NovelToon NovelToon
Sang Rahim Bayaran

Sang Rahim Bayaran

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wind Rahma

Naima menjual rahimnya untuk mendapat sejumlah uang demi mengobati sang ibu yang sedang terbaring sakit.

Lalu siapa pria yang membeli rahimnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wind Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontraksi

Enam bulan yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba. Zico harus stay bersama Naima sebab ia tahu dalam waktu dekat Naima pasti akan segera melahirkan. Ia sudah menawarkan operasi caesar pada wanita itu, namun dia menolak. Naima hanya ingin melahirkan secara normal agar ia tahu seberapa besar pengorbanan seorang dalam dalam menurunkan nyawa demi sang anak.

Zico pun menghargai keputusan Naima. Ia menunggu sampai tiba waktunya Naima melahirkan.

Dan hari ini, wanita itu tengah merintih kesakitan di bagian perutnya. Antara panik, khawatir dan senang berpadu menjadi satu. Apakah rasa sakit yang di alami Naima sekarang ini tanda ia akan melahirkan?

"Perutku sakit sekali. Aaawww ..."

"Kita ke rumah sakit sekarang, ya. Siapa tahu kau sudah waktunya melahirkan." Zico berusaha menjadi suami siaga untuk Naima.

Naima mengangguk setuju. "Iya."

Lantaran sudah tidak kuat lagi untuk berjalan, dengan penuh kehati-hatian Zico membopong tubuh Naima dan bergegas membawanya ke dalam mobil.

"Bertahan ya, Naima," ucap pria itu seraya mendaratkan tubuh wanita itu di jok depan bagian samping kemudi.

"Aaahh ... Ini sakit sekali, Zico. Aaahhh ..."

Naima terus merintih kesakitan. Sepertinya ia sedang mengalami kontraksi.

Zico berjalan mengitari mobil dan masuk ke dalam mobil tersebut.

"Bertahan ya, Naima. Kita ke rumah sakit terdekat sekarang."

"Sakit, Zico .. Sakiiittt ..."

Zico mulai menghidupkan mesin mobil dan mobil pun melesat pergi meninggalkan halaman rumah.

Beruntung Naima merasa kontraksi masih sore, jika malam pasti sudah panik tidak karuan.

Selama perjalanan, Naima terus merintih kesakitan. Bahkan wajah wanita itu sudah pucat. Darahnya seakan habis terserap oleh tenaganya. Zico semakin di buat panik, ia khawatir terjadi sesuatu buruk pada Naima maupun pada bayinya.

"Zico ... Sakiiittt ..." Keringat dan peluh air mata mengalir secara bersamaan di wajah Naima, bahkan sekujur tubuhnya sudah basah oleh keringat dingin.

Zico meraih buah tangan Naima guna menyalurkan kekuatan.

"Bertahan ya, Naima. Sebentar lagi kita sampai. Bertahan, ya."

Lantaran sakit sekali, Naima sampai menangis saking tidak kuatnya. Sesakit inikah kontraksi? Mungkin inilah yang di rasakan oleh semua ibu ketika akan melahirkan.

Perasaan cemas dan panik kian bertambah begitu Zico melihat cairan putih bening yang mengalir di kaki Naima. Cairannya sudah pecah. Itu artinya Naima sudah harus segera melahirkan.

Sekujur tubuh Naima terasa sangat lemas. Rasanya ia sudah tidak lagi memiliki tenaga. Zico takut Naima sampai pingsan.

Telapak tangan Naima sangat dingin bahkan gemetar. Wajahnya semakin pucat dan bibirnya sedikit membiru. Zico genggam tangan Naima erat-erat. Berharap Naima masih bisa bertahan.

"Bertahan ya, sayang. Kau pasti bisa," ucap pria itu nyaris tak terdengar.

Namun di telinga Naima, ucapan itu sangat jelas terdengar. Ia menoleh ke arah pria itu yang tampak begitu panik. Naima mengulas senyum tipis, berusaha meyakinkan Zico jika ia baik-baik saja.

Lima belas menit berikutnya, Naima sudah di bawa ke ruang bersalin. Zico meminta izin untuk ikut masuk ke dalam guna menemani Naima melahirkan. Beruntung pihak rumah sakit mengizinkan.

"Bertahan, ya. Aku yakin kau wanita kuat. Bertahan demi anak kita," ucap pria itu berusaha menyalurkan kekuatan.

Begitu Dokter memberi instruksi agar Naima segera melahirkan, Naima pun mengikuti apa yang di katakan oleh Dokter.

Di hejanan pertama dan kedua, Naima masih memiliki sisa tenaga. Namun di hejanan ketiga, ia sudah tidak kuat lagi. Ia ingin menyerah dan memberitahu nya dengan cara menggelengkan kepala.

"Ayo, bu. Mengejan lagi. Sedikit lagi. Ayo, bu." pinta sang Dokter namun Naima tetap menggeleng.

Zico semakin di buat takut, ia takut jika salah satu di antara mereka tidak terselamatkan. Terutama bayinya.

"Naima .. Ikuti perintah Dokter, ya. Kau dan bayi nya harus selamat. Aku tidak ingin kehilangan kalian. Semangat ya, sayang .."

Kalimat bisikan Zico seolah memberinya kekuatan. Ia menatap wajah Zico yang saat ini memberinya senyum termanis. Naima mengangguk dan mencoba untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh Dokter.

"Mengejan sekali lagi ya, bu," pinta Dokter ith di angguki oleh Naima.

"Tarik napas ... Hembuskan secara perlahan dari mulut. Ulangi sampai ibu merasa siap untuk mengejan kembali."

Naima mengikuti instruksi Dokter.

"Lakukan sekarang, bu," pinta Dokter tersebut agar Naima mengejan sekarang.

"Emmmmm ...." Naima mencoba untuk mengejam, Zico memegangi tangan Naima dengan sangat erat.

"Ayo, bu. Sekali lagi," pinta sang Dokter.

"Eeemmmmm ...."

"Sekali lagi, bu."

"Eeeemmmmmmm ...."

Naima mengejan dengan sisa tenaga yang ia miliki. Hingga ia mendengar suara tangisan bayi. Ia menghembuskan napas dan merasa telah menjadi ibu yang sempurna.

_Bersambung_

1
Suartati Hasibuan
keren nih kayaknya ceritanya
sandi Gelau
tk mslh itu ank zico..lmbt laun pun zico ttp sma Alyin
Wiek Soen
nanti mampir Thor
tina_sa
kejam sekali sitya ini,bisa bisanya dy berbicara seperti itu dg temanya.
tina_sa
wah sekali tembak langsung tepat sasaran si zico,keren.
tina_sa
ternyata suhu si arsa q kira cupu😁
tina_sa
menariiiik.,
tina_sa
gercep juga si zico,semangat
tina_sa
baru mampir thor,untuk pertama baca novelnya 😊
Wind Rahma: Happy Reading ❣️
total 1 replies
Maya Sari Niken
nanti gimana perut makin besar kan keliatan
Ana Susana
👍
Wiek Soen
akhirnya bahagia juga
Wiek Soen
ternyata Arsa toh
Wiek Soen
akhirnya sama2 terluka
Wiek Soen
kok tambah nyesek Thor
Wiek Soen
sampai kebawa ceritanya aq thor
Wiek Soen
semangat Naima
Wiek Soen
Zico tanggung jawab betul
Wiek Soen
pertama perut yg di kenyangkan
Wiek Soen
pingin ketawa juga pingin menangis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!