NovelToon NovelToon
Istri Kedua Kepala Desa

Istri Kedua Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Henny

Sinta harus membayar hutang keluarganya dengan cara dia menikah dengan kepala desa dan menjadi istri keduanya.
Pernikahan ini diatur oleh mama sangat kepala desa dengan harapan agar Sinta bisa membuat sang kepala desa berpisah dengan istri pertamanya.
Sebuah pernikahan yang penuh misteri sampai akhirnya Sinta tahu rahasia yang membuat nya terjebak dalam pernikahan neraka ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alasan Gizel

Gizel menatap Arsen setelah ia selesai menerima telepon. "Mama mu akan ke sini! Aunty perlu menyiapkan kamar tamu."

"Ngapain mama ke sini?"

"Dia merindukan kamu, Arsen. Tadi kamu ke kota tapi tidak menemuinya. Aunty masuk dulu!" kata Gizel lalu segera masuk ke dalam. Arsen mengusap wajahnya kasar. Ia masih penasaran dengan apa yang dikatakan oleh bibinya itu

 Arsen pun segera masuk ke dalam tanpa melihat Sinta yang berdiri di dekat tiang pilar beranda samping.

Sinta menggeleng kan kepalanya. Apakah nyonya Risna ingin memisahkan mereka karena tahu alasan Gizel menikah dengan Mahendra?

Mamanya Arsen akan datang? Bukankah dia tahu siapa aku? Ya Tuhan, bagaimana tanggapannya saat tahu kalau perempuan yang dulu dihinanya kini menjadi madu adiknya?

Sinta merasa kepalanya bertambah pusing. Ia melihat ayunan di taman samping ini. Ia memilih duduk di sana sambil menikmati dinginnya malam di desa pegunungan ini. Sinta tak tahu kalau dari lantai dua, Mahendra justru melihatnya. Amarah lelaki itu belum juga reda. Ia memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan Sinta tadi. Ia tak menduga kalau tangan kecil itu mampu menamparnya dengan sangat kuat.

Pintu kamar Mahendra diketuk. Ia berjalan dan membukanya. "Ada apa, Gizel?"

"Sayang, aku mau minta ijin. Kakakku mau datang malam ini. Boleh kan?"

"Keluarga mu selalu diterima di rumah ini."

"Terima kasih, sayang. Eh, kenapa pipimu merah?" Gizel akan memegang pipi Mahendra namun lelaki itu membuang pandangannya ke samping.

"Pergilah! Siapkan kamar untuk kakakmu. Aku hanya ingin istirahat sendiri."

"Baiklah." Gizel segera meninggalkan kamar ini Mahendra. Ia dapat melihat wajah Mahendra yang nampak kesal. Gizel tahu kalau itu karena Sinta.

************

Gina menatap Arsen begitu ia tiba di rumah besar ini. "Nak, mama sangat khawatir. Kamu sama sekali tak pernah menelepon mama, bahkan tadi kamu datang ke kota tapi tak mampir di rumah."

"Mama, aku kan ke sini mau mencari inspirasi. Aku bukan anak kecil yang harus selalu mama kejar."

Gina memeluk putra sambungnya itu. "Mama sering lupa kalau kamu sudah berusia 24 tahun."

Arsen melepaskan pelukannya. "Mama ke sini, terus papaku sendirian, dong."

"Papa sedang ke Amerika. Ada reuni dengan teman-temannya."

"Mama nggak ikut?"

"Papa sekalian kerja. Jadi agak lama di Amerika. Mungkin 2 minggu. Mama nggak mau meninggalkan opa terlalu lama. Bibimu kebanyakan di sini. Siapa lagi yang akan menemani opa kalau bukan mama?"

Arsen mengajak mamanya untuk duduk sementara Gizel menyiapkan kamar untuk kakaknya. Sinta yang tak tahu kedatangan mamanya Arsen segera masuk ke dalam mansion lewat pintu samping.

Gina kaget melihat Sinta, begitu juga Sinta.

"Sinta? Kenapa dia ada di sini?" tanya Gina. Perasaannya langsung jadi tak enak.

"Ada apa?" tanya Gizel yang baru keluar kamar.

"Perempuan ini siapa? Kenapa ada di sini? Kamu mau menganggu anakku lagi? Oh, karena itu kan Arsen datang ke sini?" Gina mulai emosi.

"Mama tahu Sinta?" Arsen jadi curiga. Ia memang menceritakan tentang siapa gadis yang disukainya. Namun ia tak pernah memperkenalkan Sinta pada mamanya ini.

Gina jadi tegang.

"Mba, ada apa? Sinta ini adalah istri kedua Mahendra. Dia ini adalah maduku." kata Gizel sambil mendekati Sinta. "Sinta, kamu kenal dengan kakakku?"

Sinta menatap Gina kemudian Arsen. "Ya."

Arsen menatap mamanya. "Mama pernah menemui Sinta? Apakah mama yang membuat Sinta menjauhi aku? Natari pernah cerita kalau Sinta menjauh karena ada sesuatu. Pasti mama kan?" Arsen langsung menatap tajam ke arah mama sambungnya itu.

Gina jadi semakin gugup. "Arsen, sayang, dengarkan dulu, mama....."

"Aku benci mama. Kalau bukan karena mama, aku dan Sinta pastinya sekarang sudah menikah dan Sinta tak perlu menjadi istri kedua dari suami bibiku." Arsen mendorong mamanya yang hendak menyentuhnya. "Lepaskan aku!" lalu lelaki itu langsung berlari keluar dan pergi dengan mobilnya.

Gizel menatap kepergian ponakannya. Ia kemudian menatap Sinta. "Sinta, kamu punya hubungan dengan Arsen sebelumnya?"

Sinta yang sedang badmood hanya menatap Gizel dengan wajah malasnya. Ia membalikan badannya dan segera menuju ke kamarnya.

"Sinta .....! Sinta......!" Gizel menjadi kesal. "Dasar perempuan tak tahu sopan santun." Ia menatap kakaknya. "Kak, apakah benar Arsen dan Sinta menjalin hubungan di masa lalu?"

"Ya. Arsen bahkan sangat tergila-gila padanya. Aku tak suka karena merasa perempuan itu hanya menginginkan kekayaan keluarga kami. Aku ingin menjodohkan Arsen dengan anak dari temanku. Siapa yang menduga kalau Sinta justru menjadi madumu."

Gizel tersenyum kecil. Namun dalam hati ia tertawa. Kini ia punya senjata untuk membuat Sinta dan Mahendra berpisah.

***********

"Kenapa kamu mengurung diri di kamar dan tak mau bertemu dengan mamamu?" tanya Gizel saat keesokan harinya Arsen ternyata masih mengurung diri di kamar. Untungnya dia mau membuka pintu saat Gizel memanggilnya.

"Aku benci sama, mama. Kenapa dia ikut campur dengan urusan pribadiku? Aku mencintai Sinta.,"

Gizel menepuk pundak ponakannya. "Menurut mu, apakah Sinta mencintaimu juga?"

"Ya. Natari sendiri sempat mengatakan padaku tentang perasaan Sinta. Hanya saja Sinta merasa minder karena perbedaan status sosial kami."

"Kalau begitu, rebut lah hatinya kembali."

"Apa?"

"Kamu mencintai dia kan? Kamu mau menerima dia apa adanya walaupun dia seorang janda?"

"Tentu saja, Aunty. Aku tak peduli dengan status Sinta. Aku menerima dia apa adanya."

"Kejarlah gadis yang kau cintai itu sehingga aunty akan kembali memiliki Mahendra seorang diri."

Arsen tersenyum senang. "Tapi jika mama marah?"

"Itu urusan aunty. Jika Sinta sudah menerima kamu kembali, bawalah dia ke luar negeri. Ke tempat ibu kandungmu berasal. Bukankah kalian punya properti di sana?"

"Iya."

"Baguslah. Mulai sekarang, kita adalah partner untuk memperjuangkan apa yang menjadi milik kita." kata Gizel.

"Tentu saja bibi."

"Sekarang ayo kita keluar. Sarapan pagi sudah menanti kita. "

Arsen pun keluar kamar. Di sana sudah ada mamanya. Namun ia bersikap cuek.

Mahendra turun dari tangga menuju ke ruang makan.

"Di mana Sinta?" tanya Mahendra saat melihat istri keduanya itu belum ada.

"Nyonya Sinta pergi ke desanya. Katanya bibinya tiba-tiba saja sakit." kata mbo Sarmi.

Walaupun sebenarnya Mahendra marah, ia menunjukkan ketenangan di wajahnya. "Sajikan saja sarapannya."

Mahendra sarapan dengan cepat setelah itu ia segera masuk ke dalam ruangan kerjanya. Mahendra membuka ponselnya dan masuklah pesan dari Sinta.

Aku pergi ke desaku. Bibi sakit.

Mahendra tak tahu apakah ia harus marah atau diam saja. Hari ini dia harus ke kota untuk persiapan akhir peresmian proyek jalan tol. Makanya ia memutuskan untuk segera ke kota.

*************

Sinta lega karena bibinya bisa keluar dari masa kritis akibat serangan hipertensi yang dialaminya.

"Sinta, mengapa bibi ada di kamar ini? Kita kan BPJS kelas 3."

Sinta mengusap tangan bibinya. "Kelas 3 nya nggak ada yang kosong. Biar saja di VIP ini. Bibi butuh ketenangan agar bisa cepat sembuh. soalnya biaya kamar ini jangan dipikirkan. Aku yang bayar."

Maya menatap ponakannya dengan mata berkaca-kaca. "Nak, apakah suamimu baik padamu? Bibi tahu bukan mudah menjadi istri kedua."

Sinta tersenyum. "Mahendra baik, bi."

Sinta tak ingin menceritakan betapa ia ingin lari dari rumah itu. Ia benci harus menjadi perusak rumah tangga orang. Namun saat mendengar apa yang dikatakan Gizel semalam, Sinta mempertanyakan cinta seperti apa yang Gizel miliki untuk Mahendra.

Ketika sang bibi akhirnya bisa tertidur nyenyak, Sinta pun keluar kamar. Di koridor rumah sakit, ia berjumpa dengan Arsen.

"Arsen, apa yang kamu lakukan di sini?"

"Mau melihat bibimu. Bagaimana kabarnya?" tanya Arsen.

"Baik. Dia sudah stabil. Sekarang sedang istirahat. Kok kamu bisa tahu aku di rumah sakit ini?" tanya Sinta.

"Aku kan pernah mengantar kamu untuk pulang. Tadi aku ke sana, kata pamanmu, bibimu di rawat di rumah sakit kecamatan ini." ujar Arsen.

"Terima kasih, ya? Aku menunggu paman untuk datang setelah itu akan kembali ke desa." ujar Sinta.

"Kamu sudah makan?" tanya Arsen.

"Belum. Rencananya aku mau cari sarapan. Perutku sudah berbunyi minta diisi."

"Ayo kita cari makan. Aku melihat ada cafe di depan."

Keduanya pun berjalan bersama menuju ke sebuah cafe.

"Arsen, ada sesuatu yang ingin aku katakan." kata Sinta saat keduanya hampir selesai makan.

"Ada apa?"

"Sebaiknya kita jangan terlalu dekat. Mahendra sudah tahu kalau kita berdua dulu pernah dekat. Semalam aku dan dia bertengkar."

Arsen pura-pura kaget. "Siapa yang mengatakan padanya?"

"Aku tidak tahu. Dia bahkan punya foto-foto tentang kita di kampus."

"Apa?"

"Makanya kita jangan terlihat sering bersama. Karena Mahendra nampaknya tidak suka."

"Sinta, aku hanya ingin berteman denganmu. Apakah itu salah?"

"Aku tak ingin bertengkar dengan lagi dengan dia." kata Sinta. Wajahnya terlihat lelah.

Arsen mengangguk. "Baiklah. Jika itu memang yang akan membuat dirimu tenang."

Sinta mengangguk. Ia merasa tenang. Keduanya pun menghabiskan makanan yang mereka pesan.

"Kalau begitu aku pulang saja ya?" pamit Arsen. Ia segera membuka pintu mobilnya dan mengeluarkan buah-buahan yang dibawahnya. "Ini berikan pada bibimu. Semoga ia cepat sembuh." kata Arsen.

Sinta pun menerima buah-buahan itu tanpa menyadari bahwa ada yang memotret mereka.

Setelah Arsen pergi, Sinta pun masuk kembali ke dalam rumah sakit.

Sedangkan di kota, Mahendra baru saja selesai meninjau seluruh bagian jalan tol yang akan di resmikan beberapa hari lagi. Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Ada pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Sinta membuka pesan itu. Ia kaget melihat Sinta yang sedang makan di sebuah cafe dengan Arsen dan foto saat Arsen memberikan buah-buahan di tangan Sinta.

Kemarahan Mahendra kembali membara. Ingin rasanya ia segera terbang ke rumah sakit itu dan menemui keduanya. Walaupun Mahendra tak tahu apa yang harus dilakukannya.

1
Eka ELissa
kmna ini pak kades ma bini kdua nya masih hnymun kah.....🤔🤔🤔
Gia Nasgia
Sama "candu inimah🤭 semoga Cakra menekan Gizel dgn hubungan di masa lalunya
Gia Nasgia
wah pesonanya Sinta emang bikin pakdes klepek2😂😍
Gia Nasgia
Yang ada abang langsung otw ke pondok inimah🤭
Gia Nasgia
psk Desa cemburu tapi nggak sadar juga tapi ada baiknya ada Arsen agar pak Desa tahu klau ternyata sdh cinta dgn istri ke dua nya😍
Gia Nasgia
Semoga Sinta tahu klau Arsen dan Gizel bekerja sama untuk memprovakasi Sinta dan Mahendra
Eka ELissa
karna cinta♥️♥️♥️lah pak kades gimana cih 🤣🤣🤣🤣🤣
Azril Ali
dh lama bgt Bru baca lagi..💪 ka autornya.
Enny Olivia: selamat datang
total 1 replies
Fitria Syafei
waduh Emak Gisel dan Arsen Emak... gimana nih ...😲 Emak cantik kereen 😘 terimakasih 😘
Maria Kibtiyah
duh semoga mahendra ma shinta bisa bahagia
Eka ELissa
bikin Hendra jatuh ♥️♥️♥️♥️dgn mu Sinta.....
nackal kan yg ajarin emak🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: nakal emak kayak gimana ya 😄😄
total 1 replies
Eka ELissa
dasar gizel gundik murahan...🫣🫣🫣 slingkuh ma pilot yg udh punya bini dan mreka ceray juga mungkin karna gundik mcem kmu kan gizel 😡😡🫣🫣
Eka ELissa
yg jawab ikan 🐟🐟🐟 tapi gizel GK ngerti bhsa ikan sungai 🤣🤣🤣🤣
Enny Olivia: ikannya bisa jadi panjang dan keras 🤣🤣
total 1 replies
Fitria Syafei
wow Emak cantik mantaf 🥰 kereen 🥰 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
semoga mahendra dan sinta nanti jatuh cinta
Fitria Syafei
Sinta kereeen 👏 Emak cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Maria Kibtiyah
bagus shinta buat si gizel tersisih
Eka ELissa
Nex.....Mak....♥️♥️🌹🌹🌹🌹
Eka ELissa
Abang bkln dtang ke pondok tau.....dia udh jatuh cinta dengan mu Sinta ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Eka ELissa
tunggu waktu khncuran mu gizel.....🤣🫣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!