NovelToon NovelToon
KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

KEBAYA PUTIH YANG TERNODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:171.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Sejak awal aku memang tidak pernah mencintaimu, Alin! Hatiku sepenuhnya masih milik Cindy!"

Kalimat kejam dari Elang menjadi penutup malam pertama yang dingin bagi Alin. Hanya karena rasa hormat pada Nenek Aisyah, sang CEO angkuh itu sudi mengikat Alin dalam pernikahan sepihak. Bagi Elang, menyelamatkan Cindy dan bocah kecil bernama Ega dari jalanan adalah segalanya, meskipun ia harus menginjak-injak martabat Alin sebagai istri sah.

Namun, Elang melupakan satu hal: Alin bukanlah wanita lemah yang akan mengemis cinta. Saat Alin benar-benar melepaskan cincin pernikahan mereka dan menghilang untuk menata hidupnya sendiri, dunia Elang justru runtuh seketika. Terlebih saat sebuah rahasia medis terbongkar dan membuktikan bahwa anak yang ia agungkan selama ini adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang oleh mantannya.

Penyesalan itu datang terlambat. Elang yang dulu arogan kini harus melepaskan seluruh harga dirinya, merangkak di tengah badai, hanya untuk mendapatkan secuil maaf Alin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Sindiran di Dapur Kering

Fajar belum sepenuhnya berganti pagi, namun area dapur belakang rumah besar Nenek Aisyah sudah mulai riuh. Alin tampak sangat sibuk di depan kompor gas, dibantu oleh Mbok Darmi yang sejak subuh sudah menyiapkan bahan-bahan makanan. Rambut panjang Alin diikat asal ke atas, menampilkan leher jenjangnya tanpa penutup apa pun. Tangannya dengan telaten mengaduk sup sayuran bening rendah garam dan bubur ayam hambar—menu simpel yang sengaja ia siapkan khusus untuk penderita penyakit jantung seperti sang nenek.

Namun, di kompor sebelahnya, suasana tampak sangat kontras. Alin sedang memanaskan wajan lain dengan minyak panas, lalu melemparkan segenggam besar cabai rawit merah yang sudah diulek kasar ke dalamnya. Bau menyengat dari tumisan bumbu langsung memenuhi udara dapur kering tersebut. Alin sengaja membuat nasi goreng gila yang dibuat begitu pedas, dengan takaran cabai yang tidak masuk akal. Entah mengapa, pagi ini ia sangat ingin memakan sesuatu yang membakar lidah, seakan-akan rasa pedas itu menjadi satu-satunya media baginya untuk meluapkan emosi dan rasa muak yang tertahan di dalam dada sejak kemarin.

Sementara itu, di sudut ruang makan yang menyatu dengan dapur kering, Elang sudah berdiri mematung. Ia telah terbangun sejak subuh, mandi, dan kini sudah mengenakan kemeja kasual hitam dengan lengan yang digulung. Sepasang mata elangnya diam-diam terus memperhatikan gerak-gerik istrinya yang sibuk berlarian ke sana kemari di depan kompor.

Elang berdeham pendek, sengaja melangkah mendekati meja bar dapur kering untuk membuat kopi paginya sendiri karena tidak ada yang melayaninya. Namun, Alin benar-benar mengabaikan keberadaan pria itu. Gadis itu bergerak gesit, memotong sosis dan bakso untuk campuran nasi goreng gila tanpa menganggap Elang ada di sana.

Injak!

"Aw!" Elang memekik rendah, mendadak tersentak mundur satu langkah sambil memegang kaki kanannya.

Saat Alin berbalik cepat membawa mangkuk potongan bakso, ujung pantofel rumahan milik Alin dengan sengaja dan sangat keras menginjak punggung kaki Elang yang beralaskan sandal rumah. Tekanannya begitu kuat, membuat Elang meringis menahan sakit. Namun, jangankan menoleh, Alin justru terus melangkah maju menuju kompor tanpa menghentikan gerakannya sama sekali. Tidak ada kata maaf, tidak ada raut penyesalan, bahkan Alin bersikap seolah-olah kakinya baru saja tidak sengaja menginjak lantai yang kosong.

Mbok Darmi dan dua Asisten Rumah Tangga lainnya yang sedang mencuci piring di sudut dapur seketika membeku. Mereka kompak menundukkan kepala, pura-pura sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan memilih untuk tidak banyak ikut campur. Mereka hanya cukup menjadi saksi mata yang melihat interaksi penuh duri dari pasangan pengantin baru yang aura permusuhannya kian mematikan itu.

"Alin! Kamu sengaja, ya?!" desis Elang dengan rahang yang mengeras tegang, melangkah mendekati sisi kompor Alin dengan mata berkilat murka. "Kamu menginjak kakiku dan bahkan tidak punya mulut untuk sekadar bilang maaf?!"

Alin mematikan tombol kompor sup nenek, lalu beralih mengaduk nasi goreng gilanya dengan ritme yang semakin cepat. "Oh, ada orang ya di sana? Saya kira tadi saya cuma menginjak kerikil jalanan yang mengganggu jalan saya, Mas."

"Kamu—"

Kriingg! Kriingg!

Suara dering nyaring yang melengking dari ponsel pintar milik Elang mendadak memutus makian pria itu. Gawai tersebut kebetulan tergeletak pasrah di atas meja bar dapur kering, tepat di samping wadah sendok. Layarnya yang menyala terang menampilkan nama kontak yang sangat familier.

Cindy.

Alin yang sedang memegang sudit besi mendadak menghentikan gerakannya sejenak. Ujung matanya melirik tajam ke arah layar ponsel Elang yang terus bergetar hebat di atas meja. Sebuah senyuman barbar yang sarat akan kepuasan langsung terukir di sudut bibir Alin. Tanpa membuang waktu, dengan suara yang sengaja dikencangkan hingga menggema nyaring di seluruh penjuru dapur, Alin langsung mencerocos panjang lebar sembari kembali menumis bumbu nasi goreng gilanya.

"Duh ... pagi-pagi buta begini, kayaknya ada yang lagi kebingungan nyariin suami orang deh, Mbok," seru Alin dengan nada sarkas yang teramat kental, matanya melirik Elang dengan pandangan meremehkan. "Pelakor zaman sekarang itu emang urat malunya udah putus ya, berani banget neror suami orang subuh-subuh. Tapi ya wajar sih, kelakuannya kan emang didukung penuh sama cowoknya yang suka selingkuh dan nggak tahu diri!"

"Alin! Tutup mulutmu!" bentak Elang, wajahnya seketika berubah merah padam menahan rasa malu yang luar biasa di depan para ART, sekaligus geram setengah mati mendengar ucapan tajam istrinya. Ia menyambar ponselnya dari atas meja dengan sentakan kasar. "Jangan asal bicara kamu! Cindy menelepon pasti karena ada urusan penting tentang Ega!"

"Urusan penting atau urusan ranjang, Mas?" tantang Alin telak, memutar tubuhnya seutuhnya menghadap Elang dengan kedua tangan bertumpu pada pinggang. Tatapan mata bulatnya begitu liar dan berani. "Tinggal angkat saja telepon dari wanita kesayanganmu itu, tidak perlu berteriak di depan wajah saya. Kenapa? Mas Elang merasa tersindir? Merasa harga diri CEO-mu yang terhormat itu tercoreng karena ucapan istri sahmu sendiri?"

"Kamu benar-benar keterlaluan, Alin. Di mana kesantunanmu yang kemarin, hah?!" Elang melangkah maju, menudingkan telunjuknya tepat di depan hidung Alin, napasnya memburu kencang akibat emosi yang kian membakar ubun-ubun. "Di depan Nenek kamu berlagak seperti malaikat, tapi di dapur ini kelakuanmu tidak lebih dari wanita barbar yang tidak berpendidikan!"

"Kesantunan saya sudah habis saya bakar bersama gaun pengantin saya yang rusak semalam, Mas Elang," tawa Alin pecah, sebuah tawa hambar yang terdengar begitu dingin di tengah kepulan asap nasi goreng gila. Ia menepis kasar jari telunjuk Elang dari depan wajahnya. "Dan asal Mas tahu, saya barbar begini juga karena menyesuaikan dengan level kebrengsekan suaminya. Pria manipulatif dan peselingkuh seperti Mas tidak pantas mendapatkan kelembutan dari saya. Jadi, silakan angkat telepon pelakormu itu di luar, jangan mengotori udara dapur saya dengan suara kalian yang menjijikkan!"

Elang mengepalkan tangannya begitu kuat hingga urat-urat di punggung tangannya menonjol keluar. Ia menatap Alin dengan pandangan mata yang sarat akan kilat kemurkaan yang berbahaya, merasa kian geram karena tidak pernah bisa memenangkan perdebatan melawan ketenangan istrinya.

"Kita belum selesai, Alin," ancam Elang dengan suara rendah yang bergetar menahan amarah, sebelum akhirnya memutar tubuhnya dengan kasar dan melangkah lebar meninggalkan dapur menuju halaman belakang untuk mengangkat telepon dari Cindy.

Alin hanya menatap punggung suaminya yang menjauh dengan senyum kemenangan yang dingin. Ia kembali membalikkan tubuhnya ke arah wajan, mematikan kompor, lalu menyendok nasi goreng gila yang sewarna darah itu ke dalam piringnya dengan gerakan yang teramat santai, siap menikmati sarapan paginya yang membakar lidah di hari kedua pernikahan mereka yang penuh kepalsuan.

Bersambung...

1
Turi77 Turi77
padahal mkn seru ceritanya mommy☺️🥰
Turi77 Turi77
berarti cerita Alin sm elang gk di lanjut lg mommy ghina?
Naufal Affiq
di tunggu up nya mommy
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SasSya
lha mau mu gimana Elllllll?????
beristri duaaaaaaa??????
😡😤
Puput Assyfa
Alin jngn mancing2 Elang trs dgn sindiran karena saat ini pikirannya sedang kacau bercabang kemana2 jadi bawaannya esmosi trs
Puput Assyfa
udah gak sabar nunggu hasil tes DNA Nya keluar.sebaiknya km melakukan tes DNA Cindy jgn sampe tau biar gak dipalsukan secara Cindy itu licik apapun akan dilakukan untuk melancarkan rencananya
Puput Assyfa
semangat terus mommy, sehat selalu dan lancar terus rejekinya 🤲🥰
Siti Jumiati
up
Siti Jumiati
lanjuuuut
Kar Genjreng
Lin jangan di ejeki terus biar lah waktu lah yang akan membuka. hati Elang. mungkin ketika mengatakan hanya ada cindil di hatinya kerena merasa bersalah tetapi berjalan nya waktu Elang tidak tau siapa cindi sebenarnya dan selama menghilang apa yang di kerjakan. dan datang datang membawa anak laki-laki mungkin reflek Elang langsung rasa dada dan jantung atau tenggorokan nya terkena sikat makanya langsung tersekat,,,,biarlah penyesalan menyertainya. apabila Elga buka. putranya atau putranya entah lah ya Mommy masih rahasia tu
😄😄
Halimatus Syadiah
lanjut thor
delis armelia
ini bagus lanjut
nayla tsaqif
Mksud langit tuh Janda muda, lang,, bukan janda murahan,, gimana sehhh,,?? Jalang mu yg murahan,,
Nasyya
nah loh elang jawab 🤣
Mulaini
Elang kena omongannya sendiri hehehe...
Anonim
❤️❤️❤️
Teh Euis Tea
otw baca thor
Wiek Soen
lucu juga si elang... omongan sendiri mau pura2 lupa, makanya jadi laki2 itu jangan parlente
lanjut mommy
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!