NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah

Mendadak Nikah

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ikha dito

Masih sekolah dan menikah.
"Tidak ada angan sama sekali dalam pikiranku untuk melakukannya, apalagi menikah dengan laki - laki yang seusia dan tanpa cinta, haruskah aku menerima takdir yang telah Engkau tuliskan untukku ya Allah....", Tita Andriana.

"Harusnya aku menikah dengan gadis kecil impian gue, bukan cewek asal comot dari bunda. Dan lagi gue masih remaja, masih hura - hura, bukannya bertanggung jawab menghidupi anak gadis orang" Kennan Wijaya Atmadja.

Pernikahan di usia remaja yang masih labil akan ada banyak kesalahpahaman diantara mereka. Mampukah Tita bertahan dengan sikap Kennan yang dingin dan sulit ditebak. Ataukah Tita akan memilih ikhlas meninggalkan Kennan.....

Diusahakan sering update, dukung author dengan vote, like n komen ya...
Masih sering proses revisi.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Tengyu so much readers😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Ada Apa dengan Kenn Sebenarnya

Meskipun Kennan memainkan bola bundar berwarna oranye di tengah lapangan sendirian, hal itu tidak membuat keempat pemain basket yang lain ikuti bermain.

Arya, Bima, Aldi dan Irsyad memilih menikmati permainan basket Kennan dari pinggir lapangan.

Teman - teman yang lucknut bukan.....

Ah tidak juga, mereka hanya memberi waktu pada Kennan untuk menyalurkan kemarahannya.

Mereka mengerti ketua tim basket itu sedang dalam mode angry, tapi bukan angrybird ya readers.....

"Syad lo gak pengen nyuruh Kenn berhenti maen?", Aldi bertanya kepada Irsyad. Karena Aldi tau hanya Irsyad yang mampu berbicara baik dengan Kennan apalagi posisi Kennan yang berada di mode menakutkan seperti hari ini.

Irsyad menggeleng, masih menatap Kennan dengan intens.

"Lo gak kasian Syad?" lagi Aldi bertanya, mengikuti arah pandangan Irsyad yang menatap Kennan di tengah lapangan.

Irsyad menggedikkan bahu, "Itu pilihannya".

"Lo tau gak ada apa dengan Kenn?" Aldi penasaran dengan Kennan yang memainkan bola oranye itu tanpa lelah.

Tidak ada yang menjawab, ketiga temannya masih asyik dengan pemikiran masing- masing sambil menerka apa yang terjadi pada ketua tim basket itu.

Kennan memang terbiasa menyalurkan emosinya dengan berolahraga jika suasana hatinya sedang buruk. Termasuk pada olahraga basket kegemarannya. Akan tetapi hari ini mereka melihat emosi yang berlebihan dari Kennan. Seakan Kennan memainkan bola basket itu tanpa jeda. Kalau saja bola basket itu benda hidup pasti sudah sangat kesulitan untuk bernafas.

"Mosok seh hanya karena kotak bekal tadi Kenn marahnya berlebihan banget", Aldi sedikit mengingat kejadian di depan kelasnya tadi.

"Mungkin Kennan belom sarapan, dia kan suka banget sama masakan rumah ". Irsyad menjawab ragu karena mengingat kejadian janggal antara Tita dengan Kennan di belakang sekolah tadi.

"Pada ngerasa gak seh kalo Kenn akhir - akhir ini aneh", Arya tanpa mengalihkan pandangan dari game PUBG di tangannya.

"Kerasaaaa....", Bima, Aldi dan Irsyad menjawab hampir serempak kek testing microfon buat konser heheheh

"Jangan - jangan ada hubungannya dengan Yuna...", Arya.

Aldi mengerutkan keningnya, "Memangnya ada apa dengan Yuna?!"

"Denger - denger sih....katanya mau balik Indonesia, mungkin Kennan dah tau". Arya berasumsi.

Irsyad yang tadi memandang Kennan dengan intens, menolehkan wajahnya ke arah Arya.

"Denger dari siapa Ar?....Lo jangan sebar berita sebelum tahu kebenarannya!", Irsyad bertanya memastikan.

Arya mempause game PUBGnya, "Gue gak sebar hoax Syad, gue tau dengan benar info ini. Kemaren gue ketemu bundanya Yuna waktu nganter mama ke butiknya. Bunda Yuna inget kalo gue temennya Yuna makanya gue dikasih tau".

"Kok lo gak cerita ke gue Ar?", Bima kaget.

"Lo gak nanya Bim", Arya cuek.

Bima manyun, "Kita kan saudara, serumah, sekelas, seumuran walau tak sejalan".

"Tak sejalan...maksud lo apaan?", Arya mulai menaikkan tensinya tiap kali ngomong sama Bima.

"Ya....gue yang maskulin, elo yang mas kuli?", Bima menjawab sekenanya.

"Hissss....nie anak kalo dah membuka mulut...gak bisa apa akur sedikit apa....", Aldi menggerutu.

"Mungkin gak seh kalok Kennan belum move on dari Yuna", Arya mencoba menebak mengingat Kennan betah menjomblo sejak putus dari Yuna. Karena setahu Arya Kennan gak pernah dekat sama cewek lain, bahkan sedikitpun gak pernah melirik sama makhluk Tuhan yang seksi itu.

"Menurutku ada hubungannya sama Tita deh....", Bima yang sedari tadi seolah tak peduli masalah Kenn angkat bicara.

"What...", Arya, Aldi dan Irsyad memandang penuh tanya ke arah Bima.

Bima melotot memandang ketiga temannya yang memandangnya seolah meminta pertanggungjawaban atas ucapannya barusan.

Memang yang dikatakan Bima adalah sesuatu hal yang tidak masuk akal, tapi insting Bima yang tajam membuatnya mengurai kejadian yang terjadi antara Kennan dan Tita yang berkaitan.

"Kenapa reaksi kalian sekaget itu seh, ini kan baru perkiraan gue", Bima.

"Ya kali Bim....yang masuk akal dikit lah, perkiraan lo masak ada hubungan sama Tita seh. Kejauhan kali....", Aldi yang tidak peka membantahnya.

Berbeda dengan Irsyad yang sudah melihat adanya kejanggalan diantara Tita dan Kennan mulai menelisik.

Sedangkan Arya, berusaha keras mengingat kejadian kejadian yang berhubungan dengan Tita.

"Gue ngomong gini bukan tak berdasar ya Al, tapi feeling gue keknya gak pernah salah deh....", Bima

"His jomblo aja sok sok an pakek feeling lo", Aldi meremehkan.

"Jangan sembarangan lo ngejek feeling gue ye.... lo pada ingat gak waktu Kennan nabrak Tita di depan toilet sebelum kita cabut ke Mankrid beberapa waktu lalu...., keknya itu sengaja deh", Bima mulai mengurai feelnya.

"Eh....mungkin juga iya...." Arya kembali mengingat "Waktu itu kalo gak salah sebelumya gue sama Kennan ketemu Tita di depan toilet, Tita bilang mau ketemu sama Andra si ketos di perpustakaan. Eh Kennan keknya nyusul deh, dia gak balik ke kelas sama gue".

"Balik - balik dia jutek banget kan....?", Bima memastikan.

"Iya....", Irsyad menjawab tanpa ragu.

"Waktu Kennan nyenggol Tita itu kek sengaja, kenapa....? karena jalan segitu lebarnya ngapain Kennan yang cool nabrak Tita segala, pakek sok gak peduli. Sedinginnya Kennan gak segitunya juga kan...?!" Bima sok jadi detektif katakan cinta hehehe.

Arya, Aldi dan Irsyad manggut -manggut seolah membenarkan ucapan Bima.

"Waktu di Mankrid Kenn juga gak jauh beda sama sekarang...Ya kan.... ", lagi Bima memastikan sambil memandang Kennan yang masih asyik memainkan bola oranye di tangannya. "Sampek kita aja kewalahan menandingi permainannya".

"Berarti waktu di kantin ada Sisil, Kennan sengaja ya....", Arya mencoba menebak.

Bima mengacungkan jempol kanannya.

Irsyad semakin memperdalam ingatannya, waktu itu Kenn menarik jilbab Tita terus memegang lengan Tita, mendudukkan di kursi kemudian Kennan menahan rok Tita saat Tita ingin beranjak pergi. Dan lagi Tita....kenapa Tita gak marah saat Kenn memegang lengannya, sedikit menepis mungkin. Seperti yang biasa Tita lakukan saat tanpa sengaja tersentuh lelaki yang bukan mahramnya. Bagaimana Irsyad sangat paham akan kebiasaan Tita yang satu itu, karena Irsyad sudah cukup lama mengenal Tita. Apalagi dengan kejadian tadi dibelakang sekolah, membuat Irsyad semakin mengerutkan keningnya mencoba memahami.

Sedangkan Aldi mengangguk -angguk tanda setuju.

"Dan lagi...sangat jelas di depan mata kita. Kenapa Kennan membawa pergi Tita, padahal seharusnya setelah Kennan memarahi Sisil semua selesai. Yeee kan.....kan....??!!", Bima memandang teman gengnya satu persatu meminta persetujuan.

"Lo tau gak Syad apa yang terjadi selanjutnya, secara lo yang ngikutin mereka", Bima mengalihkan pandangan ke arah Irsyad.

"Ha...oh...eh....gue hanya liat Kenn membawa Tita ke belakang sekolah setelah itu gue kagak tau. Soalnya gue kebelet trus ke toilet", Irsyad sedikit tergagap menutupi apa yang dilihatnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Heissshhh.....elo Syad....itu kan kuncinya. Kenapa masa depan lo gak bisa diajak kompromi seh....", Bima memukul pundak sahabatnya itu greget.

Setelahnya mereka terdiam sambil memandang Kenn dari kejauhan dengan pikiran masing-masing tanpa ada satupun yang berniat gabung dalam permainan basket Kennan.

Sungguh teman - teman yang lucknut bukan....

Heheheheh....

🍨🍨🍨🍨

Like

Vote

Komen

Tambahkan favorit❤

Tengyu so much sudah mau mampir😍😍😍

1
Sultan Scout
Luar biasa
Asni
males mau baca ceritanya muter-muter gak jelas
Asni
ceritanya gak jelas ke mana alur nya
Asni
ceritanya bikin pusing aja gak ada ke jelassannya
Cantika Hamli
baguuusss
Yan Ti
sebenarnya bukan salah kennan juga yg selalu salah paham m istrinya tp yg salah authornya selalu bikin kennan salah paham mulu 😠😠
Juan Alfares
menurut aku ya, lebih enak dengernya manggil Abang dr pada mas, mungkin karena blm terbiasa aja ya😁
Juan Alfares
pas baca bab yg ini, bawaan nya pengen ketawa terus
Manoy Cagar
nyimak thorr,, kaya y seru nih
Sulistiyani Pbg
ceritanya seruu
Akbar Wae
itu si kenan ngapa gak ngerubah panggilannya sih gak so sweet deh bang ke, aturanya aku kamu gitu. .
Nur fadillah
Makasih Thor untuk.novelnya
..selalu sehat walat. sukses selalu dan terus semangat berkarya. .💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Bahagianya...😃😃
Nur fadillah
Kaciaaaan......oyang tuh...😃😃
Nur fadillah
Memang Om Alek nakal...🤣🤣🤣
Nur fadillah
jadi sedih ini Thor bikin mewek...,😭😭
Nur fadillah
Kok jadi sedih ya bacanya....hanyut bangey ehh....😣😣
Nur fadillah
Waduuuh...waduh....🤣🤣
Nur fadillah
luar biasa sudah bab 223... ndak terasa bacanya Thor...pokoknya Outhor josss gandos...😃😃
Nur fadillah
Nah lhooo...😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!