NovelToon NovelToon
Serumah Dengan Mertua

Serumah Dengan Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Amie.H

menginjak usia pernikahan ke tahun ke lima. aku dan suamiku masih tinggal dirumah orang tua dari suamiku.
bersama dengan dua saudara ipar yang setiap hari tiada henti nya merengek pada suamiku untuk memenuhi gaya hidup mereka.
padahal mereka tau suami ku hanya seorang buruh pabrik yang gajinya tidak seberapa, bahkan uang dapurpun aku hanya diberi separuh dari gajinya. itu pun masih untuk jajan anak anak kami juga untuk membeli listrik.
mau tau gimana kelanjutannya, ikutin terus ceritanya yaa .
terus dukung outhornya dengan like dan komen ya readers😋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amie.H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32.

Setelah puas seharian menjelajahi kebun binatang, tepat pukul delapan malam kami sampai dirumah kembali. rasa lelah yang begitu teramat membuat aku dan Aska langsung beristirahat tanpa membersih kan diri lebih dulu.

keesokan paginya, bapak sudah tidak lagi membajak sawah miliknya. hari ini pun kami akan mulai mencari orang untuk merenovasi rumah bapak, setelah dapat orangnya nanti renovasi rumah akan dipantau oleh pak Juki. karna rencananya ketika rumah ini mulai dibongkar kami pun akan segera berangkat kekota tempat aku tinggal.

"gimana pak, apa jadi hari ini mau cari orang yang akan renovasi rumah ini?" tanyaku pada bapak yang sedang asik menyeruput kopi paginya.

"iyaaa jadi sar" jawab bapak

"yaudah pak kalo gitu nanti kalo udah dapat orangnya minta sekalian dicatat anggarannya pak, dan berapa orang yang akan kerja juga jadi kita sudah punya rincian biaya pak" kataku.

"iyaaa kamu tenang aja sari, itu nanti biar bapak sama pak Juki yang urus. urusan kamu tinggal kirim uang aja buat beli bahan kalo kita udah dikota" jawab bapak membuatku menganggukan kepala.

"yasudah bapak jalan dulu sar, biar ga kesiangan pulangnya" kata bapak berpamitan.

"iya pak, ga bilang ibu dulu" kataku

"aahh udah biarin aja ibu kamu masih masak, biar nanti bapak pulang tinggal makan" kata bapak membuatku tertawa ringan. bapak pun pergi meninggalkan aku yang masih berdiri diteras rumah, aku langkahkan kaki memasuki rumah ketika bapak sudah tidak terlihat.

"haayooo mama habis ngapain" kata Aska mengagetkan aku.

"astaga aska, kaget mama nak. mama abis lihat kakek itu baru aja pergi keluar" jawabku.

"yaaahh kakek kok pergi ga ngajak aku si ma" kata Aska merajuk

"Aska nanti kecapean sayang, kemaren kan udah seharian kita pergi sama kakek" jawab ku menenangkan Aska.

"Aska tuh seneng disini ma, disini ada kakek yang nemenin aku main. kalo dirumah Aska ga ditemenin main sama papa, jadi Aska betah kalo sama kakek" jawab Aska dengan mata berkaca-kaca.

"iyaa sayang nanti siang kakek pulang kok, kita samperin nenek yuk didapur. kita lihat nenek masak apa" kata ku merayu Aska agar tak merajuk.

aska pun mengikutiku menuju dapur, terlihat ibu masih memasak menu sederhana untuk menu makan.

"nenek masak apa nih?" kataku dengan suara dibuat seperti anak kecil.

"eeehh ada askaaa, nih nenek lagi bikin bebek goreng sama sambel dan lalapannya. aska suka ga?" jawab ibu yang hanya diangguki Aska dengan wajah masih ditekuk, ibu pun mengerutkan kening melihat tingkah Aska.

"adduuhh cucu nenek kenapa ini sayang" kata ibu sambil menggandeng Aska untuk mendekat padanya.

"Aska ngambek Bu, bapak pergi keluar ngga ngajak Aska" jawabku menjelaskan pada ibu.

"oalaaahh, kalo gitu gimana kalo kita cari timun sama tomat dikebun belakang? Aska mau?" ajak ibu pada Aska yang langsung melihat wajah ibu dengan binar.

"mau, mau nek" jawab Aska dengan antusias.

"ayookk, sari kamu tolong terus kan ini dulu ya?" kata ibu menyuruhku menggantikannya memasak. ibu memasak sendiri bebek goreng yang menjadi makanan kesukaan bapak, rasanya sangat tak terkalahkan tak ada bandingannya jika disama kan dengan penjual bebek goreng diluar sana.

waktu terus berlalu, jam menunjukan pukul satu siang. aku, Aska dan ibu sudah berada diruang depan menunggu bapak pulang untuk makan siang bersama. tak lama terlihat bapak diambang pintu dengan keringat bercucuran.

"assalamualaikum" salam bapak ketika memasuki rumah.

"waalaikumsalam pak, ayok langsung makan pak" kata ibu

"waaahh bebek goreng, siapa yang masak nih?" kata bapak dengan antusias melirik aku dan ibu bergantian.

"yang masak mama lah kek, tadi Aska sama nenek yang cari tomat sama timun buat lalapannya. cobain kek pasti seger" jawab Aska dengan ceriwis, sambil terus mengunyah paha bebek yang masih berada ditangannya.

"Aska makan dulu yang bener, jangan sambil bicara" tegurku, yang ditegur hanya cengengesan.

"tau nih Aska, padahal kan nenek yang masak. masa mama kamu sih" kata ibu pura-pura merajuk.

"eehh iyakah? tapi tdi kan mama yang masakin, nenek kan ambil tomat sama timun sama Aska. emang nenek ada dua?" jawab Aska yang membuat kami semua tertawa.

"sudah-sudah makan dulu Aska, ga baik bicara saat makan" tegur bapak.

kami semua pun mulai memakan makanan yang terhidang dengan lahap sesekali aku melirik kearah Aska yang masih mengunyah paha bebek dengan gaya nya sendiri.

terdengar suara dering handphoneku yang aku letakan didalam kamar, aku pun segera bangkit dan mengambilnya. mengangkat telpon yang ternyata dari mas Radit.

"assalamualaikum mas?" jawabku setelah menggeser tanda hijau diponsel.

"waalaikumsalam, kamu kenapa lama sekali di sar? apa kamu lupa sudah menikah?" tanya mas Radit dengan nada sinis.

"loh ada apa? bukannya aku bilang aku akan beberapa hari disini? aku baru lima hari mas disini, lagi pula setiap hari aku memberi mu pesan tapi kamu selalu abai. bahkan sama sekali ga membalas pesanku, apa kamu masih perlu aku?" jawabku dengan santai.

"hei, maksud kamu apa bilang begitu? cepat balik kerumah" kata mas Radit dari sambungan telepon.

"tunggu saja, nanti juga aku pulang mas. lagian Aska masih betah disini" jawabku dengan tenang. menghadapi mas Radit memang harus santai tidak boleh dengan gegabah, jika gegabah yang ada nanti dia akan menyusul kesini dan hancur berantakan lah rencanaku dan orangtuaku.

aku pun mematikan sambungan telepon dengan sepihak, sebelum keluar kamar aku masih mendengar suara dering pesan dari handphoneku tapi aku abaikan. biar saja, biar dia tau juga rasanya diabaikan.

1
Castello96
bab 1 gedek,,memang ga enak tinggal serumah ma mertua plus ipar tuh,🥲🥲🥲,Mangat Thor❤️
Castello96
❤️👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!