Menjadi istri pengganti istri pertama, begitulah yang Deandra alami. Ketika dirinya terpaksa harus menikah dengan Majikan di rumahnya ini, hanya karena dia membutuhkan sosok seorang istri pengganti di saat istri pertamanya masih dalam keadaan koma.
"Jadi istri pengganti untukku, selama istri pertamaku belum sadar"
Sebuah kalimat yang membuat Deandra sangat terkejut. Namun sebuah pilihan yang akhirnya dia ambil. Entah bagaimana pernikahan ini berlanjut, mungkin akan tetap bersama dengan saling mencintai? Atau bahkan saling melepaskan dengan rasa sakit?
Saksikan kisahnya di PENGGANTI ISTRI PERTAMA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Istriku!
Deandra terdiam ketika melihat wanita cantik yang barusan menyapa Afkha. Masih bingung siapa wanita itu. Menatap suaminya yang juga terlihat biasa saja.
"Ya ampun aku tidak menyangka akan bertemu disini sekarang. Bagaimana keadaan Sandra sekarang? Maaf ya tidak sempat datang mejenguknya lagi"
"Dia masih seperti biasanya, kau sedang apa disini?" tanya Afkha
"Hanya melihat-lihat saja"
Deandra langsung menundukan wajahnya ketika wanita itu menatap ke arahnya. Seolah mempertanyakan pada Afkha siapa wanita itu, kalau dia tidak salah dengae, tadi dia mendengar gadis yang bersama Afkha itu memanggilnya sayang.
"Ah, ini Deandra..." Afkha langsung merangkul bahu Deandra membuat gadis itu langsung terkejut. "...Dia istriku"
Deg, tubuh Deandra langsung mematung seketika. Afkha yang mengakuinya sebagai istri malah membuatnya sangat terkejut. Wanita di depan mereka juga terlihat sama terkejutnya dengan ucapan Afkha barusan.
"Istri? Maksudnya kamu menikah lagi?"
Afkha menganguk, sedikit pun tidak ada keraguan dalam dirinya saat mengakui Afkha sebagai istrinya. "Anakku Resa membutuhkan sosok seorang Ibu dari sekarang saat dia masih kecil. Jadi aku harus mencarikan dia seorang Ibu"
"Ibu pengganti maksudnya?" tanya wanita itu dengan menatap Deandra sedikit merendahkan.
"Tidak, dia istriku dan aku mencintainya. Kalau memang tidak ada hal lain, kami pamit duluan" ucap Afkha dengan tegas.
Tubuh Deandra masih terasa kaku, apalagi ketika mendengar ucapan terakhir yang diucapkan oleh suaminya barusan. Bagaimana bisa Afkha yang mengakuinya dan mengatakan jika dia juga mencintainya. Deandra benar-benar terkejut dengan hal ini.
Afkha membawa Deandra untuk pergi dari butik itu. Bahkan mereka tidak jadi membeli satu jas pun karena keburu kedatangan wanita tadi. Sepanjang perjalanan Afkha sama sekali tidak melepaskan rangkulan tangannya pada Deandra. Dia yang sedang mencoba untuk meyakinkan istrinya jika posisinya dan Sandra memang sama. Bahkan mungkin posisi di hatinya malah lebih besar untuk Deandra saat ini.
Apa aku sedang bermimpi sekarang ini? Aku benar-benar di akui sebagai istrinya. Ya Tuhan, aku senang sekali.
Deandra menatap suaminya sambil tersenyum tipis, rasanya dia sangat senang ketika Afkha yang mengakui dirinya sebagai seorang istri di depan orang lain. Apa mungkin kali ini adalah waktunya Deandra berharap lebih? Mungkin saja Afkha tidak akan menceraikannya jika suatu saat nanti Sandra sadar.
"Kau mau beli apa?" tanya Afkha.
Deandra mengerjap, dia langsung memalingkan wajahnya yang sejak tadi terus menatap suaminya. "Tidak ada yang ingin aku beli. Bukannya tadi kamu mau beli jas ya? Kenapa tidak jadi? Apa karena kedatangan wanita yang tadi? Dia itu siapa?"
Afkha menghentikan langkahnya, membuat Deandra juga ikut berhenti. Lalu dia menatap Deandra dengan lekat. "Kau senang sekarang?"
Hah? Deandra yang hanya melongo tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya barusan. Tidak mengerti dengan suaminya yang tiba-tiba saja berbicara seperti itu, malah membuatnya kebingungan sekarang.
Afkha menoyor kepala istrinya itu, lalu dia terkekeh lucu melihat ekspresi wajah istrinya itu. "Kamu tahu harus berpikir apa sekarang?"
Deandra hanya menggeleng pelan dengan wajah bingungnya itu. Membuat Afkha semakin gemas saja. "Mulai sekarang kau jangan pernah berpikir jika kau hanya istri pengganti. Karena aku rasa, aku tidak mau melepaskan kamu"
Deandra terdiam dengan menahan senyumnya, tentu saja dia mengerti maksud Afkha. Akhirnya Deandra bisa melupakan tentang masalah perjanjian, karena sekarang suaminya sendiri yang mengatakan jika dia yang tidak akan melepaskan Deandra. Membuatnya senang saja.
"Jadi, aku boleh dong post foto kamu sebagai suamiku? Hahaha.. Aku bercanda" ucap Deandra sambil tertawa kecil.
Afkha mencubit gemas hidung istrinya itu, rasanya baru kali ini Afkha yang bisa tersenyum dan sebahagia ini saat bersama dengan Deandra. Seolah kehidupannya berubah dan sekarang dia sangat bahagia.
"Kau tidak perlu lagi menutupi pernikahan ini. Karena pernikahan kita juga sah" ucap Afkha.
Deandra mengangguk kecil, lalu dia merangkul tangan suaminya itu dan mereka lanjut berjalan. "Sebenarnya aku tidak mau memberi tahu siapapun kalau aku sudah menikah. Kasihan jika teman-temanku tahu, mereka akan shock berat. Apalagi yang mereka tahu kalau aku ini sekarang lagi patah hati karena Kak Angga menikah"
Afkha langsung mendengus kesal ketika mendengar istrinya yang menyebut nama pria yang jelas dia sukai itu. "Memangnya apa yang kau sukai dari dia? Sampai sudah punya suami saja tatapanmu masih sama saja pada dia"
Deandra tersenyum mendengar kekesalan suaminya. "Ya karena dia baik sekali padaku, sebenarnya kalau dia belum menikah. Aku berniat akan mengejarnya setelah bercerai dari kamu. Hahaha"
"Kau!"
Deandra langsung berlari meninggalkan suaminya, sambil tertawa. Afkha hanya tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya itu. Dia sekarang tahu jika Deandra memang sudah tidak mempunyai perasan apapun pada Angga. Karena sekarang dia bisa lebih terbuka pada Afkha tentang pria yang pernah dia sukai itu.
########
Kembali ke rumah setelah seharian ini cukup lelah dengan banyak kejadian mengejutkan. Selain pengakuan Afkha yang tiba-tiba itu pada seorang wanita, juga pengungkapan cintanya yang dia sengaja ucapkan di depan wanita yang menemuinya tadi. Sungguh hal ini adalah yang membahagiakan bagi Deandra.
"Sayang mandi dulu sana, aku mau ke kamar Nyonya dulu. Mau lihat keadaan dia" ucap Deandra.
"Iya Sayang"
Deandra tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Panggilan sayang yang selalu membuat Deandra senang dan bahagia. Selalu saja dia merasa berdebar ketika suaminya memanggilnya seperti itu.
Deandra masuk ke dalam kamar Sandra, dan perasaan senang itu seolah langsung lenyap seketika. Tentu saja dirinya yang sadar jika memang dirinya tidak bisa menganggap Afkha sebagai miliknya seutuhnya. Karena masih ada Sandra yang tentunya adalah pemilik pertama hati Afkha itu.
"Nyonya, jika nanti Nyonya sadar dan mengetahui tentang semua ini. Tolong jangan memarahi Tuan Afkha ya. Karena dia juga tidak salah, di melakukan ini hanya demi anak kalian juga"
Rasanya Deandra tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi ketika nanti Sandra terbangun dari komanya. Deandra yang tidak tahu dengan apa yang akan terjadi nantinya. Meski suaminya sudah mengatakan jika dia tidak akan membiarkan Deandra pergi dan kata cinta yang sudah terucap dari keduanya. Tetap saja Deandra juga tetap harus memikirkan tentang Sandra. Karena belum tentu Sandra akan menerima dengan lapang sebuah pernikahan kedua suaminya ini. Meski di lakukan demi anaknya juga.
"Maafkan aku Nyonya, karena aku sudah masuk ke dalam pernikahan kalian. Maaf karena aku yang merusak dongeng dan cerita tentang keharmonisan pernikahan kalian ini"
Rasa bersalah yang tidak bisa di tutupi begitu saja. Mau bagaimana pun Deandra tetap merasa jika dirinya adalah duri dalam pernikahan Sandra dan Afkha.
Bersambung