NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran yang Ditolak

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Setelah dua hari tanpa makan yang layak, Xiao Bai memutuskan untuk mencoba jalan yang lebih terhormat: mencari pekerjaan. Ia teringat sebuah toko obat besar di pusat Kota Qingyun—Toko Seratus Herbal—yang sering memasang pengumuman mencari kuli angkut untuk membawa karung-karung bahan baku dari gudang ke ruang racik. Pekerjaan kasar, upahnya kecil, tapi setidaknya halal dan tidak bergantung pada belas kasihan siapa pun.

Ia berdiri di depan toko itu, menatap papan pengumuman yang masih tertempel di pintu: *"Dicari kuli angkut, upah tiga keping perak per hari, lamar langsung ke pengurus toko."*

Tiga keping perak sehari. Cukup untuk makan, bahkan menyisihkan sedikit untuk masa depan. Xiao Bai menarik napas dalam, merapikan jubahnya yang sudah lusuh sebisa mungkin, lalu melangkah masuk.

Di dalam, aroma ratusan jenis rempah dan akar obat memenuhi udara—aroma yang mengingatkannya pada buku-buku alkimia yang dulu ia curi baca diam-diam di perpustakaan sekte, satu-satunya hal yang membuatnya merasa punya arah di tengah bakat kultivasi yang dianggap tak ada.

Seorang pria berusia paruh baya, mengenakan celemek kerja dengan noda-noda herbal di berbagai tempat, sedang menyortir tumpukan akar kering di meja depan. Ia mendongak begitu Xiao Bai mendekat.

"Ada yang bisa kubantu?" tanyanya, nada suaranya cukup ramah—hal yang jarang Xiao Bai temui dalam beberapa hari terakhir.

"Aku ingin melamar sebagai kuli angkut," kata Xiao Bai, mencoba menjaga suaranya tetap tenang. "Aku kuat, dan aku bersedia bekerja keras berapa pun jam yang dibutuhkan."

Pengurus toko—yang belakangan Xiao Bai tahu bernama Paman Chen—mengangguk sambil menilai postur tubuh Xiao Bai. "Kau kelihatan cukup kuat untuk mengangkat karung. Tapi sebelum itu, aku perlu tahu namamu, dan dari mana asalmu. Toko ini punya reputasi, jadi kami cukup selektif soal siapa yang kami pekerjakan."

Xiao Bai ragu sesaat, tapi menyadari berbohong hanya akan memperbesar masalah jika ketahuan nanti. "Namaku Xiao Bai. Sampai dua hari lalu, aku murid luar di Sekte Awan Sembilan."

Raut wajah Paman Chen langsung berubah, senyum ramahnya perlahan memudar. "Sekte Awan Sembilan... tunggu. Bukankah kau yang diusir karena dantian cacat? Berita itu sudah tersebar ke seluruh pasar sejak kemarin."

"Benar," jawab Xiao Bai, mempertahankan kontak mata meski dadanya mulai terasa berat. "Tapi itu tidak ada hubungannya dengan kemampuanku mengangkat karung. Aku hanya butuh pekerjaan, Paman. Aku janji akan bekerja lebih keras dari siapa pun."

Paman Chen menghela napas panjang, meletakkan akar kering yang sedang ia pegang. "Dengar, Nak. Aku sendiri tidak peduli soal bakat kultivasimu. Tapi toko ini bergantung pada hubungan baik dengan Sekte Awan Sembilan—mereka pelanggan terbesar kami, membeli hampir sepertiga stok herbal langka setiap bulan untuk kebutuhan alkimia mereka."

"Aku mengerti, tapi—"

"Kalau aku mempekerjakan murid yang baru saja mereka usir dengan alasan memalukan seperti itu," lanjut Paman Chen, suaranya melembut tapi tegas, "dan kabar itu sampai ke telinga tetua sekte, bisa-bisa mereka menganggap toko ini memihak pihak yang salah. Aku punya keluarga untuk dihidupi, Nak. Aku tidak bisa mengambil risiko sebesar itu hanya untuk satu kuli angkut."

Xiao Bai menatap ke bawah, menyadari pola yang mulai terlihat jelas: bukan soal siapa dirinya, bukan soal apa yang bisa ia lakukan—tapi soal bayangan besar Sekte Awan Sembilan yang menaungi hampir setiap sudut Kota Qingyun, membuat setiap pintu tertutup sebelum ia sempat membuktikan dirinya.

"Aku mengerti," gumamnya pelan, berbalik hendak pergi.

"Tunggu." Paman Chen memanggilnya sebelum ia mencapai pintu. Xiao Bai menoleh, sedikit berharap.

Paman Chen mengeluarkan sepotong roti dari balik meja, menyodorkannya ke arah Xiao Bai. "Aku tidak bisa mempekerjakanmu, tapi aku juga tidak sekejam itu membiarkan anak muda kelaparan di depan mataku. Ambillah. Anggap saja ini bukan dari pemilik Toko Seratus Herbal, hanya dari seorang tua yang kebetulan iba."

Xiao Bai menatap roti itu, lalu menatap wajah Paman Chen yang penuh sesal namun tak berdaya melawan sistem yang lebih besar dari dirinya. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, ia merasakan sedikit kehangatan di tengah dunia yang terasa begitu dingin.

"Terima kasih, Paman," katanya, menerima roti itu dengan kedua tangan.

---

Di luar toko, Xiao Bai duduk di anak tangga batu, memakan roti pemberian Paman Chen perlahan-lahan, mencoba menikmati setiap suapan setelah dua hari kelaparan.

> **[Host, aku mendeteksi pola yang konsisten dalam tiga hari terakhir: penolakan yang bukan disebabkan oleh kemampuan Host, melainkan oleh bayangan pengaruh Sekte Awan Sembilan. Analisis: sekte ini memiliki jaringan ekonomi yang jauh lebih luas dari yang terlihat di permukaan.]**

"Aku sudah sadar itu sejak hari pertama," gumam Xiao Bai di antara kunyahan rotinya. "Tapi mendengarnya dikonfirmasi tetap saja menyakitkan."

> **[Namun ada informasi tambahan yang mungkin berguna bagi Host: Paman Chen menyebutkan bahwa Sekte Awan Sembilan membeli sepertiga stok herbal langka setiap bulan untuk kebutuhan alkimia mereka. Ini berarti permintaan pil dan bahan alkimia berkualitas di kota ini sangat tinggi—sebuah celah pasar yang mungkin bisa Host manfaatkan, jika suatu hari Host mampu memproduksi pil tanpa bergantung pada reputasi.]**

Xiao Bai berhenti mengunyah sejenak, matanya menyipit memikirkan kata-kata itu. Selama ini ia berpikir kelemahannya adalah kultivasi—tapi mungkin, jalan yang sebenarnya terbuka baginya bukan lewat pedang atau qi, melainkan lewat pil-pil yang bisa ia ekstrak diam-diam, dijual tanpa perlu menyebut nama yang sudah tercemar.

"Kalau begitu," gumamnya pelan, mata mulai berkilat dengan ide yang perlahan terbentuk, "aku tidak butuh mereka menerimaku. Aku hanya butuh mereka membutuhkan apa yang aku buat—tanpa perlu tahu siapa yang membuatnya."

Ia menghabiskan sisa roti itu, lalu bangkit berdiri, langkahnya kini sedikit lebih ringan dari sebelumnya. Di kejauhan, matahari sore mulai turun di balik atap-atap Kota Qingyun, memantulkan cahaya keemasan yang senada dengan denyut samar Tungku Ekstraksi Surgawi di dalam dadanya—seolah alam semesta sendiri mulai menunjukkan jalan yang selama ini tersembunyi di balik penolakan demi penolakan.

Namun jauh di sudut pasar, sepasang mata mengamatinya dari balik gang sempit—seseorang yang sejak pagi diam-diam mengikuti setiap langkah Xiao Bai, menunggu momen yang tepat untuk mendekat dengan tawaran yang mungkin lebih berbahaya daripada semua penghinaan yang sudah ia terima sejauh ini.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!