NovelToon NovelToon
Suami Kejamku

Suami Kejamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest
Popularitas:63.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vy1107

Arlinda seorang detektif kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya tiba-tiba di culik oleh seorang miliarder karena kesalahan seseorang di masa lalu. Dia tidak memiliki seorang pun kecuali kakak dan partner kerjanya, mereka bekerja sama untuk menemukan Arlinda namun hasilnya nihil. Sang kakak yang bernama Ariel, tidak pernah menyerah dalam pencarian adik tersayangnya bersama dengan Melinda dan Bagas. Hingga Ariel berhasil membobol kode villa mewah tersebut dengan bantuan si hacker, Alvin. Mereka masuk dan menemukan....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vy1107, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Day 4 - Awal Yang Sebenarnya

"Ibu.. kurasa, saat ini adalah awalnya, ah tapi bukan awal, yang benar adalah lanjutan, lanjutan dari perang itu." Pemuda berucap sembari menaburkan bunga di gundukan tanah yang baru saja ia sirami, menatap sendu pada nisan yang tertancap pada tanah tersebut.

"Aku membawa foto ini bu, " Tiba-tiba sebuah foto kuno ia keluarkan dari saku celananya, membukanya, lalu menunjukkan foto itu kepada nisan yang ia sebut Ibu, "dia.. terlihat sangat imut, begitu juga denganmu bu, kau terlihat begitu cantik, seperti peri, haha.."

"Dia sudah tahu aku bu, dia tahu kalau aku Aaric, dia hanya tahu itu, menurutku..."

"Ah lupakan, aku akan memikirkan itu nanti, sekarang aku ingin tidur di sini bersama ibu, aku muak di luar sana, biarkan aku tidur sebentar bu." Tak lama, ia menyandarkan kepalanya pada gundukan tanah itu, seakan itu adalah pangkuan ibunya, setelahnya ia melipat tangannya di dada, dan memejamkan mata menikmati angin yang berhembus lumayan kencang.

" Selamat tidur, anakku.. "

...-ooooOoooo-...

Ini sudah tiga hari sejak ia sadar dan ditinggalkan begitu saja. Ia masih berpikir keras atas kejadian yang berputar di otaknya, kejadian masa lalu, saat perang dunia pertama terjadi.

"Jadi.. aku.. Yuda? " Monolognya sembari menunjuk dirinya sendiri, "Heol, seperti di drama saja. Kita ikuti saja alurnya, di masa lalu maupun sekarang, kau tetap seorang snipper. " Dia berlagak sombong namun ya tetap tidak ada yang salah dengan ucapannya.

Kini dia tengah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya, seperti bagaimana jika Aaric tiba-tiba membunuhnya, lalu bagaimana jika Alexey tak ingin menjemputnya lagi, dan satu lagi yang terkonyol muncul di otak kecilnya, bagaimana jika mereka berdua, Aaric dan Alexey menjadi suaminya, konyol bukan?

Memilih untuk menyingkirkan kemungkinan itu, kini dia hanya bersandar pada tembok rumah sakit yang dingin sembari memejamkan matanya, menenangkan diri sejenak, kejadian akhir-akhir ini membuat dirinya tidak bisa tenang sama sekali.

Ia menghela nafasnya, kini semua hal menjadi rumit baginya, dan sekarang, ia ingat satu dokumen dalam ingatannya yang sedari dulu sangat amat mengganggu pikirannya namun tak pernah ia sampaikan kepada siapapun, termasuk kakaknya sendiri.

"Aku ini.. sebenarnya anak siapa? "

...-ooooOoooo-...

"Tuan, kapan anda bangun? Nyonya besar sudah terlalu lama menunggu anda bangun di sini, anda tidak kasihan pada beliau? " Ujarnya dengan lirih, suaranya hampir habis, ia terus terjaga dari malam ke malam lainnya hanya untuk tuannya ini.

Sudah terhitung hari kelima sejak kecelakaan itu, dan laki-laki ini masih terbaring di ranjang putih dengan segala selang dan alat yang menancap di tubuhnya, tentu saja masih dalam status koma.

"Nak, tidurlah. Ada Kev di sini." Ia hanya menolehkan kepalanya, lalu menggeleng tanpa berniat untuk menjawab ucapan wanita yang sudah tua itu. Sebenarnya sudah tidak sekali dua kali nenek itu mengingatkannya, hanya saja fokus Alex sekarang hanya untuk tuannya, untuk Rendy saja.

"Kau harus tidur, apapun caranya nak." Gumamnya sembari menuangkan serbuk yang di sebut obat tidur ke dalam cup kopi dan sebotol air putih yang akan ia berikan kepada Alex.

"Ini kopimu, kalau kau tak suka minumlah airnya, jangan sampai dehidrasi atau kau akan tidak ada di samping cucuku saat ia bangun." Lagi, ia hanya menganggukkan kepalanya, berjalan perlahan ke arah orang yang di sebut nenek itu, ia merebut cup kopi dan botol minum itu lalu meletakkannya di meja sebelahnya dan dengan cepat ia memeluk tubuh ringkih itu.

"Apa yang nenek, lakukan? " Dia ikut menangis melihat bahunya basah oleh wanita yang berada dipelukannya sekarang, Leyra sudah cukup sabar menunggu cucunya bangun namun hatinya lebih sakit melihat kesetiaan Alex saat ini.

Adegan keduanya berlangsung agak lama. Sang nenek teringat ucapan dokter pribadi Rendy, beliau menyarankan agar dia sendiri yang merawat Rendy di rumah, akhirnya setelah berpikir selama 5 hari, Leyra memutuskan untuk merawat Rendy di rumah, ia akan membeli alat-alat medis dan menghubungi dokter pribadi Rendy untuk menyetujui saran tersebut.

"Nenek ingin berbicara denganmu, jangan memotong ucapan nenek, " Setelah menatap mata sang nyonya besar, ia mengangguk singkat menanggapinya, "kita akan membawa Rendy pulang dari tempat ini, semuanya akan siap besok, jangan khawatir, Rendy mungkin hanya ingin di rawat di rumahnya hingga sekarang dia tak kunjung bangun."

"Aku.. maksudku apa harus tuan di rawat di rumah? " Tubuh tingkah itu perlahan menarik tangan Alex, menggenggamnya dengan erat tanda ia ingin Alex yakin dan percaya padanya, lalu dengan sedikit senyuman, Alex akhirnya kembali menggangguk.

Sang nenek berdiri meninggalkan Alex dengan sang cucu menuju ruang dokter yang merawat anaknya untuk memulangkan sang cucu esok harinya.

Perbincangan itu cukup lama, namun sang dokter akhirnya setuju dengan keputusan Leyra. Dengan segera ia keluar dari ruangan itu setelah berpamitan dengan sang dokter tentunya, mengeluarkan ponsel lalu menekan sebuah nama di kontaknya untuk ia hubungi.

"Halo, nak? Siapkan mulai sekarang ya, cucuku akan pulang besok, mungkin siang atau sore, terima kasih atas bantuanmu nak."

"...."

"Tentu, tentu, kau boleh tidur di kamar kosong manapun, aku akan mengurusnya, sekali lagi terima kasih ya nak, nenek sangat berterima kasih kepadamu karena mau merawat Rendy di rumah, nenek juga jenuh di sini."

"..."

"Sampai jumpa besok ya, nak"

Tuttt...

...-ooooOoooo-...

Halo readersku, sebelumnya aku minta maaf karna jarang banget update, insya allah ku usahakan bulan ini buat sering update, tergantung mood sih, wkwkwk, jangan lupa klik like, isi kolom komentar, dan beri dukungan sebanyak-banyaknya agar author malas ini cepat update, terima kasihhh

1
Nita Anjani
salken Thor dari medan
Silvy Miranda Oktavianingsi
emmm 😓 alur ny sama ni
Dewa Hakiki
gk mudeng
Sur Anti
lanjut
Siti Aisya
iya reza sma rendi gimna sih thor ,,
Anggele
yaya tuan Rendy sebenarnya baik tp ingat adik nya tuan Rendy mulai lg tu marah nya sm istri nya,,
Anggele
yg sabar y kk Linda kk tetap semangat ya
AsKia Putri Salmani
Semoga rendy cemburu kalau liat linda megang hp sambil senyum2 sendiri
AsKia Putri Salmani
Masih nyimak layanya seru nih thor
Ndah FalaNintyaas
Reza dan Rendi punya hubungan kurang ngerti soalnya
Eivhita As'syafi Walean
semangat up
Eivhita As'syafi Walean
ada bawang plss
Eivhita As'syafi Walean
ku yakin itu antara reza sama bagas
Eivhita As'syafi Walean
mengsenang
Eivhita As'syafi Walean
there are onions here
Eivhita As'syafi Walean
ada bawang aslii aaaaa
Eivhita As'syafi Walean
yyu bisa yyu😸
Eivhita As'syafi Walean
Rendy sama Reza Mirip apa gimana aslii?😭😿
nghalu_bareng 👻💕: kalau pernah baca kisah mafia pasti kalian tau itu di namakan avatar atau kepribadian ganda yang bisa berubah kapan saja.
total 1 replies
Eivhita As'syafi Walean
dia mulai bucin gees😿
Eivhita As'syafi Walean
mengsedih😿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!