Ketika cucu kesayangan pewaris konglomerat terlibat skandal besar yang mengancam masa depannya dan perusahaan!
Skandal yang mengharuskan dia untuk menikah dengan orang yang dipersiapkan kakeknya demi mengubur skandal tersebut.
Pernikahan mereka menjadi rumit karena jaksa terus mengincar perusahaan istrinya untuk membongkar skandalnya, kisah masa lalu dan jaksa yang menyembunyikan kekasih dalam pernikahannya.
Akankah pernikahan mereka runtuh karena skandal tersebut? Atau jaksa yang menyerah karena cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvina Stephanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
“Sebegitu inginnya kah kamu bercerai?”
“Noah, kali ini… kamu tidak akan memanggil atau menahan Victoria, ‘kan?” tanya Rebecca.
“Tentu saja. Itu tidak akan terjadi. Kakek, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan,” ucap Noah.
“Baiklah, ayo. Kita bicara di ruanganku,” Thomas mengajak Noah ke ruangannya.
“Aku tidak diajak? Tunggu. Ada urusan apa Noah sampai bicara berdua saja dengan papa?” ucap Rebecca monolog.
DI RUANG KERJA THOMAS.
“Kamu bisa menyampaikannya sekarang,” ucap Thomas.
“Kakek, apa kakek bisa mempertemukan aku dengan kakek mertuaku yang satu lagi?” pinta Noah.
“Ada apa sampai kamu ingin menemui Pimpinan Hampton Pearson? Firma hukum terbaik,” tanya Thomas.
“Aku ingin menjadi bagian dari Hampton Pearson,” jawab Noah.
“Wow… tiba-tiba?”
“Seperti yang kakek bilang, banyak yang ingin menjatuhkan Victoria. Dan kita harus mendukungnya. Namun kakek salah. Dukungan saja tidak cukup, Kek. Kita harus melindunginya,” ucap Noah.
“Kamu tidak harus melindunginya. Kamu pikir Hampton Pearson tidak bisa melindunginya?”
“Aku ingin melindunginya sendiri. Aku membutuhkan Hampton Pearson oleh karena itu,”
“Bagaimana kalau Hampton Pearson tidak menerimamu?”
“Aku rasa itu mustahil terjadi,”
“Kenapa?”
“Karena aku Noah Specter,”
“Apa kamu yakin? Kamu harus meninggalkan pangkatmu sebagai jaksa elit 1 dan tidak bisa kembali setelah menjadi pengacara di Hampton Pearson,”
“Aku tahu dan aku yakin,”
“Kenapa kamu datang ke kakek? Kamu bisa menemui sendiri kakek mertuamu yang satu lagi,”
“Aku ingin meminta bantuan kakek,”
Thomas mengernyitkan alisnya.
“Minta Victoria untuk bertahan. Bertahan dalam situasi ini, dan… bertahan dalam pernikahan ini. karena dia hanya mendengarkan kalimat yang keluar dari mulut kakek saja,”
“Kamu tidak ingin bercerai dari Victoria, ya? Kenapa begitu?”
RUANGAN VICTORIA.
Victoria duduk di kursinya dan tampak sedang memikirkan sesuatu. Terlihat dari jari telunjuknya yang mengetuk-ngetuk meja.
Hanya orang di Xander Group yang bisa naik ke atap. Tapi, siapa orangnya? Apa dia ayah biologis dari bayi yang dikandung Dena? Apa dia benar membunuhnya?
Dia juga teringat dengan kalimat yang diucapkan Dena terakhir kali padanya.
“Diam! Kamu sama saja! kamu hanya memanfaatkan aku dan meninggalkan aku setelah itu!”
Alih-alih mendatangi Noah, dia malah mendatangiku. Jelas dia dimanfaatkan seseorang yang mengincarku. Dan targetnya bukanlah uang. Siapa? Siapa yang mengincarku?
Tok. Tok. Raphael masuk ke dalam dan membuyarkan lamunan Victoria.
“Tepat setelah dia jatuh, orang-orang memotretnya dan terlihat ada Deva di TKP,” Raphael memberi ponselnya.
“Ada fotonya yang memperlihatkan dia meninggalkan tempat parkir basemen,” ucap Raphael kemudian.
“Berikutnya,” ucap Victoria.
“CCTV memang ada pemeliharaan pada malam itu. namun, CCTV di tangga darurat, lorong kantor Pimpinan, Wakil Pimpinan, dan lorong kantor keamanan tidak dimatikan. Saya tidak bisa mendapatkan rekamannya,” ucap Raphael.
“Deva… kenapa dia ke sini…?” Victoria berpikir.
“Ada kalanya anggota keluarga menjadi tersangka,”
“Lalu kenapa dia demo dan merilis cuplikan video itu? kalau dia pelakunya, dia akan berusaha mencegah kasus ini menjadi pusat perhatian,” ucap Victoria.
“Saya keliru. Mengenai Wakil Pimpinan (Abraham Xander), saya sudah mengonfirmasi keberadaan Pak Oki, asistennya pada malam itu. Dia mengantar Wakil Pimpinan pulang lalu kembali ke kantor karena masih ada pekerjaan. Saat mendengar Dena jatuh dari atap, dia langsung pergi ke taman atap,”
“Lalu?”
“Dia bilang tidak ada apa-apa di sana. Lalu saya bertanya apa ada sesuatu yang Dena tinggalkan atau terjatuh, jawabannya tidak ada. Polisi juga bilang tidak menemukan apa pun di TKP,”
“Kenapa dia langsung pergi ke atap… Dia hanya asisten yang tidak berhubungan dengan Noah dan Dena,” ucap Victoria.
“Saya punya pertanyaan,”
“Apa itu?”
“Saat anda menemui Dena di taman atap, apa yang anda bicarakan dengannya? Apa kalian seharusnya bertemu di sana? Atau itu kebetulan?”
“Kebetulan. Aku ingin mengembalikan hasil testpacknya yang tertinggal di ruanganku,”
“Kalau begitu, dia mungkin ada di taman atap untuk menemui seseorang. Apa ada orang yang anda pikirkan?”
“Mungkin orang yang sama dengan orang yang mengambil ponsel Dena. Yang paling membuatku penasaran, kenapa dia mati di sini, kenapa di Xander Group,”
“Saya juga berpikir begitu. Oh, ya. Ini surat perceraian yang anda minta. Pengacara perceraian dari Hampton Pearson akan segera menghubungi anda,” ucap Raphael.
“Baik, terima kasih.”
FIRMA HUKUM HAMPTON PEARSON.
Noah mendatangi firma hukum terbaik Hampton Pearson meski banyak musuh bebuyutannya di sana. Sesungguhnya, Noah tidak pernah membenci siapapun. Kecuali pengacara dari Hampton Pearson. Hanya orang-orang inilah yang tidak dia sukai apalagi di saat dia memiliki kasus yang mengharuskan dia melawan pengacara dari Hampton Pearson.
Pengacara dari Hampton Pearson menyelesaikan masalah dengan 3K yang paling dibenci Noah. Kekuasaan, Koneksi, Kekayaan. Bertolak belakang dengan 3 yang Noah anut; Keadilan, Kenyamanan, Kemampuan.
Namun siapa sangka, dia kali ini datang ke firma hukum yang megah itu untuk menjadi pengacara di sana. Firma hukum yang milik kakek Victoria, istrinya sendiri. Meskipun begitu, kekuasaan dan koneksi firma hukum itu patut Noah acungi jempol.
Noah membutuhkan kedua itu saat ini dan keduanya itu tidak bisa dia dapatkan dari tempat manapun.
“Aku sudah mendengar dari besanku. Kamu ingin menjadi pengacara di sini. Itu sangat mungkin. Kamu bahkan bisa langsung menjadi Senior Partner dengan kualifikasimu,” ucap Adam Hampton, kakek Victoria.
“Tapi kamu harus meninggalkan Hampton Pearson dan aku pastikan kamu tidak akan diterima kerja di mana pun jika setetes air mata keluar dari mata Victoria dan kamu penyebabnya,” ucap Adam kemudian.
Tentu saja, Adam sangat keras pada Noah. Hal itu dia lakukan demi cucunya sendiri, Victoria. Beruntungnya Victoria yang memiliki 2 kakek yang mengutamakan kebahagiaannya.
“Kapan aku bisa menandatangani kontraknya?”
RUMAH VICTORIA DAN NOAH: E3.
Victoria memilih untuk pulang lebih awal malam ini dan duduk di meja makan. Para pelayan di rumah cukup terkejut karena Victoria ingin makan malam di rumah. Mereka pun menyiapkan masakan untuk 2 orang.
Victoria duduk di meja makan sembari menunggu masakan siap untuk dihidangkan. Dia duduk tanpa bersuara, dan dengan tatapannya yang biasa meski bagi orang yang baru melihatnya tatapannya itu terkesan dingin.
Terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah, pertanda Noah sudah pulang. Hingga sampai Noah membuka pintu rumah, Victoria masih setia dalam diamnya. Noah pun berjalan masuk dan mendapati istrinya tengah duduk di meja makan menanti dirinya.
“Victoria? Kamu sudah pulang?” Melihat istrinya di sana, Noah pun duduk bergabung di meja makan. Jarang sekali bahkan tidak pernah mereka memiliki momen untuk makan malam bersama.
Seorang Victoria yang selalu pulang ke rumah tengah malam bahkan dini hari, hari ini menyempatkan waktunya untuk pulang lebih awal bahkan sebelum Noah tiba. Terlebih dia tengah duduk di meja makan.
“Mari makan bersama malam ini,” ucap Victoria.
“Iya, benar. Mari kita lakukan itu,” balas Noah.
Para pelayan datang mengantarkan hidangan untuk mereka. Malam itu, Noah dan Victoria menyantap makan malam dengan teramat tenang dan hikmat.
“Ada yang ingin aku katakan padamu,” ucap Noah. Di akhir makan malamnya, Noah berniat memberitahu istrinya kalau dia sudah resmi bergabung ke Hampton Pearson dan menjadi Senior Partner mulai besok.
“Aku juga,” balas Victoria.
“Kamu dulu,” ucap Noah.
Victoria mengeluarkan sebuah amplop besar dari dalam tasnya. Dia memberikan amplop itu untuk Noah.
“Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, pengacara dari firma kakekku akan membantumu,” ucap Victoria.
“Lagi?” ucap Noah saat membuka amplop itu dan mengeluarkan sedikit dokumen di dalamnya.
SURAT GUGATAN PERCERAIAN.
“Sebegitu inginnya kah kamu bercerai?” tanya Noah.
Bersambung...