Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28.Rengang
"khemm" deheman kakek Hasan menyadari Ansar yang lagi memeluk erat tubuh Zahra.
"maaf kek, terlalu nyaman".ucap Ansar melepaskan pelukan nya sembari tersenyum canggung.
"jangan begitu nak nanti takutnya kamu khilaf".ucap kakek Hasan takut hak yang tidak di inginkan itu terjadi.
"iya kek, ansar tau batasan".ucap Ansar
"ya sudah, kalau begitu masuk ya nak malam makin larut, banyak nyamuk disitu"ucap kakek Hasan memasukin rumah.
"dengerin itu om, ayo masuk".ucap Zahra berdiri lebih dulu.
"sabar sayang, aku masih mau ngomong berduaan dulu sama kamu".ucap Ansar menarik tangan Zahra kembali membuat nya duduk kembali.
Zahra tertekuk dengan tatapan tulus Ansar kepadanya.
"aku rindu banget sama kamu raa, selama di Amerika kemarin aku pengen banget jalanjalan di sana sama kamu"ucap Ansar menciumi telapak tangan Zahra.
"ihh apasih om, jorok tau".ucap Zahra menarik tangan nya yang baru saja di cium Ansar.
"hehehe, bercanda sayang".ucap Ansar terkekeh dengan ekspresi wajah Zahra.
"tau ah, ayo masuk om banyak nyamuk"Zahra berdiri dan menarik tangan Ansar masuk kembali kedalam rumah.
"iya sayang".ucap Ansar megengan tangan Zahra.
.....
.....
'Prangg'
"kan aku sudah bilang lupakan Ansar taa!!"ucap Galang yang membanting lampu tidur. Dia baru saja menemukan bekas chatan Calista dengan beberapa nomor yang berbeda, dimana chatan itu Calista meminta seseorang mengirimkan paket yang isinya barang-barang yang menakutkan.
Dan Galang juga tau kemana barang itu di antar, disitu calisata meminta mengirimkan paket dengan nama penerima 'zahra'. Galang tau siapa Zahra yang di maksud itu siapa.
"Ckk sudah lah gal, aku minta maaf "ucap Calista yang masih terlihat tenang.
"kau selalu begitu ta!, apa aku tidak cukup bagi mu hah!".ucap Galang yang masih emosi.
"Bahkan di saat kita sudah bertunangan dan Ansar juga sudah bertunangan, kau masih saja menganggu nya ta!!, apa kau tidak mengerti perasaan ku dan calon istri Ansar ?".tanya Galang yang tak habis pikir dengan tindakan Calista.
"atau kau memang tak pernah mencintai ku ta?"tanya Galang yang hanya di pandang oleh Calista.
"jawab ta, JAWAB !!"ucap Galang menggebu gebu, ia bahkan lembar kan calisata dengan sebuah bantal. Dia merasa malu dengan tingkah laku calon istri nya itu kepada sahabat kakaknya sendiri. Yang bahkan Ansar sudah banyak membantu bagi nya selama di Amerika.
"CUKUP Gal, cukup!!"ucap Calista merasa tak tahan dengan barang-barang yang sudah begitu banyak di rusakan oleh Galang.
"Iya, aku tidak pernah sekalipun mencintaimu gal, kau cuma pengganti Ansar sementara"ucap Calista memandang Galang dengan tatapan datar.
Jlebb.
Galang merasakan sakit di hatinya, bagimana bisa di di bohongi oleh wanita yang ia cintai itu dan mungkin sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Cal, apa kau sadar apa yang kau ucapkan ?".tanya Galang yang memandang calisata teduh.
"Ya aku sadar gal, di hatiku selama ini cuma ada Ansar, dulu dan sekarang tidak akan berubah ".ucap calisata
Galang yang mendengar itu hanya berlari ke luar. Dia takut terbawa emosi dan memukul Calista.
"bangsat kau cal".ucap Galang yang menghisap rokok nya di depan teras.
sedangkan calisata yang meliat Galang pergi begitu saja, membuat dirinya merasa aneh.
"kenapa rasanya seperti ada yang hilang "tanyanya sembari menekan dadanya sendiri.
Tak ingin berpikir terlalu jauh. Calista memutuskan tidur deluan.
...
"sial" guman Galang yang merasa perkataan Calista terbenam di dalam pikiran nya.
"aku harus apa sekarang "gumamnya merasa tak tau mau bagaimana lagi, apakan pertunangan ini akan di lanjutkan dengan pernikahan atau di batalkan saja. Kerna tidak mungkin Galang menikahin perempuan yang hatinya saja masih memilik masa lalu nya.
Drigg drigg drigg
Deringan telepon menarik perhatian Galang
'Kakak'
"halo kak ada apa"tanya Galang mengangkat telpon itu.
"gal, ayah ingin ketemu sama kamu, kamu bisa pulang ke rumah bunda dulu gak malam ini". Ucap mba putri.
"hmm iya mba, sebentar Galang datang ya".balas Galang, dia juga merasa tidak nyaman masuk ke dalam rumah calisata kembali.
"ya sudah hati' loh ya di jalan".ucap mba putri yang langsung mematikan panggilan.
*mungkin ini waktu nya juga ngomong sama ayah tentang hal ini*batin Galang.
....
"Kamu kapan pulang sih om".tanya Zahra yang selalu di ikutin oleh Ansar.
"kamu ngusir aku ra"tanya Ansar yang memandang Zahra dengan tulus.
"habis om nempel mulu tau, sana coba duduk yang benar".ucap Zahra mendorong tubuh Ansar sedikit menjauh.
"ya sudah deh aku pulang aja".ucap ansar membenarkan bajunya.
"ya sudah hati hati ya omm".balas Zahra.
Ansar memutuskan pulang dan beristirahat, begitupun Zahra selepas kepergian Ansar, Zahra membersihkan diri sebelum merebahkan badannya di kasur empuk milik nya..
....
toktoktok
"ayah ini Galang".ucap Galang megetok pintu namun tidak di dengar sama sekali.
"ayahh ini Galang, bundaa!"teriak Galang lebih nyaring lagi
'ceklee'
"sabar atuh nak, masuk sini".ucap wanita paruh baya yang berjalan mendahului Galang.dia adalah Wulan bunda Galang
"ayah apa kabar yah".tanya Galang yang meliat ayahnya menonton bola di tv besar ruang tamu.
"ayah baik nak, sini duduk dekat ayah".balas pria itu menepuk sofa kosong disamping nya ,dia tidak jauh lebih tua daripada bunda Galang, dia adalah Miftah ayah Galang.
"Galang kesini mau ngomong serius juga sama bunda dan ayah ".ucap Galang memandang orang tuanya sebelum menundukkan pandangan.
"ada apa nak". tanya ayah Galang menepuk pelan pundak Galang.
"Galang mau batalin pertunangan Galang dengan Calista Bun, yah".ucap Galang yang melihat orang tua nya itu tidak bereaksi sedikit pun.
"kalian kenapa nak, kalian bertengkar "tanya bunda Galang yang berpindah tempat duduk di samping, jadi posisinya itu Galang di tengah. Ayah dan bundanya disisi kiri dan kanan nya.
"Calista tidak bisa melupakan masa lalunya bun"ucap Galang yang terdengar sangat lirik.
ayah dan bunda nya hanya meliat wajah Galang yang terlihat begitu sedih, bahkan tidak adalagi wajah anak cowonya yang terlihat begitu gagah di mata mereka, Galang di hadapan mereka saat ini adalah Galang yang memiliki banyak rasa sakit dari orang sekitarnya, Galang yang tertekan, galang yang kecewa dan Galang yang menyimpan rasa sakit dari raut wajah nya.
"bukankah kamu bilang Calista sudah mencintai dirimu nak".tanya ayah Galang, kerna dia ingat betul perkataan Galang saat pulang berpacaran bersama calisata. Dimana Galang bilang calisata mau di ajak bertunangan dan calisata juga sudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kepada Galang.
"itu bohong yah, itu alasan dia biar ada pengganti Ansar".ucap Galang yang disusul tatapan murung.
"Ansar?".