex dengan nada kasar dan napas memburu, memberikan pukulan keras pada kaki Lani agar wanita itu berhenti bergerak.

"Jangan macam-macam kalau kamu masih mau selamat!"

Alex membawa Lani masuk ke dalam sebuah bangunan tua terbengkalai yang sunyi.

Ia melemparkan tubuh Lani ke atas sebuah kursi kayu yang reot di tengah ruangan yang berdebu.

Lani meringis kesakitan, matanya menatap Alex dengan pandangan penuh kemarahan dan ketakutan yang bercampur menjadi satu.

Tidak ingin mengambil risiko Lani meloloskan diri atau membuat kegaduhan lagi, Alex mengambil sisa tali tambang yang tebal di sudut ruangan.

Dengan gerakan cepat dan kasar, ia melilitkan tali itu memutari dada, perut, hingga mengunci tubuh Lani erat-erat pada sandaran kursi kayu tersebut.

Alex menambahkan ikatannya dengan sangat kuat hingga urat-urat di tangannya menonjol, memastikan mantan istrinya itu benar-benar terkunci total dan tidak akan bisa bergeser satu senti pun selagi mereka menunggu kedatangan Afrain.

1
merry yuliana
makasih ceritanya kak 💪💪💪😍🙏
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
yulia nisma
masih nyimak thor kayaknya ceritanya bagus 👍😍
Ame Joh
aku mampir thor, sepertinya seru.
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
falea sezi
cwek nya menye oon😒
falea sezi
🤣🤣 mampuss buang istri baik dpet istri boross bodoh
Dew666
😍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🪭🪭🪭🪭
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Dew666
🌹🌹🌹🌹
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!