Syifa terpaksa menandatangani surat perjanjian nikah kontrak dengan lelaki yang bernama Bima Saputra untuk melunasi utangnya. Gadis itu juga dilema dengan cinta tulus dari sosok pria bernama Arka.
Persaingan cinta pun terjadi antara Arka dan Bima. Siapakah yang akan dipilih Syifa untuk menjadi pendamping hidup yang sesuangguhnya?
IG @putritanjung2020
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32. Apa Dia Jomblo?
Follow IG@putritanjung2020 ~
Arka terlihat mendekati brankar Ridho, lalu membisikkan sesuatu di telinga bocah itu. “Apa Ridho udah siap untuk bekerja sama dengan Abang?”
Ridho langsung tersenyum mengembang mendengar pertanyaan Arka yang sudah diduganya, jika laki-laki itu pasti bakalan suka dengan kakaknya sesuai prediksi otak kecilnya.
“Oke bang, emangnya aku harus ngelakuin apa?”
Arka langsung tersenyum senang mendapatkan pertanyaan yang sudah ditunggu-tunggu nya. Pemuda itu mengeluarkan ponsel dari saku celana, lalu mengetikkan sesuatu di sana dan menyerahkannya pada adiknya Syifa. Apa yang ditulis Arka membuat Ridho sedikit mengernyitkan dahi karena dia belum mengerti.
Nanti bakal ada teman abang yang datang ke sini dan dia ingin mencari kak Syifa untuk kenalan. Nah, waktu dia ke sini nanti kamu harus memanggilnya Om dan jangan panggil dia Abang seperti Ridho memanggil Bang Arka! Ridho mau kan melakukannya?
“Tapi kenapa Aku harus memanggilnya Om, Bang? Bukannya dia seumuran sama Bang Arka? Ido bisa dibilang nggak sopan dong kalau sama Bang Arka panggil abang tapi sama temennya Bang Arka malah manggil Om!” Protes anak kecil itu karena masih belum mengerti tujuan akan melakukannya dan mengajaknya kerjasama yang tidak berguna.
‘Astagfirullah anak ini, cuma disuruh gitu doang pertanyaannya lebih banyak dari polisi yang sedang interogasi,’ lirih Arka harus bersabar lagi.
“Dia memang seumuran sama Bang Arka, tapi teman abang itu orangnya sedikit Congkak dan sombong makanya Abang hanya ingin membuat orang kaya seperti dia merasa sedikit diabaikan atau mungkin dianggap … apalah namanya ya?” Arka terlihat sedikit bingung untuk menyampaikan maksud dari perkataan nya sendiri.
“Oh … jadi dia orang tajir? Kenapa Bang Arka nggak ngomong dari tadi, kalau bilang dari tadi yang mau nyari Kak Syifa itu orang kaya sombong, pasti aku langsung mau aja, Bang!” sahut Ridho dengan cepat karena memang dirinya dan Syifa sama-sama sedikit anti dengan orang kaya sebab keluarganya yang susah sering menjadi bahan gunjingan karena perekonomiannya yang tidak pernah berubah.
“Deal berarti ya?” tanya ulang Arka.
“Wokeh, Bang, kalau bisa nanti bakal ido kerjaian deh hihihi.”
Arka hanya tersenyum diiringi anggukan kepala ditambah dengan dua jempolnya yang diarahkan pada Ridho.
“Ini pada ngomong apaan sih sampai bisik-bisik segala?” Tiba-tiba saja Ibu Ayu menghampiri keduanya.
“Nggak ada, Bun!” jawab keduanya dengan kompak.
Itu akhirnya membuat Ibu Ayu terkekeh geli melihat dua laki-laki berbeda generasi begitu kompak menjawab pertanyaannya.
“Bunda kalau bisa hubungi aja Syifa ke rumah, bilang sama dia nggak usah datang ke sini siang hari dan nggak usah memikirkan masakan untuk siang ini! Arka udah janjian sama Ridho mau makan bareng hari ini,” jawabnya selaras mengalihkan pandang pada Ridho. “iya kan, Do?” tanya Arka dengan mengedipkan sebelah mata mencoba untuk memberikan isyarat agar bocah kecil itu mau bekerja sama dengannya.
‘Dasar Bang Arka, Padahal tadi dia nggak ada ngomong mau makan bareng dikamar ini! Tapi nggak papa deh, pasti makanan yang bakal dibeliin sama Bang Arka enak-enak semua!’ gumam sang bocah di dalam hati.
“Iya Bunda, tadi bang Arka ngomongnya mau beliin kita dendeng balado, ayam crispy sama apa satu lagi tadi, Bang? Lupa Ido,” jawab bocah itu dengan santai.
Sekarang malah Ridho yang membalas perbuatan Arka hingga membuat laki-laki itu sedikit tergagap untuk menjawabnya.
“Steak dari daging sapi impor! Masa baru sakit terluka di dengkul aja kamu udah lupa, hehehe jangan lupa lagi ketika abang mengatakan sesuatu padamu!”
“Siiiap, Bang!” sahur Ridho bersemangat.
Ibu Ayu terlihat menggelengkan kepala melihat kedekatan putranya dengan orang yang baru saja mereka kenal.
“Maaf ya, Nak Arka, jika anak bunda melakukan sesuatu yang kurang sopan, sampai meminta makanan mahal segala. Ucapan Ridho nggak usah dimasukin ke dalam hati, ya!” Bunda Ayu tersenyum merasa kurang enak hati karena putranya meminta makanan yang sebelumnya sangat sulit mereka dapatkan.
“Nggak apa-apa kok, Bunda karena memang Ridho nggak salah sama sekali sebab Arka yang sudah menawarkan sebelumnya,” sahutnya miris.
Sebegitu susah kah kehidupan keluarga Syifa hingga hanya sekedar untuk membeli makanan siap saji seperti ayam krispi saja mereka tak mampu membelinya.
Arka merasa ingin sekali membantu keluarga gadis yang langsung memiliki tahta di dalam hatinya, tetapi dia sangat bingung bagaimana cara melakukannya. Untuk sementara mungkin sebaiknya dia biarkan saja pertemanan itu terjadi bagai air mengalir dulu, hingga ada kesempatan untuk mengutarakan perasaan.
"Berarti hari ini Syifa apa nggak kuliah, Bunda?" tanya Arka sengaja mengalihkan perbincangan karena merasa masih penasaran dengan gadis itu. Pria itu berencana jika Syifa pergi kuliah, maka dia ingin sekali mengantarnya karena memang sedang melakukan pengejaran terhadap gadis trending di grupnya itu.
Bunda Ayu sepertinya dapat melihat dari pancaran mata Arka, bahwa laki-laki itu sedang melakukan pendekatan terhadap anaknya. Bunda Ayu tidak merasa risih ataupun marah, karena dia melihat bahwa Arka adalah anak yang sangat sopan dan juga baik terhadap keluarganya, walaupun mereka baru beberapa saat berjumpa.
Di dalam pikiran seorang bunda Ayu, Terpatri jelas satu pemikiran yang memang pada zaman sekarang sangat susah sekali untuk mencari anak muda yang mau membantu orang lain tanpa pamrih, apalagi Arka sebelumnya tidak mengetahui bahwa Ridho memiliki seorang kakak perempuan.
Di mata bunda Ayu, Arka pure murni menolong Ridho dengan ikhlas tanpa ada embel-embel di belakangnya. Entahlah setelah pemuda itu berkenalan dengan putrinya, tiba-tiba saja rasa itu menghampiri jiwa Arka dan Bunda Ayu tidak akan melarangnya.
Saat mereka masih bercerita, Bram, Rini dan Lula langsung ikut bicara.
"Memangnya apa urusan Anda selalu bertanya tentang sahabat baik kami, hah? Jangan coba-coba mempermainkan Syifa kalau tak mau kami bertiga menjadi musuh bebuyutan Anda," ancam Lula dengan tatapan mata sinis tanpa bersahabat. Memperlihatkan bahwa dia tidak akan membiarkan orang lain menyakiti sahabat baiknya.
"Hahaha, aku baru tau kalau Syifa punya tiga satpam … keren juga kakaknya Ridho. Mungkin nanti Syifa bisa kalian kawal kemanapun dia pergi, karena aku orang yang sedikit usil!" ketus Arka cuek langsung mengubah gaya bicaranya tanpa melihat pada mereka yang memberikan tatapan tidak suka.
Bunda Ayu mengambil nafasnya, dia ingin menjelaskan tentang Arka pada teman-teman anaknya Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa datang.
"Bunda lupa memperkenalkan pada kalian … kalau ini Nak Arka, dia yang kemarin telah membantu Ridho dan membawanya ke rumah sakit ini, bahkan nak Arka ini juga yang telah memberikan deposit pembayaran untuk biaya rawat inap Ridho." Bunda Ayu akhirnya memperkenalkan Arka pada sahabat anaknya.
“Apa dia juga masih jomblo, Bund?” tanya Lula.
Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya, happy reading dan terima kasih.
ciye ciye ciye... .si beruang kutub udah gak jones lagi
ditunggu season 2nya