Pernahkah kalian membayangkan dunia dimana Iblis, Manusia, dan Malaikat menempuh pendidikan di bangunan yang sama?.
Jawaban tersebut akan digambarkan oleh Zooti, seorang remaja laki-laki lugu yang penuh dengan rasa penasaran hidup di dunia dimana sebagian manusia memiliki kemampuan khusus dalam diri mereka dan ia menjadi salah satu dari mereka.
Suatu ketika ia didaftarkan oleh neneknya untuk sekolah di Hermesier Academy, Sekolah yang penuh dengan tanda tanya dan berada di alam perbatasan antara 3 dunia yang berbeda.
Mampukah Zooti bertahan di alam yang penuh dengan teka-teki ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ghostly Xenonite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32 : Combat Class (5)
...
...
Semua terjadi begitu cepat, Zooti hanya bisa melihat orang-orang disekitarnya terkejut dan panik. Wajah pak Bardulf yang awalnya terlihat tenang kini menjadi tegang menyaksikan hal tersebut. Zooti tidak bisa bisa mendengar sekitarnya seakan-akan semuanya menjadi senyap, yang hanya ia dengar adalah detakan jantungnya yang cepat.
Semua mata tertuju pada tubuh Trevor yang tergeletak di tanah dengan tubuhnya yang kejang-kejang, terlihat sangat lemah dan tidak berdaya. Tidak ada yang tahu apa yang baru saja terjadi, termasuk Zooti sendiri. Zooti menatap dengan campur aduk rasa terkejut, kebingungan, dan kelegaan pada tubuh Trevor yang bersimbah darah. Ia mencoba untuk memproses apa yang baru saja terjadi.
"AAAAAAAAAA!!!" Beberapa dari siswa kelas A menjerit histeris.
Pak Bardulf mematikan pelindung yang ia buat dan berlari menuju mereka dengan muka yang terlihat tegang, ia berhenti dan segera memberikan pertolongan pertama pada Trevor yang terus kejang-kejang. Ia menoleh kearah Zooti dengan tatapan yang tidak biasa seperti tatapan seorang pemilik anjing yang mengetahui bahwa anjingnya sudah lepas kendali dan mencelakai orang.
"Apa yang kau lakukan?!!". Seru pak Bardulf pada Zooti.
"A-Aku- S-saya tidak melakukan apa-apa! sungguh pak!" Ucap Zooti cemas.
"GABRIEL! FLINT! Tolong bawa Trevor ke UKS sekarang juga, kelas hari ini saya tutup!" Seru pak Bardulf
"Dan kau, ikut saya ke ruang guru."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Ruang guru Hermesier Academy, ruangan yang cukup banyak diisi oleh para guru yang sedang bekerja, namun masih tetap terkesan sunyi dan dingin bagi Zooti yang baru saja berbuat masalah di kelas kombat pertamanya.
Ia mengikuti pak Bardulf yang diam menuju meja besar yang memiliki sekat yang tinggi di sisinya. Pak Mempersilahkan dirinya untuk duduk tanpa melihat kearahnya.
....
"Zooti, benar?" Tanya pak Bardulf dengan tegas.
"Iya pak.." Pada saat ini, Zooti sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kedepannya, padahal ia juga tahu ramuan yang telah dibuat Tyler lah yang menjadi penyebab dari semua ini.
"Matamu tadi bercahaya terang ketika Trevor menyerang, huf.. mungkin giftmulah yang lepas kontrol." Pak Bardulf menghela nafasnya.
"Mohon maaf pak.. saya juga tidak merasakan aktivasi dari gift saya pada saat itu..tapi saya tahu konsekuensinya yang akan diberi.. tapi mohon jangan keluarkan saya dari akademi ini pak"
Pak Bardulf menghela nafas ketika mendengar pernyataan tersebut.
"Tidak, soal itu kami tidak akan mengeluarkanmu. Yang jadi permasalahan disini adalah.. kita tidak bisa membiarkanmu terus lepas kendali seperti ini.."
Pak Bardulf merenung sejenak, tampak tenggelam dalam pemikiran. Zooti bisa merasakan atmosfer yang tegang dan cemas di dalam ruangan itu. Baginya, kejadian tadi adalah hal yang benar-benar hal yang cukup mengejutkan dan tidak terduga bagi dirinya.
"Zooti," ujar Pak Bardulf setelah beberapa saat, suaranya lebih lembut kali ini.
"Kau harus memahami bahwa kekuatan yang kau miliki adalah anugerah dan tanggung jawab besar. Ini adalah gift, tetapi juga bisa menjadi kutukan jika tidak dikuasai dengan baik."
"Soal itu.. keluarga saya- tidak, nenek saya sudah memiliki alat untuk meredam kemampuan saya agar tidak mengganggu pak.. dan baru-baru ini saja saya lepas kendali.." Zooti mencoba memberikan penjelasan walaupun masih disertai dengan bumbu kebohongan.
"Baiklah, sekarang coba jawab jujur pertanyaan saya.." Balas pak Bardulf yang membuat Zooti semakin khawatir.
Zooti mengangguk dengan gugup.
"Sebelumnya, apakah kamu mengonsumsi obat, ramuan, atau apapun itu yang dapat meningkatkan giftmu?"
*DEG*
Pertanyaan pak Bardulf membuat Zooti nyaris merasa shock, ia tidak bisa menjelaskannya apalagi tentang keterlibatan Tyler yang membuatkan sebuah ramuan untuk menaikan kemampuan seseorang. Dengan hati-hati dan wajah tampak yakin, Zooti mencoba menjawabnya.
"T-Tidak pak..d-dan jujur saya juga baru tahu jika ada benda seperti itu..
"hm, baiklah"
Kemudian pak Bardulf berdiri dan berjalan kearah lemari yang ada dibelakangnya, ia mengeluarkan benda seperi choker anjing bewarna hitam dengan sebuah logam bermotif ditengahnya, dengan berat hati.. ia mendekat kearah Zooti dan dengan cepat memasangkannya ke lehernya. Zooti sampai tidak memiliki waktu untuk bereaksi ketika choker tersebut dipakaikan ke lehernya.
"A- Akh! Pak!."
Seketika cahaya keluiar dari segel tersebut. seperti menyerap sesuatu yang ada disekujur tubuh Zooti, setelah itu redup kembali dan mengubah logam choker tersebut menjadi bewarna pink.
Setelah itu pak Bardulf duduk kembali menatap Zooti yang tidak bisa berkata apa-apa dan juga shock,
"Choker itu, merupakan segel agar giftmu tidak aktif.. anggap saja itu hukuman untukmu, saya akan melepaskan segel tersebut seminggu dari sekarang, jika tidak ada perubahan dari kontrol giftmu.. saya tidak akan melepaskannya."
"B..baik pak.." Terdengar kesedihan dan rasa pasrah dari ucapan Zooti.
"Kalau begitu kau boleh pergi"
\~\~\~\~\~\~\~\~
Saat Zooti berjalan keluar dari ruang guru, langit di luar sudah mulai berubah warna karena matahari yang semakin rendah. Suasana di kampus terasa hening dan tenang, seakan-akan kontras dengan perasaan kacau dalam diri Zooti.
Beberapa teman sekelas yang menunggunya melihatnya keluar dari ruang guru melemparkan pandangan bingung padanya. Zooti tahu mereka pasti bertanya-tanya apa yang terjadi, tetapi dia merasa terlalu lelah untuk menjelaskan. Ia hanya ingin segera pergi ke asrama dan merenungkan segala hal yang baru saja terjadi.
"Zooti.." Panggil Oliver dengan melas, namun Zooti tidak menghiraukan dan memberikan gestur seolah ingin sendiri.
Di perjalanan, ia terus diperhatikan para warga akademi yang heran karena choker yang ia pakai, karena pada dasarnya siapapun yang dipakaikan choker tersebut berarti dirinya sedang terkena hukuman yang serius. Ketika ia telah sampai di pintu keluar utama akademi, seseorang telah menunggunya sambil bersandar di dinding.
"Sepertinya pak Bardulf cukup baik ya"
"Ah-! Rox.." Ucap Zooti terkejut melihat Maharuw yang sudah ada disampingnya sedang bersandar ke dinding.
"Kau harus bersyukur tidak dikeluarkan dari sini, dan kau beruntung mereka tidak langsung menelpon orang tua Trevor." Maharuw memperingati dengan lirikan yang dingin.
"Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih kuat menahan giftku.." Balas Zooti sedikit gloomy.
"Hm, selama choker itu ada, kau harus berlatih menahan kekuatan yang kau punya"
"Baiklah.."
Zooti melanjutkan perjalanannya menuju asrama masih dengan tatapan yang sama dari orang-orang disekitarnya. Ia hanya bisa menunduk dengan malu akibat dari perbuatannya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
..
..
..
"Huff Tyler, sepertinya aku telah menciptakan bom waktu ya?~"
Mendengar perkataan orang tersebut membuat Tyler terkekeh.
"...Yang kau pegang sekarang adalah robot pembunuh..., pakai itu untuk membunuh si boss.."
"Hah~ benar juga, objective kita masih jauh nih sebenernya, huff sudahlah aku istirahat dulu"
...
To Be Continued
kalau nulis jam sebisa mungkin harus lengkap, semoga membantu 👍
Konsepnya mirip soalnya
Manusia yang bisa masuk akademi loh
Maharuw punya alasan bagus buat ini
Rasa curiganya cukup besar
Ish kesel bet dah ah sama itu toge