NovelToon NovelToon
PENDEKAR LEMBAH NERAKA

PENDEKAR LEMBAH NERAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur
Popularitas:518.8k
Nilai: 4.4
Nama Author: Baryodo Aman

Di Negeri Zhong, terdapat sebuah rumor bahwa seorang alkemis telah berhasil membuat Pil Emas Kehidupan yang bisa memberikan hidup abadi bagi setiap orang yang mendapatkan esensinya, sehingga setiap penguasa dari berbagai negeri serta para bangsawan sangat bernafsu dan secara diam-diam menyewa banyak pendekar untuk membantu mereka agar mendapatkannya.
Dan pendekar yang mereka sewa mulai melakukan pembantaian bagi setiap alkemis yang mereka temui karena tidak memiliki Pil Emas Kehidupan.
Mereka juga tidak segan-segan membantai keluarga mereka.
Dan hal itu juga terjadi di suatu lembah dimana hidup orang-orang yang ingin menjadi seorang alkemis.
Dan hanya ada dua orang bocah yang menjadi saksi mata, karena bisa selamat dari pembantaian tersebut.
Kedua bocah itu pun berniat untuk berlatih sekeras mungkin agar bisa memiliki basis kultivasi yang tinggi untuk bisa membalaskan dendam atas kejadian tersebut yang telah membuat keduanya hidup secara terpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baryodo Aman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Jebakan

Saat Fan Tian berada di markas perampok, dirinya sedang diawasi oleh salah satu anggota perampok yang telah ditugaskan oleh ketuanya.

Melihat tindakan Fan Tian yang tidak ingin meneruskan niatnya untuk memeriksa markas mereka, sosok tersebut segera menjauh dan menjaga jarak agar orang yang dia awasi tidak akan mengetahuinya.

Melihat Fan Tian seperti ingin mencari jejak mereka saat meninggalkan markas tersebut, sosok itupun segera pergi untuk melaporkan hal itu.

"Sepertinya mereka sangat berhati-hati sehingga begitu cermat menghilangkan jejak kepergian mereka. Tetapi sepandai-pandainya kalian menutupi jejak itu, aku pasti akan menemukan petunjuk untuk bisa menemukan kalian." Gumam Fan Tian sambil terus mencari jejak mereka.

Fan Tian yang sudah terbiasa dengan kehidupannya saat berada di sekte Lembah Neraka, sangat memahami trik untuk bisa menghilangkan jejak saat berada di hutan, sebab hutan di Lembah Neraka lebih misterius lagi. Dan ia telah memecahkan rahasianya.

"Hmmmphhh, sepertinya mereka tidak terlalu cermat juga, sebab mereka tidak bisa memperbaiki atau menghilangkan rumput kecil yang sudah patah ini."

"Aku harus mencoba seratus meter ke arah utara untuk bisa menemukan petunjuk yang lain. Jika aku menemukannya, itu berarti mereka saat ini sedang menuju ke arah kota Guancheng."

"Tetapi aku juga harus mengantisipasi dengan petunjuk yang sengaja mereka tinggalkan, karena itu bisa mengelabui ku dan salah memilih arah yang benar.

"Jika aku tidak menemukan petunjuk, aku juga harus mencari petunjuk ke arah yang lain. Karena aku harus bisa memastikan arah yang benar kemana mereka pergi."

Fan Tian terus mencari petunjuk di segala arah yang bisa membuatnya merasa yakin untuk memastikan jika itulah arah yang mereka ambil.

Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Fan Tian pun memutuskan untuk mengejar kelompok perampok itu ke arah selatan.

Setelah beberapa saat Fan Tian pergi, Sung Yunzhi, Chen Zhu, Chen Song, Dui Buqi serta Dong Huang pun tiba di markas tersebut.

"Yun'er! Jangan dulu masuk! Sepertinya sudah ada orang yang telah tiba lebih dulu di tempat ini. Tetapi jika dilihat dari situasi yang ada, tempat ini tidak sesederhana yang kita lihat."

"Coba kalian perhatikan itu! Sepertinya ada jebakan yang sengaja mereka pasang ditempat ini...karena kerusakan yang terjadi ini, tidak disebabkan oleh pertarungan, melainkan hanyalah serangan sepihak." Lanjut Chen Song setelah melihat ada banyak anak panah yang tertancap di dinding gerbang yang terbuat dari kayu itu.

"Biar aku yang akan mencoba untuk masuk lebih dulu." Tutup Chen Song dan segera memasuki area markas tersebut dengan penuh kewaspadaan.

Saat dirinya hendak melewati gerbang markas itu, beberapa anak panah segera melesat kearahnya.

"Cepat berlindung!" Teriak Chen Song sambil menghindari serangan anak panah tersebut meskipun jumlahnya lebih sedikit saat Fan Tian melewati gerbang itu.

Empat sosok yang lain segera melindungi tubuh mereka dengan energi qi yang mereka miliki.

"Ternyata tempat ini memang telah dipasang jebakan oleh mereka...bagaimana dengan keadaan Zhao Yun? Apakah saat ini dia baik-baik saja?" Sung Yunzhi membantin.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Dong Huang setelah melihat apa yang dibuktikan oleh Chen Song.

Sedangkan dua sosok yang lain hanya meningkatkan tingkat kewaspadaan mereka untuk menghadapi jebakan yang lain.

"Kalian tunggu disitu saja! Aku akan menghancurkan jebakan yang mereka buat itu!" Seru Chen Song mengingatkan.

Chen Song segera pergi memastikan tempat anak panah itu berasal dan langsung menghancurkannya.

"Ayo masuk!" Serunya lagi.

Mereka pun segera memasuki area markas tersebut dengan sangat berhati-hati.

"Tetua Chen! Sepertinya tempat ini telah mereka tinggalkan dengan sengaja...menurutku, kita tidak perlu lagi untuk memeriksanya, sebab aku takut jebakan yang telah mereka siapkan bisa membahayakan jiwa kita." Tutur Dui Buqi menyampaikan apa yang dia pikirkan.

"Sepertinya apa yang tetua Dui Buqi sampaikan itu ada benarnya juga, sebab pintu bangunan itu terlihat seperti dibuka paksa oleh seseorang... Akan tetapi dengan cepat tombak-tombak itu menerjangnya." Dong Huang menambahkan sambil menunjuk ke arah yang dia maksudkan.

"Tetua Chen! Coba kau lihat itu! Sepertinya ada sisa-sisa asap yang keluar dari bawah tanah! Apakah itu berbahaya?" Sung Yunzhi juga menambahkan.

"Sepertinya sosok yang memasuki tempat ini bukanlah orang sembarang, sebab dirinya bisa lolos dari setiap jebakan yang ada...apakah orang itu adalah yang Yun'er maksudkan?" Chen Song membantin setelah melihat situasi yang terjadi ditempat itu.

"Tetua Chen! Bagaimana menurut analisamu? Apakah orang yang memasuki tempat ini sebelum kita adalah orang yang murid Yunzhi maksudkan?" Dui Buqi meminta pendapat Chen Song.

Mendengar pertanyaan dari Dui Buqi, Chen Song langsung menatap ke arah Sung Yunzhi dan bertanya.

"Yun'er! Kau telah melihat kemampuan pria yang pernah bersama denganmu itu...apakah dia memang memiliki kemampuan yang tinggi?"

"Sepertinya memang begitu...sebab dia sangat mudah membantai puluhan anggota perampok yang menyerang kita" Jawab Sung Yunzhi.

"Sebab dia bisa mengendalikan elemen petir dengan sangat baik!" Lanjut Sung Yunzhi menjelaskan.

"Apa? Menguasai elemen petir? Bukankah seseorang yang bisa mengendalikan elemen petir itu sangat sulit untuk ditemukan!?" Secara spontan kata-kata itu keluar dari mulut Chen Zhu.

Hanya Dong Huang yang tidak bereaksi setelah mendengar penjelasan Sung Yunzhi. Karena dia telah mengetahui kemampuan Fan Tian.

"Aku sangat penasaran dengan orang itu. Serta sangat berharap untuk bisa bertemu dengannya." Tutur Chen Song.

"Tetua Chen, jika aku bertemu lagi dengannya, pasti aku akan mengajaknya untuk menemui dirimu." Ucap Sung Yunzhi menanggapi perkataan Chen Song.

"Rupanya pria itu sudah memiliki posisi didalam hati Yun'er...aku harus bisa mencegahnya agar tidak bertemu lagi dengan pria itu." Pikir Chen Zhu.

"Sepertinya nona Sung Yunzhi sangat menyukai Fan Tian...apakah Fan Tian juga menyukainya?" Dong Huang membantin.

Saat itu masing-masing dari mereka memiliki pemikiran sendiri-sendiri mengenai Fan Tian.

Beberapa saat kemudian, akhirnya Chen Song pun kembali berkata.

"Karena tempat ini sudah kosong, sebaiknya kita kembali saja ke kota Guancheng."

"Tetapi bagaimana dengan Zhao Yun? Aku tidak bisa membiarkan dirinya sendiri pergi untuk membasmi para perampok itu!" Sela Sung Yunzhi.

"Yun'er! Pendekar Zhao Yun yang kau maksudkan itu sepertinya telah pergi dari tempat ini...apa lagi dengan kemampuannya itu, pasti dia akan baik-baik saja jika bertemu dengan para perampok." Chen Song mencoba memberikan pengertian.

"Benar yang ayah angkat katakan itu...kau tidak perlu mengkhawatirkannya." Chen Zhu menambahkan untuk membenarkan perkataan Chen Song meskipun ia juga sangat membenci kelompok tersebut.

"Menurutku, sepertinya Fan Tian tidak akan berhenti untuk mencari jejak keberadaan para perampok itu, sebab menurut pengamatanku, kemungkinan besar kelompok perampok itu memiliki hubungan dengan kematian keluarganya." Pikir Dong Huang.

Sung Yunzhi pun sedikit berpikir dengan apa yang kedua sosok itu sampaikan. Dan akhirnya berkata.

"Baiklah, ayo kita pergi dari tempat ini." Ucap Sung Yunzhi.

Wajah Chen Zhu pun langsung berubah dan terlihat senang karena keputusan Sung Yunzhi yang tidak lagi bersih kukuh ingin mencari Fan Tian.

Dong Huang pun hanya bisa mengikuti keempat orang itu untuk kembali ke kota Guancheng.

Saat mereka baru saja hendak meninggalkan markas perampok tersebut, rombongan Liu Ruyan pun tiba ditempat itu.

"Bagaimana tetua Chen? Dimana para perampok itu? Apakah kalian telah mengusir mereka? Dan dimana Zhao Yun? Apakah kalian telah bertemu dengannya?"

Liu Ruyan langsung memberondong dengan beberapa pertanyaan kepada Chen Song saat bertemu.

Sikap Liu Ruyan itu membuat Sung Yunzhi dan Dong Huang merasa sangat terusik.

"Apakah nona Liu Ruyan juga menyukai Zhao Yun?" Pikir Sung Yunzhi.

"Sepertinya nona Liu Ruyan sangat menyukai Fan Tian, sehingga ia terlihat sangat khawatir seperti itu." Pikir Dong Huang.

"Nona Liu, ditempat ini sudah tidak ada lagi orang didalamnya. Untuk itu, saat ini kami akan kembali lagi ke kota Guancheng." Jawab Chen Song singkat.

"Terus, bagaimana dengan Zhao Yun? Apakah kalian tahu kemana dia pergi?" Tanya Liu Ruyan lagi.

"Saat kami tiba disini...tidak ada siapa pun ditempat ini...untuk itu, kami juga tidak tahu dimana pendekar Zhao Yun itu berada." Jawab Chen Song lagi.

"Nona Sung, apakah kau tidak berniat untuk mencari keberadaan Zhao Yun?" Tanya Liu Ruyan lagi.

"Memang saat ini aku juga merasa sangat khawatir dengannya, tetapi menurut tetua Chen Song, aku tidak perlu khawatir, sebab Zhao Yun memiliki kemampuan yang sangat mumpuni untuk bisa menghadapi para perampok."

"Karena aku juga telah melihat kemampuan Zhao Yun, sehingga menurutku, nona Liu tidak perlu merasa khawatir juga dengannya." Tutup Sung Yunzhi.

Mendengar jawaban serta penjelasan Sung Yunzhi, kekhawatiran Liu Ruyan pun langsung mereda.

"Nona Liu, sebaiknya untuk saat ini kita kembali saja ke kota Guancheng." Ucap Chen Song lagi.

"Baiklah, jika nona Sung Yunzhi telah mengatakan seperti itu, aku bisa mempercayainya, sebab nona Sung Yunzhi telah melihat kemampuan Zhao Yun." Liu Ruyan menanggapi ucapan Chen Song.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kota Guancheng.

~Bersambung~

1
Jade Meamoure
mengerikan ini para wanita koq jadi pada aneh 😏😏😏
Jade Meamoure
bukankah kk Fan Tian yg d selamatkan oleh Chen Song yah apakah itu kknya 🤔🤔🤔
Jade Meamoure
kasian Dong Huang tapi Fan Tian ada benarnya jg, mana Dong Huang tk bisa punya pacar yaaahh makanya cari sekte jangan yg selibat kan dah d takdirkan stiap makhluk pasti ada pasangan
Yosef Kurniawan
sprt ny Thor udh lelah.. 🥲🥲😓😓
Adi Hernowo
lanjut Thor.....
Umar Muhdhar
.
Adi Hernowo
mana up nya Thor...
Adi Hernowo
punya mana thor......
Hari Sabar
Lumayan
𝒯ℳ
selesai ?
𝒯ℳ
tamat ya?
Darto Toink Katrok
blaar blaaar blaar baru 3x blaar kok tulisannya 6x, jangan suka korupsi thor
Abdul Muis
aneh apakah mereka tdk memiliki cincin ruang agar tdk repot membawa hartanya🤣
aris munandar
bagus
Zzzz: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
aris munandar
maaf Thor hanya satu vote ..semoga tidak mengurangi semangat author
Has Suny
sllu nyambung cerita ny.. jdi kurang
Umar Muhdhar
1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!