Kaisar tak terima diputuskan oleh Elvina, hanya karena alasan bosan dan tidak ada waktu. Kaisar bahkan menomorduakan urusan Battalion demi mengantar Elvina belanja. Namun hubungan pacaran yg baru terjalin 3 bulan harus kandas.
Kaisar yang masih belom move on, berusaha mengejar Elvina dan mengajaknya balikan. Namun kenyataan pahit yang harus diterima Kaisar seminggu setelah putus, Elvina justru malah jadian dengan Andrew, rivalnya sejak di SMA.
Kaisar yang kecewa berniat membalas rasa sakit nya kepada Elvina dan membuat kembali Elvina mengemis kembali cintanya. Kaisar mendapatkan ide untuk membalas rasa sakit hatinya dengan memaksa Mahika menjadi pacar pura-pura nya, Mahika yg selalu di bully oleh Kaisar terpaksa menerima ajakan Kaisar. Mereka harus pura pura berpacaran dengan syarat Kaisar berhenti mengganggu dan membully Mahika
Seiring kebersaman yg terjalin, timbul rasa nyaman diantaranya, Namun ketika Kaisar berniat meresmikan hubungan dengan Mahika, justru Mahika malah menghind
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulah Kaisar
"Hoaaaammmssss"
Mahika baru saja terbangun dari tidur sorenya, beruntung hari ini perkuliahan lebih cepat selesai sehingga Mahika memiliki waktu kurang lebih 2 jam untuk mengganti tidur malamnya yang terpotong karena pekerjaannya.
Satu jam ke depan Mahika sudah memiliki janji akan pergi keluar bersama Bisma. Mahika pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri agar tidak terlambat nantinya. Mahika tidak butuh waktu lama untuk membersihkan tubuhnya hanya sekitar setengah jam saja.
Mahika memilih memakai pakaian santai berupa kaos pendek dipadukan dengan celana jeans. Tak lupa Mahika memakai make-up yang natural dan liptin agar terlihat lebih segar. Rambutnya yang telah mengering di ikat ke belakang sebagian. Jepit rambut pemberian Bisma di pagi tadi tak ketinggalan dipasang agar merapikan poninya yang sudah memanjang.
"Mahika.... Mahika... Mahika... Main yukkk...." ucap seseorang dari luar pintu kosan Mahika.
Mahika yang sudah mengenali siapa pemilik suara segera membukakan pintu kamarnya.
"Bisma," ucap Mahika dengan senyum hangatnya.
Satu detik...
Dua detik....
Tiga detik...
Bisma masih terpaku didepan pintu, seakan baru saja melihat bidadari di depan matanya.
"Bisma.... Halo.. Bisma." Mahika melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Bisma.
Akhirnya Bisma berhasi kembali ke alam sadarnya, dia tersenyum kikuk sambil menggaruk -garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Mau masuk dulu buat minum atau kita langsung berangkat?" tanya Mahika.
"Langsung berangkat aja deh gimana, di sana bisa pesan dua gelas sekaligus," ucap Bisma.
"Oke deh." Mahika kembali ke dalam kamarnya untuk mengambilnya tas dan helm miliknya.
Dengan motor kesayangannya, Bisma berboncengan dengan Mahika pergi ke sebuah cafe yang cukup terkenal. Suasana jalanan yang cukup ramai karena sudah memasuki jam pulang kantor membuat Bisma melajukan sang blacky dengan kecepatan sedang. Beruntung cuaca cerah namun tidak terlalu panas sehingga Mahika bisa menikmati keramaian kota Bandung di sore hari.
Mereka akhirnya sampai di cafe "Mie Dagoan" yang sedang viral, banyak berbagai macam olahan mie instan di cafe tersebut. Bisma membantu Mahika melepaskan helm yang digunakan dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Wah..wah..wah... Ternyata ada yang sedang ngedate nih," ucap Robert.
Robert yang baru saja selesai dengan urusannya tak sengaja melihat Mahika dan Bisma yang baru saja datang.
"Bukan urusan lo," jawab Bisma dengan ketus
"Udah bisa sombong lo ya baru aja menang sekali doang. Dan lo ternyata masih jadiin dia supir ojek lo, padahal lo udah dapet motor gue yang super keren," sombong Robert.
"Tapi sayangnya gue ga suka motor lo, lagian motor lo udah gue sumbangkan ke yang lebih membutuhkan," balas Mahika
Robert tentu saja jika motornya yang mahal tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh Mahika justru diberikan kepada orang lain.
"Apa lo ga bisa menghargai pemberian orang lain," geram Robert
"Apa lo bilang? Pemberian? Maaf ya setau gue itu hadiah karena gue menang taruhan bukan sengaja lo berikan cuma -cuma," balas Mahika.
Robert tidak menyangka jika Mahika akan membalikkan semua perkataannya. Robert berusaha menahan emosinya karena sedang berada di tempat umum dan banyak orang lalu lalang. Mungkin jika di tempat yang sepi Robert akan memaksa Mahika dan memberikannya pelajaran.
"Sorry, kita ada urusan. Kalo ga ada hal penting yang akan lo omongin, sebaiknya lo pergi dari sini," ucap Bisma
"Sialan ya kalian, tunggu saja pembalasan gue, terutama buat lo cewe sombong. Akan gue pastikan lo bertekuk lutut di hadapan gue," ancam Robert
"Uuuhhhh atutt," ledek Mahika dengan ekspresi pura-pura ketakutan.
Mahika dan Bisma segera masuk ke dalam cafe dan meninggalkan Robert seorang diri. Sayangnya Robert hanya sendiri, jadi tidak bisa berbuat banyak. Namun tengah Robert cukup tertarik dengan Mahika yang sikapnya sangat sombong.
Robert pun bersumpah akan membuat Mahika takluk kepadanya dan akan membalas semua perbuatan dan penghinaan yang dilakukan oleh Mahika.
.
.
Mahika dan Bisma sudah memesan makanan dan minuman yang mereka pilih. Sambil menunggu pesanannya datang Bisma pun menagih penjelasan Mahika berkaitan dengan foto yang dikirimkan kepadanya.
"Ika, tentang foto Elvina yang lo kirim bukan rekayasa atau editan kan?" tanya Bisma
"Lo pikir gue ada waktu buat edit-edit poto begituan? Semalem kan lo tau sendiri gue lgi ada kerjaan. Dan ga sengaja gue melihat tu cewe ga jauh dari meja gue dan si target. Cuma gue liat cowo yang sama Elvina itu bukan si Kaisar sahabat lo," ungkap Mahika.
"Stop ngomong Kaisar sahabat gue, hubungan gue dan dia udah seperti orang asing. Oh iya, cowo yang bersama Bianca semalam itu adalah Andrew, musuh Kaisar," jawab Bisma
"Kalau Andrew itu musuh kok bisa sih Elvina semalam pergi bersama dia, Apalagi gue lihat gesture mereka sepertinya bukan temen biasa," lanjut Mahika
"Maksud lo bukan teman biasa gimana? Kebiasaan deh lo kalau cerita suka setengah-setengah," ketus Bisma
"Ya makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu jangan main samber aja. Maksud gue bukan kayak temen biasa tuh mereka kayak ada hubungan lebih, soalnya di antara keduanya gue sempet liat ada kontak fisik di antara keduanya kayak pegangan tangan, bahkan Andrew sempat meletakkan tangannya melingkar di bahunya Elvina," terang Mahika sambil mengingat detail kejadian semalam.
Tak lama waiters mengantarkan pesanan minuman dan makanan mereka. Akhirnya Mahika dan Bisma pun menikmati makanan dan minumannya sebelum melanjutkan obrolan mereka. Mahika dan Bisma begitu menikmati suasana Cafe yang menampilkan live musik. Mereka serasa sedang melakukan kencan atau dating.
"Mmm... Enak banget makanannya, ga nyangka mie instan bisa dimasak dengan berbagai ide. Biasanya gue kalo di kosan mie instan direbus biasa ditambah telor atau sayuran. Disini bisa dipadukan dengan campuran bumbu laen dan toping yang lainnya juga," puji Mahika.
"Hahahaha gue juga tahu tempat ini dari Aiden. Katanya weekend kemarin iya habis ngajak Laura makan di sini dan recommended banget buat kalangan mahasiswa seperti kita," ucap Mahika
"Lo udah tau hubungan Laura dan Aiden seperti apa?" Tanya Mahika sedikit ragu.
"Heemm, tanpa mereka perlu cerita gue udah tahu kok kalau hubungan mereka lebih dari sekedar teman. Apalagi beberapa anak sempat membicarakan kalau Aiden ngebela Laura di kantin kemarin. Padahal selama ini Aiden itu ngejar-ngejar Yuli," jujur Bisma
"Hah Yuli anak Geng Woman All Star?" Mahika tak percaya
"Yooii Yuli mana lagi. Udah sejak SMA Aiden ngejar Yuli, dan banyak hal yang Aiden lakukan agar Yuli bisa tertarik kepadanya. Tapi sayangnya Yuli sama sekali nggak memandang Aiden. Gue bersyukur banget Aiden mau membuka hatinya buat cewe lain," ungkap Bisma
"Gue harap Aiden nggak jadiin sahabat gue pelampiasan ya. Apalagi kalau nanti sahabat gue dikecewain atau sampai patah hati. Gue yang akan bikin perhitungan sama Aiden," tekad Mahika
"Lo tenang aja gue yakin Aiden ga main-main sama Laura. Gue bisa lihat kok kalau Aiden perhatian sama Laura begitu juga sebaliknya," jawab Bisma.
"Gue juga berharap seperti itu, dan Aiden bisa jadi pelindung untuk Laura," harap Mahika
Setelah keluar dari cafe tersebut, Bisma mengajak Mahika ke pusat kota karena waktu belum terlalu malam. Mahika pun menyetujuinya karena memang bosan jika di kosan hanya sendirian. Bisma memutuskan untuk mengajak Mahika ke alun-alun kota Bandung.
Mahika yang baru pertama kali datang ke alun-alun kota Bandung begitu menikmati suasana yang tidak terlalu ramai. Beruntung semalam dan hari ini tidak ramai, jadi lapangan rumput tidak basah dan bisa duduk dengan nyaman. Bisma pun membeli beberapa camilan dan minuman untuk dinikmati bersama Mahika. Mereka pun kembali mengobrol membahas bagaimana pekerjaan Mahika semalaman.
.
.
.
Melihat Mahika yang sedang berjalan kearahnya, Kaisar memiliki rencana jahat untuknya. Saat ini Kaisar dan Elvina sedang berdiri di koridor kelasnya sedangkan Mahika hendak ke ruang dosen untuk menyerahkan tugas dari kelasnya. Saat Mahika sudah mulai mendekat, Kaisar menghalangi kaki Mahika sehingga menyebabkan Mahika terjatuh.
Brak..
"Aaawww...."
"Hahahaha, makanya kalo jalan tu matanya di pake buat liatin jalan bukan jelalatan liatin cowo ganteng." Kaisar dan Bianca tertawa melihat Mahika yang jatuh tersungkur.
Buku-buku yang di bawa oleh Mahika berjatuhan, Bisma yang melihat Mahika sedang membereskan bukunya datang membantunya. Bisma melihat ke arah Elvina dan Kaisar yang sedang asyik menertawakan Mahika.
"Hati- hati lo Bisma, jangan sampai lo terpikat sama pesona tu cewek. Dia itu sedang mencari mangsa buat dijadikan sasaran berikutnya kalo udah bosen dengan Bisma," ucap Kaisar
Mahika tidak mendengarkan ucapan Kaisar sama sekali dan fokus membereskan buku yang terjatuh karena dia harus segera kembali ke kelasnya.
"Kenapa lo diem aja?? Bisu lo?? Atau jangan-jangan lo juga budeg?" hina Elvina
Mahika berusaha meredam emosinya karena tidak ingin membuat masalah. Bisa saja Mahika membungkam mulut Elvina dengan sekali pukulan namun harus Mahika hindari.
Bisma geram sendiri dengan perbuatan Kaisar yang sudah cukup keterlaluan kepada Mahika. Bisma pun tidak ikut campur karena tidak ingin memperpanjang masalah.
"Thanks ya," ucap Mahika singkat lalu meninggalkan Bisma
Bisma pun hanya membalasnya dengan senyuman dan melihat Mahika yang semakin menghilang.
"Kai, gue rasa lo keterlaluan deh. Ga seharusnya lo bersikap seperti barusan. Walau bagaimanapun Mahika susah banyak membantu geng De Battalion," ucap Bisma
"Oh... Jangan-jangan lo udah suka ya sama Mahika? Atau jangan-jangan Mahika sudah merayu lo di belakang Bisma ya?" tuduh Kaisar
"Gue ga nyangka lo berubah gini Kai. Gue kecewa banget sama lo. Ternyata benar perkataan Bisma jika lo sekarang jadi orang yang ga tau terima kasih sama sekali. Dan asal lo tau, Mahika sama sekali ga pernah berbicara apapun," tegas Bisma.
"Gue berharap lo hati-hati aja sama cewek murahan itu." Kaisar menepuk bahu Bisma.
Bisma memberikan senyuman sinisnya kepada Kaisar.
"Dan gue berdoa suatu saat lo akan mengemis cintanya Mahika," doa Bisma
"Sialan lo Bisma," gerutu Kaisar
"Sayang, pergi dari sini yuk. Pusing kepala gue dengerin ocehan kalian berdua. Lama-lama bisa pecah ni kepala," keluh Elvina
Kaisar pun akhirnya menggandeng Elvina meninggalkan lokasi nya dan menuju tempat lain untuk berduaan karena kelas mereka sedang kosong.
.
.
Salah satu anggota geng Princess Charming saat ini sedang mengendap-endap di kelas Mahika untuk mengambil sesuatu. Saat ini Mahika dan teman-teman sekelasnya sedang ada pelajaran olahraga sehingga kondisi kelasnya kosong.
"Sepertinya ini milik Mahika, tugas gue selesai," ucap Vita.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari Vita segera meninggalkan kelas Mahika. Vita segera menghampiri rekan rekan geng nya yat telah menunggu.
Mahika dan Laura setelah selesai pelajaran olahraga langsung segera kembali ke kelas. Mereka bermaksud untuk berganti pakaian kembali. Walaupun pelajaran olahraga berada di jam terakhir namun tak nyaman rasanya jika harus pulang menggunakan pakaian olahraga.
Mahika mencari-cari seragam miliknya, sebelumnya dia menyimpan seragam tersebut di kolong mejanya. Namun saat hendak mengganti pakaiannya Mahika tidak menemukan di mana seragamnya tersebut.
"Lu cari apa Mala?" tanya Laura lihat Mahika mengeluarkan seluruh isi tasnya.
"Seragam gue Lau, Ga ada," keluh Mahika
"Loh kok bisa nggak ada sih?? Emangnya tadi lo taruh mana?" tanya Laura
"Ya kayak biasanya Yos gue simpan di bawah kolong meja biar nggak kusut. Nah Sekarang malah nggak ada seragamnya. Terus gue pulang gimana," ucap Mahika dengan lemas
" Lo masih punya cadangan seragam nggak di kosan? Ya lu bisa pulang pakai baju olahraga ini, Untung aja sekarang jam terakhir." Jawab Laura.
"Ya ada, gue ada 2 seragam lagi di kosan, tapi seragam itu...." ucap Mahika sendu.
"Memangnya seragam itu kenapa?" Tanya Laura kepo.
"Dah nggak papa lupain aja, mungkin aja ada yang membutuhkan seragam makanya milik gue di ambil.. Ya udah yuk kita pulang, kayaknya kelasnya Bisma juga udah bubaran," ajak Mahika.
Mahika dan Laura yang sudah membereskan buku dan tasnya langsung meninggalkan kelas mereka dan bergegas menuju kelas Bisma. Video yang baru saja selesai jam pelajaran terakhir sudah menunggu Mahika dan Laura di depan kelasnya. Begitu juga dengan Aiden yang menyusul Laura untuk mengantarkannya pulang.
Mereka berempat berjalan bersama-sama menuju tempat parkiran. Langkah Laura berhenti ketika melihat sesuatu yang mengejutkan di depannya.
"Mahika ituuu....."
emg di kampus, ada guru BK?????
kykny ini seperti cerita anak SMA deh...
udah mo hilang nyawa seko,
ni mau ngilangin lg???
emang mahika apaan???
hahahahiiiiiiiiiiiii
Asli JuJuR!!!!!!
very good..
belajar lbh utama!!!!
Bis-Mah
wkwkwk
blm memiliki kok ngaku2....
apa kata dunia?????
wkwkwk
maaf thor??
ini bhs, Sunda ato apa ya??
lucu jg ya pas bacanya....
hihiii
didpn matanya, cewek itu
tukang bully, eh masih jg dipuji..
Hahhhhh
Love is BLIND!!!!
wkwkwk