NovelToon NovelToon
MENJADI TUAN MUDA

MENJADI TUAN MUDA

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Duniahiburan / Kehidupan alternatif / Romansa / Harem / Playboy / Tamat
Popularitas:29.7k
Nilai: 5
Nama Author: zhar

area non Bocil !!!!

Demi mendapatkan uang untuk pengobatan ayahku, aku terpaksa terjebak di lingkaran merah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Aku bersandar dikursi sambil melihat dan menikmati badan Dania yang sempurna.

Lehernya yang putih, d4danya yang padat, pinggannya kurus, kedua kakinya panjang....kecantikan dia benar-benar tidak kalah dengan kakaknya, Micel.

"Kamu janga lihat lagi, kenapa kamu sekarang sengaja melihat terus-menerus!!!!"

Dania langsung mengambil kaosnya untuk menutupi d4danya.

Aku tidak perduli, kalau kamu tidak takut panas kamu bisa pakai jubah yaang besar juga tidak apa-apa agar lebih tertutup.

Lagipula aku yang sangat panas, maka aku juga melepaskan celana, sekarang aku hanya mengenakan satu celana boxer.

Dania malu, dia menutupi kedua matanya dan meminta aku memakai celana.

"Aku rasa ini tidak adil, kenapa kamu boleh tidak pakai baju sedangkan aku harus pakai celana lagi?"

Terlihat jelas kalau aku memang jauh lebih tidak masuk akal dari Dania.

Setelah bercanda dengan dia beberapa saat, aku turun dari mobil membawa rokok dan HP, aku terus berjalan sambil merokok, harus diakui di luar sini sejuk juga, setidaknya masih ada angin malam yang berhembus.

Sekitar setengah jam kemudian, aku kembali ke mobil, dan di saat ini Dania hanya mengenakan pakaian dalam saja.

Awalnya aku mau bercanda dengan dia sebentar, tapi dipikir-pikir lebih baik jangan, dia juga sangat kepanasan.

Aku menyarankan dia bisa jalan-jalan diluar, tapi jangan berhenti melangkah, kalau tidak akan ada nyamuk yang menggigitnya, tapi dia menolaknya.

Aku menikmati badan dia yang sangat menggoda ini sampai Dania merasa tidak nyaman.

"Nia, kamu pernah melihat pria telanjang tidak?"

"Ah? kamu mau ngapain?!"

Dania terkejut, seperti kelinci yang ditakut-takuti oleh manusia.

"Kamu berfikir telalu aneh-aneh, kalau aku benar-benar mau melakukan sesuatu, kamu pasti sekarang sudah menangis. Maksud aku adalah asalkan fikiran mu bersih, orang di depan kamu pakai baju atau tidak sama saja. Sama seperti bayi, misalkan kamu suatu hari menggendong satu bayi pria, dia tidak mengenakan baju sama sekali, kamu akan malu tidak? Tentu saja tidak. Sekarang, kamu dimata aku adalah bayi wanita...."

Aku bicara sangat banyak, tapi tujuannya hanya ada satu, yaitu membuat dia rileks, Asal dia rileks, aku baru ada kesempatan berbuat sesuatu dengan dia.

Bisa dibilang nasihat aku ada gunanya, Dania perlahan-lahan menjadi tidak gugup lagi, setidaknya dia sudah bisa aku ajak ngobrol, dia membahas keluarga dia, membahas kakak dia, ini membuat aku lebih memahami Micel lagi.

Setelah mengobrol beberapa saat, melihat Dania sudah benar-benar terlihat santai, aku baru masuk ke topik utama.

"Nia, dulu aku menyukai satu orang itu biasa, tapi kalau menyukai dua orang bersamaan maka itu sedikit salah. Tapi sampai aku bertemu kamu dan kakak mu, aku baru sadar ternyata kalau ini tidak ada salahnya. Kakak kamu memiliki sifat sendiri, kamu memiliki pesona kamu sendiri, aku sangat suka kakak kamu, tapi aku tidak bisa mengendalikan diri untuk menyukai kamu, bagaimana?"

"Ha?"

Dania terlihat sedikit canggung.

Aku langsung mengulurkan kedua tangan aku,"Dania, aku mau peluk kamu"

Muka Dania langsung memerah,"tapi, cuaca sangat panas...."

ini adalah alasan yang bagus, tapi aku tidak bisa menerimanya, aku tetap mengulurkan kedua tangan aku.

Lalu setelah Dania ragu-ragu beberapa saat, dia turun dari mobil dan masuk lagi dari tempat aku ini, dia berbaring diatas badan aku, rasa panas bersentuhan dua badan ini membuat hati ku bergerak.

Aku memeluk badan dia dengan pelan untuk menenangkan kegugupanya.

"Dania, aku benar-benar suka kamu, walaupun di depan kakak mu aku bisa melepaskan dia dengan mudah, tapi aku tidak bisa melakukannya terhadapmu, di mata aku, kamu adalah malaikat yang sangat cantik dan bersih, sampai membuat aku merasa kalau aku mencium kamu, aku seperti melakukan dosa yang sangat besar..."

Dania berbaring di badan aku, suara nafasnya terdengar cepat di telingaku, aku bahkan bisa mendengar suara detak jantung dia snagat cepat.

Lalu dia mengangkat kepalanya lalu berkata,"Sebenarnya aku juga sedikit ada suka sama kamu, seharusnya aku tidak menyukai kamu, tapi tidak tahu kenapa, apalagi saat aku tahu kamu adalah pacar kakak ku, aku semakin suka dengan kamu, aku tahu ini salah, tapi aku sulit mengendalikan diri untuk tidak memikirkan kamu, aku suka wangi badan kamu, aku juga suka dengan sikap kamu yang lembut dan perhatian, aku suka semuanya dari kamu."

Setelah selesai bicara, dia menutup matanya dan mencium bibr aku dengan bibrnya.

Selanjutnya aku semakin lebih aktif, aku mengelus punggung dia dengan kedua tanganku, kedua bibir masih beradu dengan sangat panas, aku mem4sukkan lid4h aku kedalam mlutnya dan mempermainkannya.

Lalu tanpa sadar aku sudah membuka beha dia, aku meminta dia duduk lalu aku langsung menempelkan kepala aku di d4danya yang padat itu.

Sesaat di dalam mobil terdengar suara desahan, suasana semakin menggoda......

Kecantikan Dania membuatku ingin memilikinya sekarang juga.

Maka kedua tangan aku sudah mencapai di kakinya, dari bawah ke atas, dari luar ke dalam, sampai aku menyentuh bagian rahasia yang lic1n itu.

Di saat aku mau melepaskan celana d4lam dia, dia memegang tanganku dan berbicara dengan nada memohon,"Jangan"

Aku mengangkat kepala dan wajah Dania yang terlihat takut.

Aku tahu, aku sudah berhasil, kalau tidak ada Micel, maka sekarang aku sudah bisa menguasi badan dia yang cantik ini, Tapi aku juga sudah gagal, hanya karena MIcel adlah kakaknya, dan aku pacarnya MIcel.

Aku bisa masuk dengan paksa, Dania sama sekali tidak bisa menghentikannya, dan ini seperti hati dia bisa menerimanya, Karena hati dia sudah mangakui terjadi kejadian ini.

Setidaknya bukan dia yang mengkhianati kakaknya. Dan setelah ini Dania pasti tidak akan menyalahkan aku.

Tapi aku tidak berencana melakukan seperti ini, yang aku perlu adalah dia memberikan badnnya ke aku atas ketersediaannya dia sendiri, dan bukan aku yang paksa.

"Dania, aku bisa memu4skan kamu dengan t4ngan aku, kamu tenang saja, aku tidak akan masuk"

Tanpa menunggu jawaban dari Dania, aku langsung menggerakkan tangan aku, aku mengelusnya dari luar celan4 d4lamnya yang s3ksi dan mempertunjukkan sesuatu yang aku pelajari akhir-akhir ini.

Dan di saat bersamaan aku juga memgang tangannya untuk memu4skan aku.

Awalnya dia sangat malu, tapi rasa malu ini menghilang dengan cepat.

Dia mend3sah gemetar, sampai terakhir cel4na d4lamnya basah.

Lalu aku juga sudah keluar dan langsung mengenai kedua d4danya yang padat itu. Di saat dia masih malu, aku mengelapnya dengan beha dis.

"Dasar kamu bajingan."

Muka Dania yang merah berbaring di atas D4daku,"tapi aku suka kamu...".

Hujan pun turun, walaupun tidak besar, tapi setidaknya suhu panas menjadi turun.

1
Jack Strom
Hadeh, MC nya plin plan, terlalu banyak keraguan yang bikin bola sempat direbur darinya.... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!