NovelToon NovelToon
Salah Sasaran

Salah Sasaran

Status: tamat
Genre:Paksaan Terbalik / One Night Stand / Romansa / Tamat
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Mitos dilangkahi adik perempuan menikah, merupakan momok yang menakutkan bagi Bening Embun Pagi. Belum lagi anggapan orang-orang yang akan melabelinya sebagai perawan tua, begitu menkutkan baginya.

keadaan yang membuatnya sangat terdesak ini, membuat Bening akhirnya, mengambil jalan pintas, dengan menjebak pria incarannya di coffee shop miliknya.

Sayangnya penjebakan itu berujung petaka bagi hidup bening, pria yang masuk dalam jebakannya bukanlah pria idamannya melainkan seorang pengusaha perkebunan teh asal Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan sifatnya yang arogan.

Bagaimanakah nasib Bening selanjutnya? apakah ia akan menikah dengan pria idamannya atau justru terjebak pernikahan dengan pria arogan yang masuk perangkapnya?

Cerita selengkapnya hanya ada di novel Salah Sasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Surya menatap Bening, ia meraih tangan istrinya dan membawanya ke bibir. Surya menciumi buku-buku jemarinya, dan meskipun Bening menggunakan sarung tangan tapi ia bisa merasakan ciuman itu meresap ke dalam kulitnya, hingga mengalir ke pembuluh darahnya. "Kau tidak akan mengerti, Bening."

Bening meremas tangan Surya. "Apa pun masalah yang kau miliki kau tidak akan bisa menyembunyikannya selamanya bukan?"

"Tolong, jangan memaksaku," ucap Surya lembut.

"Surya, selama ini aku berusaha keras menjadi istri yang baik untukmu demi pernikahan ini. Tapi rasanya sangat berat, kau telalu menutup diri dan sekarang aku menemukanmu dalam kondisi seperti ini."

"Ini masalah pribadi..."

"Masalah pribadi?" Bening melayangkan pandangan ke sekeliling. "Aku istrimu Surya, aku berhak tahu apa yang terjadi dengan suamiku."

Surya tetap tidak bicara apa pun, pria itu malah melangkah menjauh dari Bening. Namun Bening meraihnya, mencengkramnya dengan erat. "Aku tidak akan berhenti, aku akan terus mencari tahu. Aku akan mengikutimu bila perlu hingga ujung dunia, jika itu bisa menemukan rahasia yang kau sembunyikan dariku."

Surya tertawa getir, ia menyentakan tangan hingga pegangan Bening terlepas. Ia berjalan menuju meja kerjanya, kemudian berbalik menatap Bening. "Baiklah Nyonya, kau yang memintaku untuk mengatakannya padamu. Tapi pertama-tama, tahu kah kamu apa yang aku inginkan sekarang?"

"Mandi?"

Surya menggeleng. "Saat ini aku begitu menginginkanmu, aku ingin kau menciumku."

Pernyataan itu begitu tidak terduga oleh Bening, hingga membuatnya tidak bisa berkata-kata.

"Aku menginginkanmu," ujar Surya sembari mengepalkan tangan, ia melangkah mendekati Bening. "Demi Tuhan, aku sangat menginginkanmu. Tapi aku tidak menginginkan hubungan intim yang bisa, aku ingin yang lebih menantang."

Sejujurnya Bening tidak mengerti maksud ucapan Surya. "Aku tidak mengerti!" seru Bening. "Tapi bukankah seorang suami sangat wajar jika menginginkan istrinya, ada apa denganmu?" pekiknya.

"Kau lihat? Barusan aku mengatakan aku begitu menginkanmu, dan itu membuatmu ketakutan."

"Aku tidak takut padamu." Mendadak Bening melemparkan tubuhnya pada Surya, hingga membuat pria itu terkejut. Bening memeluk leher Surya, menekan tubuh pria itu, dan menciumnya.

Bening benar-benar mencium suaminya, tubuhnya menempel di tubuh Surya. Ia memiringkan kepalanya dan membuka mulut, menyelipkan lidah ke mulut Surya.

Surya langsung bereaksi, ia menarik tubuh Bening lebih erat, memutar tubuh mereka kemudian menekan Bening ke dinding. Tangan kananya menemukan pinggul istrinya, sementara tangan kirinya menangkup pay*dara Bening.

Reaksi Surya yang penuh gairah, membangkitkan gairah Bening, wanita itu menekankan tubuhnya ke tubuh Surya. Ia memejamkan mata, sementara bibir Surya bergerak di kulitnya. Bening begitu mendamba sentuhan Surya.

Namun tiba-tiba saja Surya mengangkat wajahnya dan menjatuhkan tangannya. Napasnya memburu, dan di matanya seperti ada kobaran api. "Demi Tuhan," ucapnya terengah-engah. "Jangan menantangku, Bening. Kau tidak akan mengerti...."

"Apa yang tidak aku mengerti? Bukankah kau menginginkan aku? Kau ingin aku menciummu?"

"Kau terlalu polos untuk mengerti," ucap Surya, ia merangkum wajah bening dan menatapnya dalam-dalam. "Dengarkan aku, aku pria yang mengalami kesulitan dalam mengendalikan diri," ujar Surya. Kata-kata itu tampak sulit untuk di ucapkan. "Tuhan, bagaimana aku bisa membuatmu mengerti? Aku kehilangan pengendalian diri," ucap Surya marah. "Ini tidak akan berakhir hanya dengan ciuman, aku menginginkan lebih dan lebih yang tidak akan pernah kau tahu."

Surya berbalik, mulai berjalan melintasi ruangan. Bening berbalik meninju dinding, dan Milo mulai menyalak, menarik-naik rok Bening hingga Wanita itu menarik tangannya sembari mengernyitkan dahi karena kesakitan.

"Apa yang kau lakukan?" ujar Surya sembari meraih tangan Bening.

Bening belum pernah memukul dinding, bahkan ketika ia bertengkar hebat dengan dua saudara tirinya, ia belum pernah sefrustasi ini. "Kesabaranku sudah habis," ucap Bening marah ketika Surya memeriksa tangannya. "Entah bagaimana caranya kita akan berhasil dalam pernikahan ini? Kau makhluk yang sangat sulit di dekati dan terlalu keras kepala, aku tidak sanggup lagi dengan pernikahan ini." Bening menghentakan tangannya hingga tangan Surya terlepas.

"Apa kau benar-benar yakin ingin mendengarnya? Sanggupkah engkau mendengar semuanya?"

Jantung Bening bergejolak cemas, untuk sesaat ia tidak yakin sanggup mendengarnya, tapi tekadnya begitu kuat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, dan ia berkeinginan membantunya. "Lebih dari apa pun aku yakin."

"Kalau begitu bersiaplah Nyonya Magenta karena suamimu ini menderita kegilaan."

"Jangan berkata seperti itu, kecuali jika itu yang sebenarnya."

Surya tersenyum sedih. "Itulah yang sebenarnya terjadi. Aku akan memberitahumu hal-hal yang mungkin saja membuatmu jijik, dan aku tidak akan menyalahkanmu jika kau jijik. Tapi itu tidak akan merubah apa yang terjadi."

"Aku di hantui bayangan-bayangan," ujar Surya sembari menunjuk ke kepalanya. "Bayangan-bayangan kotor, tidak bermoral. Hal itu terjadi setiap kali aku melihat wanita yang aku anggap menarik," akunya, ia tidak berani menatap Bening.

"Semua berawal dari ketika aku kecil, aku tak sengaja menyelinap masuk ke kamar orang tuaku, dan menemukan DVD kartun. Aku pikir itu film kartun sungguhan, tapi ternyata setelah aku putar, itu adalah film dewasa yang di penuhi dengan kekerasan atau biasa di sebut BD5M. Sejak saat itu aku mulai membayangkan bisa melakukannya dengan seorang wanita, dan imajinasi itu semakin liar berfantasi di kepalaku."

Surya mendongak menatap Bening, tatapannya menyusuri tubuhnya. "Dan ketika aku menatapmu, istriku. Kau adalah wanita tercantik, tapi aku tidak bisa menghilangkan bayangan kotor itu, karena saat bersamamu. Seringkali aku ingin mencengkrammu dalam gairahku, untuk itulah aku sering merasa takut dan gelisah bila kau ada di hadapanku. Aku tidak ingin menyakitimu, seperti ayahku menyakiti ibuku. Belakangan aku tahu, bahwa ibuku meninggal karena permainan mereka sudah terlalu jauh. Fantasi itu semakin liar dan semakin menuntut."

Bening mengerjap, dadanya begitu sesak mendengar penjelasan Surya. Ia menempelkan punggung ke dinding, lalu merosot hingga ke lantai.

"Aku sudah seperti ini nyaris sepanjang hidupku, karena itulah aku menarik diri dari semua orang, aku tidak pernah berrelationship dengan wanita mana pun. Kekacauan ini juga membuatku nyaman sendiri, dan semua yang berbau teratur."

Sekarang Bening tahu mengapa di kediaman Surya tidak ada foto atau lukisan, tidak ada bunga yang berbeda warna.

"Aku sudah berjuang untuk melawan itu semua, tapi rasanya sangat sulit," ujar Surya. "Aku tahu memang kedengarannya tidak masuk akal, tapi itulah kenyataannya. Hari-hariku dihabiskan dengan mencemaskan bahwa aku bisa saja menyakitimu, bahwa aku bisa saja membujukmu untuk melakukan fantasi yang ada dalam bayanganku."

Aku harus melakukan fantasi BD5M yang ada dalam pikiran Surya? Ia melingkarkan tangan di leher Milo, memeluk anak anjingnya erat-erat. "Apa tidak ada obatnya?" tanya Bening dengan lembut.

"Itulah alasanku datang ke Jakarta. Setelah malam yang kita lalui bersama, aku merasa... Aku semakin tidak bisa mengendalikan diri. Dokter sudah memberikan obat dan vitamin tapi rasanya tidak ada perubahan, aku begitu stres dan melukai diri sendiri." Ia menunjuk ke arah luka di lehernya.

Semua ini tidak masuk akal bagi Bening, tapi ia begitu kasihan pada suaminya. Ia ingin membantu tapi entah bagaimana caranya, karena Surya begitu tertutup dan menarik diri. Di satu sisi ia juga ingin menyelamatkan diri, ia tidak bisa untuk memenuhi hasrat Surya yang menurutnya melampaui batas, ia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti keturunannya. Apakah akan sama dengan Surya, karena orang tua Surya pun melakukan itu.

"Kau jijik?" tanya Surya tenang. "Aku mengerti, aku bisa melihatnya."

Bening tidak jijik, ia hanya resah. Ia mencoba memberikan senyuman yang menenagkan tapi gagal total. "Aku bingung," Bening kembali berdiri, ia meraih tali penuntun Milo. Bening butuh waktu untuk berpikir dan menyerap ini semua, ia bahkan tidak menyadari bahwa kini ia berjalan sudah sampai di pintu kamar.

"Kamu mau kemana?" tanya Surya. "Kalau kau ingin..." dia menelan ludah. "Kalau kau ingin pergi, aku tidak akan menghalangi. Aku mengerti."

"Aku tidak... Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan," ucap Bening jujur. "Yang aku tahu hanya aku sudah melakukan perjalanan jauh, dan aku ingin istirahat." Ia tidak bisa menatap Surya, tatapannya hanya tertuju pintu kamar.

"Aku butuh berpikir, Surya. Ada banyak hal yang harus di pikirkan dengan matang."

"Tentu saja," Surya mengalihkan pandangannya dari Bening, ia tertunduk lesu.

"Ayo Milo," panggil Bening dengan lembut, dan keluar dari ruangan yang berantakan itu dengan pikirannya yang melangkah jauh melebihi langkah kakinya.

1
Dewi Andayani
Mantapsssss
Ersa
Luar biasa
bunda DF 💞
good,, singkat padat n bikin penasaran
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Akhirnya 😍
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Astaga Grace meninggal dibunuh Aksara, Akhirnya end
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali kak🙏
semoga sukses selalu karya karyanya 🤲
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Aksara jahat sekali 😡
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
kaaaan benerrrr kejutan luar biasa yang di ciptakan Bening dan Sukma
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
waahhh ampun deh sampai migran gituuu😂😂😂
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
ternyata rembulan baru kali ini melihat Bening OMG ...setelah sekian purnamaaaa
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
tenang Surya siapa tahu Bening akan menampilkan sesuatu yang di luar dugaan mu
༄⃞⃟⚡𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤☪️
pasti Surya takut akan terjadi kekacauan jika bening bermain musikk yaa
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
akhir yang membahagiakan ya..
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
semoga bening bisa punya anak sendiri ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya yang luar biasa. Terima kasih
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
saling melengkapi.
begitulah mereka
Ira Safwa 💕
selalu suka karya ka Irma, seruuu dengan konflik yang berbeda di setiap karyanya. Semangat berkarya 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Bagus ceritanya konfliknya tidak terlalu berat, happy ending... recomanded 👍👍
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
sampai migrain mendengar suara piano yang dimainkan Bening
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Kehadiran Bening dalam kehidupan Surya membawa perubahan yang baik dan kehidupan yang bahagia yang mereka jalani...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!