Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Terkenal.
"Hufffff....!"
Kepala desa menghela nafas panjang "Desa ini sedang di ancam oleh sekelompok perampok yang datang dari arah utara. Mereka sedang menyerang desa desa tetangga dan sedang menuju kearah desa ini. Kami butuh beberapa pendekar untuk melindungi desa ini" Ucap kepala desa itu.
"Hahaha. Baiklah, aku bisa membantu desa ini dan membunuh kelompok perampok itu" Ucap Tio Buki seraya tertawa.
Kepala desa itu menatap kearah Tio Buki dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih Tuan pendekar. Kami tunggu nanti malam di ujung desa ini" Ucap Kepa desa seraya membungkuk penuh terimakasih dan kemudian berlaku dari tempat tersebut.
Malam telah tiba, banyak para penduduk telah bersiap siaga menghadapi serangan para perampok. Para penduduk yang memiliki ilmu silat mereka membawa pedang, tombak dan perisai.
Para penduduk yang tidak memiliki ilmu silat, mereka membawa parang, pisau dapur, arit, cangkul, tutup panci sebagai perisai. Bahkan ada yang membawa sapu lidi, Kuali besar dipakai sebagai pelindung kepala.
Semua orang tampak tegang, termasuk kepala desa. Kecuali Tio Buki, dia masih duduk santai seraya memakan buah jangung rebus.
Tak lama kemudian terdengar derap kaki kuda dari kejauhan menuju kearah mereka. Para perampok akhirnya tiba.
Terlihat seorang pria tinggi besar berwajah sangar menyeramkan, karena mukanya penuh bulu bulu hitam dan mata merah.
Mereka datang dengan jumlah begitu banyak, wajah mereka begitu bengis tanpa bekas kasihan.
"Bagus, bagus. Karena kalian telah berkumpul disini, aku tidak capek capek lagi mengumpulkan kalian semua. Dengar, segera serahkan harta kalian atau aku akan menjadikan lautan api desa ini" Ucap pemimpin perampok itu dengan suara lantang.
Para penduduk mulai gemetar ketakutan dan hampir membuang senjata yang ada ditangan mereka. Ada yang sudah bersiap siap melarikan diri, ada juga yang sudah menanggalkan sandal dan mengambil langkah seribu.
Tiba-tiba Tio Buki berjalan kearah depan dan berdiri tidak jauh dihadapan pemimpin perampok itu.
Melihat itu pemimpin perampok tersenyum sinis kearah Tio Buki.
"Jadi kamu bocah ingusan yang coba jadi pahlawan dan ingin melawan kami, apa kalian ingin bercanda!" Ucapnya.
Tio Buki tidak menjawabnya. Dia masih saja berdiri ditempatnya, menunggu apa yang akan dilakukan oleh pemimpin perampok itu.
Tiba-tiba dia memusatkan pikirannya, menyatu dengan alam disekitarnya dan dorongan dari dalam perutnya mulai muncul.
Ketika pemimpin perampok itu mulai bergerak mendekat. Tio Buki menghela nafas dan....
"Brusssss sssssssss....!"
Dalam seketika ilmu rahasia milik Tio Buki dikeluarkan tak bisa dia tahan, bahkan suaranya sangat panjang dan anginnya jauh lebih kencang dari pertama kali ia keluarkan ilmu ini.
Terlihat para perampok itu mulai berjatuhan dari atas kuda mereka. Pemimpin perampok yang melihat itu terpana, wajahnya berubah pucat dan ambruk jatuh dari atas kuda tidak bangun lagi.
Para penduduk desa yang melihat itu terkejut dan terdiam. Mereka tidak tau apa yang terjadi, hanya mendengar suara angin besar dan begitu kencang. Tapi satu hal yang pasti, mereka telah diselamatkan oleh pemuda yang bergelar pendekar aneh itu.
Malam itu para penduduk desa mengajak Tio Buki merayakan atas kemenangan mereka. Tio Buki hanya tersenyum canggung ketika banyak penduduk memuji keberaniannya.
Dan mulai hari itu nama Tio Buki mulai dikenal luas dengan gelar pendekar aneh yang mampu menaklukkan banyak musuh.
Bersambung ke episode selanjutnya......