Menceritakan seorang laki-laki berusia 29 tahun namun belum kunjung menikah, namun penasaran dan jatuh cinta dengan pesona tetangganya yang begitu menggoda namun tetangganya telah bersuami. Bagaimana kelanjutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32
“Pak buk, kami balik dulu ke kota ya.” Kata Raka berpamitan ke orang tuanya.
“Hati-hati ya.” Kata Hadi.
“Jaga istrimu ya.” Kata Ajeng.
“Iya pak buk.” Jawab Raka.
“Pak buk, Dina pamit dulu.” Kata Dina.
“Iya nak, hati-hati ya, bapak sama ibuk selalu mendoakan kalian berdua.” Kata Ajeng.
“Hati-hati ya.” Kata Hadi.
“Terima kasih banyak pak buk. Doakan Dina bisa menjaga mas Raka ya pak buk.” Kata Dina.
“Aku masukkan barang-barang dulu kedalam mobil ya.” Kata Raka.
“Iya mas.” Jawab Dina.
**
Perjalanan menuju ke rumah Raka di kota, Raka dan Dina hanya diam saja didalam mobil.
“Kamu butuh sesuatu tidak? Atau mau beli apa?” Tanya Raka.
“Tidak ada mas.” Kata Dina.
“Dirumah sudah ada perlengkapan mandi jadi tidak perlu beli.” Kata Raka.
“Terima kasih mas.” Jawab Dina.
“Mau makan dulu nggak? Karena dirumah tidak ada makanan.” Kata Raka.
“Boleh mas, mau makan apa?” Tanya Dina.
“Kamu pengen makan apa? Ada nasi padang enak didepan, mau nggak?” Tanya Raka.
“Boleh mas, kamu sering beli disitu ya?” Tanya Dina.
“Pernah beli disitu bukan sering.” Jawab Raka.
Setibanya di restoran nasi padang. Raka dan Dina langsung makan makanan pesanan mereka. Tiba-tiba ponsel Raka berdering ada panggilan masuk.
“Aku angkat telfon dulu.” Kata Raka, namun Dina menahan Raka dengan menarik tangan Raka.
“Makan dulu mas, setelah makan baru kamu bisa menelfon dia.” Kata Dina.
“Kamu lanjutkan makanmu, ini telfon penting.” Kata Raka.
Raka pun keluar resto untuk menerima telfon dari Nadia.
“Maaf sayang, aku masih dijalan, ini masih makan.” Kata Raka.
“Sama istrimu ya?” Tanya Nadia.
“Sama Dina.” Jawab Raka.
“Ada kado special buat kalian berdua, aku taruh di teras ya.” Kata Nadia.
“Kamu ngapain ngasih kado begitu, jangan aneh-aneh sayang.” Kata Raka.
“Nggak apa-apa kok, pasti berguna kok.” Jawab Nadia.
“Iya tapi lain kali tidak perlu seperti itu, aku lanjut makan dulu ya setelah itu lanjut perjalanan, aku sudah kangen banget sama kamu.” Kata Raka.
“Memangnya kamu nggak mau bermesraan sama istrimu?” Tanya Nadia.
“Sudah ya jangan mulai, nanti kita ketemu di hotel ya.” Kata Raka.
“Ok sayang, hati-hati ya dijalan. Aku sudah tidak tahan ingin berduaan sama kamu sayang.” Kata Nadia.
“Iya sama aku juga kok, bye, love u sayang.” Kata Raka.
“Love you too sayang.” Jawab Nadia.
Raka balik kembali melanjutkan makan bersama istrinya.
“Segera dimakan mas, nanti kalau dingin tidak enak.” Kata Dina.
“Iya, kamu kalau sudah selesai makan balik dulu saja ke mobil.” Kata Raka.
“Aku disini saja mas.” Kata Dina. Dina memainkan ponselnya sambil menunggu suaminya selesai makan. Tak lama kemudian, Raka selesai makan, dia pun sibuk bermain ponselnya. Diam-diam, Dina mengambil gambar suaminya yang sedang serius bermain ponsel.
“Kapan aku bisa memilikimu seutuhnya ya mas, aku juga ingin dicintai seperti kamu mencintai si Nadia itu.” Kata Dina dalam hati.
“Mau pulang sekarang?” Tanya Raka.
“Mas sudah selesai makan?” Tanya Dina.
“Sudah, ayo pulang sekarang.” Kata Raka.
“Baik mas, oh ya mas besok aku kerja naik apa ya?” Tanya Dina.
“Aku bisa mengantarmu saat berangkat kerja tapi pulangnya tidak bisa menjemputmu.” Kata Raka.
“Kenapa kok tidak bisa mas?” Tanya Dina.
“Karena kadang aku kerja lembur, kamu naik ojek atau taksi online saja.” Kata Raka.
“Bukan karena kamu menemui dia kan?” Tanya Dina.
“Aku pikir dari awal sudah jelas ya, kita menikah hanya sebagai formalitas saja dan kita sepakat menjalani hidup masing-masing, aku tidak akan mencampuri urusanmu begitu pula sebaliknya.” Kata Raka.
“Maaf mas.” Kata Dina.
“Tidak perlu minta maaf.” Kata Raka.