NovelToon NovelToon
Mertua Dan Menantu

Mertua Dan Menantu

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:399.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: LaQuin

Lyra mencoba untuk bertahan meski ia terluka oleh kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui setelah 6 bulan lamanya. Suami tercinta tega menduakan cintanya dan bermain api dengan Ibunya sendiri.

Rumah Tangga seumur jagung bagai neraka untuk Lyra. Lantas bagaimana ia harus menghadapi situasi ini?

Baca kisahnya yuk readers...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Dikurung

Bab 20. Dikurung

(POV Author)

"Perasaan disini deh kemarin." Ujar Lyra pada angin.

Lyra terus mencari-cari di setiap penjuru namun tidak menemukan benda pipih yang selalu menemaninya.

Lyra menghempaskan bobot tubuhnya di atas tempat tidur dengan lemah. Ia merasa kecewa dengan dirinya yang lupa untuk membawa handphone-nya ke mana-mana.

"Ceroboh banget sih Gue!" Gerutu Lyra, kesal.

Lyra kemudian teringat kalau Mita masih menunggunya di ruang tamu. Ia pun segera beranjak dari duduknya dan bergegas untuk membuka pintu menemui Mita.

"Ceklek, ceklek!"

"Loh?!"

"Ceklek, ceklek!"

"Kok di kunci?!"

Lira panik. Ia baru sadar bahwa ia dikunci di dalam kamarnya sendiri. Lyra teringat kunci cadangan. Ia pun mulai mencari dengan membongkar-bongkar laci-laci tempat biasanya ia menyimpan kunci. Namun sayang, Lyra tidak menemukan satupun kunci cadangan.

Lyra mondar-mandir kebingungan sambil menggigit jarinya. Pikirannya mulai kacau dan berasumsi bahwa ini adalah kerjaan suaminya.

"Apa Mas Andi sengaja mengurung Gue di sini? Nggak mungkin kan dia bener-bener ingin mengurung Gue?!" Ujar Lyra cemas pada angin.

"Nggak, nggak boleh! Itu bisa ngerusak semua rencana Gue. Duh, Gue harus teriak. Mita pasti denger teriakan Gue."

"MITAAAAA..., TOLONGIN GUE MIIIIT!!"

"MITAAAAA....!! BUKA PINTUNYAAAA!!!"

Sekeras apapun Lyra berteriak namun ia tidak mendengar siapapun mendekat ke ke arah kamarnya.

Lyra mulai menangis. Sakit hatinya perlahan muncul lagi dengan rasa kesal setengah mati. Bahkan ia ingin sekali mencaci maki.

"WOY ANDI INI PASTI KERJAAN LO KAN?! BA*NGSA* BUKAIN PINTUNYA NGGAK!!"

"AAAARRGGHH!!"

Lyra yang kesal terus mencoba menggedor-gedor pintu kamar. Namun tetap saja tidak ada yang membukakan pintu untuknya.

Setelah setengah jam berteriak-teriak, Lyra akhirnya menangis lagi. Meratapi kecerobohan dan kebodohannya yang mudah dimanfaatkan lawan. Lyra bersandar pada pintu kamarnya, lalu melorot ke lantai dan terduduk lemah di sana.

"Tega banget sih kalian, apa salah gue hiks..."

Lyra melihat ke arah jendela. Ia ingin kabur lewat jendela. Sayangnya jendela kamarnya hanyalah jendela yang tidak bisa dibuka karena permanen.

Lagi-lagi Lyra men*de*sa*h kecewa.

Lyra beranjak bangun. Ia membuka lemari pakaian milik suaminya dan melemparkan isinya ke lantai. Lyra marah, ia hanya bisa mengamuk di dalam kamarnya saja.

Sesunggukkan Lyra menangis. Rasa kecewa, marah, dan sakit hati yang datang bersamaan membuat lemah seketika. Lyra teringat sang pengacara tampan yang menolong dirinya. Ia pun merogoh saku celana yang masih menyimpan kartu nama Teguh Candra.

Kontak Teguh tertera di sana. Namun Lyra bingung, bagaimana caranya agar ia bisa menghubunginya.

Perlahan akhirnya Lyra bangkit dari duduknya. kemudian melangkah menuju tempat tidur dan merebahkan diri di sana. Saking lelahnya Lyra menangis, akhirnya ia terlelap meski air mata masih membasahi pipinya.

***

Hari sudah gelap ketika Lyra bangun. Lyra mengucek matanya melihat sekeliling kamar yang gelap dan ia pun baranjak bangun untuk menghidupkan lampu di dalamnya. Ia melihat jam dinding yang menampilkan pukul 20.00 lewat 17 menit.

Saat lampu telah menyala, Lyra melihat ada makanan di atas nangkasnya beserta minuman. Pasti seseorang telah masuk ke kamarnya tanpa membangunkan dirinya, pikirannya.

"Jadi mereka benar-benar ingin mengurung Gue"

Lyra membuang napas berat. Otaknya yang baru saja beristirahat kini kembali di paksa berpikir keras, bagaimana caranya agar ia bisa segera pergi dari rumah itu.

Dengan langkah gontai Lyra masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah merasa cukup segar cara mengambil makanan yang sudah dingin itu.

Gue harus punya tenaga untuk kabur, batin Lyra.

Walau ia tidak berselera, setengah porsi makanan itu pun berhasil ia paksa masuk kedalam perutnya.

"Klenting!"

Sebuah sendok tanpa sengaja terjatuh ketika Lyra hendak meletakkannya di piring. Ia pun berjongkok dan mengambil sendok itu

Tanpa sengaja matanya tertuju pada bawah ranjang, tempat tidurnya. Sekilas ia melihat benda persegi berwarna sedikit kebiruan di bawah tempat tidurnya itu. Dengan cepat Lyra melangkahkan kakinya mendekat ke arah benda itu. Kemudian ia dan menengok ke bawah tempat tidur.

Senyumnya pun terbit. Ternyata handphone yang ia cari ada di bawah tempat tidurnya. Lyra segera mengambil handphone itu dan mencoba membuka layarnya. Namun sayangnya sepertinya baterainya sudah habis. Lyra tidak menyerah dan putus asa. Ia pun mencoba mencharger handphonenya agar bisa menyala kembali.

"Gue harus beresin barang-barang Gue. Begitu Mita atau Abang yang datang, Gue udah siap pergi dari rumah ini."

Dengan semangat yang timbul karena menemukan handphone-nya, Lyra segera mengemasi barang-barang seperlunya saja, dan memasukannya ke dalam sebuah koper.

Lima belas menit nunggu, akhirnya handphone-nya bisa menyala. Lyra tidak membuang waktu. Ia segera mengirimkan pesan kepada Mita dan juga Teguh meski baterainya handphone-nya baru terisi 12%.

Lyra : Gue di kurung Tong😭. Tulungin Gue...😢. Bisa ga bsk Lo sm si Abang jemput Gue. Please...🥺 Gua udah muak banget disini🤮

Pesan Lyra buat Mita. Tidak sampai 5 detik pesan itu sudah centang 2 dan biru. Sepertinya Mita kebetulan sedang memegang gawainya.

Mita : Gue udh curiga Ndoro...Wkt laki Lo bilang Lo mau istrhat,secara ga langsung dia ngusir Gue biar bisa ngurung Elo 😤

Lyra : Gue ga kepikiran dia bakal begitu🤧. Tulungin Tong... 🥺🥺🥺

Mita : Gue emang ada rencana buat nyamperin Lo bsk kesana. Cb Lo telponin Bang onta. Ngeri juga Gue klo sendiri🤕🥶

Lyra : Oke. Gue hubungi dulu.

Lyra kemudian memasukan kontak Teguh kedalam daftar kontaknya. Lalu ia pun mengirimkan pesan kepada sang penolongnya.

Lyra : Assalamualaikum, Abang. Ini Gue Lyra Bang🥺. Langsung aja ya Bang, Gue mau minta tolong lagi. Skrng Gue di kurung dikamar. Bisa nggak besok Abang ma Mita jemput Gue. Please Bang... Gue ga mau lagi tinggal di rumah ini😭.

Sama seperti Mita. Sepertinya Teguh juga sedang memegang gawainya hingga pesan Lyra pun segera mendapat balasan.

Teguh : Waalaikumsalam, serius Cil? Bukti2 gimana? Lo dah dapet?

Lyra : bukti2 itu ada di handphone Gue Bang. Ga tau gue, bisa rekam apa ga. Gue blm coba soalnya.

Teguh : Lo tenang dulu sekarang. Maksudnya rekam gimana?

Lyra : jadi gini Bang. Gue ada masang CCTV mini di beberapa tmpt di rmh ini. Dan bisa di liat secara online lewat Wifi.

Teguh : Sekarang lo tenang dulu, besok Gue sama shabt Lo itu akan jemput Lo. Malam ini Lo pantau dulu itu CCTV dan coba Lo cari fitur buat merekamnya. Klo mereka mlm ini ga nunjukin perbuatan mereka, kita akan pikirkan cara lain.

Lyra :Iya Bang.

Setelah bertukar pesan dengan Teguh, hati Lyra merasa sedikit tenang. Ia merasa ada orang yang membela dan berdiri di pihaknya. Dan itu menjadi kekuatan penyemangat bagi Lyra.

Lyra lalu mengirimkan kontak Mita kepada Teguh. Kemudian ia mencoba membuka aplikasi CCTV mini onlinenya.

Bersambung...

1
Ulfayanty Syamsu Rajalia
tolol nangis aj trus sampai kiamat bego banget si knp gk manggil warga bego
Deuis Hilmatussa'dah
Kecewa
Deuis Hilmatussa'dah
Buruk
74 Jameela
manusia berhati iblis tuuh andi😠
74 Jameela
lyra...cemungut yooooo..
hempaskn para bunga bangkai itu
74 Jameela
kyok jallang dech jd ny si clara..
maksain diri amiiiittttt
74 Jameela
waduh..gaswat..
salah sangka..tiwas berbunga hati tryt berbunga bangkai
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
kaget aq
Vindy swecut
uuwwooowww/Gosh//Gosh//Gosh/
Vindy swecut
sumpah ngakak banget...lucu banget si onta timur ini...gemes deh/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ristieriswanharti
terbangun haus air minum lewat depan kamar mamah dapur suara desahan miling 😂
Sivia
/Facepalm/
Akbar Razaq
Rasain di culik bener bener ya gak bs di bilangin di cemasin orang gak bs jaga diri juga tapi ngeyel sukurin.
Akbar Razaq
mendadak minta di kawinin gatal ya...urusan aja lo gak bs apa apa klo gak ada temem sama teguh.duh lemot amat ya Si Lyra gemes deh
Akbar Razaq
untung ketemu orang baik klo enggak habis lo.agak kesal sih sama Lyra yg agak.bodoh juga.
Akbar Razaq
Nah kenapa gak sekalian.lo undang orang orang buat lihat secara life kelakuan mereka.li bodoh juga sih
Akbar Razaq
Bodoh.mereka jadi hati hatikan??
harus nya selidiki diam diam saat mereka mengira kamu gak curiga klo gini kan mereka waspada dasar. Polos apa goblok. gregeten akunya 😄
Akbar Razaq
Beneran Lyra mmg terlalu polos harusnya di selidiki mana ada maling yg ngaku.dodol?
Akbar Razaq
Ya ampun ternyata othor belum kasih jalan smua ini blum terkuak.😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!