NovelToon NovelToon
My Clingy Husband

My Clingy Husband

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Persahabatan / Romansa / Harem / Tamat
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Tanzila mutiara

Galaxy Adhitama, cowok manja dan posesif, membangun rumah tangga dengan sahabatnya sendiri—Davina Brawijaya, perempuan penyabar dengan hati selembut salju dan kesabaran setebal kamus.

Awalnya, pernikahan mereka terlihat manis dan harmonis. Tapi semuanya mulai berubah sejak Galaxy mengenal Athar Diaskara, CEO muda tempat Davina bekerja.

Athar yang terlihat tengil, royal, dan ugal-ugalan, ternyata menyimpan rasa pada Davina. Hal itu membuat Galaxy makin cemas dan terus dihantui rasa takut kehilangan.

Apakah cinta saja cukup untuk mempertahankan rumah tangga mereka?
Atau justru rasa cemburu yang akan menghancurkannya perlahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tanzila mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32 [mourning]

Di sebuah studio musik pribadi milik Baskara, tampak ia dan kedua temannya sedang berlatih untuk live performance yang akan mereka tampilkan pada acara tanggal 28 Juli nanti.

Setelah latihan selesai, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Saat sedang duduk di sofa, tiba-tiba Baskara berdiri sambil menatap layar ponselnya dengan raut wajah terkejut.

“Kenapa, Bas? Ada masalah apa?” tanya Arsena yang ikut berdiri dan menatap Baskara penuh kekhawatiran.

“Athar…” ucap Baskara ragu-ragu, kepalanya perlahan menatap satu per satu kedua temannya.

“Athar marah?” tanya Rocky yang juga ikut merasa khawatir.

“Bukan itu,” jawab Baskara sembari menggeleng pelan.

“Terus Athar kenapa?” tanya Arsena sambil mendekati Baskara untuk melihat layar handphone-nya. Rocky yang penasaran ikut mendekat juga untuk melihat apa yang Baskara lihat di handphone-nya.

“Athar ngirim chat?!” ucap Rocky dan Arsena kompak sambil saling menatap tak percaya, lalu serempak menatap Baskara yang hanya diam menatap layar ponselnya.

“Kenapa nggak dibuka?” tanya Rocky, bingung melihat Baskara yang sedari tadi hanya diam tanpa ada niatan membuka pesan dari Athar.

“Aku belum siap. Feeling-ku bilang isi chat-nya nggak bagus. Pasti Athar ngirim chat marah-marah dan minta kita hapus lagu itu,” ucap Baskara, terlihat ragu dan cemas.

“Kenapa dia harus marah?” tanya Arsena yang belum mengerti maksud ucapan Baskara.

“Kamu nggak baca komentar-komentar di video kita, ya?” Baskara menatap Arsena heran. Ia tak percaya, seorang Arsena yang biasanya selalu memantau akun media sosial band, tidak tahu soal konflik yang sedang terjadi setelah mereka merilis lagu itu di YouTube.

“Aku belum sempat baca, sih. Emang komentarnya apa?” tanya Arsena penasaran.

“Bentar,” ucap Baskara sambil mengutak-atik handphone-nya untuk mencari komentar yang ingin ia tunjukkan pada Arsena.

“Masa kamu nggak tahu, Sen?” Rocky ikut heran.

“Aku beneran nggak tahu, Ky. Semenjak rilis lagu itu, aku jadi nggak sempat pantau komentar-komentar dari netizen,” jawab Arsena sejujur-jujurnya.

“Nah, ini komentarnya.” Baskara menyerahkan ponselnya kepada Arsena. Di layar, tampak satu komentar mencolok yang berhasil membuat ekspresi Arsena berubah seketika. Wajahnya yang awalnya tenang kini mengeras, matanya menajam, dan rahangnya mengatup rapat.

Komentar tersebut berbunyi:

[Kenapa harus diingetin lagi sih? Biarin aja dia pergi, dia gak pantas ada di antara kalian]

Arsena membaca pelan namun dalam, seolah ingin memastikan bahwa matanya tidak salah melihat. Tangannya mengepal tanpa sadar.

“Kurang ajar! Siapa dia?! Kenapa dia seenaknya menilai seseorang?!” bentak Arsena, suaranya meninggi penuh amarah. Ia berdiri sambil menunjuk layar ponsel, napasnya memburu karena emosi yang tak bisa ia tahan.

Melihat itu, Baskara menepuk pelan bahu sahabatnya. “Sabar, Sen. Jangan emosi. Ini memang kesalahan kita. Seharusnya dari awal kita klarifikasi soal kecelakaan waktu itu,” ucapnya pelan namun tegas, berusaha menenangkan.

Ia menarik napas dalam, lalu melanjutkan, “Mereka berkomentar seperti itu karena mereka nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

Rocky yang sedari tadi diam ikut menunduk, merasa bersalah. Suara khasnya yang biasanya santai kini terdengar berat.

“Baskara benar,” ucapnya. “Semua komentar jahat yang kita baca selama ini itu karena kesalahan kita sendiri. Kita nggak bisa klarifikasi karena ngerasa kalau itu masalah pribadi. Tapi siapa sangka, masalah itu bisa menyebar cepat entah dari mana.”

Rocky menggeleng pelan, matanya menerawang. “Dan parahnya lagi, berita yang tersebar... nggak sesuai sama kenyataannya.”

Ruangan studio yang tadinya penuh suara tawa dan musik kini berubah sunyi, hanya tersisa suara denting jam dinding dan helaan napas berat. Ketiganya terdiam dalam pikiran masing-masing — antara rasa bersalah, ketakutan, dan keinginan untuk memperbaiki semuanya sebelum terlambat.

...----------------...

Di sisi lain, Athar yang sedang berada di ruangannya tampak gelisah. Matanya beberapa kali melirik layar ponsel yang tergeletak di meja, menunggu balasan dari Baskara yang sejak tadi belum juga membuka pesannya. Ia duduk di kursi kerjanya sambil menggoyang-goyangkan kursi ke depan dan belakang, mencoba mengusir rasa bosan sambil sesekali menghela napas panjang.

Tak lama, suara ketukan lembut terdengar dari arah pintu. Refleks, Athar langsung memperbaiki posisi duduknya dan merapikan sedikit kerah jasnya.

“Masuk,” ucapnya singkat.

Pintu perlahan terbuka, memperlihatkan sosok wanita muda dengan wajah yang sudah tak asing lagi bagi Athar. Senyum kecil langsung muncul di wajahnya.

“Loh, Davina. Kamu kok ke sini? Kangen ya lihat wajah tampan spek malaikat ini?” godanya penuh percaya diri, sambil berpura-pura merapikan jasnya seolah sedang menyambut tamu penting.

“Maksud Tuan, malaikat maut?" Davina bercanda sambil menatap bosnya yang penuh percaya diri itu.

“Bukan dong, masa malaikat maut. Not my style itu,” protes Athar dengan wajah seolah tersinggung, meski senyum geli masih menempel di bibirnya.

Davina menahan tawa, lalu berjalan pelan menghampiri Athar yang kini bersandar di kursi kerjanya. Suasana ruang itu berubah lebih hangat dengan kehadiran Davina.

“Ya udah, duduk aja, Dav,” ujar Athar sambil menunjuk kursi di hadapannya.

Sebelum Davina sempat menarik kursi, Athar melanjutkan dengan nada lebih serius namun tetap lembut.

“Oh ya, panggil aku Athar aja, ya. Di mana pun, mau di luar atau di kantor, tolong jangan panggil aku ‘Tuan’ lagi. Jujur aku agak gak nyaman dipanggil begitu,” ucapnya pelan, menatap mata Davina dengan sungguh-sungguh.

Ia diam sejenak, lalu menambahkan, “Nanti kamu tolong sampaikan juga ke yang lain ya, biar nggak ada lagi yang manggil aku ‘Tuan’.”

Davina tertegun sebentar, menatap Athar dengan ekspresi heran namun penuh rasa hormat. Ia mengangguk pelan sambil tersenyum.

Sebelum mereka sempat membahas pekerjaan, Athar tiba-tiba bertanya dengan nada penasaran.

“Oh ya, kamu lihat Darra nggak? Tadi pagi aku nggak lihat dia di mejanya. Padahal aku mau bilang sesuatu.”

Davina menatap Athar dengan raut sedikit kaget, lalu menjawab, “Kamu belum lihat berita ya? Ayah Darra masuk TV tadi pagi... Dia jadi korban kedua Zero Trace.”

“Zero Trace?” Athar mengernyit. Istilah itu asing di telinganya.

“Iya, Zero Trace itu buronan yang bisa ngebunuh tanpa ninggalin jejak sama sekali,” jelas Davina dengan nada serius.

Mendengar itu, Athar terdiam sejenak. Kepalanya tertunduk, dan matanya menerawang kosong.

Lalu, ia menatap Davina dan berkata lirih namun tegas, “Ayo ngelayat ke rumahnya.”

Davina sempat terkejut, namun cepat-cepat mengangguk tanpa ragu.

Sebelum berangkat, Athar memberi instruksi kepada asisten pribadinya untuk segera menyiapkan karangan bunga duka cita. Setelah semuanya siap, mereka berangkat bersama, diikuti oleh beberapa rekan kerja lain.

Entah mengapa, saat mendengar bahwa ayah Darra dibunuh, Athar merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Seolah ada luka lama yang terbuka kembali. Mungkin karena ia pernah kehilangan sosok ayahnya dengan cara mendadak pula, karena suatu kejadian yang hingga kini tak sepenuhnya ia pahami.

...(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)...

...🙌🏻 see you in the next chapter 🙌🏻...

1
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱
🤣🤣🤣 thor bisa2 nya kasi alasan dlm rangka kucing ulang tahun 😭
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱
level akut ngk tuh😭😭😭
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱
astaga mulutnyaaaaaaa🥴🤣
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱
waddduuh🤣
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱
🤣🤣
ora
Bagus ceritanya. Tidak hanya menghadirkan masalah dari satu pihak saja, melainkan dari banyak pihak dan sudut pandang.

Penulisannya pun aku suka. Bagus dan rapi. Setiap kata-katanya penuh makna dan ngena🥰❤❤

Terkhususnya untuk tokoh utama Galaxy dan Davina. Suka hubungan mereka yang adem ayem dan tidak banyak pertengkaran, karena dewasanya pemikiran Davina, walau Galaxy nya yang kadang-kadang kayak bocah🤭😂😂

Pokoknya semangat untuk Kakak. Semangat untuk nulisnya dan sukses selalu💪🥰🥰😘😘😘❤
Ra: makasih kak 🥰
total 1 replies
ora
Udah tamat?
Ra: hehe, niatnya sih lanjut season 2 aja kak 🤭
total 1 replies
ora
Bisa-bisanya tidur/Facepalm/
Ra: saking tenang nya, Ampe ketiduran 🤭
total 1 replies
ora
/CoolGuy//CoolGuy/
ora
Athar ke luar negeri😮
Ra: iya 😌
total 1 replies
ora
Kakak udah lama nggak update, ya ...😁
Ra: hehe iya, agustusan soalnya 🤭
total 1 replies
ora
Rendra jadinya tinggal sama Gala? Semoga dia beneran berubah dan nggak macem-macem lagi ....
Ra: aamiin
total 1 replies
ora
Mereka lagi ngelawak, ya/Facepalm/
Ra: iya 🤭
total 1 replies
ora
🤭🤣🤣🤣
Ra: cemburu dia kak, istri nya terpikat berondong
total 1 replies
ora
Ancamannya orang tua, pasti begitu, ya🤧🤧
Ra: ancaman nya ngeluarin dari KK 😭
total 1 replies
ora
Sedih banget. Nggak ada dialog nya, tapi setiap kata-katanya nyentuh banget🥺🥺🥺
Ra: /Sob/
total 1 replies
NurAzizah504
udh kayak jagain anak gads org ya /Facepalm/
NurAzizah504: padahal anaknya juga punya hobi. dikira devano robot apa
total 2 replies
NurAzizah504
kayaknya nih anak tertekan deh
Ra: betul sekali
total 1 replies
NurAzizah504
kok pendek bgt, Thor? Baru juga komen satu /Sob/
Ra: hehe iya maaf 🤭
total 1 replies
NurAzizah504
Dri auranya aja udh keliatan siapa dia
Ra: aura nya emang beda ya kak 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!