Kesepakatan antara keluarga Matteo dan keluarga Da Vichi di masa lalu berujung pada perjodohan cucu-cucu mereka. Anna terpaksa menerima perjodohan tersebut hingga berakhir menikah dengan pria pilihan kakeknya.
Diawal pernikahan Anna ingin memanfaatkan keadaan untuk balas dendam kepada bibinya yang terus mengincar posisinya sebagai pewaris tunggal di keluarga Matteo. Namun, berbanding terbalik karena dirinyalah yang menjadi sasaran balas dendam suaminya sendiri.
Perlahan rahasia besar yang tersembunyi di keluarganya mulai terbongkar satu persatu. Begitupun rahasia besar suaminya yang merupakan seorang mafia dan sekaligus musuh lama keluarganya.
Pernikahan tanpa dasar cinta itu membuat kehidupan Anna semakin terpuruk layaknya berada di belahan dunia lain yang gelap gulita tanpa adanya secercah cahaya penerang.
Mampukah Anna bertahan dengan kehidupan rumah tangga bagaikan neraka itu? Ataukah Anna memilih jalan lain untuk balas dendam kepada suaminya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PYT 32
Kini Anna dan Laras sudah siap berangkat ke pelabuhan. Mereka tampak mengendap-endap keluar dari mansion. Tampak mobil pickup sudah siap membawa Anna yang akan dikemudikan oleh Lucas.
"Masuklah, Lucas akan membawamu." ucap Laras menyeringai. Sementara Lucas tersenyum licik di kursi kemudi nya.
Anna bergegas masuk dan sama sekali tidak menaruh kecurigaan kepada mereka. Sementara Laras tak jadi pergi menemani Anna ke pelabuhan demi memuluskan rencananya.
Anna duduk di samping Lucas, setelah itu mobil mulai melaju pelan meninggalkan kediaman Leo. Laras menyeringai licik menatap kepergian mobil yang membawa Anna ke pelabuhan.
Aku mendapat dua keuntungan sekaligus, antara Lucas dan tuan Genta. Anna…Anna, kau sangat bodoh rupanya. Batinnya menyeringai.
Kemudian Laras melangkah ke mes pelayan dengan penuh kemenangan yang sudah mengantongi dua amplop berisi uang tunai sekaligus.
Sementara Anna sedikit lega setelah melewati gerbang kediaman Leo. Para penjaga yang berjaga-jaga sama sekali tak menghalangi jalan mereka, karena Lucas begitu terkenal di antara para pengawal Leo.
Sepanjang perjalanan hanya keheningan yang terjadi di dalam mobil, Anna terus saja menatap dengan pandangan lurus ke depan berharap secepatnya dia bisa sampai di pelabuhan. Sedangkan Lucas selalu saja curi-curi pandang kepadanya dengan seringai jahat di wajahnya.
Jalanan yang mereka lewati begitu sepi dan gelap tanpa adanya lampu penerang jalan, bahkan tak ada satupun kendaraan yang melintas di tempat tersebut.
Anna mengalihkan pandangannya ke arah Lucas hingga Lucas juga memandanginya.
"Emm Lucas, kapan kita sampai?" tanya Anna harap-harap cemas.
"Sebentar lagi Anna." jawab Lucas tersenyum penuh maksud.
Tanpa permisi, Lucas menyentuh tangan Anna lalu mengelusnya, hingga membuat Anna terlonjat kaget dengan aksi lancang yang dilakukan pria itu.
Anna segera menarik tangannya lalu menjaga jarak darinya. Tatapan Lucas semakin mesum saja dan mulai gelap mata mencium aroma tubuh Anna yang begitu menggoda.
"Lucas, fokuslah berkendara." tegur Anna dengan raut wajah ketakutan karena Lucas terus saja mendekatinya bahkan mulai menyentuh ujung rambutnya.
Anna langsung mendorong dadanya hingga membuat Lucas berdecak lesal.
"Ap-apa yang ingin kau lakukan Lucas!" tegas Anna melihat gerak-gerik Lucas yang kembali memajukan wajahnya ke arahnya. Bahkan laju mobil Lucas semakin pelan saja.
"Sebaiknya kita bersenang-senang dulu Anna." ucapnya menyeringai licik lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Anna mengepalkan tangannya mendengar ucapan Lucas. Anna begitu waspada dan langsung bergerak membuka pintu mobil untuk segera turun. Namun, Lucas langsung menarik tubuhnya lalu mendekapnya erat. Anna memberontak untuk lepas sambil memukul tubuhnya.
"Tolong.... tolonngg..."
Lucas segera membekap mulutnya, agar Anna berhenti berteriak meminta tolong. Setelah itu, Lucas mengangkat tubuh Anna lalu membawanya ke semak-semak. Anna terus saja memberontak sambil berteriak meminta tolong.
"Ha ha ha, tak ada yang bisa menolong mu di tempat ini." sinis nya lalu menjatuhkan tubuh Anna di atas rerumputan dan segera menindihnya.
Anna tak tinggal diam, dia terus melakukan perlawanan hingga berhasil menendang perut Lucas dengan lututnya, membuat Lucas mengeram kesakitan dan beringsut jatuh di sampingnya. Anna segera bangun dan berlari kencang.
Lucas semakin murka saja untuk segera mencicipi tubuhnya, ia pun segera berlari menyusul Anna dan kembali berhasil menangkap tubuh Anna.
"Mau kemana sayang, kau tidak akan pernah lari dariku. Ayolah kita harus bercinta sayang" ucap Lucas tersenyum mesum dan langsung mengangkat Anna seperti karung beras.
"Dasar b@jingan, aku tidak akan pernah memaafkan mu." teriak Anna dengan emosi yang masih saja memberontak untuk lepas.
Lucas terkekeh lalu membaringkan tubuh Anna, salah satu tangannya mencengkram kedua tangan Anna. Tanpa basa-basi Lucas merobek pakaian Anna membuat Anna menjerit histeris yang mulai ketakutan jika Lucas berbuat macam-macam kepadanya.
"Nikmatilah sayang." ucapnya lalu mendekatkan wajahnya untuk melancarkan aksinya.
"Tolong, jangan lakukan Lucas." ucap Anna memohon dengan suara seraknya sambil menggelengkan kepalanya agar Lucas segera menghentikan aksinya.
Tubuhnya bergetar ketakutan dan air matanya sudah menerobos keluar membasahi pipinya. Sedangkan Lucas sudah gelap mata dan begitu antusias untuk menyentuh sang primadona mansion.
Anna memalingkan wajahnya ke samping dengan mata terpejam. Anna hanya mampu pasrah kepada Tuhan dan berharap seseorang datang menolongnya.
Tak ingin membuang waktu, Lucas perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Anna sambil menghirup aroma tubuh Anna yang begitu menggoda.
Di luar dugaan, seseorang langsung menendang punggungnya hingga membuat tubuhnya terjungkal ke samping. Lucas begitu marah karena aksinya di ganggu. Sedang Anna langsung mengerjapkan matanya dan terkejut melihat pria bertubuh tinggi bermasker berdiri di sampingnya, perlahan Anna bangkit dan segera bersembunyi.
Lucas berdiri dan menatap tajam sosok pria tinggi bermasker yang mengenakan topi hitam. Tanpa basa-basi Lucas langsung menyerang balik orang itu, namun teknik beladiri dirinya tak sepadan dengan orang itu.
Pukulan dan tendangan terus membabi buta mengenai wajahnya, hingga Lucas tampak babak belur dan memuntahkan darah segar yang sudah bersimpuh di kaki pria itu. Hidung berdarah, mata menghitam lebam akibat tendangan pria itu dan lengan kirinya sudah di patahkan yang sempat digunakan mencengkeram kedua tangan Anna.
Anna yang masih bersembunyi di tempat persembunyiannya segera berlari kencang meninggalkan mereka.
"Ampun tuan." ucapnya memohon bersimpuh di kaki pria itu.
Sementara Pria itu kembali mencengkeram kuat rambutnya lalu mengeluarkan pistol dari balik saku jaketnya dan langsung menembak kepalanya.
Dor
Dor
Dor
Tubuh Lucas tergeletak tak bernyawa yang berlumuran darah. Hingga hewan buas yang berkeliaran di tempat itu mulai mencium aromanya.
"Tak ada ampun bagi orang yang sudah menyentuh milikku." ucapnya dingin lalu membuka maskernya hingga wajah tampannya terpampang di balik kegelapan.
Pria itu lalu melangkah mencari keberadaan Anna yang sudah hilang dari pandangannya. Setelah itu, dia pun berlari menuju mobilnya yang terparkir sembarangan di jalan.
Sementara Anna terus berlari dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan. Anna hanya mampu mengikuti cahaya dari sinar rembulan sesuai dengan kata hatinya.
"Aku harus pergi dan terbebas dari Pria kejam itu." ucapnya penuh tekad dan keyakinan.
Anna terus berlari hingga dari kejauhan dia sudah mampu melihat pencahayaan terang dari lampu mobil dan suara ombak mulai terdengar di indera pendengarannya. Anna sudah ngos-ngosan, tapi dia tetap berusaha berlari demi tujuannya.
Langkah kaki Anna mulai tertatih-tatih, namun senyumannya sudah terukir di sudut bibirnya melihat sosok yang dikenalinya.
"Keynand!" ucapnya tersenyum memanggil nama pria itu.
Keynand segera mengalihkan pandangannya ke sumber suara dan tanpa basa-basi ia pun ikut berlari menghampiri Anna.
Keynand langsung memeluk Anna, sosok wanita yang sangat dirindukannya itu. Sedangkan Anna tak membalas pelukannya dan malah mendorongnya untuk menjaga jarak darinya. Sungguh rasa takut masih saja menyelimuti wanita cantik itu yang hampir saja di lecehkan.
"Apa yang terjadi Anna, mengapa penampilan mu seperti ini." ucap Keynand khawatir dan kembali memegangi kedua pundaknya. Ada perasaan lega bisa bertemu kembali dengan wanita pujaan hatinya.
Penampilan Anna begitu kacau, pakaian pada bagian atas sisi lengan kirinya sobek, rambutnya berantakan dan wajahnya tampak sembab yang sepertinya habis nangis.
"Ceritanya panjang, sebaiknya bawa aku pergi." ucap Anna memohon dengan bibir bergetar.
"Iya Anna, aku akan membawamu pergi." ucap Keynand berusaha menenangkannya.
Keynand melepaskan jaketnya lalu menyematkan di punggung Anna. Kemudian Keynand memapah Anna menuju mobilnya untuk segera meninggalkan tempat itu.
Namun takdir baik tak berpihak kepadanya. Segerombolan pria berbaju hitam mengepungnya dengan menodongkan pistol ke arahnya.
Bersambung......
Jangan lupa, like komentarnya dan vote ya teman-teman 🙏 terima kasih 🙏