season 2: Kenza & kenzo
Lea Mahendra anak tunggal dari keluarga konglomerat tapi sama sekali tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang orang tua yang membuatnya mempunyai sifat dingin tak tersentuh. diusianya yang masih 16 tahun lea mewarisi mafia dari seorang kakek tua yang tidak segaja dia selamatkan di usia 13 tahun.
di usia 19 tahun lea mengalami kecelakaan yang diakibatkan oleh musuh bebuyutannya bukannya masuk neraka karena kejahatannya tapi malah masuk ke dalam buku novel yang pernah dia baca 'love for gracia' bersama dengan sistem
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lea dan Gisel sadar
"akhirnya kau bangun ayg. Kau tau aku sangat merindukanmu hiks hiks" calvino meneteskan air mata bahagia.
"vino haus" calvino melepas pelukannya lalu mengambilkan air minum untuk Lea.
......................
"makasih ayg" Lea dengan tangan lemah memegang pipi calvino sambil tersenyum lembut.
"ini dimana dan gimana keadaan Gisel sekarang?" Lea terlihat khawatir dengan keadaan Gisel.
"kau berada di rs, kalo tentang gisel aku nggak tau Apakah dia sudah bangun atau belum. Tapi yang pasti di juga koma sama sepertimu ayg" calvino memegang tangan Lea yang ada di pipinya.
"kalo tentang Gisel koma aku udah tau, aku bertemu dengan di alam bawah sadar" lea menurunkan tangannya dari pipi calvino.
"oh nanti aku ke ruang Gisel untuk liat apakah dia udah bangun atau belum. Kau istirahat saja aku akan mengabari papa, mama, ayah, bunda, adek, dan juga kakak ipar dulu" Lea mengangguk tersenyum.
Lea kembali memejamkan mata calvino tersenyum mengusap kepala Lea lalu menciumnya. Calvino berdiri menuju ke sofa dia duduk dengan lemes dengan satu lengannya di dahinya.
pintu terbuka membuat calvino langsung memperbaiki duduknya. Di sana terdapat ayah dan bunda yang baru datang.
"gimana keadaan Lea, vino" bunda terlihat begitu khawatir.
"Lea udah bangun tadi Bun tapi vino menyuruhnya untuk istirahat dulu, oh iya bun bukannya tadi ke ruangan Gisel. Gimana keadaannya sekarang apa dia Udah bangun?!" calvino menatap mereka berdua dengan penasaran.
"dia sudah bangun sekarang" ayah duduk langsung duduk di samping Lea. Dia tersenyum tipis mengelus rambut Lea lalu menciumnya dengan penuh kasih sayang.
"uhh" lea membuka mata saat merasakan ciuman dari sang ayah.
"anak ayah bangun, maaf yah udah ganggu tidur Lea" Lea menggeleng pelan sambil tersenyum.
"ga apa-apa yah" Lea langsung duduk karena bosan tidur terus.
"kau sudah di periksa dengan dokter" Lea menggeleng pelan sambil tersenyum ke arah mereka berdua.
"vino kenapa kau belum memangil dokter untuk memeriksa Lea" bunda memegang pinggangnya dengan kesal menatap calon menantu.
"maaf Bun vino lupa panggil dokter" Calvino memukul pelan dagunya.
"cepet panggil dokter ke sini dan suruh perawat bawa makanan untuk Lea. Dia baru saja bangun dari koma selama 1 Minggu pasti dia lapar sekarang." bunda mengelus rambut Lea pelan, calvino keluar dari sana untuk memanggil dokter.
"nak gimana keadaanmu sekarang apa sudah mendingan sekarang?" Lea mengangguk pelan mendengar ucapan bundanya.
"syukurlah kau tau nak bunda ayah dan kedua kakakmu sangat khawatir dengan keadaanmu yang tiba-tiba koma kayak gini. Bahkan tunanganmu tidak mau beranjak dari sini sebelum kami berdua yang menyuruhnya istirahat" ayah hanya diam sambil mengusap kepala Lea pelan.
"maafin Lea Bun" Lea menundukkan kepalanya sedikit merasa bersalah atas apa yang terjadi.
"permisi bisa keluar sebentar saya mau memeriksa nona Lea" dokter yang baru datang langsung menyuruh mereka semua keluar.
"yah
flashback
Lea yang baru saja pulang di antar oleh calvino langsung ke kamarnya. Awalnya hanya untuk mandi tapi entah kenapa dia merasa ngantuk jadi dia tidur sebentar.
"bun Lea kok belum Dateng makan malam yah" Sena menyipitkan matanya saat Lea masih belum terkumpul untuk makan malam.
"bunda tidak tau nak, mungkin dia masih di kamar coba kau pergi cek Lea.” Sena mengangguk berdiri dari tempat duduknya.
sesampainya di depan pintu kamar Lea. Sena langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sena menggeleng pelan sambil melibatkan kedua tangannya.
"cih cih anak ini kebiasaan jam segini masih tidur". Sena membangun Lea dengan suara lembut.
"Lea adek kakak yang cantik bangun udah malam". Sena mengelus rambut Lea dengan lembut.
"Lea hai bangun dek, nanti bunda marah lho kalo Lea ga bangun". Sena mengerutkan keningnya bingung Lea tak juga bangun. Sena bingung dengan Lea karena tak bisanya dibangun.
"Lea hai, bangun dek". Sena yang panik langsung guncang-guncang tubuh Lea dengan kencang. Tapi hasilnya Lea tak juga bangun, Sena yang khawatir langsung berlari keluar kamar Lea.
"AYAH, BUNDA, KAKEK". Teriak Sena sambil berlari ke lantai lantai satu dengan menggunakan tanga.
"hos hos". Sena berhenti sejak lantaran kelelahan berlarian sampai ke meja makan.
"Lea yah, bun, kek sama sekali tak bisa di bangunkan bahkan saat aku mengguncang-guncang tubuh masih sama tak bangun". tiganya langsung kaget pergi ke kamar Lea untuk memastikannya.
sesampainya di kamar Lea, mereka sekali lagi terkejut dengan wajah pucat anak dan cucu.
"bawa lea ke rs sekarang Ares". ayah mengangguk pelan langsung mengendong Lea dengan tatapan kosong.
Dimalam itu juga Lea di bawa ke rs milik keluarganya. Kyler juga di telpon mengabarkan Lea sedang di bawa ke rs.
Kyler yang mendengar langsung kembali ke negara i malam itu juga dengan menggunakan pesawat pribadi.
Flashback end.
"gimana keadaan adek yah, Bun, vino". kyler yang baru datang langsung menanyakan keadaan Lea.
"dia sudah siuman nak, kita tinggal tunggu dokter memeriksa keadaan". Bunda menghampiri Kyler lalu mengelus rambut.
kyler tersenyum mendengar Lea sudah siuman.
..........
"sayang kau sudah siuman nak". Mama Gisel langsung memeluk dengan air mata yang mengalir ke pipinya.
"mama". Gisel membalas pelukan dari mama sambil tersenyum.
"Hersa gimana keadaan Gisel sekarang". mama langsung menanyakan keadaan Gisel ke Hersa.
"kata dokter tadi Gisel perlu istirahat selama beberapa hari. karena dia sudah berbaring koma selama satu Minggu pasti tubuhnya kaku. jadi dokter menyarankan untuk istirahat dulu". Mama mendengar hanya mengangguk pelan.
"ma, papa di mana kok dia belum datang ke sini". Lea mengerutkan keningnya karena papanya belum datang.
"papa ada di kantin nak, katanya laper". Mama mengelus rambut Gisel penuh kasih sayang.
mana yang bener?🤔