Kiev Bhagaskara adalah selebriti lebih atas dari papan atas. Idola remaja itu telah bermetomorfosa sebagai pria idaman setiap wanita. Bukan hanya sukses menjadi musisi serta aktor profesional, pria itu berhasil merajai dunia bisnis dan disebut-sebut sebagai; The Celebrity CEO.
Sementara itu Rembulan Kivianisya mungkin merupakan supir truk paling menawan seantero negeri. Lain hal dengan Kiev yang bertemankan panggung megah, kilat kamera dan sorak penggemar yang bertalu, Kivia bersahabat dengan truk pengangkut hasil tambang, walkie talkie serta debu.
Sepuluh tahun yang lalu takdir memperkenalkan keduanya dalam sebuah pertemuan tak terduga. Dan di sanalah cerita mereka bermula.
----
ternyata kau bukan sekadar bayang yang singgah
kau menetap,
di sini
Inkina Oktari
The Celebrity CEO
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inkina oktari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sunshine
Kiev berjalan buru-buru sembari membawa satu baskom besar berisi cucian kain-kain lebar yang digunakan sebagai taplak meja kantin. Cowok itu berhenti di area belakang mess untuk menjemur kain-kain bermotif kotak-kotak ini. Sambil sedikit bersenandung, Kiev memeras kain itu, meminimalisir jumlah air yang terserap kemudian menggantungkannya di tali jemuran yang terbentang.
Pagi ini indah.
Matahari pagi yang menyapa membuat Kiev harus menyipitkan mata ketika mendongakkan kepala. Kiev tersenyum tipis melihat burung yang bermigrasi. Juga bau embun dan pewangi cucian yang membuat hati Kiev membaik ketika ia tidak cukup tidur akhir-akhir ini karena memikirkan beberapa hal.
Salah banyaknya, tentu tentang Rembulan Kivianisya.
Sejak pertama jumpa, Kiev sudah memastikan dari Pi’i bahwa Kivia tidak sedang menjalin hubungan dengan seseora ng. Yang Pi’i tahu Kivia adalah seorang dengan status lajang, tidak memiliki kekasih apalagi suami. Kivia juga terlalu tertutup untuk urusan asmara, seorang manajer di bagian administrasi saja pernah menyatakan cinta. Namun, Kivia menolak.
Lalu mungkinkah Pi'i juga tidak mengetahui tentang hal ini? Apakah ini satu fakta dari masa lalu Kivia? Apa Kivia benar-benar sudah memiliki anak?
Jadi itu yang membuatnya bekerja sekeras ini? Namun, kenapa Kivia tidak tinggal bersama anaknya? Situasi seperti apa yang membuat Kivia harus bekerja dengan risiko tinggi dan terpencil seperti ini?
Satu yang pasti, Kivia ... tentu merindukan keluarganya.
Kivia pasti merindukan anak itu. Hingga ia tertawa dan Kiev dapat melihat matanya yang berlinang ketika menutup telepon.
“Hei,” sapa seseorang sambil menyingkap kain yang baru saja Kiev jemur. Suara itu sudah Kiev hafal di luar kepala. Suara tawanya yang membekas telinga Kiev bahkan setelah perempuan itu tidak lagi ada di hadapannya. Kemudian Kiev tersadar ketika sebuah wajah manis menyembul di sana disertai dengan cengiran.
Oke, ternyata eksistensi bidadari itu seperti ini. Memakai training dan kaos kebesaran dengan rambut awut-awutan dan sendal jepit. Baik, Kiev hanya akan menyimpan kata-kata itu hanya untuk dirinya sendiri.
“Hai, Rembulan.”
Kivia tertawa kecil. “Hai, Bhagaskara.”
Rembulan dan dirinya, Bhagaskara yang berarti matahari. Pasangan siang dan malam. Tak pernah bersatu? Kecuali saat gerhana?
“Mimpi indah?”
Kivia menggaruk pipinya yang agak gatal sambil berpikir. “Nggak juga.”
“Mimpi apa?”
Cewek itu berdeham. “Mimpi ... dikejar-kejar ular.”
“Oh ... mitosnya sih, berarti lagi ada yang suka.”
“Masa?” Mata Kivia melebar dari sebelumnya.
“He-eh.” Kiev mengangguk santai.
Kivia mencebik. “Kan mitosnya ... berarti katanya, jadi ... kata siapa?”
“Kata aku,” sambar Kiev.
“Ishhhh.” Kivia menggerutu. Kemudian mengalihkan pembahasan dari mimpi tidak jelas itu pada tumpukkan kain basah yang tak jauh dari Kiev. “Aku bantuin ya.”
Kiev langsung menyatakan penolakan. “Nggak usah.”
“Basa-basi doang tuh?” tebak Kivia sambil terkekeh.
“Yee beneran. Diem aja kamu sana duduk,” tunjuk Kiev pada tumpukkan ban besar tak terpakai.
“Nggak ah, berasa jadi mandor.” Tangan Kivia mulai mengambil kain di dalam baskom untuk diperas dan dijemur. “Julak mana?”
“Aku suruh tiduran, kasian kecapekan.”
"Ooooh...."
"By the way, julak itu apa sih, Ya?" tanya Kiev penasaran dengan panggilan atasannya itu.
"Hm.... Julak itu bahasa lainnya Uwa, kalau acil itu tante," jelas Kivia.
"Kalau ibung? Emang nama bekennya Julak atau ada hubungan sama Bahasa Banjar juga?"
"Kalau Ibung itu kayak nama panggilan kesayangan. Selain Ibung, ada Idang, Itay, Utuh, Galuh. Kalau Sunda mungkin kayak panggilan Eneng atau Inang dari Minang."
Kiev mengangguk-angguk mendengar penjelasan Kivia. Kiev yang dari tadi berbincang sambil terus menjemur kontan terhenti ketika tidak sengaja menyentuh tangan Kivia yang juga akan kembali mengambil kain dalam baskom.
Ah, FTV sekali.
Kivia terlihat cuek. Seperti sentuhan bagai sengat listrik yang berefek pada debar jantung pada Kiev tak memiliki pengaruh apa pun padanya. Kivia lanjut menjemur baju sambil berdendang tidak jelas. Dari nadanya Kiev dapat mengetahui itu adalah irama dari lagu yang sering diputar olehnya.
Semakin sering didengar semakin tertanam oleh otak bawah sadar. Kemudian meluap dengan sendirinya tanpa sadar pula.
Kiev tersenyum, gadis itu terlihat senang hanya dengan kegiatan menjemur. Dan Kiev sadar tidak ada yang berubah dengan hatinya. Terlepas dari apa yang telah ia ketahui sebelumnya.
“Hari ini kamu libur, kan?”
“Iyaaaaa.” Hanya suara Kivia yang terdengar. Karena sosoknya tersembunyi oleh kain-kain yang satu persatu telah memenuhi jemuran.
“Kiev!” seru Kivia tiba-tiba dari ujung sana.
“Kenapa, Ya?” Kiev langsung menghempaskan baskom kosong yang ada di tangannya dan berlari ke arah Kivia. Ternyata Kivia juga sedang berlari ke arahnya.
“Kamu bawa hape?” tanya Kivia dengan nada tak sabar yang amat kentara.
Kiev mengangguk cepat. “Iya bawa.”
“Kamu bisa nemenin aku ke luar? Aku mau vidcall with my sunshine, boleh aku sewa hape kamu?”
Tanpa pikir panjang, kendati dengan hati yang deg-degan Kiev langsung mengiyakan, “Sure. Tapi nggak usah disewa. Pakai aja."
Kivia mengangguk antusias. Saking semangatnya Kivia menggandeng tangan Kiev untuk bergegas menuju motor bebek hasil pinjam dari satpam mess. Kiev bertugas membonceng dan perjalanan ke area jalan besar dengan sinyal internet memadai itu diwarnai oleh kebahagiaan Kivia yang tak sabar berjumpa dengan sang anak walau secara tak langsung.
Bersambung
Jangan lupa vote juga yaaa hehehhwhehehehhehe
romance.thriler.entertainer
ada unsur budaya kalimantan
pokoknya komplit
alurnya bagus
makasih