Abizar dan Annisa menikah atas dasar perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Ayah Abizar sengaja menikahkan Abi dengan wanita pilihannya agar Abizar bisa berubah.
Setelah menikah, Abizar diminta sang ayah untuk mandiri. Bahkan orang tuanya memutus semua fasilitas yang pernah mereka berikan agar Abi tidak bermalas-malasan lagi. Annisa menerima pernikahan tersebut dengan ikhlas, walau suaminya jatuh miskin.
Bagaimana cara Abi untuk bertahan hidup bersama istrinya? Akankah tumbuh perasaan cinta di antara Abi dan Nisa seiring berjalannya waktu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abizar pergi
Abizar pulang dalam keadaan kacau. Dia harus segera berkemas karena pesawat akan berangkat malam ini juga. Seperti biasa dia mampir ke kafe untuk menjemput Annisa.
"Mas Abi kenapa?" tanya Annisa heran ketika dia melihat wajah suaminya yang suram.
"Annisa ayo kita pulang sekarang!" Abi menarik tangan Annisa lalu mengajak istrinya itu ke mobil.
"Mas ada apa sebenarnya?" tanya Annisa penasaran. Abizar tidak menjawab. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Setelah sampai di rumah, Abi mengajak Annisa ke kamar. "Mas kamu kenapa?" tanya Annisa.
Abi menggendong Annisa kemudian dia merebahkan dengan pelan di atas ranjang. Abizar ingin memanfaatkan kesempatan untuk bermesraan dengan istrinya sebelum dia pergi selama waktu yang tidak bisa ditentukan.
'Mas Abi aneh sekali. Tapi aku akan melayani dia agar hatinya tenang,' gumam Annisa seraya membalas ciuman suaminya dengan lembut. Abizar ingin meninggalkan kesan yang baik di mata istrinya sebelum dia pergi.
Dia ingin Annisa selalu merindukannya. Tidak ingin meninggalkan kesan jelek, Abi sungguh memanjakan Annisa dan membuatnya terbuai selama satu jam.
Setelah dia dan sang istri mengalami pelepasan, Abi berhenti. Dia juga ingat harus berkemas. Abizar mencium kening istrinya. "Aku akan pergi."
Annisa terkejut. "Pergi ke mana?" tanya Annisa.
"Papa mengutus aku untuk keluar kota menyelesaikan masalah di kantor cabang. Aku tida bisa pastikan aku ke sana sampai kapan? Jadi tunggulah aku."
Annisa meneteskan air mata. "Itu sebabnya kamu melakukan ini padaku?" Dia memeluk suaminya di bawah selimut.
"Aku ingin kamu selalu mengingat wajah tampanku ini," gurau Abi.
"Lalu kamu tega meninggalkan aku seorang diri," ucap Annisa sambil terisak.
"Tinggallah bersama mama. Papa juga jarang pulang. Mama kesepian di rumah. Kamu bisa tinggal sementara di sana agar ada yang menjagamu." Annisa menurut perkataan suaminya.
Setelah itu mereka membersikan diri. Usai mandi, Annisa membantu suaminya mengemasi barang-barang. "Kapan Mas Abi berangkat?" tanya Annisa.
"Satu jam lagi," jawab Abizar. Saat ini dia sedang memakai kemeja yang telah disiapkan Annisa.
"Annisa aku telah meminta sopir mama menjemputmu. Jika kamu ingin pergi maka mintalah dia mengantarmu. Jangan suka pergi sendirian. Aku merasa tidak tenang meninggalkan kamu. Ajaklah mama kalau perlu," pesan Abi panjang lebar pada sang istri. Annisa hanya bisa mengangguk. Sejujurnya dia masih kaget karena tiba-tiba Abi ingin meninggalkan dia tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Mas Abi kalau di sana jangan lupa makan ya. Jaga kesehatan! Aku tidak bisa mengurusmu."
"Aku ingin mengajakmu tapi papa tidak mengizinkan. Jadi bersabarlah selama beberapa waktu."
"Iya, pasti."
Usai membereskan semua barang-barang yang perlu dibawa, Annisa mengantar suaminya hingga ke bandara. "Jaga diri baik-baik ya," pesan Abi sebelum pergi. Tak lupa dia mencium kening Annisa.
Dari kejauhan rupanya seseorang sedang mengamati Annisa. Dia tersenyum miring. "Kamu lihat saja Abizar, aku akan mendekati istrimu dan aku akan membuat dia berpaling," gumam Raihan. Setelah itu dia pergi.
Sementara Annisa pulang diantar sopir menuju ke rumah mertuanya. "Assalamualaikum, Ma."
"Waalaikumsalam, Annisa. Masuk, Nak! Anizar sudah menghubungi mama sementara tinggallah di sini. Lagipula papamu jarang pulang. Dia lebih suka lembur di kantor atau ke luar kota dari pada menemani mama di rumah." Annisa terkekeh mendengar ocehan mama mertuanya.
"Jadi di mana kamarku, Ma?" tanya Annisa.
"Oh, mama akan antar kamu untuk beristirahat. Besok pagi mama akan siapkan sarapan spesial buat kamu." Annisa mengangguk.
sampe sini aku gk tela klo bsi annisanya berakhir nikah sm laki² lain,,gk tau knpa tp gk suka aj,,klo suaminya baik trus meninggal dn istri nikah lg atau sebaliknya 😁😁