NovelToon NovelToon
Pelangi Untuk Lily

Pelangi Untuk Lily

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Misteri / Cintamanis / Balas Dendam / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:419.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ocean Na Vinli

Note : Alur novel ini lambat

Mengisahkan seorang bussines woman yang pintar dan tangguh, ialah Lily Marques, janda muda beranak kembar tiga.

Akibat kenangan Lily yang begitu kelam, dia harus berhadapan langsung kepada orang yang pernah menorehkan luka dihatinya.

Mereka tak sedikitpun membiarkan Lily untuk hidup tenang. Mereka merampas kebahagiaan Lily satu-persatu, hingga hati Lily hancur berkeping-keping.

Lily bertekad untuk melawan balik orang di masa lalunya, walaupun harus bertaruh nyawa.

Namun, siapa sangka perjuangan Lily, mempertemukannya pada seorang duda beranak satu yang dingin dan misterius, ialah Leon Andersean.


Apakah ini, Pelangi untuk Lily?


Yuk simak kisah Lily, yang penuh dengan teka-teki dalam mempertahankan kebahagiaannya.


"Kau sudah merebut ciuman pertama ku!" Leon Andersean.


"Hah! ciuman pertama?!" Lily Marques.



***
Masih tahap revisi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32. Petunjuk

Suara tepukan tangan menggema di kantor bagian Finance. Terlihat dua orang manusia yang berlawan jenis kelamin sedang menarik rambut satu sama lain. Tak ada yang mau mengalah!

Rambut Melisa sudah terlihat acak-acakan seperti singa, beberapa helai rambutnya bertaburan dilantai. Dia berusaha menarik rambut musuhnya dengan sekuat tenaga sehingga membuat tubuh Marimar condong ke depan.

Rasa sakit pada rambut Melisa sudah tak dihiraukan lagi. Ketika Marimar menyebut dirinya pelakor Melisa sangat tak terima. Saat ini yang ada hanya rasa benci didalam hatinya. Bagi Melisa dia bukanlah pelakor, salahkan saja istri Milano yang tak pandai menjaga penampilan untuk suaminya.

"Aku mencintaimu Mel. Kau sangat cantik, beda dengan istriku yang selalu membuatku sakit mata," ucap Milano lelaki buaya buntung kala itu.

Sedangkan Marimar tak merasakan sakit sama sekali, bagaimana tidak potongan rambutnya adalah model cepak. Hanya bagian atas saja yang berambut. Dia juga tak mau kalah menarik kuat rambut Melisa.

Mereka berdua pun akhirnya berputar-putar seperti roller coaster.

Lily yang melihat perkelahian antara Marimar dan Melisa berusaha melerai keduanya. Dia pun berusaha menyusup di antara tubuh mereka. Lily cukup kewalahan karna mereka tak mau sama sekali menyudahi perkelahian. Terpaksa Lily mendorong kuat tubuh Melisa terlebih dahulu alhasil Melisa pun terhuyung ke belakang.

"Stop,!" teriak Milano dengan suara lantang. Dia mendengar keributan didalam ruangan. Milano tampak terkejut saat melihat Melisa dalam keadaan kacau.

Karyawan yang berkerumun melihat Milano datang ke ruangan seketika menghentikan tepukan tangan, mereka menundukkan kepala.

Hening!

Sementara itu, Melisa dan Marimar menatap satu sama lain nafas mereka masih memburu. Penampilan mereka terlihat sangat kacau. Kilatan api masih ada di mata keduanya.

Lily menahan tubuh Marimar agar tak menyerang Melisa lagi. Saat dia mendorong Melisa ekor mata Lily tak sengaja melihat flashdisk terjatuh dari tubuh Melisa. Secepat kilat dia menggeser benda kecil tersebut ke bawah meja kerja Marimar agar tak ada yang melihat.

"Siapa tahu ada petunjuk,!" batin Lily.

"Apa yang kalian lakukan,? Ini kantor bukan tempat berkelahi," tanya Milano memecah keheningan.

Tak ada satupun yang menyahut pertanyaan dari Milano. Melihat raut wajah Milano tak enak di pandang, mereka tak berani sama sekali.

Milano melihat Melisa dan Marimar bergantian, penampilan mereka tak layak disebut dengan pekerja kantoran.

"Kalian berdua ke ruanganku sekarang,!" titah Milano sambil menunjuk.

"Dan kalian semua kembali berkerja,!" ucapnya lagi pada karyawan seraya berlalu pergi.

Melisa tersenyum sinis pada Marimar saat tambatan hatinya sudah berada di ruangan. Terlihat seringai licik di raut wajahnya. Dia beranjak pergi mengikuti langkah kaki Milano.

Lily menatap dalam pada Marimar. Dia menepuk perlahan pundak Marimar.

Marimar menghela napas dengan berat. Dia memberikan kode kepada Lily mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Marimar segera berjalan cepat menuruti perintah atasannya.

Lily menatap kepergian Marimar dengan raut wajah sendu. Dia berharap Milano bersikap adil pada keduanya.

Lantas Lily segera berjalan pelan ke meja kerja Marimar untuk mengambil benda kecil yang tadi menyita perhatian. Dia melihat keadaan sekitar memastikan dirinya aman dari perhatian rekan kerja yang lain. Perlahan Lily sengaja menjatuhkan bolpoin milik Marimar di bawah meja, dia pun menjulurkan tangan ke bawah meja berusaha mengambil flashdisk tersebut.

"Dapat,!"gumam Lily didalam hati.

Tak lupa juga Lily mengambil bolpoin yang tadi sengaja di jatuhkan, dia segera menyimpan flashdisk tersebut ke dalam tas miliknya.

Jam menunjukkan pukul 4 sore. Sebagian karyawan perusahan Co. Marq, sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Namun tidak bagi Milano dan Melisa mereka masih melakukan aktivitas m***iat di dalam ruangan kantor Manager Finance.

"Jadi kapan kau menceraikan istri jelekmu itu,?" tanya Melisa bergelayut manja di pangkuan kekasih gelapnya itu.

Milano membisikkan sesuatu di telinga Melisa, dia terlihat sangat bahagia.

"Mel, flashdisk yang ku berikan padamu. Kau jaga baik-baik ya,?" Milano menyentuh tengkuk Melisa.

Melisa menganggukkan kepala seraya tersenyum dan memeluk erat Milano, mereka kembali melakukan kegiatan tak senonoh itu.

"Bye Opa, Oma,!" seru si Kembar saat mobil yang di kemudikan oleh Lily melesat pelan meninggalkan kediaman Marques.

"Bagaimana dengan sekolah kalian boys,?" tanya Lily sambil matanya tetap fokus memandang ke depan.

"Begitulah Mom," ucap Nickolas pelan sambil menguap. Matanya sudah terlihat sayu.

Lily mengulum senyum melihat tingkah Nickolas melalui kaca di bagian tengah mobil, sepertinya anak nomor duanya sudah mulai mengantuk.

"Gissel,!" panggil Lily memperhatikan tingkah Gissel di belakang.

"Iya Nyonya," Gissel reflek melihat ke asal sumber suara sedari tadi dia melamun.

"Apa yang kau pikirkan,?" tanya Lily memicingkan mata.

"Tidak ada nyonya,!" jawab Gissel cepat.

Lily tak bertanya lagi, dia fokus menyetir mobil mini itu. Terlihat si Kembar sudah tertidur, sepertinya mereka kelelahan.

Sesampainya di apartment, mau tak mau Lily harus membangunkan ketiga anaknya. Dia menepuk pelan pundak anaknya satu persatu. Tak butuh waktu lama si Kembar pun terbangun. Gissel segera beranjak untuk pulang karena tugasnya sudah selesai, dia pun pamit undur diri.

Lily mengajak si Kembar untuk masuk ke dalam apartment. Nickolas dan Samuel dengan mode malasnya melangkah gontai memasuki lift apartment. Sementara Kendrick bersikap biasa saja.

Tepat pukul 7 malam, Lily dan si Kembar sedang bercengkrama di ruang keluarga. Terlihat si Kembar menceritakan kegiatan mereka selama berada di sekolah. Terkadang terdengar suara tawa, dari mulut Lily saat mendengar celotehan ketiganya. Tak terasa sudah 1 jam lebih mereka bersenda gurau. Sedari tadi dia memperhatikan Nickolas dan Samuel yang menguap terus menerus. Lily mengajak si Kembar untuk tidur.

Selesai mengantarkan si Kembar untuk beristirahat. Lily langsung masuk ke dalam kamar. Dia mengambil handphone di dalam tas. Tertera 10 panggilan tak terjawab dari Leon di layar handphone.

"Astaga,!" gumam Lily sambil satu tangan menutup mulut.

Lily segera menelpon balik Leon. Panggilan pun segera terhubung.

"Kau melupakan ku honey,!" sungut Leon di sebrang sana.

Lily terkekeh pelan. Saat mendengar perkataan Leon.

"Maaf honey,!" ucap Lily sambil mengulum senyum.

"Bisakah kita menikah sekarang atau besok.!" tampaknya Leon sudah tak sabar.

"Bersabarlah honey, kau juga harus meluluhkan hati anak-anakku," jelas Lily pelan.

"Iya aku tahu itu. Serahkan saja padaku," sahut Leon dengan yakin.

"Honey, terimakasih bunganya,!" ucap Lily tadi siang dia mendapatkan kiriman bunga lagi. Dia mengira bahwa itu dari Leon.

Tak ada sahutan dari sebrang sana.

"Leon," panggil Lily lembut.

"Iya, apakah kau menyukai bunga yang ku berikan honey,?"

"Iya sangat suka. Apapun yang kau berikan semua ku suka. Ternyata kau sangat romantis ya,!" Lily mengulum senyum.

Pembicaraan dua sejoli yang terpisah ruang itu pun mengalir begitu saja. Hingga membuat mereka tanpa sadar tergolek pulas di tempat tidur masing-masing dalam keadaan handphone masih terhubung satu sama lain.

.

.

.

.

.

.

1
iren thezer
bagus ceritanya
yuliati sumantri
Luar biasa
Tatik Wae
jangan kaget ayah nya dlu Sorang mafia yg kejam dan sadis...sifat itu menurun k lily
Surati
.bagus👌👌👍👍👍👍
Mesri Sihaloho
lama banget thor si Pablo itu ketangkap
Alia Natasya Selamat
kata keluarga mafia kok keamanan sgt longar asyik di culik...
Ocean Na Vinli: Kalau gak diculik, ya gak ada konflik dong kakak. Orang kaya aja kadang bisa kena maling rumahnya walau ada CCTV, nikmati saja kak. Kalau ga suka alurnya, nggak usah baca, kakak cari saja novel lain atau kk buat novel sendiri, oke 😉
total 1 replies
Shuhairi Nafsir
lama kelamaan ceritanya jadi hambar dan lembab
linda cr
bagus
EBI
yellow?
EBI
lucu, seru, menarik
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Shiro Yuki
aduh Marco di dor kena ga tuch
Shiro Yuki
kasian manten anyar disalip🤣🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
wahhh marimar sekalinya jd Marco ganas jg🤣🤣🤣🤣
Shiro Yuki
darla kecil2 genit 🤭🤭🤭
Shiro Yuki
tegang gesss tp maaf Thor agak berbelit-belit 🙏
Shiro Yuki
burungnya Arnold yg pecah ko ikutan ngilu ya🤭🤭🤭
Shiro Yuki
darla Luna imut banget sh
Shiro Yuki
udah lelah disakiti jiwa Lily yg sebenarnya keluar
Shiro Yuki
lagi serius mpe nangis ehh anakku manggil2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!