King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tamparan
Plak.
Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Queenza.
" Dasar cewek murahan!. Berani-beraninya Lo godain King"
Monika sudah mendengar kabar kalau tadi King memeluk Queenza. Banyak murid yang melihat King memeluk Queenza.
Akhirnya terjawab sudah kenapa tiba-tiba cewek manja itu menamparnya. Alih-alih bersedih, Queen lebih memilih membalas tamparan Monika.
" Berani sekali kau menampar Monika" kata Friska.
" Tentu saja berani!. Bahkan lebih dari tamparan pun gue berani"
" Kau itu cewek gatel"
" Gatel?. Gue tanya sama Lo, sejak kapan King itu jadi milik Lo"
Monika terdiam, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Queenza.
" King itu cowok incaran Monika" kata Velisya.
" Baru incaran kan?, belum pacar. Jadi nggak usah berlagak seolah-olah King itu punya Lo "
Monika dan gank-nya kesal mendengar ucapan Queenza.
" Tapi kalau Lo penasaran dengan hubungan gue sama King. Kenapa nggak Lo tanya aja sama King"
Amelia tidak boleh berdiam diri. Ia harus membantu Queenza. Amelia memberanikan diri untuk bicara. Sampai kapan dia akan jadi penonton terus.
" Tau Lo, yang meluk Queen itu kan King. Jadi Lo tanya sama King sana!, kenapa dia tiba-tiba meluk Queen" kata Amelia.
Queenza kaget mendengar ucapan Amelia. Ini pertama kalinya ia melihat Amelia bicara seperti itu. Tapi ia juga bangga, karena Amelia sudah berani melawan Monika.
" Lo nggak usah ikut campur, dasar cewek miskin" kata Viona.
" Queenza itu sahabat gue, dan lagi kalian juga kenapa ikut campur"
Baru kali ini Viona tidak bisa menjawab perkataan cewek miskin itu. Cewek miskin itu seharusnya tidak bisa melawan.
" Dasar cewek miskin"
Tangan Viona menggantung di udara. Queenza berhasil menahan tangan Viona yang mau menampar Amelia.
" Jangan pernah kau sentuh sahabat gue, kalau tidak mau tangan Lo yang lembek ini gue patahkan"
" Ck!"
Viona menarik tangannya. Ia tau kalau Queenza tidak pernah main-main dengan omongannya. Sana ketos aja dia berani.
Siapa Queenza ini sebenarnya. Kenapa dia tidak takut sama Monika. Apa dia nggak tau siapa orang tua Monika.
" Awas Lo ya miskin "
Monika dan gank-nya keluar dari kelas. Mereka akan cari cara untuk mengalahkan Queenza. Tapi sampai sekarang mereka belum menemukan kelemahan Queenza.
" Queen, pipi kamu"
" Nggak apa-apa kok"
" Nggak apa-apa gimana, pipi kamu merah. Ayo kita obatin dulu"
Amelia membawa Queenza ke UKS. Ia akan mencari salep untuk kulit.
" Duduk manis di sana"
Queen tersenyum melihat cara bicara Amelia. Queenza menurut saja, ia duduk di kursi yang ada di sana.
Gara-gara King pipi mulus gue jadi merah.
Amelia kembali dengan membawa salep khusus untuk wajah. Ia mengoleskan pelan-pelan ke pipi Queen.
" Aku salut sama keberanian kamu tadi"
" Sebenarnya masih agak takut sih. Tapi aku teringat kata-kata kamu saat kita pertama bertemu"
" Bagaimana rasanya bisa melawan mereka"
" Ada rasa takut dan juga senang "
" Sekarang kamu nggak boleh takut lagi sama orang-orang yang membully kamu"
" Aku cuma takut kalau mereka mengadu pada orang tua mereka. Nanti imbasnya sama pekerjaan bapak aku"
" Kamu nggak perlu takut. Aku pastikan mereka nggak akan bisa menyentuh bapak kamu"
" Kenapa kamu seyakin itu"
" Karena aku tau bapak kamu orang baik dan juga rajin bekerja. Jadi nggak mungkin bosnya memecat orang yang baik dan juga rajin"
" Semoga aja deh Queen "
Pipi Queen sudah selesai diberi salep. Warna merahnya juga sudah sedikit berkurang.
" Makasih Mel "
" Sama-sama Queen. Kenapa ya mereka selalu cari masalah sama kamu "
" Nggak tau, mungkin mereka merasa ada saingan "
" Padahal kan kita nggak lagi menyaingi mereka "
" Ya begitulah, namanya juga anak-anak manja. Beraninya menindas orang lain. Tapi giliran dibalas merasa paling tersakiti "
" Apa karena kamu berteman sama aku ya Queen. Makanya mereka marah"
" Mereka nggak ada untuk melarang aku berteman sama kamu. Emang mereka itu siapanya aku. Aku bebas mau berteman sama siapa aja "
" Oh iya, kenapa tadi King meluk kamu ya. Apa diam-diam kalian berdua pacaran"
" Ya kagak lha "
Belum saatnya Amelia tau kalau King itu saudara kembarnya. Tapi ia janji, nanti akan kasih tau Amelia kalau dia dan King saudara kembar.
" Ya udah, sekarang kita pulang "
" Ok"
Queenza dan Amelia keluar dari ruang UKS. Queenza mengambil motornya di parkiran. Amelia menunggu Queenza di gerbang sekolah.
...***...
Monika sangat kesal karena Queenza. Entah kenapa cewek itu selalu menghalanginya. Monika tidak bisa membuat Queenza berlutut padanya.
Aaaawww.
" Pelan-pelan dong Fris"
" Sorry Mon"
Friska sedang mengoleskan salep ke pipi Monika. Ya pipi Monika sedikit membengkak karena tamparan Queenza tadi.
" Queenza itu tenaganya kuat banget sih" kata Viona.
" Emang dia beneran pacaran sama King" kata Velisya.
" Nggak mungkin King mau sama cewek bar-bar kaya dia" kata Monika.
" Benar itu, tipe King itu kan cewek lemah lembut seperti Monika"
" Terus kenapa King meluk cewek itu. Apa mereka diam-diam sudah pacaran"
" Ngaco Lo, Vel"
" Tau nih si Veli"
" Habisnya King itu meluk tu cewek"
" Meluk bukan berarti mereka pacaran"
" Iya juga sih"
" King itu hanya milik gue. Cuma gue yang cocok jadi pasangannya"
" Kalau gue sih ngincer Aaron" kata Viona.
" Gue Bagas aja. Dia terlihat lucu dan juga ramah" kata Friska.
" Berarti kak Gilang buat gue" kata Velisya.
" Ambil aja, toh kita udah bosan sama cowok seperti kak Gilang " kata Friska.
" Kalau gue nggak pernah bosan melihat ketampanan kak Gilang "
Velisya memang sudah lama suka sama Gilang. Cuma dia pendam karena ia pikir Monika suka sama Gilang.
" Lo udah suka kak Gilang dari lama kan Vel"
" Kok Lo tau Mon"
" Tau kok. Kenapa Lo nggak jujur aja sama gue"
" Gue pikir Lo juga suka sama kak Gilang "
" Ya kagak lha. Walaupun Gilang juga ganteng, tapi dia bukan tipe gue"
" Kenapa nggak Lo coba dekatin kak Gilang "
" Gue takut di tolak Vi"
" Lo itu cantik, jadi kenapa harus takut di tolak sama dia"
" Benar apa kata Viona, Lo itu cantik. Jadi Lo harus pede"
" Masa gue yang deketin dia duluan"
" Lha kenapa?"
" Gue kan cewek "
" Sekarang itu nggak penting siapa yang mau deketin duluan. Lo liat, gue juga deketin King duluan "
" Besok gue coba deh"
" Semoga berhasil "
" Makasih guys"
Velisya akan mencoba saran dari teman-temannya. Ia akan mencoba mendekati Gilang sang ketua OSIS.
" Oh iya Mon, kok motor Queenza udah bagus aja"
" Iya, padahal kan kita udah rusak parah tu motor. Dia bawa ke bengkel mana"
" Emang dia punya uang untuk bawa ke bengkel yang bagus "
" Dari penampilannya dia kaya bukan anak orang miskin "
" Itu cuma penampilannya aja"
Monika akan minta orang untuk menyelidiki siapa Queenza. Ia juga ingin tau di mana rumah Queenza. Siapa tau nanti itu bisa jadi bahan dia untuk menyerang Queenza.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....