NovelToon NovelToon
Surrogate Mom

Surrogate Mom

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:509.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Lisdaa Rustandy

Farhan dan Viona sudah menikah selama 10 tahun,namun mereka belum juga dikaruniai buah hati.
Bukan karena Farhan atau Viona yang tak subur,tapi karena Viona lah yang tak ingin mengandung seorang bayi meskipun rahimnya normal.
Alasan Viona tak ingin mengandung adalah,karena dia seorang mantan model terkenal,sehingga dia tak mau jika bentuk tubuh seksinya berubah.
Walaupun Farhan sudah mengatakan bahwa dia mau menerima bagaimanapun kondisi tubuh Viona,tapi Viona tetap menolak dengan keras,dia tak mau menuruti keinginan Farhan.
Perkara itu membuat Farhan Galau, Farhan ingin sekali memiliki anak untuk penerus keluarga besarnya,karena Farhan adalah anak tunggal,sehingga dari dialah orangtuanya mengharapkan penerus.

Untuk mengobati kegalauan suaminya, Viona pun menyarankan Farhan untuk mencari wanita yang dapat mengandung benihnya,tentu saja dengan jalan pernikahan yang sah.

Meski sempat menolak,tapi akhirnya Farhan menikahi seorang gadis bernama Ameera,karyawati di kantornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisdaa Rustandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Mark

"Assalamualaikum Meer!" panggil Farhan dari luar.

Tak ada sahutan sama sekali, Farhan kira Ameera sudah tidur.

Farhan membuka pintunya dengan kunci cadangan yang selalu dibawanya setiap saat,untuk untuk bisa masuk ke rumah tanpa mengganggu Ameera.

Saat Farhan telah masuk kedalam rumahnya, Bram dan Mark yang masih berada di samping rumah segera berlari keluar dari tempat itu.

Mereka langsung masuk mobil yang terparkir jauh dari pagar rumah Ameera,tadi Joe memindahkannya saat Farhan tiba agar tak jetahuan.

Mobil putih itu melaju cepat meninggalkan tempat tinggal Ameera.

Farhan masuk ke kamarnya,tapi Ameera tak ada.

Farhan jadi bingung, Ameera tak mungkin keluar dari rumah di malam yang larut,dia juga tak biasa bepergian malam.

"Meer,kamu dimana sayang?" Farhan kembali memanggil nama Ameera yang belum juga terlihat, membuatnya cemas.

Farhan berjala ke arah kamar Ayah Ameera yang pintunya terbuka,di lantai menuju ke kamar, Farhan melihat ada tetesan darah yang tercecer di lantai.

Firasat Farhan menjadi buruk melihat ceceran darah itu, pria bertubuh tinggi itu langsung berlari ke kamar Ayah Ameera.

Begit masuk, Farhan melihat tubuh Ameera terkapar bersimbah darah di lantai.

Kamarnya pun berantakan, barang-barang berserakan di lantai.

"Astaghfirullahaladzim" ucap Farhan terkejut bukan main.

Farhan berlari ke arah Ameera,mengangkat tubuhnya yang melemah.

"Meer, Ameera... ada apa ini Meer?!" Farhan mengguncang tubuh Ameera.

Mata Ameera terpejam rapat,tak terbuka sama sekali meski Farhan terus mengguncang tubuhnya.

Farhan mengecek denyut nadinya,masih ada hanya saja sangat lemah.

Ameera terluka parah di bagian dada kiri dan kanannya,lalu di punggungnya juga.

Farhan segera membawa Ameera keluar dari rumah,dia tak peduli dengan pakaiannya yang berlumuran darah Ameera.

"Tolooooong... tolong....!" Farhan berteriak meminta tolong kepada siapa saja, berharap ada yang menolongnya di malam yang sudah larut itu.

"Tolooooong.... saya mohon tolong...!" Farhan berteriak meminta tolong dengan cucuran air mata yang deras.

Beberapa tetangga datang menghampiri Farhan.

"Astaghfirullah... kenapa ini Mas?" tanya salah seorang tetangga yang lebih dulu tiba.

"Saya gak tahu apa yang terjadi,saya baru pulang,dan menemukan istri saya seperti ini" jawab Farhan menangis.

"Ada yang bisa bawa mobil? tolong bawakan mobil saya,saya akan memangku istri saya di belakang,kita harus ke rumah sakit sekarang juga!" Farhan tak bisa menyetir dengan membiarkan Ameera sendirian di belakang.

"Saya bisa Mas,mari saya antar!" salah seorang menawarkan diri membantu.

Tetangganya yang bernama Pak Halim itu membantu Farhan membawa Ameera ke rumah sakit.

Sementara tetangga yang lain masih berkerumun di rumah Ameera yang baru saja menjadi tempat kejadian perkara percobaan pembunuhan.

Ada tetangga yang segera melapor polisi,ada juga yang hanya melihat-lihat tumpahan darah Ameera di lantai kamar.

"Pak,tolong ngebut saja,istri saya semakin lemah Pak" Farhan meminta agar Pak Halim memgebut,karena dia khawatir akan keadaan Ameera yang memprihatinkan.

Terlebih lagi,luka tusukan di dada kirinya,itu membuat Farhan sangat takut,takut jika jantung Ameera tertusuk juga.

"Baik Mas!" Pak Halim langsung mengebut membawa mobil Farhan dengan kecepatan penuh.

Sekitar 15 menit,mobil Farhan telah memasuki halaman rumah sakit terdekat, Farhan segera turun dengan membawa Ameera,dia berlari masuk kedalam tanpa bantuan siapapun.

"Tolong istri saya cepat!" teriak Farhan di dalam rumah sakit yang hampir sepi itu.

Hanya ada beberapa petugas dan perawat yang masih bekerja di shift malam.

Para perawat yang melihat Farhan membawa tubuh yang bersimbah darah,langsung membantu,mereka membantu membawa Ameera masuk ke kamar darurat.

Tubuh Ameera dibaringkan di ranjang, Ameera segera mendapatkan pertolongan pertama dari Dokter,dengan memberikan oksigen kepadanya.

"Pak,tolong tinggu diluar ya,biarkan kami melakukan tugas kami" seorang perawat meminta Farhan untuk menunggu diluar.

"Tapi sus, istri saya akan baik-baik saja kan? dia sedang hamil,apa bayinya juga akan baik-baik saja?" Farhan enggan untuk keluar sebelum tahu keadaan Ameera.

"Dokter akan memeriksanya Pak,bapak tunggu diluar dan tunggu kabar dari kami ya" Perawat kembali meminta Farhan untuk keluar.

Karena Farhan tak juga mau keluar,maka seorang perawat pria membawanya secara paksa,kehadiran Farhan bisa mengganggu mereka.

"Maaf ya Pak,tapi ini demi berlangsungnya proses pemeriksaan istri Bapak,mohon mengerti" ucap perawat pria itu.

Farhan mengangguk paham.

Dia berjalan mondar-mandir di depan kamar tersebut,tak sabar menunggu kabar dari dalam dengan sangat cemas.

"Ameera... semoga kamu baik-baik saja sayang,aku mohon jangan tinggalkan aku" gumam Farhan.

"Ya Allah... aku ikhlaskan jika aku harus kehilangan bayiku,tapi aku mohon jangan kau ambil istriku.Jika boleh aku meminta lagi,aku ingin Kau menyelamtkan keduanya" pinta Farhan berdo'a sepenuh hati.

Air mata tak henti keluar dari sudut matanya, Farhan tak bisa membayangkan jika Ameera tak dapat diselamatkan,hidupnya akan terasa hampa kembali.

"Sabar ya Mas, semoga istrinya gak apa-apa,semoga dia dan bayinya selamat" Pak Halim menenangkan Farhan.

"Terima kasih Pak" ucap Farhan.

Tapi jangankan sabar, Farhan bahkan tak bisa tenang sebelum tahu kondisi Ameera.

"Oh iya,tadi Pak Tikno menelepon,katanya sudah dilaporkan ke polisi tentang kejadian di rumah Mas,polisi sudah tiba dan sedang melakukan olah TKP" Pak Halim memberitahu lagi.

"Ah,iya,terima kasih Pak" ucap Farhan lagi.

Farhan kembali menunggu dengan hati yang gundah gulana, Dokter belum juga memberikan kabar apapun,perawat pria juga masih berdiri di depan pintu berjaga aga Farhan tak menerobos masuk.

*****

"Aaah... sayang... kamu hebat! akhirnya wanita sialan itu mati juga,hahahaha!" Viona memeluk Mark dengan bangga,lalu tertawa kencang.

Mark diam saja,tangannya masih bergetar setelah melukai Ameera tadi.

"Kamu kenapa? kok dari tadi diam terus sayang?" tanya Viona, menyadari gelagat aneh Mark yang tak bergairah sejak tadi.

"Ng,ng,nggak apa-apa,mungkin karena baru pertama kali,aku jadi agak shock" jawab Mark gugup.

"Tapi kamu beneran hebat deh,kalau gak ada kamu,pasti wanita itu masih hidup dan jadi hambatan buat aku" Viona kembali memuji Mark.

"Kalau begitu,berikam bayarannya sekarang,mereka butuh uangnya" Mark meminta bayarannya yang belum dilunasi Viona.

"Oke, aku transfer sekarang" jawab Viona.

Wanita licik itu langsung mengambil ponselnya dan mentrasfer uang ke rekening Mark.

"Sudah ya!" Viona lalu mencium pipi Mark penuh cinta.

"Aku pergi sekarang" Mark melepaskan diri dari pelukan Viona.

"Mau kemana? bukannya kamu mau nginap disini?" tanya Viona heran.

"Aku mau hilangkan stress,aku mau clubbing sama teman-teman" jawab Mark datar.

"Oh, ya sudah,bye sayang..." Viona melambaikan tangan pada Mark yang keluar dari rumahnya.

Mark langsung pergi ke sebuah Bar sekeluarnya dari rumah Viona, teman-temannya sudah menunggu dirinya disana.

Setelah bertemu dengan teman-temannya dan membagikan bagian mereka, Mark langsung pergi lagi,dia tak bergabung untuk bersenang-senang dengan dua temannya itu.

Mark pulang ke rumahnya,pria muda itu mengunci kamarnya,enggan di ganggu oleh siapapun saat ini.

Mark naik ke atas tempat tidurnya,dia teringat wajah Ameera yang meringis kesakitan, tubuhnya yang bersimbah darah dan juga tatapan matanya yang sayu.

Kejadian tadi,seolah membuat Mark memgenang masa lalu.

Selama ini dia mencari Ameera,tapi sekalinya bertemu,malah dia lah yang menjadi malaikat maut untuk Ameera.

Mark menatap telapak tangannya yang masih bergetar,rasa bersalah hinggap di pikirannya.

"Ameera... kenapa harus kamu Meer? kenapa harus kamu?" ucap Mark lirih,pria itu kembali menangis.

"Aku mohon jangan mati Meer... aku mohon..." Mark menangis tersedu-sedu.

Mark menyesal,seharusnya sejak awal dia mencari tahu tentang siapa wanita yang dimaksud Viona sebagai ibu pengganti itu.

Tapi Mark terlalu percaya diri,hingga tak menghiraukan tentang itu.

Jika saja, Mark tahu sejak awal wajah targetnya,maka Mark takkan melakukannya dan akan memilih untuk mundur saja.

Lalu,ada hubungan apakah antara Mark dan Ameera?

Mengapa Mark menyesal telah membunuh Ameera,bahkan menangisinya?

1
Sandisalbiah
kenapa nunggu sampe 10 thn kamu baru menyadari akan sifat, sikap dan prilaku Viona, Farhan?...
Sandisalbiah
istri cantik tp minum etitute/akhlak, gak setia lagi tp kok gak langsung di buang aja Farhan.. bahkan perempuan seperti itu gak akan bisa mendidik ank² semntara dia sendiri aja gak bisa menghormati suaminya
Sandisalbiah
sebel sebenarnya dgn Farhan yg masih ulur tarik dgn Viona padahal bukti cat udah ada dan kalau dia mau aja bisa langsung ngegeb mereka pas berduaan tp kesannya Farhan malah mengulur waktu biar lebih lama buat Viona..
Sandisalbiah
suami kaya, gak pelit dan tampan tp Viona masih selingkuh.. fix.. sakit jiwa itu betina
Sandisalbiah
aneh banget.. punya suami tajir, ganteng sesempurna itu masih selingkuh.. bener² sakit Viona itu.. dan Farhan juga bodoh.. istri gak mau hamil tp masih cinta mati... itu cinta apa tolol... dua org yg kelakuannya gak masuk akal sehat..
Talnis Marsy
itulah jodoh...mau di puter " kayak apaaa .kalau jodoh pasti bersatu
Nurlaila Hasan
trnyata wes baca toh,, lali,, yo wes ben..
Suyati
mksh thor
Suyati
panik farhan, istrinya d tinggal
Suyati
cakep ameera
Suyati
pergi berduaan yg satu lg setan
Suyati
Alhamdulillaah.. hijrah y ameera
Suyati
lanjut
Suyati
semoga gagal viona tuk mencelakai ameera
Suyati
lanjut
Suyati
nangis palsu viona
Suyati
tegas farhan, jangan mau d bodohi lg
Suyati
cakep farhan, buktikan perselingkuhannna
Suyati
viona selingkuh, farhan sabar amat si
Suyati
kasihan farhan deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!