Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
"Tapi tadi gak ada orang disini, bohong kamu ya?" intan menunjuk hidung rama
"Enggak, aku emang tadi ada disini. kamu gak liat aja, tapi tenang. aku gak liat kok pas kamu cari anduk dilemari ku" jawab rama memalingkan wajahnya
"Hah!!! jadi kamu liat? kalo kamu gak liat gak mungkin kamu tau!!!" intan mendengus kesal
"Iya iya, aku liat. kenapa?"
"Ih dasar, gorila gak ada sopan santunnya" intan memukuli bahu dan juga dada rama "udah tau ada orang main masuk aja, dasar gorila gila"
"Aduhhh!!!!" rama menggenggam kedua tangan intan yang mungil dengan satu genggaman tangan "sakit tau" ketus rama
"Lepas!!!" intan menariknya dengan sekuat tenaga
Rama bangun dan menatap intan tajam "emangnya kenapa kalo aku liat tubuh kamu? kamu kan istri aku. apa salahnya?"
"Ihhhhhhh!!!! awas" intan mendorong tubuh rama yang berada di depan tubuhnya
"Tunggu dulu" rama menggenggam tangan intan, intan memalingkan wajahnya dari tatapan rama "jadi, kapan kita lakuin sampe sepuluh ronde?" tanya rama tersenyum menyeringai
Intan menarik lengannya "jangan mimpi" jawab intan ketus
"Tenang aja, aku juga gak mau. aku cuma becanda, jangan sampe kamu gr ya" teriak rama pada intan yang meninggalkan nya didalam kamar
Intan turun dengan mendengus kesal
"Intan" panggil pak gilang dari belakangnya
"Eh pak gilang"
"Gilang aja kali, ini bukan kantor"
"Eh iya gilang" ucap intan sambil tersenyum manis
"Haduh, aku serasa mimpi bisa berjalan berdua begini" gumam intan dalam hatinya
"Kamu udah mandi? aku kira kamu gak suka mandi" tanya pak gilang tersenyum lebar menoleh pada intan yang melihat rambut pendeknya basah
"Demi apa dia nanya aku? dia tadi bilang apa? aku kamu? ahh intan, aku serasa mau pingsan" ucap intan dalam hatinya sambil memegangi dadanya
"Enak aja, gak suka mandi. bau dong" jawab intan sedikit malu-malu
"Hahaha" pak gilang tersenyum pelan
Intan berdiri kaku di depan meja makan, ia bingung mau kemana
"Sini duduk, nge-teh bareng" ajak pak gilang sambil menepuk kursi disebelahnya
"Hah? gak usah, intan ke dapur" tolak intan sambil memikirkan ia harus kemana
"Ngapain ke dapur?" tanya pak gilang menatap lekat intan yang ada dibelakangnya
"Masak, bantuin bibi" jawab lagi intan masih dengan wajah bingungnya
"Santai aja kali, kamu kok kaya tegang gitu. saya lagi gak mau bahas laporan, jangan takut" ucap pak gilang sambil duduk membalikkan badannya
"Yaampun aku harus gimana" pikir intan dari belakang tubuh pak gilang
"Bi, teh ya dua" kata pak gilang saat melihat bibi keluar dari dapur
"Iya, tunggu ya den" jawab bibi ramah
"Sini duduk, ngapain berdiri disitu" suruh lagi pak gilang
Intan pun tersenyum manis sambil merapikan rambut nya dan duduk disamping pak gilang
"Gimana disini? betah?" tanya pak gilang sambil memakan biskuit yang ada dihadapannya
"Mmm betah pak"
"Kok pak lagi?"
"Eh iya, betah kak gilang" jawab intan mulai santai
"Bagus deh kalo betah, saya aja kadang gak betah disini"
"Yang bener? kenapa?" tanya intan sambil mengambil biskuit yang ada dihadapan pak gilang
"Bosen, saya kadang lebih milih kerja daripada duduk diem dikamar"
"Emang orang-orang disini gak pernah liat televisi ya?" tanya intan sambil menunjuk ruang televisi yang selalu ia lihat dalam keadaan mati
"Jarang, kita kan pada sibuk kerja. kadang kalo malem saya langsung ke kamar, nyari-nyari berita dilaptop"
"Padahal ya, kalo bosen mending liat tv"
"Emang banyak acara bagus?" tanya pak gilang yang kini keduanya mulai terlihat akrab
"Banyak kok, apalagi sinetron. emhh rasanya suka baper sendiri"
Tak lama bibi datang dengan dua teh "ini silahkan den, non"
"Makasih bi" ucap intan dengan senyuman lebarnya
Bibi pun kembali pergi ke dapur menyiapkan untuk makan malam nanti.
Intan mengambil biskuit dan dicelup nya kedalam teh manis, pak gilang yang melihatnya tersenyum lebar seperti menertawakan intan
"Kenapa?" tanya intan sambil menggigit biskuit yang ia pegang
"Kaya anak kecil aja" jawab pak gilang masih dengan sedikit tawanya
"Enak tau kak gilang, cobain deh" suruh intan sambil terus memakan biskuit dengan cara di celup
"Iya" jawab pak gilang tanpa mau mencobanya
Tak lama tiba-tiba rama datang dengan pakaian yang sudah ganti, rambutnya nampak basah ia duduk disamping intan
"Lagi pada ngobrol apa nih bro-bro?" tanya rama sambil menatap pak gilang dan intan bergantian
"Apaan si!" ketus intan
"Dih" rama menjungkirkan bibirnya "tadi ketawa-ketawa giliran aku datang kamu jutek begitu"
"Terus aku harus gimana?"
"Ya jawab baik-baik lah"
"Ada apa pak rama? uuh tayang" intan mencubit keras pipi rama sambil menggigit gigi depannya sendiri
"Aww" rama mengelus pipinya "sakit, intan!!!"
Pak gilang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keduanya , intan yang awalnya memalingkan wajahnya pun akhirnya menatap pak gilang sambil tersenyum manis "baru pertama kali aku melihat pak gilang tertawa lepas seperti ini" gumam intan dalam hatinya
Rama yang memperhatikan intan menatap pak gilang pun menggerutu kesal
"Cup"
Rama mengecup lembut bibir intan dan berlalu pergi
Intan pun membelalakkan matanya ia tak menyangka apa yang rama lakukan padanya, pak gilang yang awalnya tertawa pun menghentikan tawanya dan tersenyum kecil sambil menyeruput teh
Intan menundukkan kepalanya sambil mendengus kesal "kurang ajar, beraninya dia mencium ku didepan pak gilang" gerutu pelan intan
"Kak, saya keluar dulu ya" ucap intan yang langsung melangkahkan kakinya keluar, pak gilang hanya menatap punggung intan sambil menggelengkan kepalanya
Intan yang sudah berada di teras rumah menyipitkan matanya mencari dimana keberadaan rama, terlihatlah rama sedang duduk di kursi dekat kolam ikan. intan segera menghampirinya sambil berkacak pinggang
"Pak rama" panggil intan, rama pun menoleh-nya sekali dan langsung menatap layar handphonenya lagi menonton film kesukaan nya
"Maksud kamu apaan hah? cium-cium aku? mulai gak sopan kamu ya?" tanya intan menunjuk wajah rama
"Aku cuma becanda" jawab rama santai
"Apa? bercanda? bercanda sih nyium-nyium" tanya intan sambil menatap kesal
Namun rama tetap acuh akan kehadiran intan
"Oh aku tau, pasti kamu tergoda kan gara-gara tadi melihat aku habis mandi dengan wajah cantik ku?" tanya intan memutar badannya
"Gr banget sih jadi orang" jawab rama ketus
"Awas ya kalo kamu sampe nyium-nyium aku kaya tadi!!!" intan mempertegas perkataan nya
"Terserah aku lah, aku kan suami kamu" jawab rama yang langsung membuat intan bingung, namun intan tetap tak mau kalah
"Oh berarti benar, secara tidak langsung kau mulai tergoda akan kecantikan ku"
"Dih, tenang aja aku gak bakal nyentuh-nyentuh kamu lagi kok" jawab rama sambil bersikap seolah jiji
"Baguslah" ucap intan sambil berlalu pergi meninggalkan rama
"Apa aku tadi sadar, kenapa aku menciumnya?" kata rama sambil memegang bibirnya sendiri "jangan-jangan bibirku jadi bentol-bentol lagi, aku harus mencucinya" sambung rama sambil bergegas masuk ke dalam rumah
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.