Tari gadis 18 tahun, ia di lahirkan dari keluarga sederhana, dan murid yang pandai di sekolahnya sehingga mendapat kan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan nya namun sebuah peristiwa yang tidak terduga yaitu Tari harus menikah dengan sosok pria kaya raya ,sehingga beasiswa yang ia peroleh pun hilang seketika.
Dan sosok pria itu bukan hanya kaya raya namun ia juga big bos dari agen rahasia.
........
Dan didalam cerita ini akan terjadi cinta segitiga dalam sebuah keluarga.
.......
Penasaran dengan jalur ceritanya?
yu ikuti terus dan pantau terus novel ku😜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon L28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
...----------------...
Pangeran sampai di depan pintu keluar dekat taman baca dan melihat Tari sedang mengasik mengobrol di telepon.
Niat untuk mengagetkan namun ia tak mau menganggu istrinya , jadi dia hanya datang dan langsung duduk.
"Mas?" panggil Tari.
"Ya, kenapa telepon nya di tutup? bukan kah sangat seru?"
Tari takut kalau Pangeran mengetahui kalau dirinya sudah teleponan dengan masa lalunya .
"Eumm Gak" jawab Tari dengan suara terbata-bata
"Mau tanya apa?"
"Eumm" jawab Tari yang sekitar blenk pikirnya.
"Eum eum eum apa? " tanya Pangeran sambil mendekatkan dirinya ke Tari.
"Ish jangan deket-deket gitu dong"
"Lagian"
"Ya udah masnya awas dulu, aku susah mau bicara kalau di tatap seperti ini"
Pangeran langsung jaga jarak dengan Tari.
" Ok, pertanyaan pertama, siapa perempuan yang memeluk om? yang kedua, apakah dia pacar om sebelum kita menikah? "
Pangeran malah tertawa bukannya menjawab " hahha"
"Om ko ketawa si? , jawab dong, ini kan gak ada yang lucu"
"Ok ok" ujar Pangeran dengan menghela nafas agar tidak tertawa lagi. "Apa kau cemburu?" lanjut Pangeran.
"Menurut om gimana? apa aku harus jawab pertanyaan om ini? " tanya Tari balik.
"Apa gara-gara dia masih muda kali ya, pikirannya masih bocah" gumam Pangeran di dalam hatinya.
Pangeran bingung mau jawab apa karena takut salah jawab dan Tari semakin marah terhadapnya.
"Gak perlu bahas ok" jawab Pangeran.
"Ko gitu? ini penting biar pikiran aku gak suudzon terus"
"Itu urusan pikiran mu, buang pikiran mu tentang suudzon kepada suamimu sendiri, karena itu tidak baik sayang, aku juga gak bakal selingkuh dari istri mungil ku ini" goda Pangeran terhadap Tari.
"Ish om ini"
"Aku sangat mencintaimu" bisik Pangeran ke telinga Tari.
Seketika membuat pipi Tari merah merona.
"Ayo, kita ke indomart terdekat untuk beli ice cream dan makan kesukaan kamu" ujar Pangeran.
"Mas, serius?"
"Iya"
"Ya udah yu"
"Ets nanti dulu, ganti dulu baju mu, nanti cwo lain pada mau"
"Cie yang takut kehilangan" ledek Tari sambil cekikikan.
"Awas ya bocil" teriak Pangeran.
Pangeran dan Tari pergi ke indomart terdekat, di sana Tari membeli semua makanan kesukaannya tapi ia berpikir bukan hanya untuk dirinya melainkan ia ingin membagikan makanan ini untuk orang-orang yang kurang mampu.
"Mas berhenti dulu" perintah Tari saat Tari melihat seorang anak sedang mengamen.
Pangeran memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan Tari turun dan menghampiri anak tersebut sambil membawa makanan.
"De,ini untuk kamu, jangan lupa dimakan ya" ujar Tari.
"Makasih ya ka" kata anak tersebut.
Tari balik lagi ke dalam mobil dan Pangeran menatap ke arah Tari dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Mas, kamu kenapa? ko menatap aku seperti itu?" tanya Tari.
Tidak ada jawaban dari Pangeran, melainkan ia tetap menatap istri mungilnya itu.
"Aku sangat beruntung memiliki mu, walaupun pikiran mu terkadang masih bocil padahal udah 18+ tapi hati mu sangat luar biasa" gumam Pangeran dalam hatinya.
"Mas" teriak Tari.
Pangeran tiba-tiba langsung mencium kening Tari, tapi Tari bingung kenapa Pangeran tiba-tiba menciumnya seperti ini.
"Mas kenapa si?"
"Aku gak papa, sekarang kita mau kemana?"
"Jalan aja, tapi saat ketemu orang yang kurang mampu atau ojol yang sedang menunggu orderan kita berhenti dulu ya"
"Baik bu bos"
Mereka berdua membagikan makanan sampai makanan itu habis tak tersisa untuk Tari, tapi Tari senang karena bisa berbagi seperti ini, dan ia juga tau bagaimana rasanya hidup susah.
Saat di jalan ponsel Tari berbunyi ada pesan masuk dari Nia.
📩 Tar, ini lok kosan gue sama Ria, lo sini dong maen
📍
📨 ok gue sekarang otw kesana
"Mas , boleh aku ke kosan sahabatku? sahabatku yang di kampung sekarang mereka di sini karena mereka kuliah disini"
"Ok, diamana kosan mereka"
"Ini aku kirim ke mas ya lokasi nya"
Beberapa menit kemudian Pangeran dan Tari sampai di kosan Nia dan Ria.
Saat Tari turun di mobil para sahabatnya langsung memanggilnya.
"Tari"
"Ahh kangen kalian" ujar Tari dan langsung memeluk kedua sahabatnya itu.
"Mas pulang duluan aja, aku ingin main bersama mereka, tapi mas ngizinin aku kan?"
"Nanti pulangnya aku jemput"
"Ok mas, nanti aku kabarin mas ya"
"Sini Tar, masuk, maaf ya kosan kita kecil gak sebagus dan gak seluas rumah lo" ujar Nia.
"Ish apa-apaan si Ni"
"Suami lo ganteng ya" ujar Ria.
"Awas lu ya kalau lu niat buat embat suami gue" ujar Tari.
"Ah lu, segitu aja marah" ujar Ria sambil cekikikan.
"Dasar Ria" ujar Tari.
Mereka bertiga saling canda tawa bareng dan cerita bareng tapi waktu cepat berlalu sekarang sudah sore.
"Gaess, gue pulang dulu ya, tapi gue mau call dulu ke suami gue" ujar Tari
"Cepet banget ya" ujar Nia.
" Kenapa kamu gak nginep aja?" tanya Ria.
"Gak bisa lah Ria, pasti suami gue juga gk ngizinin apalagi sekarang gue lagi hamil"
"Lo serius lagi hamil? kenapa gak cerita ke kita?" tanya Nia.
"Sorry, gue pengen ngasih tau ini secara langsung atau kaya kejutan gitu ke kalian, dan kebutuhan sekarang kita sudah ketemu" jawab Tari.
"Lo berapa bulan?" tanya Nia.
"Baru 3 bulan ko"
"Tar, emang lo bisa hamil itu cara nya gimana? " tanya Ria dengan muka polosnya.
"Astaghfirullah Ria" ujar Nia yang gemes banget dengan pertanyaan Ria.
"Si piton masuk ke sarangnya" jawab Tari.
"Ah?" Ria yang kaget dan langsung tertawa .
Nia dan Tari pun ikut tertawa karena lucu dengan ekspresi Ria yang kaget dan juga kurang mengerti dengan jawaban Tari.
"Bentar gaes, udah cukup ketawanya ah, gue sakit perut, lagian gue juga mau call dulu suami gue ok" ujar Tari.
Tutt ututututu 10×
"Ko gak di angkat-angkat si?"
"Kenapa Tar?" tanya Nia.
"Suami gue si telepon lebih dari 10 kali gak di angkat-angkat"
"Coba sekali lagi"
tutt ututututu..
"Tuh kan gak di angkat lagi, sebel deh" ujar Tari dengan muak di tekuk.
"Ya sudah lo tunggu aja, mungkin suami lo gk Kendengeraan atau mungkin lagi di jalan"
"Tapi gak papa kan gue disini dulu? "
"Ya gak papa lah, malah kita seneng" ujar Nia.
Tari menunggu Pangeran sampai jam 7 malam namun tidak ada balasan apapun dari Pangeran dan membuat hati Tari kesal namun bercampur dengan Khawatir karena belum ada kabar dari suaminya itu.
"Apa aku telepon orang rumah aja ya, duh oon banget si lu Tar, kenapa. gak dari tadi" gumam Tari dalam hatinya sambil memukul-mukul kepalanya.
"Lo kenapa si?" tanya Ria.
"Gue gak papa ko, bentar ya"
Tari berjalan ke depan kosan agar tidak mengganggu Nia dan Ria yang sedang mempersiapkan untuk kuliah nya.
"Hallo bi, apa mas Pangeran ada di rumah?"
📞 maaf non, semenjak keluar bareng sama non , tuan Pangeran belum pulang lagi ke rumah non
"Owh gitu ya bi, ok bi makasih ya bi"
Tari semakin khawatir dengan Pangeran apalgi mendengar kalau Pangeran belum pulang.
"Aduh si om ini kemana si?" Tari yang berbicara sendiri dan sambil mundur mandir di depan pintu kosan.
Tring tring.. ponsel Tari berbunyi dan ada telepon masuk.
"Mas, kamu dimana? ayo jemput aku"
📞 Aku di rumah,mau di jemput diamana sayang?
"Lah ini kan suara Ahtar" gumam Tari dan langsung melihat nama yang ada di layar ponsel nya "Astaga Tari lo bodoh sekali" gumam Tari sambil mengacak-acak rambutnya.
"Apa si sayang sayang, mata lu peang"
📞 Emang lu diamana si? terus emangnya gue ini siapa? ko lu sering banget bilang mas
"Kepo"
Tari dan Ahtar saling bercakap di telepon dan Tari memutuskan untuk di jemput oleh Ahtar karena ia juga sekalian mencari Pangeran di jalan siapa tau Pangeran lagi nongkrong sama temen-temen nya.
"Ni, RI, gue pulang duluan ya"
"Suami lo udah jemput emang?" tanya Nia.
"Gak, gue di jemput oleh Ahtar karena gak ada pilihan lain lagi" jawab Tari.
Nia dan Ria kaget atas jawaban Tari.
"Lo serius di jemput Ahtar? emang suami lo gak cemburu?" tanya Nia kembali.
"Cemburu atau gak itu urusan nanti yang jelas sekarang gue harus pulang dan nanti di jalan sambil mencari suami gue yang ntah sekarang diamana" jawab Tari.
"Kheum, ya sudah terserah lo deh, hati-hati aja ya"
"Bye gaess, makasih ya"
Mobil Ahtar sudah sampai di depan kosan Nia dan Ria. Tari langsung naik mobil dan meminta Ahtar untuk berkeliling di daerah kota ini, Tari tidak memberi alasan untuk apa nya namun Ahtar menyetujui nay karena ia seneng bisa berkeliling kota dengan orang yang ia sangat sayangi.
Saat Tari sampai di satu tempat , ia melihat mobil Pangeran yang terparkir di tempat itu, lalu Tari menyuruh Antar untuk berhenti sejenak di tempat tersebut.
Tari mencari keberadaan Pangeran namun di dalam mobil saja.
"Tar, kamu sedang mencari seseorang atau mencari sesuatu si?" tanya Ahtar karena melihat Tari yang celingak celinguk ke kanan ke kiri.
"Ah? Aku gak mencari seseorang atau sesuatu, aku suka aja suasana tempatnya jadi aku suka memandang nya" jawab Tari.
"Ya sudah aku turun ya, aku mau beliin kamu minuman"
"Ok, aku tunggu di mobil aja ya" ujar Tari.
Saat Tari menunggu kedatangan Ahtar, ia melihat sosok seperti Pangeran namun sosok itu sedang memeluk seorang wanita yang ntah tak jelas mukanya karena ia melihatnya dengan jarak jauh.
...----------------...
Apa itu benar-benar Pangeran atau yang lain?
Tunggu kelanjutan nya ya ❤
Jangan lupa Vote 🙂 Like ❤ share 📨 and Coment 📱
Terimakasih telah mampir ❤
mari saling mendukung sesama author kak 👋
#udah ganti judul kak
mampir kembali ke (nona buta wasiat papa)
# udah up
"little princess and childish mafia"
terus tu stela dgn pangeran ada rahasia apa sampai pangeran begtu lalai terhadap istri nya,,,,,gak bisa apa di singkir kan tu cewek gatel,enek aku baca nya
"little princess and childish mafia"