Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.
walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.
Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...
Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.
Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.
YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 (No...no...)
.....Happy Reading.....🙏🏻📖
H-27
Pagi Hari Kemudian.........
MILAN, ITALIA.
Hari ini adalah hari terakhir Shannon menyandang status lajang karena besok dia resmi menjadi Nyonya Marcus Torricelli yang SAH.
Shannon berjalan menuruni tangga sebari dibelakangnya ada 2 bodygurd yang membawa koper miliknya kemudian ada juga Shanni yang sudah siap dengan style elegan casual dan juga sudah ada Lucas...
"Sudah siap?"Tanya Lucas, memastikan.
"Sudah..."Jawab Keduanya, lantang.
"Baiklah ayo kita pergi..."Ucap Lucas, berjalan terlebih dahulu.
Mereka semua pun berjalan menuju mobil saat sudah sampai didepan mobil mereka masuk kedalam mobil dan mobil itu membawa mereka ke bandara international.
ROMA, ITALIA.
MANSION TORRICELLI.
Saat ini Mansion Torricelli telah ramai didatangi keluarga, Beberapa asisten akan mengechek gedung tempat acara akan dilaksanakan....
Kebahagian menyelimuti hati seluruh keluarga, bahkan Venisa ikut bahagia atas pernikahan Unclenya itu, dia sadar jika Uncle dan keponakan kandung tidak bisa menikah...
"Venisa tolong kamu bawa tasku dong, aku harus mengechek beberapa tempat..."Pinta Lea, datar.
Venisa langsung beranjak dan mengambilkan tas sang Aunty setelah selesai dia memberikan tas itu pada Lea, dia dan Lea memang berbeda 1 Tahun namun baginya Lea tetaplah adik dari Lucas yang berarti Auntnya...
"Ini Aunty..."Ucap Venisa, sopan.
"Thank you..."Ucap Lea, tersenyum tipis.
Kamar Marcus.
Sedangkan saat ini Marcus sedang duduk di single seat sebari berkirim pesan dengan Claudia, gadis kecil itu ingin bertemu dengannya namun Marcus tidak bisa karena dia akan menikah...
**Potret Undangan Pernikahan Marcus & Shannon\, hanya ilustrasi semata by Google**
Chat : Claudia My Child
🗨Claudia : Papa sedang apa? Clau pengen ketemu papa, Clau juga pengen makan disuapi papa...
🗨Marcus : Papa sedang sibuk sayang, maaf yaa...
🗨Claudia : Oh tidak apa-apa Papa, Clau juga ada mama yang menemani...
🗨Marcus : Clau lagi apa nak?
🗨Claudia : Lagi duduk-duduk aja pa, habis sarapan...
🗨Marcus : Yaudah banyak-banyak istirahat yaa...
🗨Claudia : Yaa Clau juga mau mandi dulu, dada
Marcus mematikan ponselnya, dia memutuskan turun kebawah untuk memeriksa bagaimana kondisi Mansionnya itu, apakah ramai?
Lantai Utama.
Saat Marcus telah sampai di lantai utama, betapa terkejutnya dia karena lantai utama diubah menjadi seperti tempat untuk pesta, Marcus seketika pusing dan ingin pingsan untung dia melihat keponakannya sedang duduk sebari bermain ponsel...
Marcus berjalan mendekati sofa tempat Venisa duduk dan duduk disebelahnya...
"Apa yang terjadi dengan Lantai ini?"Tanya Marcus, dingin.
"Uncle..Hehehehe...ini semua ulah para grandma..."Ucap Venisa, terkekeh.
"Ya Tuhann..."Eluh Marcus, menarik nafas dan membuangnya.
"Sabar Uncle, bukankah sebentar lagi akan menikah, harusnya bahagia kok malah sedih..."Ucap Venisa, mengusap pundak Marcus.
"Uncle tidak sedih, hanya kecewa saja, bagaimana apakah kamu sudah dapat calon suami?"Tanya Marcus, melirik Venisa.
"Belum..."Jawab Venisa, datar.
Marcus hanya diam saja, dia takut Venisa akan menganggu pernikahannya tapi sepertinya tidak, yang ada Serra dan Claudia yang akan membuat pernikahan mereka terganggu.
Siang Hari Kemudian..........
INTERNATIONAL AIRPOT ITALIA.
Saat ini Private jet milik Lucas telah sampai di Italia pada pukul 2 siang, Saat ini mereka bertiga berjalan beriringan diikuti para bodygurd dibelakangnya....
"Uncle aduuuhh..."Rintih Shannon, memegang perutnya.
"Hah? kenapa?"Tanya Lucas, khawatir dan takut.
"Kakak, are you okay?"Tanya Shanni, khawatir.
"Perutku sakit...auuuhhh...sakit..."Rintih Shannon, terduduk dilantai.
"Ayo kerumah sakit aja..."Ajak Lucas, mau menggendong Shannon, Shanni terlihat cemburu Saat Lucas mau menggendong kakaknya tapi dia tahu ini bukan waktunya untuk cemburu.
"No, aku bisa jalan sendiri..."Ucap Shannon, kembali berdiri.
Shannon berjalan masuk kedalam mobil...
Saat di dalam mobil Shannon selalu merintih kesakitan sebari menangis, ada darah yang mengalir Dikaki Shannon, bahkan wanita itu terus-terusan menangis.
"Hiks....hiks.....hiks...sakittt..."Lirih Shannon, menangis.
Shanni hanya bisa memeluk sang kakak dan menenangkannya, Lucas dari tadi sudah khawatir akan dimarahi oleh Marcus karena hal ini.
Saat sudah sampai dirumah sakit, Shannon langsung dilarikan ke ruang icu.
RS.
Shanni dan Lucas menunggu diluar, Shanni sedang menangis sebari menunggu diruang Icu, Sedangkan Lucas langsung menghubungi Marcus.
Dan didetik itu pula Marcus datang, raut wajah Marcus, Khawatir, marah dan sedih, dia langsung menghajar Lucas karena sangat emosi.
"Marcus Stop!..."Teriak Mom Danilla, marah.
"Tidak sebaiknya kamu memukul Lucas, dia sudah baik membawa Shannon ke rumah sakit, dimana kamu saat Shannon membutuhkanmu, saat dia kesakitan..."Ucap Mom Danilla, sedikit berteriak.
Marcus langsung berhenti memukul Lucas, dia berfikir memang dia juga salah, dia tidak ada disaat Shannon butuh...
Tiba-tiba dokter keluar dari ruangan, ruat wajah dokter itu terlihat sendu dan tidak mengenakan...
"Apa yang terjadi pada istriku?"Tanya Marcus, menatap tajam dokter tersebut.
Glek, berulang kali dokter itu mencoba menelan salivanya, dia benar-benar takut menjawab pertanyaan dari mafia sisilia ini...
"M-maaf T-tuan, N-nona Shannon ke-keguguran..."Ucap Dokter tersebut, terbata-bata.
Marcus rasanya langsung lemas dia benar-benar merasa terkejut dan tidak percaya, air matanya berliang dia tidak menyangkan akan kehilangan baby yang sangat dia harapkan.
Marcus langsung menghajar dokter tersebut, bisa dibilang dokter itu sebagai pelampiasan amarah Marcus...
"Marcus berhentilah nak, apa kau tidak mau tahu kondisi Shannon..."Ucap Mom Danilla, terlihat sedih kehilangan cucunya.
Marcus menghentikan hajarannya itu dan langsung berlalu pergi memasuki ruang Icu.
Ruang ICU.
Saat dia memasuki ruang Icu, dia hanya melihat Shannon yang menangis sebari duduk, wajah Shannon terlihat kacau dan sedih, pipinya basah dipenuhi air mata...
"Dear..."Lirih Marcus, sendu.
"Pergilah, percuma kau berada disini, tidak ada lagi anak ituuu...kau bebas sibuk dengan urusanmu..."Ucap Shannon, menangis deras mengalihkan pandangan dari wajah Marcus.
"Kenapa kau berkata seperti itu, walau mereka sudah tidak ada aku akan tetap disini, bersamamu..."Ucap Marcus, menelisik wajah Shannon.
"Percuma kau disini, tidak ada yang perlu kita jaga hatinya, kita bisa bebas bersama pasangan yang kita mau..."Tangis Shannon tak mampu ditahan.
Marcus merasa tertampar mendengar ucapan Shannon, dia mengingat beberapa hari yang lalu dia selalu sibuk bersama Serra & Claudia hingga melupakan ada Shannon yang membutuhkannya dan perhatiannya.
Marcus terlihat menyesal dan merasa amat bersalah dia sekarang berfikir jika Shannon keguguran sebuah itu karena dirinya, air mata mengalir dari pipi Marcus.
"I'm sorry, maybe the reason you miscarried was because of me..."Ucap Marcus, berlinang air mata.
"Sudahlah, aku lelah dengan semua ini, apa yang kau mau lakukan pada diriku lakukanlah, aku sudah pasrah, hidupku sudah tidak ada artinya lagi..."Lirih Shannon, meneteskan air mata.
"Jangan bicara seperti itu..."Ucap Marcus.
Pria itu berjalan kearah ranjang dan memeluk Shannon penuh cinta, dia benar-benar merindukan wanita itu namun kesedihan kembali menerjang sebelum acara pernikahan.
Malam Hari Kemudian...........
MANSION TORRICELLI.
Kamar Marcus.
Malam ini dikediaman Torricelli tidak berjalan baik, Marcus sedari tadi terus menenangkan Shannon, dia berusaha membujuk Shannon agar pernikahan mereka tetap terjadi...
"Dear, aku mohon, bukankah kau sudah setuju akan menikah denganku, walau anak itu sudah tidak ada aku akan tetap bertanggung jawab atasmu..."Ucap Marcus, tegas.
"Stop Marcus...hiks....hiks...aku lelah..."Lirih Shannon, dia bahkan tidak memanggil Marcus dengan embel-embel Uncle lagi.
"Bisakah sekali saja kau mengerti aku..."Isak Shannon.
Marcus terdiam, pria itu duduk disofa menghadap ranjang sedang Shannon duduk dipinggir ranjang sebari kedua kakinya di angkat dan Shannon meletakkan wajahnya di lututnya itu.
"I will never let you go..."Ucap Marcus, menatap tajam Shannon.
"Hiks....hiks.....hiks..."Tangis Shannon, dia menangis sangat deras dia merasa menjadi manusia yang tidak berguna dan tidak pernah dihargai.
"Okay, No Problem, aku akan mengikuti semua maumu sampai perjanjian ini selesai, dan sesuai perjanjian jika aku tidak mencintaimu maka kau akan melepaskanku..."Ucap Shannon, menghapus air matanya.
Deg....
Marcus terdiam, dia lupa jika isi perjanjian itu jika sampai perjanjian itu selesai dan waktu 100 day habis, Shannon belum juga mencintainya, dia harus melepaskan Shannon.
'Persetan dengan perjanjian sialan itu...'Batin Marcus, marah.
Pria itu berdiri, dia berjalan mendekati ranjang, dia mencium bibir Shannon dan yaa seperti biasa🙂✌🏻
Ruang Tengah.
Sedangkan saat ini di ruang tengah ada Mom Aini, Lucas & Shanni, Shanni duduk disofa disebelah Mom Aini atas permintaan Mom Aini.
Raut wajah Shanni terlihat datar dan kurang nyaman, sedangkan raut wajah Mom Aini sendu dan seperti merasa bersalah.
Lucas yang duduk di single seat didepan kedua wanita itu hanya menelisik wajah keduanya, bisa diartikan terjadi masalah diantara mereka.
'Sebenarnya ada apa ini? apakah terjadi sesuatu antara mommy dan Shanni?'Batin Lucas, bertanya-tanya.
"Shanni, maafkan mommy yaa, mommy sudah mengataimu ****** dan wanita murahan, mommy benar-benar menyesal..."Ucap Mom Aini.
Lucas yang mendengar itu seketika melotot, jelas dia tahu sekarang alasan kenapa Shanni menolaknya jelas karena mommynya, rasanya dia ingin marah tapi tidak bisa.
"Tidak apa-apa Nyonya Aini, itu terserah anda mau menilai saya bagaimana, yang jelas saya tidak akan pernah menikah dengan anakmu sesuai permintaanmu..."Ucap Shanni, datar.
"No, sekarang mommy maunya kamu menikah dengan Lucas, kasihan baby diperutmu ini..."Ucap Mom Aini, mengusap perut Shanni sebari meneteskan air mata penyesalan.
Shanni memperhatikan wajah Mom Aini, dia merasa kasihan karena pasti mom Aini ingin anaknya menikah dan bahagia, apalagi diperut Shanni saat ini ada cucunya.
"Maaf Nyo---"Ucap Shanni, terpotong.
"Jangan panggil aku Nyonya, panggil saja Mommy nak..."Ucap Mom Aini, mengusap kepala Shanni.
"Ya maksudku Mommy, aku bukan tidak mau menikah dengan Uncle Lucas hanya saja aku belum siap, tolong beri aku waktu selama 1 bulan agar aku bisa berfikir apakah Uncle Lucas mencintaiku? karena aku tidak ingin menikah tanpa cinta..."Ucap Shanni, ragu-ragu.
"Baiklah, 1 bulan ya sayang..."Ucap Mom Aini, mengelus pipi tirus Shanni.
Mom Aini langsung memeluk Shanni, dia merasa bahagia karena dia dimaafkan, baginya perlakuannya itu sudah sangat keterlaluan namun Shanni tetap memaafkannya...
Dia jadi merasa seperti memiliki anak perempuan baru selain Lea, Lea sekarang sudah tumbuh dewasa sehingga Mom Aini merasa kehilangan sosok Lea...
To be continue.
Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊
Terimakasih🙏🏻
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh...
Hai readers semua! hari ini author mau mengucapkan Happy New Year 2022, semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki, dan semoga kita bisa lebih baik lagi dari tahun kemarin yaa...
Aminn Ya Robbal A'lamin...🤲🏻😇
kok gitu sih
pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...
Semangat kerjanya author sayang😊💞
And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...
Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....
Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...