Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Kedua
Tamu undangan sudah mulai berdatangan. Kedua pasang orangtua Andreas dan Aretha juga sudah datang bersama keluarga mereka. Rekan - rekan dokter dan teman - teman semasa sekolah juga kuliah juga menyempatkan hadir.
Aretha sangat bahagia. EO yang di rekomendasikan Yuda bekerja sangat baik. Tiba saat dimana vidio pemutaran perjalanan membangun usaha dan disertai dengan kejutan hasil USG Aretha yang tadi pagi.
Sambutan Andreas di awal sebelum ibadah singkat di mulai, dia mengungkapkan tentang bahagianya di hari ini dimana bertepatan dengan ulang tahunnya, ulang tahun pernikahan, bisa membuka usaha bersama dan yang istimewa lagi. Diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk bisa melihat istrinya mengandung. Itu semua di ungkapkan oleh Andreas.
"Aku lelaki beruntung yang bisa memilikinya secara bersamaan. Terima kasih istriku."
Andreas memberi ciuman mesra di bibir istrinya. Semua yang hadir bertepuk tangan. Ibadah singkat dimulai, acara ulang tahun. Dan pemotongan pita. Tampak bukan hanya Andreas dan Aretha saja. Namun orangtua mereka juga ada dalam sukacita itu. Hitungan ketiga pita di gunting oleh mereka berenam dan bersamaan dengan balon udara di terbangkan berisi iklan promosi apotik Labora's.
"Papa bangga sama kamu Andre. Terima kasih sudah menjaga Aretha dan sudah berjuang sehingga papa mau punya cucu."
Mamanya Aretha langsung memeluk anak perempuannya. Dia mencium. Bahagia, bangga yang dirasakan bukan hanya oleh orangtua Aretha namun orangtua Andreas juga merasakannya. Semua takjub dengan desain interior dan fasilitas Apotik sekaligus klinik berobat ini.
"Yang datang berobat pasti nyaman sih. Aku bisa join tidak nih."
"Dengan senang hati dokter Lydia."
"Tetapi......."
"Aku tahu harus tanda - tangan kontrak. Tetapi gue berminat loh."
"Bisa diatur dokter."
Sisa satu hari mau peresmian, Aretha dan Andreas menerima salah satu pegawai bagian akunting. Dia adalah Sisca pacarnya Yuda, dia baru saja mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya dan mau bergabung dengan Aretha dan Andreas. Dan mereka mempercayakan semua administrasi dan keuangan kepadanya. Tentu Aretha menjanjikan gaji yang lumayan. Karena tugasnya juga membuat promosi.
Sampai jam sembilan malam semua undangan sudah mulai pulang. Hari ini diakhiri dengan mereka berempat makan di Cafenya Yuda.
"Terima kasih sayang, kita sudah bersama sampai di titik ini."
"Semoga usaha kita menjadi berkat buat rumah 5angga kita juga orang - orang yang bekerja dengan kita."
"Sayang dari papa mau join modal di usaha kita."
"Terus abang ngomong apa??"
"Abang tidak menolak, namun abang tetap membutuhkan bimbingan papa."
"Kamu suami pintar. I love you."
"Love you more istriku sayang. Malam ini abang masih puasa ya??? Aretha tersenyum. Namun dia sangat bahagia, karena suaminya sudah menyiapkan susu ibu hamil buatnya.
"Terima kasih suamiku sayang." Andreas tersenyum dan langsung mencium istrinya. Hari ini meskipun kelelahan, tetapi sepasang suami istri ini tidur sangat lelap.
Pagi - pagi seperti biasa selesai berdoa, Aretha olahraga, namun yang ringan saja. Terus dia menyiapkan sarapan dan bekal buat mereka.
"Sayang, rencananya dokter Grace spesialis anak mau buka praktek di tempat kita. Siska ada buang di grup."
"Berarti salah satu ruangan di lantai dua disiapkan. Aku nanti hubungi desain interiornya sayang."
"Biar Siska aja sayang yang urus. Abang ngak mau kamu kelelahan."
"Oke abang."
Aretha langsung menghubungi Siska memberi kepercayaan kepadanya. Dan Siska mau melakukan itu.
Hari ini Aretha masuk kerja di antar oleh suaminya. Sampai di lobi rumah sakit Aretha langsung turun.
"Sayang, aku sebentar pulang kerja mau di jemput mama."
"Mau keluar kemana sama mama???"
"Jalan - jalan saja. Nanti pulangnya aku minta di antar ke apotik."
"Oke sayang, abang menunggu disana."
Satu bulan usaha Aretha dan Andreas berjalan dengan lancar, sekarang sudah ada dokter penyakit dalam, dokter anak, dokter saraf dan dokter umum. Kebetulan dokter ini dokter keluarga dari asuransi kesehatan yang pemerintah kerja sama.
Usia kandungan Aretha sudah jalan empat bulan, flek - flek darah sudah tidak terjadi lagi. Dan semenjak hamil ini Andreas tidak perna menyentuh istrinya. terhitung sudah empat bulan.
"Bagaimana kandung Thea???"
"Puji Tuhan sudah baikan."
"Thea terlalu sibuk sih ndre, makanya dia kelahan. Itu efeknya. Untuk janin kalian kuat."
"Iya. Saya rasa dia itu pelindung maminya."
Andreas tidak sengaja kembali melihat luka lebam di ujung bibir Jihan.
"Again, suamiku. Kenapa ngak lapor polisi."
"Aku ngak bisa."
"Tetapi kamu dirugikan Han."
"Ini kan kemauan orangtuaku. Ini yang mereka suka. Aku seperti ini."
Andreas mengingat kasus yang menimpa papanya Jihan. Karena di ceritakan oleh papanya. Di akhir kuliah mereka, papanya Jihan terkena kasus korupsi. Namun tidak di hukum. Kata papanya Andreas dia di tolong kerabatnya, sehingga uang itu di kembalikan.
"Aku berhutang pada mereka."
"Tetapi setahuku, Barry suamimu adalah orang yang baik. Kami kan sama - sama satu sekolah. Itu yang gue ngak habis pikir kalau dia bisa menyakiti kamu."
"Aku tidak perna mencintai dia. Ada orang yang aku cintai."
"Empat tahun Han??? Masa???"
Hari ini pasiennya Andreas tidak banyak. Hanya sepuluh orang.
"Tadi yang keluar pasien terakhir kita dokter."
"Terima kasih Aji. Kamu boleh rapikan dan siap buat pulang. Sepertinya Siska ada masak di atas di bantu Bari."
"Iya dokter, tadi mba Siska kasih tahu. Kan hari ini mas Yuda ulang tahun."
"Oo ya. Oke aku mau kesebelah aja."
Andreas datang ke cafe Yuda's yang bersebelahan dengan klinik dan apotik Labora's.
"Selamat ulang tahu bro. Hadiahnya besok aku dan Aretha datang baru kasih."
"Dasar sahabat durhaka."
"Gue lupa, kalau Aji ngak kasih tahu, kalau Siska ada masak buat kamu ulang tahun. Aku ngak tahu."
"Memang kamu itu sahabat bangkek." Andreas langsung memeluk sahabatnya. Karena masih nongkrong, Yuda membuat kopi kesukaan Andreas. Tidak lupa, Andreas menghubungi istrinya memberitahu, kabar bahagia ini. Dan Yuda berjanji akan menyiapkan kue kesukaan Aretha ibu hamil ini. Dan Andreas ijin karena masih nongkrong sedikit, sambil habiskan kopinya.
"Kalian tahu Jihan dan Bery kan??"
"Kemarin gue ada ketemu dengannya. Dia tanya - tanya usaha kamu."
"Yang gue heran, kenapa setiap Bery balik ke Jakarta Jihan mukanya lebam."
"Kamu ngak tahu masalah Jihan???"
"Masalah apa??"
"Gini bro, suami siapa yang tidak marah jika istrinya berselingkuh hatinya."
"Jihan selingkuh???"
"Baru hatinya?? Bery say, Jihan masih menyimpan kenangan lama bersama pacarnya."
"Kalian kenal mantan pacarnya???"
"Bery tidak beritahu, tetapi katanya kalau terbongkar kalian pasti tahu."
"What!!!"
"Gue kasihan sama dia. Seperti ngak tega gitu."
"Itu perempuan problematik Ndre."
"Kemarin dia mau mendaftar praktek di apotik kalian???"
"Masalahnya??"
"Semua surat - surat belum di lengkapi. Sedangkan dokter gigi Widy punya sudah siap. Tinggal kami tanda tangan kontrak saja."