NovelToon NovelToon
KARMA POLIANDRI

KARMA POLIANDRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhaken

Asih, bunga desa itu berlari diantara pekatnya malam. Dari kejauhan terdengar teriakan orang-orang yang mengejarnya dengan marah.Suara riuh membuat Asih semakin ketakutan dan melayang menuju kompleks pekuburan di desa itu yang masih terbuka liang lahatnya. Perempuan itu masuk ke liang lahat dan tanah kuburanpun tertutup disertai suara gemuruh dan getaran hebat seperti gempa. "Semua mundur. Biar aku yang akan mengunci perempuan itu didalam kuburnya!!” teriak Ahmad

Asih bunga desa yang terlibat cinta terlarang dengan pak Lurah yang tampan dan tajir dinikahi secara siri oleh pak Lurah.Namun untuk menutupi pernikahan siri mereka, Asih kemudian dinikahkan dengan Ibrahim tanpa diceraikan terlebih dahulu oleh pak Lurah. Asih yang sombong karena kecantikannya kembali berselingkuh dan dinikahi seorang konglomerat yang akan membangun Mall di desanya.

Bagaimanakah nasib Asih selanjutnya ? Akankah Asih memilih salah satu diantara ketiga suaminya itu ? Ikuti dan dapatkan jawabannya disini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhaken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32. Hasrat yang tertunda

Asih mencoba melepaskan dirinya dari cengkeraman Ibrahim. Namun tangan laki-laki yang sedang terbungkus nafsu itu terlalu kuat.

Asih sampai kehabisan napas.

"Im..akh..lepaskan aku,!" protes Asih. Tapi Ibrahim tak perduli.

Dibopongnya tubuh Asih yang hampir te****ang itu dan menghempasnya di atas ranjang.

"Aww..,!" Asih menjerit tertahan.

Ibrahim yang sedang kalap tak mau membuang waktunya. Dia merasa cukup sabar selama ini menghadapi ulah Asih.

Kali ini Ibrahim tak mau mengalah lagi.

Tanpa melepaskan capitan kakinya di tubuh Asih, Ibrahim dengan segera membuka pakaiannya sendiri. Dan ditindihnya tubuh polos Asih.

"Berhenti Im..kalau tidak, aku akan teriak..!!!" Asih mengancam Ibrahim. Namun laki-laki itu malah tertawa mengejek.

"Silahkan Asih...silahkan. Kamu fikir bapak dan mak akan masuk dan menolong kamu ??. Nggak Asih. Itu nggak akan terjadi!!!" Ibrahim tertawa sinis.

Ibrahim melumat b***ir Asih yang terbuka. Namun kali ini Ibrahim melembut. Kesadarannya pulih.

Dia tau saat ini kesempatan baginya untuk memberikan nafkah batin kepada istrinya. Hal yang tidak dilakukannya selama bertahun-tahun menikahi Asih. Dan Ibrahim tidak mau menanggung dosa akibat tidak bisa memberikan nafkah batin kepada Asih istrinya.

Perubahan sikap Ibrahim menggauli dirinya sejenak menenangkan Asih yang sempat ketakutan.

Ibrahim menatapnya dalam. Wajah mereka begitu dekat hingga Asih bisa melihat dengan jelas wajah laki-laki yang selama ini menjadi suaminya itu.

Dilihat dari jarak sedekat itu, ternyata Ibrahim tak kalah tampan dibandingkan Prabowo. Hidungnya mancung khas laki-laki timur tengah. Rahangnya kokoh dan tatapan matanya tajam setajam mata elang.

Asih meraba dada bidang Ibrahim. Dada itu begitu bersih tanpa sehelai bulu pun. Lengannya kekar menahan bobot tubuhnya diatas tubuh Asih.

Ibrahim membiarkan Asih menjelajahi tubuhnya dengan tatapan mata dan tangannya.

Kelembutan Ibrahim menggugah Asih. Perempuan itu tanpa sadar mengagumi sosok Ibrahim, laki-laki yang selama ini tak diperdulikannya itu.

"Asih...istriku," bisik Ibrahim ditelinga Asih.

Asih merasakan hembusan nafas Ibrahim yang wangi.

"Biarkan malam ini aku melakukan kewajibanku sebagai suamimu," ucap Ibrahim diantara degup jantungnya yang makin kencang.

Ibrahim tak pernah sedekat ini dengan Asih, perempuan yang dikaguminya sejak dulu. Yang kemudian dinikahinya tanpa cinta Asih untuknya. Ibrahim tak masalah, asalkan Asih bisa jadi miliknya.

Asih memejamkan matanya. Tiba-tiba Asih teringat saran Prabowo untuk mau ditiduri Ibrahim.

"Apakah ini saatnya ?" tanya Asih dalam hati.

Dirinya ragu, namun pesona Ibrahim benar-benar membuainya saat itu. "Baiklah..mungkin memang ini saat yang tepat untuk melaksanakan rencana Prabowo,"

Asih membuka matanya, mencoba berdamai dengan perasaannya sendiri. Ditatapnya lekat mata Ibrahim.

Merasa Asih telah memberinya ruang, Ibrahim tak ingin membuang waktu lagi. Diciuminya wajah dan leher Asih yang jenjang. Kemudian menjelajahi bagian lain tubuh Asih.

Dada Ibrahim bergetar hebat. Ini untuk pertama kalinya dia menyetubuhi seorang perempuan. Dan itu adalah Asih, perempuan yang sangat dicintainya.

Asih menikmati setiap sentuhan Ibrahim. Walau tidak seganas Prabowo, tapi sikap Ibrahim kepadanya saat itu memberikan rasa yang berbeda.

"Aaaaghh..," Asih menjerit saat Ibrahim menyentuh bagian sensitifnya.

Ibrahim makin bergairah mendengar erangan Asih. Tapi seketika gairahnya berubah kecewa saat secara tak sadar Asih menyebut nama Prabowo..

"Woo..akhh..!" rintih Asih mencoba menarik Ibrahim lebih dekat lagi.

Ibrahim spontan menghentikan aktifitasnya diatas tubuh Asih. Bukan hanya karena nama kecil Prabowo yang disebut Asih namun karena Ibrahim tak ingin perbuatan halalnya menafkahi bathin Asih berubah dosa zina karena Asih memikirkan laki-laki lain saat bersamanya.

Asih yang sedang berada di puncak bi**hinya menatap Ibrahim yang diam dengan tatapan tak mengerti.

"Im..kenapa berhenti..?" tanya Asih. Tangannya masih mencengkeram lengan Ibrahim, meminta Ibrahim untuk menuntaskan hasratnya.

Ibrahim melepaskan tangan Asih kemudian berdiri dan menjauh. Asih memandanginya dengan tatapan tak.mengerti.

"Im..?" panggil Asih sekali lagi.

"Maaf Asih, aku nggak bisa nglanjutin ini !" ucap Ibrahim sambil menggelengkan kepalanya.

"Kenapa ?" tanya Asih tak mengerti

"Karena....," Ibrahim tercekat

"Karena apa Im..jawab ?" tanya Asih tak sabar.

"Karena bukan aku yang ada di pikiranmu saat ini Asih, tapi Prabowo!" seru Ibrahim menatap Asih dengan tatapan kecewa.

"Prabowo...?" tanya Asih. Matanya menatap Ibrahim makin tak mengerti. "Maksud kamu?"

Ibrahim memakai kembali pakaiannya. Diamnya Ibrahim membuat Asih makin penasaran.

"Im..jawab aku!" ucap Asih tak sabar.

"Ya..kamu nyebut nama Prabowo saat bersamaku tadi," ucap Ibrahim pelan.

Tiba-tiba Asih tertawa..

"Masa sih Im..jangan ngawur deh. Lagian kalaupun aku nyebut nama Prabowo saat bersamamu emang kenapa ?" tanya Asih tanpa rasa berdosa.

"Karena itu zina Asih !! .kalau kita lanjutin jatuhnya zina," Ibrahim mengeraskan suaranya, kesal dengan tanggapan Asih yang menggampangkan hukum agama.

Asih tersenyum sinis..

"Dosa?...zina? ..hah..masa bodo,!!!" ketus Asih.

"ASIH...ISTIQFAR !!!" teriak Ibrahim.

Asih yang terbiasa dengan perbuatan zina bersama kekasihnya Prabowo tak menggubris ucapan Ibrahim. Dia malah tertawa ngakak.

Ibrahim menggeleng-gelengkan kepalanya dan beristiqfar berulang kali. Niatnya untuk menyetu***i Asih lenyap seketika.

"Asih...entah sampai kapan kamu seperti ini," keluh Ibrahim. Matanya menatap Asih dengan tatapan iba.

"Jadi...mau dilanjut apa nggak ini?" tanya Asih tanpa rasa bersalah. Dia membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menatap Ibrahim dengan pose menantang.

Ibrahim sempat mengagumi keindahan yang terpampang di depan matanya. Namun hasratnya telah hilang, lenyap entah kemana.

Tak ingin berdebat lagi Ibrahim pun ngeloyor pergi. Asih yang melihat itu hanya bisa melongo dan akhirnya tersenyum sinis.

"Itu orang jual mahal banget...zina ?..hah..!!" Asih menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.

Asih menerawang..wajah Prabowo melintas dibenaknya kemudian berganti Ibrahim, begitu berulang kali.

Harus diakui Asih, diatas ranjang, Ibrahim memperlakukannya dengan sangat baik. Lembut dan berirama seolah Asih adalah gadis perawan yang sedang menghadapi malam pertamanya.

Sedangkan Prabowo ?. Laki-laki itu begitu liar dan selalu bernafsu jika menggauli Asih. Dia bisa memuaskan Asih berulang kali dan Asih suka itu. Apalagi ada cinta diantara keduanya sementara dengan Ibrahim tidak.

Asih memijit kepalanya yang terasa sakit. Hasranya yang tak tersalurkan membuat perempuan itu uring-uringan.

"Kalau setengah-setengah ya jangan coba-coba memulai. Bikin sakit kepala aja kamu Im!!" sungut Asih.

"Aku gagal membuat Ibrahim menyetubuhiku. Dan ini artinya rencana Prabowo juga gagal. Aku nggak bisa nggak mikirin Prabowo saat bersama Ibrahim. Gimana ini..?" Asih memegangi perutnya. Ada benih Prabowo disana. Asih gusar..

"Aku harus memaksa Prabowo untuk menikahiku. Nggak bisa nggak. Tapi gimana caranya ?" Asih memaksa otaknya untuk berfikir siasat apa yang akan dilakukannya untuk memaksa Prabowo untuk menikahinya.

"Dewi !!! Ya...titik lemah Prabowo adalah Dewi!!!" Asih tersenyum licik..

__________________

1
Alastrax
lanjut lah
Mega Arum
Lama bgt up nya.. sampai lupa jalan crtanya
Dadang Komarudin
sangat bagus
Dadang Komarudin
lanjutanya mana Thor
Dhaken
thanks say
Lina Zascia Amandia
Lanjutannya mn Kak?
Lina Zascia Amandia
Ya Allah Asih, Asih dableg banget jadi orang.... ayo Kak smgt...
Lina Zascia Amandia
Typo; darah Ibrahim = darah Prabowo.
Lina Zascia Amandia
Kasian bgt Ibrahim kena getahnya.
Lina Zascia Amandia
Kak kemana aja, kangen nih tegur sapa Kakak di NToon.... kita saling sapa lagi dong, hbsnya Kak Dhaken lama ga up.
Lina Zascia Amandia
Idihhhh, giliran dicuekin Prabowo dia baru mikirin Ibrahimmm
Lina Zascia Amandia
Kabur kali tuh si Prabowo klo udh merasakan apem Asih.... wkwkwk
Lina Zascia Amandia
Kak, yg Tentara ku suamimu kok blm up?
Lina Zascia Amandia
Runyam bgt ya layak kehidupan yg dijalani Asih. Keren Kak, setiap kata2 yg ditulis Kk Dhaken, ngalir bagai air. Kata2nya ngalir dan ceritanya menarik. Tinggal rajin up date sm promo.
Dhaken: siaaap...🙏🙏😍👍
total 3 replies
Lina Zascia Amandia
Kerennnn tapi serem..... poliandri Booo....
Lina Zascia Amandia: Ok lanjut.... nanti lanjut lg bacanya dicicil...
total 2 replies
Lina Zascia Amandia
Karya br Kak Dhaken, like dulu n fav sbb Diana jg blm kelar bacanya.... yg ini nyusul ya.... sukses Kakkk
Lina Zascia Amandia: Ikut aja Kak, alur yg beda dari yg lain... jgn CEO aja yg ikutan.... wkwkwk...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!