NovelToon NovelToon
Racun Dalam Rumah Tanggaku

Racun Dalam Rumah Tanggaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal

Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya

Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih

Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami

Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Pagi ini weekend, dan Rizal bertekad untuk bertemu dengan istri serta putrinya. Demi agar tidak diusir, pria itu sampai membawa serta putra sulungnya

Fathan begitu senang saat tahu sang ayah mengajaknya untuk bertemu ibu serta adik perempuannya

Rizal mengetuk pintu, karena Wati sudah mengenal siap pria yang ada dihadapannya, wanita paruh baya itu mempersilahkan Rizal untuk masuk

Hanum turun dan tersenyum pada sang cucu yang juga ada disana "Nenek!" Teriak bocah delapan tahun itu

"Fathan" Hanum menyambut bocah tampan itu dalam pelukannya "Fathan apa kabar nak? Fathan sehat?"

Fathan mengangguk "Fathan baik, Fathan juga kesini mau ketemu Mama. Fathan udah kangen banget sama Mama"

Hanum terdiam, kini ia tahu apa tujuan Rizal membawa Fathan kesini "Mama mana nek?"

Hanum tersenyum lalu mengusap kepala cucu laki-lakinya itu "Ayo sayang! Kita duduk dulu!"

Bocah laki-laki itu mengangguk, Rizal menghampiri sang mertua lalu mengulurkan tangannya dan Hanum menerimanya

"Ibu sehat?" Tanya Rizal ramah dan Hanum menjawabnya dengan anggukan kepala

"Bagaimana keadaan kamu?"

"Sejak Hanna pergi, aku seperti tidak ingin hidup lagi Bu. Aku bukan hanya kehilangan istri, tapi juga separuh dari hidup ku"

Rizal mengatakannya dengan sungguh-sungguh, namun Hanum tidak menanggapinya dengan serius

"Dimana Mama nek?" Hanum menatap sang cucu yang kembali bertanya

"Mama sedang tidak dirumah nak" Jawab Hanum

"Memangnya Mama dimana? Fathan udah lama banget gak ketemu Mama, apa Mama udah gak sayang lagi yaa sama Fathan"

Bocah tampan itu menundukkan kepalanya membuat Hanum menatap prihatin. Sebagai seorang nenek ia tidak sampai hati membuat sang cucu sedih

"Bukan begitu sayang! Mama sayang banget sama Fathan, tapi Mama sedang sakit sayang! Jadi Mama harus dirawat dulu" Ujar Hanum dengan nada lembut

"Mama sakit? Kenapa Mama sampai sakit nek? Mama dimana? Fathan mau jagain Mama nek" Desak Fathan

"Mama sedang diluar negeri sayang! Tante Hanin ada disana untuk menjaga Mama, jadi Fathan gak perlu khawatir!"

Rizal hanya menyimak saja, ia hanya berharap ibu mertuanya ini kelepasan bicara dan memberi tahukan dimana keberadaan istrinya

"Tapi Fathan mau ketemu sama Mama" Ucapnya lirih

"Fathan sabar yaa! Nanti kalau Mama sudah sembuh, Mama pasti akan menemui Fathan"

Ucapan itu tak lantas membuat bocah delapan tahun itu lega, wajahnya masih saja murung membuat Hanum tak tega melihat nya

"Apa Fathan mau ketemu adik?" Tanya Hanum pada akhirnya

Bukan hanya Fathan, Rizal pun terlihat antusias mendengar ucapan Hanum. Selama ini ia ingin melihat bahkan menggendong putrinya

"Mau nek!" Fathan mengangguk antusias

"Sebentar!" Hanum masuk, tak lama ia keluar dengan menggendong seorang bayi perempuan kecil berusia sekitar tujuh bulan

Rizal sudah menitihkan air matanya, hatinya menghangat saat melihat putrinya yang begitu menggemaskan

"Ini adiknya Fathan?" Tanya Fathan dengan wajah sumringah

"Iya sayang, namanya Eleanor. Fathan bisa panggil Ellea" Ujar Hanum seraya menurunkan Eleanor

Bayi tujuh bulan itu hanya menatap sang nenek dengan mata bulatnya. Ia seolah bertanya siapa dua orang yang berdiri dihadapannya

"A-apa aku boleh gendong Bu? Sebentar aja" Tanya Rizal dengan suara memelas

Hanum mengangguk "Sayang, Ayo Elea salim sama papa!"

Bayi tujuh bulan itu hanya menatap dengan mata polosnya. Tak tahan Rizal meraih putrinya dalam gendongan lalu memeluknya serta menciumi seluruh wajahnya dengan berderai air mata

"Kenapa papa nangis? Harusnya kan kita seneng karena ketemu adek!" Ujar Fathan polos

"Ini air mata bahagia sayang" Fathan hanya mengangguk saja

Hari itu Rizal sangat bahagia, ia menghabiskan waktunya dengan bermain bersama putrinya

Eleanor termasuk anak yang anteng, bayi kecil itu sangat cepat dekat dengan orang sekalipun baru pertama ia lihat

"Aku nginep disini yaa Pah! Aku mau sama ade soalnya!" Pinta Fathan saat mereka harus pulang

"Gak bisa sayang, kita harus pulang!"

"Kenapa? Papa juga bisa nginep disini" Sebenarnya Rizal juga ingin bersama putrinya, namun jika ia memaksa maka Hanna akan semakin membencinya

"Kita harus pulang sayang! Kalau Mama sudah pulang, baru kita jemput Mama sama ade" Rizal berusaha memberi pengertian pada putranya

"Fathan" Hanum memanggil sang cucu "Fathan ikut pulang sama Papa dulu yaa nak! Besok Fathan bisa kesini lagi sama adek!"

Bocah laki-laki itu mengangguk "Ya udah!"

Rizal berpamitan pada ibu mertuanya, lalu beralih pada sang putri dan mencium kedua pipinya yang gembul

Sungguh rasanya ia sangat bahagia, tidak lama lagi kebahagiaan itu akan kembali. Rizal yakin juga Hanna pasti akan memaafkan dirinya dan mereka kembali bersama

Setelah mendapat izin, Rizal selalu mengunjungi rumah ibu mertuanya. Tentu saja untuk menjenguk putri kecilnya sembari berharap dirinya bisa bertemu Hanna

Ia sedikit beruntung karena Hanum tidak menghalanginya untuk bertemu putrinya. Eleanor juga semakin dekat dengan sang ayah

Hanum sadar, bagaimanapun Rizal adalah ayah dari cucunya. Pernikahan Hanna dan Rizal mungkin akan berakhir, namun anak-anak tidak seharusnya menjadi korban dari perpisahan kedua orang tuanya

***

Waktu berlalu tanpa terasa, Hanna terlihat begitu bahagia. Sejak tadi wanita cantik itu hanya menatap keluar jendela mobil dengan senyum merekah nya

"Kayaknya mbak Hanna bahagia banget mau pulang" Tegur Hanin karena sejak tadi kakaknya itu hanya tersenyum, bahkan sejak keduanya berada didalam pesawat

"Mbak kangen banget sama anak-anak" Hanna tersenyum saat mengatakannya

"Mbak"

Hanna menoleh pada Sanga adik "Boleh aku tanya sesuatu?"

"Apa?"

"Setelah ini apa yang mau mbak lakukan?" Tanya Hanin membuat sang kakak diam

"Mbak gak tau pasti, yang jelas mbak akan bercerai dari mas Rizal" Ucap Hanna

"Mbak yakin? Aku tau secinta apa mbak sama mas Rizal"

Wanita cantik itu terdiam, mungkin Hanin benar, tapi bagi Hanna tidak ada kata maaf untuk sebuah pengkhianatan

"Mungkin kamu benar dek, tapi mbak tidak akan bersama laki-laki yang sudah mendua" Hanna menarik napasnya panjang

"Mbak bisa memaafkan kesalahan apapun, tapi tidak untuk perselingkuhan"

Hanin menggenggam tangan sang kakak, ia tentu saja akan mendukung keputusan sang kakak apapun itu

"Mbak gak sendirian, aku ada disini"

Hanna tersenyum lalu memeluk erat sang adik "Makasih yaa dek, makasih karena selama ini kamu selalu bersama mbak"

Tak terasa taksi online yang mengantar mereka tiba didepan sebuah rumah, sesampainya disana Hanna menitihkan air matanya

Delapan bulan bukan waktu yang sebentar, ia tidak bertemu anak-anaknya demi untuk kesembuhannya

"Ayo mbak!" Hanin menggandeng tangan sang kakak lalu keduanya masuk

Hanna menatap kearah ruang tamu dimana sang ibu tengah bermain dengan seorang anak perempuan kecil yang begitu menggemaskan

"Ellea"

1
Oma Gavin
selingkuhan kok minta dimaafkan dan diberikan kesempatan kedua buat balikan jgn harap selingkuhan itu penyakit kambuhan
falea sezi
🤣🤣 bastian jd aktor aja
Oma Gavin
cemburu buta jadi petak makanya ngomong yg jelas jgn jadi cenayang yg harus selalu peka dasar oon ini bastian aku sumpahin habis ini hanna marah yg ngga gubris kamu lagi
mama
terlalu kekanak2 n semuanya,gk ad serius2ny
falea sezi
resain pergi jauh han
Oma Gavin
bastian kamu jgn marah dan emosi sama hana yg perlu kamu marahi itu ortu mu terutama ayahmu yg telah merendahkan hana jgn sampai kamu salah sasaran atas kemarahan mu
falea sezi
pergi jauh aja hanna😒 cowok nya bego semua
Oma Gavin
tenang hana positif thinking aja bastian tidak akan berpaling lagi dari kamu udah lama dia menunggu kamu masa udah ada kesempatan mau di lepaskan
Oma Gavin
makin panjang urusannya sama rizal yg ngga tau diri tetap ngeyel pengen rujuk sama hana ngga perduli hana pernah trauma lihat dua selingkuh sama arum
Wiwit
klo BS lebihan babnya thor
Oma Gavin
semoga bastian berhasil merebut hati anak" hana jgn biarkan rizal kembali merusak mental hana
Oma Gavin
lebih baik segera dihalalin aja hana biar rizal tidak ada peluang rujuk laki" ngga sadar diri dia yg selingkuh kok ngeyel pengen dimaafkan menjijikan
Oma Gavin
jgn luluh hana tetap sama bastian saja percayalah kedua anakmu bisa menerima bastian tanpa membuang kasih saya rizal buat mereka, jijik banget lihat rizal yg ada trauma hana bisa kambul ingat lihat dgn mata kepala sendiri perselingkuhan tsb
Oma Gavin
Alhamdulillah hanna terselamatkan sama bastian hancurkan marco dan perusahaan nya
Oma Gavin
tolong bastian ini marco pecundang ingin melecehkan hanna segera tolong dia sebelum trauma nya kumat lagi
falea sezi
lanjut thor q krim hadiah.. ehh dokter Rama mana thor kasian dia yg perjuangin. Hanna saat drop masak sekarang di kalahin. bastian
Eva Safitri: Terima kasih karena sudah mampir
total 1 replies
falea sezi
MC nya menye menye thor😒 buat Badas donk
falea sezi
ngapain ngurusin mantan🤣🤣 bekas aja lu mau hanna
falea sezi
enak aja kesempatan🤣 laki bangsatt
falea sezi
bertele tele pret
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!