Sumin terpaksa menikah dengan setyo akibat hamil duluan, hal itu mengakibatkan sumin mau tidak mau harus berpindah ke desa suaminya karena orang tuanya tidak mau menanggung malu atas perbuatan putrinya.
"Gak gak! Jangan tinggal di sini, kena sial aku punya anak kayak kamu. Bisa bisanya malah meteng disek, kalau prianya sugeh gak papa. La ini? Udahlah min minggaten ae seko kene, setres aku punya anak kayak kamu!" Maki mak jum sambil berkacak pinggang.
*****
"Silahkan dipilih! Mau pesugihan yang bagaimana? Menyusui tuyul? Babi ngepet? Kawin sama buaya? Uang balen? Kandang bubrah Atau pesugihan ikan bandeng dengan cara mengorbankan anak kesayanganmu? Dijamin! Kamu akan kaya mendadak dalam hitungan hari!"
selengkapnya>>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mermaidku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 32 melihat calon mertua
Setelah lelah memasak dan mengurus ini itu di rumah rudi, sumin nampak tertidur di meja dapur rumah pria itu.
"lohh tak kirain udah pulang, ternyata malah ketiduran di sini...." gumam rudi saat ia masuk ke dapur.
"kopinya mana ya? kata bu halimah tadi di teko... Mana ini,"
"mana rud? Kok lama amat?" tanya aris sambil membawa piring bekas gorengan yang sudah habis, "loh sumin kok tidur di sini,"
"gak tau, mau ku bangunin takut kaget jadi pusing. Tekonya mana sih ris?" tanya rudi sambil melihat lihat dapurnya yang berantakan.
"matamu picek, itu di depanmu teko warna biru itu..." umpat aris.
"ohhh ya efek ngantuk jadinya gini haha,"
"ini gorengannya ambil lagi," titah aris, ia menyodorkan piring kosong tadi agar di isi kembali oleh rudi.
Aris melihat sumin yang tertidur, ia kasihan karena pasti tidur dengan posisi duduk tidak nyaman, "dek, sumin bangun... Bangun dek, pulang saja ayo,"
"enghhh.... Jam berapa ini mas?"
"jam 2 pagi, aku kira kamu sudah pulang sama siti, kok malah masih di sini. Pulang saja, ayo aku antar," ajak aris.
"ya mas,"
Setelah berpamitan, sumin dan aris langsung pergi dengan motor milik aris. Ya walaupun jaraknya hanya tiga rumah, namun aris mencoba untuk memanfaatkan kesempatan.
"mas..."
"kenapa?"
"aku belum bisa kembaliin uang mu, aku mau jualan aja deh kayaknya,"
"jualan apa?" tanya aris, ia mematikan mesin motornya saat sudah sampai tujuan.
"kue kue gitu, dulu aku sering bikin pesenan orang. Sekarang mau coba lagi kayaknya,"
"butuh modal berapa? Ngomong saja, biar tak modalin dan cepet juga balik modalnya. Kalau beli alatnya nyicil pasti lama,"
"alah gak mas, kamu pulang saja sekarang... Gak enak juga berduaan di pagi buta begini,"
"iya, aku pulang dulu,"
"mas..."
"kenapa?"
"mbak santi...."
"gak usah di pikirin, itu urusanku. Aku balik dulu, kamu cepetan masuk,"
......................
"toni! Toni!!! Anak ini kemana sih!" siti mencincing jarit yang ia kenakan sambil meneriaki nama anaknya yang tak ia lihat sedari bangun tadi.
"toni!"
"ada apa sih? Teriak teriak?" Tanya bu yanti.
"toni ilang buk, tadi pagi saat aku bangun udah gak ada anaknya,"
"di bawa emakmu kali,"
"ya gak mungkin lah buk, kalau di bawa emak pasti aku di bangunkan,"
"coba cari ke lapangan, ini kan hari minggu siapa tau udah pergi main sama temen temennya,"
"yasudah, makasih ya buk,"
Tak berselang lama sumin keluar rumah, ia ingin pergi ke warung aris untuk meminjam ponsel, "bu tadi kenapa kok siti teriak teriak?"
"biasa anaknya klayapan sendiri, kamu udah cantik gitu mau kemana?"
"mau ke pasar buk," bohong sumin.
"eh titip ya, beliin aku bawang merah sama ayam satu kilo. Ini uangnya,"
Waduh niat nipu malah apes gini, mana jarak pasar sama warung mas aris jauh. Goblok ah!
"ya buk,"
"naik apa min kesananya?" tanya bu yanti.
"naik kaki bu,"
"hmm minta motor ke aris dong, lumayan bisa di porotin hahaha,"
"mau sih buk, tapi takut di kirimin santet sama istrinya hahahaha," sumin dan bu yanti tampak tertawa karena guyonan mereka berdua sampai akhirnya pak kasman lewat di depan sumin.
"aduh!!" pekik sumin saat pantatnya bersentuhan dengan aspal. Ia di dorong dengan keras oleh pak kasman.
"kenapa sih pak! Kasar amat sama sumin," sentak Bu Yanti, ia dengan cekatan langsung menolong sumin untuk berdiri.
"kamu kan yang curi hartaku, kamu yang ambil hartaku! Kembalikan.... Kembalikan.... Kembalikan...." teriak pak kasman histeris, nampaknya jiwanya terguncang akibat insiden kemarin malam.
"udah min pergi aja, gila ni orang,"
"saya pergi sekarang ya buk, assalamualaikum,"
"waalaikumsalam,"
Bu yanti langsung masuk ke dalam rumah saat melihat sumin berlari menjauhi pak kasman, "kok bisa tiba tiba nyerang sumin sih... Aneh banget, apa jangan jangan, alah sudahlah bukan urusanku...."
......................
Dengan langkah cepat dan tergesa gesa, sumin akhirnya sampai di warung aris yang sedang ramai. Ia langsung masuk dan bersembunyi di bawah meja.
"kenapa dek?"
"mas tolong mas.... Aku di kejar kejar pak kasman," rengek sumin dengan mata memerah.
"kenapa? Kok bisa? Memangnya kamu ngapain dek?" aris berlutut agar lebih dekat dengan sumin yang bersembunyi di bawah meja.
"aku yang lepas tali pocong peliharaan pak kasman mas, aku yang membakarnya," sumin langsung menangis tersedu-sedu karena takut.
"astaghfirullah.... Tenang dulu nanti kalau pak kasman kemari, biar aku yang hadapi,"
"aku takut mas, tadi dia dorong dorong aku,"
"gak papa, ini minum dulu...." aris menyodorkan air mineral kemasan, hatinya tiba tiba merasa sakit dan gelisah saat melihat sumin menangis.
Ya allah.... Perasaan apa ini? Kok bisa bisanya aku mencintai wanita lain yang statusnya adalah mantan iparku. Apa karena selama ini aku tidak pernah mencintai santi? Makannya aku jadi begini?
"mas,"
"eh kenapa?"
"aku pengen pulang mas, aku pengen pulang ke rumah emak. Aku gak kuat di sini, aku gak mau lama lama di sini mas,"
"ya sudah, ayo aku antar. Tapi resiko apapun itu kamu harus siap menghadapinya ya?"
"iya mas aku siap, aku siap,"
"siap melihat orang tuamu menderita karena ulah mertuamu atau suamimu?" tanya aris membuat sumin bimbang.
"tapi aku takut mas, aku takut disini. Aku sendirian mas, aku takut," keluh sumin sambil memeluk kedua kakinya.
"telfon dulu orang tuamu," aris menyodorkan ponselnya agar sumin bisa mengobrol lebih dulu dengan emaknya.
"makasih mas,"
...video call...
Kenapa min? Telfon pake hp iparmu lagi?
^^^Iya mak, emak apa kabar?^^^
Baik lah, emak kan masih sehat dan perkasa.
Kamu nangis ya? Kenapa?
^^^Mak aku boleh pulang?^^^
Pulang ya tinggal pulang, memangnya kenapa?
^^^Tapi anak sumin kan sudah tiada, bagaimana kalau tetangga pada tanya?^^^
Ya namanya juga keguguran, mau di apain lagi?
^^^Mak, sumin mau cerai aja sama mas setyo^^^
Gak dari dulu? Malah baru sekarang, bocah goblok! Makannya kalau emak bilang jangan ya jangan gitu loh! Ngerti gak sih!
^^^Maaf mak, sumin gak betah di sini^^^
Saat sumin tengah melakukan panggilan video tak sengaja aris masuk ke dalam frame, hal itu membuat mak jum heboh melihat ketampanan aris.
Sopo iku min? Gantengnya
^^^Mas aris mak, ipar sumin^^^
Lah kok ipar sih, harusnya dia lajang aja biar nikah sama kamu
^^^Hushh^^^
Lebih tampan kan dari setyo, lihat si setyo....
badan kayak kudanil gitu.... dipelet pake apa kamu nih sampe goblok banget
^^^Ya tapikan suami orang mak^^^
sayang banget
^^^iya, tapi emangnya mas aris mau sama sumin kalau dia lajang? Ngimpi dehhh^^^
Aris yang mendengarnya hanya bisa tersenyum tipis, mendengar dirinya di puji oleh emak sumin membuat bahagia tersendiri di dalam hatinya.
lah kamu hanya dpt 5jta,mana skt dan bengkak pula gandulmu
Kek aq loh tiap hari konsen krja jaga toko gtu alhamdulillah ada yg diandelin tiap buln.
Tpi aq jga pny hobi nyanyi jadi mayan lah ada tmbhan dri mgamen diapps sebelah bwt jajan skincare 🤭🤣🤣
Gak ngoyo woles aja klo gk mood ato gk enk badn ya rehat .
Semngt , jaga keshatan & enjoy ur life 🥰