NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Pihak Ketiga / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Menikahi lelaki tampan, kaya raya, CEO pula! siapa yang tidak tergila-gila??

TIDAK!
Berbeda dengan Hazeline. Ia justru mencintai Sekertaris Suaminya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemandangan Buruk Bagi Manu

Nathan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Dia bahkan belum berganti pakaian, tetapi rasa lelahnya bertubi-tubi terlebih saat Hazeline menolak rencananya.

Nathan duduk di tepi ranjang dengan membungkuk. Pikirannya melayang ke saat dia dan Hazeline masih di belakang gedung tadi.

"Nath, maafkan aku. Tapi, cobalah pikirkan baik-baik soal ini. Kau yang paling tahu, Manu bukan orang sembarangan. Anggap saja kita bisa lari, tapi sampai kapan? Aku mungkin bisa mengorbankan diri, tapi kau? Aku tidak akan membiarkanmu dihabisi oleh pria itu." Ujar Hazeline beberapa jam yang lalu.

Kalimat Hazeline berdengung di telinganya. Dia kesal sekali. Namun sialnya, apa yang dikatakan wanita itu sangat benar adanya.

Anggap saja mereka bisa lari saat ini, tapi mau sampai kapan? Bukan hal sulit bagi Manu untuk melacak keberadaan mereka. Disini bukan hanya dirinya, namun Hazeline juga akan menjadi korbannya.

"Arrrghhh!!" Nathan mengacak-acak rambutnya, frustrasi dengan semua yang terjadi.

Kalau saja ada hal yang pasti, walau sulit, dia pasti akan melakukannya. Semua itu demi Hazeline. Ya, wanita cantik yang harus ia perjuangkan cintanya.

~

Sementara Hazeline, duduk merenung di depan cermin. Satu persatu ia lepaskan anting dan segala macam yang ada di rambut dan telinganya.

Matanya memang menatap sosok yang ada di cermin. Namun pikirannya jauh melayang pada wajah penuh pengharapan atas dirinya.

Bagaimana pun apa yang direncanakan Nathan bukanlah hal yang benar. Jika pun ia harus lari dari Manu, maka Nathan bukan arah tujunya. Dia tidak ingin lelaki itu mati di tangan suaminya.

Oh. Dia tidak sangka, hari yang seperti ini akan tiba. Dia tidak menyadari bahwa ada hati yang sangat menginginkannya sampai rela melakukan segalanya.

Brak!

Hazeline terkaget, dia segera menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar dengan Manu berdiam di tengahnya.

Wajah tegang sempat terlihat, walau kini berubah lega.

"Bukankah anda ada keperluan mendesak, tuan?"

Manu melangkah mendekat, lalu memeluk Hazeline tiba-tiba.

Hazeline yang didekap di perut rata pria itu hanya diam seribu bahasa. Ada apa Manu mendadak begini? Dia tidak tahu rencana Nathan, kan? Batin Hazeline mendadak cemas.

"Kau baik-baik saja?"

Walau tidak paham apa yang terjadi, Hazeline mengangguk. Lagi pula memang tidak ada yang terjadi padanya. Namun seketika ia menutup mata.

Ah, hampir saja. Bagaimana kalau tadi dia setuju dengan rencana Nathan? Melihat Manu yang gagal pergi, tentulah rencana mereka pasti akan gagal.

Lalu, Manu tidak lagi mengatakan apa-apa. Dia tidak pula menjelaskan apa-apa yang membuatnya seperti sekarang. Namun satu hal yang Hazeline tahu, bahwa dia dan Nathan memang harus lebih berhati-hati lagi mulai detik itu.

"Hei." Kini Manu menangkup kedua pipi Hazeline yang mendongak menatapnya. "Jangan lagi panggil aku tuan."

"A-apa."

"Kau bisa memanggilku apa saja asal jangan tuan. Kau mengerti?"

Bola mata Hazeline bergulir ke kiri, berusaha memikirkan panggilan apa yang tepat saat ini. Tapi sialnya, tidak ada satu pun kata yang tepat untuk Manu.

"I-iya, mengerti."

"Bagus." Manu mengecup kening Hazeline lalu berjalan keluar dari kamar, sampai membuat Hazeline menghela napas. Dasar aneh, dia memang aneh. Batinnya.

...💐...

"Kau bodoh sekali!" Pekik Jayden di depan wajah Nathan. "Kau bodoh, sangat bodoh! Kau bahkan tidak berpikir, bahwa nyonya Hazeline juga tengah memikirkan nasibnya sendiri. Kau pikir dia tidak bisa mendorongmu ke jurang?"

"Apa maksud paman, bicara begitu tentang Hazeline." Katanya dengan nada tak suka. Ucapan Jayden tentang Hazeline membuatnya tersinggung.

Dengan sebelah tangan berkacak di pinggang, Jayden menunjuk-nunjuk wajah Nathan.

"Kau bodoh, dia bisa saja menuduhmu merayunya jika kalian ketahuan. Maka yang paling rugi disini adalah kau. Dan kau bisa mati di tangan tuan besar."

Alis Nathan bertaut. "Hazeline bukan perempuan seperti itu!"

"Apa kau tidak berpikir? Dia menolak ajakanmu untuk kabur, karena dia tahu kau dan dia tak punya masa depan! Kau pikir, kau bisa memenuhi kebutuhannya seperti yang tuan besar lakukan??"

Nathan terdiam. Tangannya mengepal keras mendengar tuduhan itu.

"Mana Nathan yang ku kenal? Nathan yang pintar dan berpikir panjang. Sebab itu yang membuatmu direkrut tuan Manu sampai sekarang. Tapi karena perempuan kau malah begini??" Jayden mendesah kasar, lalu keluar dari ruangannya saat sadar bicara dengan Nathan selalu saja berhasil membuat tensinya naik drastis.

~

Di tempat lain, Hazeline melangkahkan kaki menuju kantor Manu. Pria itu pagi-pagi sekali pergi bekerja tanpa sarapan, sementara itu Robert meminta Hazeline membawakan makanan ke kantor. Dan anehnya, ini bukan permintaan Manu melainkan Robert sendiri.

"Tuan pasti akan senang, Nyonya." Ucap pria tua itu saat Hazeline hendak pergi tadi.

Walau tidak menolak, Hazeline tetap saja ogah-ogahan melangkahkan kakinya masuk ke gedung besar itu.

TING!

Pintu lift terbuka, Hazeline melangkah keluar. Dilihatnya meja sekertaris itu kosong, dan Hazeline mulai menghela napas.

Apakah ada pemandangan bagus siang ini? Sepertinya begitu, karena kini Hazeline berdiri di ambang pintu melihat adegan yang sudah ia duga sebelumnya.

Menjadi lebih baik? Hah. Omong kosong.

"Tuan, bisakah aku memohon padamu sekali lagi saja. Izinkan aku sekali lagi." Ucap sekertaris muda yang ada di pangkuan Manu.

Hazeline menghela napas sampai suaranya didengar dua orang itu. Termasuk Manu yang kaget dengan kemunculan Hazeline yang tengah bersandar di bingkai pintu. Sampai ia menyingkirkan si sekertaris dan dia pula berdiri dengan mata membulat.

"Maaf mengganggu waktunya. Aku hanya ingin mengantar ini." Hazeline mengangkat bekal makanan, lalu berjalan ke depan meja Manu dan meletakkannya disana.

"Haze.."

"Aku permisi. Silakan lanjutkan."

Hazeline berjalan cepat dan masuk ke dalam lift. Dia tersenyum miring saat melihat Manu mengejarnya.

"Haze! Stop."

Namun pintu lift tertutup rapat sebelum Manu sempat menekan tombolnya.

"Shitt!" Terdengar pula umpatan dari mulut pria itu.

Biarlah. Hazeline tidak ingin pikirannya kacau hanya karena perselingkuhan Manu. Dia mengeluarkan ponsel dan segera menelepon Nathan. Dia meminta lelaki itu datang ke tempat biasa, sedangkan ia menaiki taksi menuju ke restoran danau.

Sesampainya disana, Hazeline berjalan cepat saat sudah melihat Nathan berdiri di bawah pohon menatap danau tenang.

"Nath.."

Melihat Hazeline setengah berlari, membuat Nathan merentangkan tangannya.

Hazeline menghambur ke pelukan Nathan. Tempat ternyamannya saat ini. Dengan sapuan angin, pelukan itu semakin terasa sangat menyenangkan.

Di sisi lain, seseorang yang baru saja sampai dengan napas terengah, harus melihat sesuatu yang membuatnya menelan ludah dengan kasar. Rahangnya mengeras, sekeras tangannya yang mengepal dengan lumuran darah mengalir tanpa rasa sakit, menyaksikan pemandangan buruk yang ada di depan matanya..

TBC

1
yetiku86
selalu semangat berkarya Pen 💪💪💪💪
trmksh byk utk semu karya apikmu🙏🙏🙏
Syahdu: sama sama kak
total 1 replies
yetiku86
mantap Pen 👍👍👍👍
yetiku86
why Manu???
yetiku86
mbok ya jangan lari beneran to Nath, siapin mobil atau apa gitu. 😌
padahal sdh di niatkan, kok persiapannya cuma lari.
yetiku86
ternyata mimpi. ...
yetiku86
kira2 mimpi atau nyata neh ???
yetiku86
itu juga yg aku pikirkan Haze. dia bisa bermanis ria dengan perempuan lain tapi kenapa dgn istri sangat ketus dan kasar.
yetiku86
ngga adil bgt Pen, Manu yg selingkuh berulang kali tdk kau hukum
yetiku86
bgmn rasanya dihianati tuan Manu???
yetiku86
hanya ingin Hazeline....prettt...... ngomong sama ember 😡
yetiku86
gmn ini Pen, mau ndukung tapi salah ??? 😔
yetiku86
tutup mata paman Jay 🙈
yetiku86
itu karena mereka semua menyayangimu Haze 😊
yetiku86
bener bgt Haze....👍
yetiku86
sikapmu yg membuatnya tdk nyaman tuan 😔
kurasa siapapun wanita yg diperlakukan seperti itu pasti tdk akan mau , pingin aku tonjok juga 👊
yetiku86
pemimpin K-Group ? Yohan kah???
yetiku86
👍
Shifa Burhan
saat novelis wanita membuat novel yang bertema pemeran utama wanita atau istri selingkuh, itu sama saja kalian menunjukkan kemunafikan kelian sebagai wanita dan cara kalian menunpahkan segala pola pikir munafik kalian kedalam novel

istri selingkuh dengan lelaki lain dan perselingkuhan itu kalian benarkan (munafik)

tapi lihat novet novel2 kalian yang bertema suami selingkuh apa yang terjadi kalian laknat habis2an suami, kalian buat suami menyesal, mengemis maaf, berjuang, dan dapat karma, kalian buat karakter istri tegas dan pergi

tapi lihat saat kalian buat novel bertema istri selingkuh, perselingkuhan itu kalian benarkan, karakter suami kalian buat bodoh yang Terima saja kayak tidak punya harga diri sebagai lelaki,

ini lah bukti kalau pemikiran wanita sangat munafik yang dituangkan kedalam novel, dan mereka akan berlindung ini hanya halu, hanya novel hanya karya, tapi faktanya novel kalian bisa menunjukkan pola pikir kalian
Syahdu: terimakasih kak^^
total 3 replies
Ay Ay Aynaaa
aduuhhh kok mndadak tahan nafas baca nya 😩 bakalan ada tsunami dtg,,,
wulan
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!